
Wushhhhhhh
Xin Huang membuka matanya, dan dia menyadari bahwa dirinya sedang terombang-ambing disebuah kegelapan tanpa batas. Xin Huang mengedarkan pandangannya, dan melihat sebuah cahaya emas, yang sangat jauh dan kecil sedang gemerlapan ditengah-tengah kegelapan tanpa batas.
"Dimana aku? Dan.... Cahaya apa itu?" Merasa bahwa tidak ada gunanya bertanya-tanya, Xin Huang melayang-layang menuju cahaya itu.
1 Jam....
1 Hari....
1 Minggu....
Hingga akhirnya Xin Huang sampai dihadapan cahaya itu setelah melayang-layang selama 1 bulan penuh. "Ini dimana sih?! Dunia ini membuatku menjadi kesal!" Xin Huang marah-marah tidak jelas akibat jauhnya letak cahaya itu.
Xin Huang menenangkan hatinya, lalu menatap cahaya terang dihadapannya. "Bangun bodoh.... Aku tahu itu kau"
"Hihi...." Terdengar suara pria serak yang familiar dari dalam cahaya itu.
"Dasar bocah iblis.... Kau benar-benar menyebalkan"
"Untuk apa kau membawaku kesini? Tuan Raja Monyet" Xin Huang tersenyum kecil.
"Aku hanya ingin membuat satu perjanjian.... Apa kau mau mendengarkannya?"
Xin Huang melipat tangannya, sembari mengelus dagunya, "Aku mau mendengarkannya, tapi aku ingin tahu, dimanakah tempat ini?"
"Ini ada didalam tongkat ChuoChuo ku yang asli, karena tongkat ini berisi 50% kekuatanku, alam yang ada didalamnya menjadi sangat gelap, karena hatiku juga memang gelap, dan alam ini mempunyai rentang waktu untuk beberapa tempat yang berbeda, seperti tadi, sebenarnya cahaya terang yang sebenarnya adalah aku, hanya berjarak 1 meter saja, tapi kau melaluinya 1 bulan penuh"
"Hmmm.... Aku mengerti" Xin Huang menganggukan kepalanya tanda paham. "Baiklah, aku akan mendengarkan perjanjian itu"
"Dahulu kala, Shen Jian pernah mengambil hal yang paling berharga dalam hidupku, permata ungu, salah satu dari 12 permata warna, saat aku ingin mengambilnya kembali, kekuatanku sudah berkurang drastis, sehingga Shen Jian bisa mengalahkanku dengan sekali tebas, dan membuatku terpental kembali kealam atas, dan pada saat itu juga, Shen Jian membuat sebuah klon dirinya, dan menempatkannya dialam atas ini, beserta dengan permata ungu, dia benar-benar mengejekku, aku ingin melawannya, tapi itu sia-sia, sebab ChuoChuo sudah tidak mau diperintah untuk bertarung lagi olehku, dan hanya ingin diperintah yang mudah-mudah saja, sebab akupun sudah tua, dan kekuatanku tidak bisa lagi digunakan untuk mengintimidasinya"
"Jadi....?" Xin Huang sudah bosan mendengar kisah Sun Mofa, sebab dia sudah pernah melihatnya secara langsung.
"Tolong rebut permata ungu itu dari klon Shen Jian, dan ChuoChuo akan mengakuimu sebagai tuan baru"
Xin Huang melebarkan matanya tak percaya, "Maksudmu kekuatan 50% Dewa Kuno bisa kudapatkan saat aku bisa merebut permata itu?! Kau tidak bohongkan?!"
"Seorang arwah tidak bisa berbohong"
__ADS_1
"Hahaha! Baiklah! Aku menyetujuinya!" Karena diiming-imingi dengan hadiah yang sangat besar, tentu saja Xin Huang menerimanya, dan sangat menurunkan kewaspadaannya, sehingga dia menjadi lengah, dan bersikap impulsif.
Tanpa Xin Huang ketahui, dari belakang wujud cahayanya, Sun Mofa sedang tersenyum lebar. "Baiklah, kita sepakat. Dan kau akan mendapatkan hadiah mengejutkan saat keluar dari sini"
"Aku tidak peduli, cepat keluarkan aku dari sini!"
"Baiklah.... Bocah"
Wushhhhhhhh
***
Gruduk.... Gruduk.... Gruduk....
Gempa besar terjadi selama seminggu penuh disekitar pilar kaisar utama, para petinggi-petinggi benua Dongwu menjadi khawatir akibatnya.
