
Sesaat setelah memutuskan untuk berburu, Xin Huang keluar dari dunia pribadinya, dan muncul disalah satu kamar penginapan yang ada dikota Hitam. Xin Huang keluar dari kamar itu, lalu turun kebawah menggunakan tangga.
Dilantai bawah sendiri, terlihat banyak meja-meja dengan berbagai macam orang yang sedang makan dengan lahap. Setelah itu, Xin Huang berjalan menuju meja resepsionis. "Nona" ucap Xin Huang pada wanita resepsionis.
"Ada apa tuan?" Wanita resepsionis itu tersenyum manis, dia merasa terpesona dengan keindahan wajah Xin Huang.
"Aku akan memesan kamar selama satu bulan, dan ingat satu pesan dariku, jangan pernah memasuki kamarku" Xin Huang menyodorkan sebuah kantong emas pada wanita resepsionis itu.
"Baik tuan! Aku akan selalu mengingat perkataanmu!"
"Baiklah, terima kasih ya..." Xin Huang tersenyum, lalu pergi dari sana, meninggalkan wanita resepsionis yang sedang meleleh akibat senyum Xin Huang.
Setelah diluar, Xin Huang ingin langsung cepat-cepat pergi kedalam hutan, tapi setelah dipikir-pikir lagi, Xin Huang merasa bahwa lebih baik bila dia berjalan santai saja untuk pergi ke hutan.
Xin Huang berjalan santai ke arah Utara, disepanjang perjalanan, Xin Huang melihat banyak pedagang-pedagang yang sedang berjualan disetiap sisi jalan, banyak juga orang-orang yang sedang berlalu lalang. Tapi setelah perjalanan yang cukup jauh, Xin Huang tiba-tiba menyadari sesuatu "Tanah ini... Hitam?" Xin Huang melihat keseluruh jalan, lalu menyentuh tanah yang ada dibawahnya "Ini abu manusia...." Tekstur tanah hitam itu sama persis dengan abu manusia yang telah dibakar.
Setelah mengamati untuk waktu yang tak terlalu lama, Xin Huang memutuskan untuk bertanya pada sistemnya "Sistem, apa kau tahu sesuatu tentang ini?"
[Tidak, mungkin tuan bisa menanyakannya pada orang-orang sekitar]
"Hmmm...." Xin Huang berpikir keras, lalu memutuskan untuk mengabaikannya "Tak apalah, ini bukan urusanku" Xin Huang melanjutkan perjalannya. Dia terus melangkahkan kakinya Hingga langkahnya terhenti saat melihat kuil dengan sebuah patung raksasa ditengahnya, patung itu berukuran sangat besar, patung itu juga menampilkan seorang pria botak yang memilik enam tangan, dua tangan atas membawa timbangan, lalu tangan yang ditengah membawa bola putih ditangan kanannya, dan bola hitan ditangan kirinya. Kemudian dikedua lengan bawahnya, terlihat sedang membawa petir-petir berwarna ungu. Patung itu juga sedang dikelilingi oleh puluhan biksu dengan selendang ungu yang melilit tubuhnya.
"Itu... Siapa?"
[Tuan sendiri yang memberi tahu, tuan sendiri juga yang tak tahu]
"Apa maksudmu...." Xin Huang terlihat menyadari sesuatu. "Dewa Hukum?" Xin Huang ingat bahwa dia pernah bercerita pada Hua Mei bahwa Dewa Hukum itu sudah seperti Tuhan didunia fana.
[Itu betul tuan, Timbangan yang ada diatas itu, untuk menimbang kebaikkan dan kejahatan yang ada dikedua lengan tengahnya, bola hitam untuk kejahatan, dan bola putih untuk kebaikkan. Lalu petir yang ada dikedua lengan bawahnya adalah petir surgawi, petir paling kuat yang ada di alam semesta]
"Tapi bagaimana bisa biksu-biksu itu mengetahui wujud asli Dewa Hukum?"
__ADS_1
[Dari patung raksasa yang dibuat oleh ahli pahat terkenal kerajaan Anzhen. Patung Dewa Hukum yang dibuat oleh ahli pahat terkenal itu disebarkan keseluruh penjuru alam atas. Darimana Ahli Pahat itu tahu wujud Dewa Hukum, sistem tidak mengetahuinya]
"Hmmm.... Menarik" Xin Huang merasa bahwa misterinya terus bertambah saat dia berpetualang, membuat jiwa petualang Xin Huang menjadi menggebu-gebu.