"Tuan Xin.... Apa yang sebenarnya sedang terjadi?" Ucap Yin Shi dengan khawatir.
Terlihat ekor Dou Mao terus bergerak-gerak karena gelisah akibat Xin Huang yang tidak bangun-bangun, sebab biasanya hanya satu jam saja Xin Huang mendapatkan berkat dari para raja-raja terdahulu. "Ju-Juru selamat.... Jika kau tidak bangun-bangun, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak"
Jing Lan mengelus kepala Dou Mao dengan lembut, "Juru selamat adalah orang yang spesial, dia tidak akan mati semudah itu, bila dia benar-benar mati, berarti dia bukanlah seorang juru selamat, melainkan hanya penipu ulung"
Para petinggi yang lain langsung mengalihkan pandangannya, pada apa yang dilihat Zong Lang.
"Tu-Tuan Xin!" Para petinggi yang lain langsung berlari mendekati Xin Huang, dan Dou Mao lah yang paling cepat menghampirinya
.....
"Erghhh....." Xin Huang membuka matanya perlahan-lahan, dan melihat 5 wajah yang sangat dikenalinya. "Tuan petinggi? Aku ada dimana?"
"Tentu saja didalam bawah tanah tuan Xin, apa kau sedang ling-lung?" Ucap Zong Lang dengan wajah datar yang menyebalkan.
Plak....
Dou Mau menampar wajah Zong Lang karena kesal, "Tentu saja bodoh! Dia baru sadar dari pingsannya yang ke satu Minggu!"
"Sial! Setidaknya kau tidak usah menampar!" Zong Lang marah-marah, sembari mengelus pipinya yang sudah membengkak.
"Diamlah...." Ucap Jing Lang geram, melihat pertikaian dihadapannya. "Tuan Xin... Apa tidurmu nyaman?"
__ADS_1
"Huh? Nyaman?" Xin Huang baru menyadari bahwa dia sedang tiduran diatas lantai, dengan paha Jing Lan sebagai bantalnya. "Tentu saja nyaman, kau tidak perlu mengucapkan itu" Xin Huang mengedipkan sebelah matanya.
"Sepertinya kau sudah sehat, tuan Xin" Yin Shi berdiri disebelah Jing Lan, lalu menyuruh Jing Lan untuk bangun.
"Tunggu! Jangan bangun dulu!" Sayangnya Xin Huang tidak sempat mengucapkan itu.
Bruakkkk
Kepala Xin Huang terbentur diatas tanah. "Sial... Tiduran dipaha istrimu sangat menyenangkan tahu"
"Tolong jangan kurang ajar, tuan Xin" Ucap Hei Gong dengan mata yang menyipit. "Yang ingin tiduran dipaha ratu bukan cuma kau saja"
"Cih!" Yin Shin mendecakkan lidahnya kesal, "Tuan Xin, mari kuantar kekamar anda, aku yakin tuan Xin sangat lelah"
"Baiklah.... Tapi kenapa kau yang antar? Biasanya nona Jing Lan yang mengantarku"
"Ini adalah pelayanan khusus" Tentu saja Yin Shi tidak mau membuat istrinya mengantarkan bocah mesum seperti Xin Shuo, bisa-bisa Xin Shuo mengajak Jing Lan berbincang-bincang didalam kamar, apalagi kekuatan Xin Shuo kali ini, tidak bisa dia ukur lagi.
"Baiklah" Xin Shuo berusaha bangun, dengan dipapah oleh Hei Gong. Setelah itu, Xin Huang diantarkan oleh Yin Shi kekamarnya.
***
"Hahh...." Xin Huang menghela nafas panjang, sebab dia sudah benar-benar lelah menghadapi lawan super sulitnya. "Semua pertarungan yang terjadi dengan Sun Mofa, benar-benar membuatku stress" Xin Huang memeluk guling, lalu memejamkan matanya.
{Hihi}
Xin Huang dengan cepat langsung membuka matanya. "Siapa itu?!" Xin Huang tidak percaya tidak bisa menemukan seseorang yang tertawa disebelahnya.
{Coba lihat keatasmu}
Xin Huang mengikuti kata-kata suara itu. "A-Apa?" Alangkah terkejutnya Xin Huang, saat melihat hal aneh didepannya. "Monyet?" Xin Huang melihat seekor monyet mini, yang sedang memainkan tongkat emas yang sama mininya.
{Hehe, iya, aku adalah sang raja monyet, Sun Mofa!}
.
.
.
__ADS_1
.