Setelah itu Xin Huang kembali melanjutkan langkahnya yang sempat berhenti. Saat sudah berjalan puluhan kilometer jauhnya dari kota Hitam, Akhirnya Xin Huang melihat sebuah hutan rindang dengan pohon-pohon raksasa dihadapannya.
[Ini adalah hutan Juda, hutan dengan intesitas binatang buas tertinggi diseluruh bagian selatan benua Xiongwei]
"Hmmm...." Xin Huang terus mengamati hutan rindang dihadapannya, dia merasakan bahwa binatang-binatang buas yang ada disana memiliki tingkat kultivasi yang sangat tinggi, mulai dari Inti Emas, hingga tahap Raja ke atas. Setelah mengamati, Xin Huang memasuki hutan itu, pemandangan yang pertama kali dilihat Xin Huang saat memasuki hutan itu adalah, seekor serigala berwarna hijau gelap sedang memakan seorang pria tua yang diduga seorang petani.
"Sepertinya kau suka sekali dengan daging kakek-kakek itu" Xin Huang menganalisa serigala hijau didepannya.
[Nama: Serigala Racun]
[Level: Inti Suci (9)]
"Cuma Inti Suci" Xin Huang menjentikkan jarinya.
Blarrr
Tubuh serigala itu hancur berkeping-keping setelan Xin Huang menjentikkan jarinya.
[Berhasil membunuh Serigala Racun]
[Mendapatkan 800.000 PP]
[Mendapatkan 80.000 PS]
Kemudian Xin Huang kembali memasuki hutan Juda lebih dalam, dibagian yang lebih dalam hutan Juda, banyak terlihat binatang-binatang buas berlevel Inti Emas hingga Inti Suci, melihat itu, tentu saja Xin Huang membunuh binatang-binatang itu.
[Ding!]
__ADS_1
[Ding!]
[Ding!]
[Ding!]
Suara notifikasi sistem terus berdering ditelinganya. Sesudah selesai memburu binatang-binatang itu, Xin Huang kembali melanjutkan perjalanannya. Sama seperti sebelumnya, banyak binatang-binatang berlevel tinggi yang mati ditangan Xin Huang. Tapi setelah membunuh banyak binatang buas berlevel tinggi, Xin Huang terlihat menyadari sesuatu, bagaimana bisa binatang berlevel tinggi ini tidak menyerbu Kota Hitam? Dengan jumlah yang banyak dan level yang tinggi, menghancurkan kota Hitam itu semudah membalikkan telapak tangan.
[Mereka takut dengan aura Bing Lian, dan orang-orang tingkat tinggi lainnya]
"Mungkin karena aku bukan binatang, instingku tak terbentuk secara alami" Binatang memiliki insting yang sangat tinggi, itu membuatnya takut dengan aura yang dikeluarkan orang-orang kuat dikota Hitam. Sementara kenapa Xin Huang tidak merasa takut dengan aura Bing Lian, itu karena dia juga kuat, bila sama-sama kuat, buat apa takut?
Xin Huang terus bersenandung disepanjang perjalanannya, disetiap langkahnya, binatang buas yang ada didekat Xin Huang akan meledak. Poin Sistem dan Poin Pengalaman terus bertambah di panel sistemnya. Hal itu membuat mood Xin Huang yang sebelumnya buruk akibat Hua Mei yang pingsan, kembali menjadi lebih baik.
Setelah berjalan kedalam hutan selama 5 jam penuh, Xin Huang melihat gunung lahar yang sangat tinggi, dengan banyak burung-burung api yang terbang mengitarinya. Karena bingung, Xin Huang bertanya pada sistemnya.
"Sistem, itu apa?"
[Itu adalah gunung berapi]
"Aku tahu itu, tapi kenapa burung-burung itu mengitarinya?" Mungkin bila burung-burung itu burung biasa, Xin Huang tak akan heran. Tapi burung itu memiliki level yang tinggi, 10 Level Penguasa, dan 2 Level Nirwana, itu membuat benak Xin Huang bingung.
[Burung api memiliki insting yang sangat tinggi, bahkan sangking tingginya, dia bisa mengintip jauh ke masa depan. Jadi bila disimpulkan, akan ada sesuatu digunung api itu, entah satu tahun, puluhan tahun, ratusan tahun, atau hingga ribuan tahun ke depan]
"Akan ada sesuatu....?" Xin Huang merasa tertarik dengan apa yang akan terjadi dengan gunung api itu. tapi yang Xin Huang tidak tahu, hal yang akan terjadi di gunung api itu akan sangat merugikan dirinya, hal yang merugikan itu akan merenggut salah satu orang yang sangat berharga baginya.
.
.
.
__ADS_1
.