
Xin Huang berteleportasi didalam ibukota kekaisaran Zhou, dan mereka berdua melihat 3 orang kuat sedang bercengkrama sembari meminum teh.
Salah satu dari ketiga orang itu melihat Xin Huang dan Liu Wen datang, dia menyapa Xin Huang dengan ramah, namun dia tidak menyapa kepada Liu Wen, sebab dia tidak kenal dengan wanita itu, "Halo bocah! Sudah setengah dewa saja kau!"
Xin Huang sangat mengenali pria yang baru saja menyapanya, "Halo tuan Bufen"
Ternyata orang yang menyapa Xin Huang adalah Tian Bufen, jendral abadi milik kerajaan Anzhen, adapun kedua orang lainnya, mereka adalah Xueshi dan Zhang Shu yang mau tak mau harus menurut pada Tian Bufen agar bisa tetap hidup.
Liu Wen sedikit gemetaran saat melihat Zhang Shu dan Xueshi yang menatapnya dengan sinis.
"Liu Wen? Kenapa dia datang kesini? Dengan bocah Teleportasi itu lagi! Setelah menggugurkan anak yang mulia, dia bahkan ingin berkhianat? Sungguh sampah diantara sampah!" Geram Xueshi didalam hatinya saat melihat wujud Liu Wen.
"Hei Liu Wen, sedang apa kau?" Ucap Zhang Shu sembari memakan biskuit yang ada didepannya.
Liu Wen hanya menundukkan kepalanya, dia tidak mau menjawab pertanyaan Zhang Shu, sebab dia terlalu takut untuk menatap matanya.
"Hei pak tua, jangan membentakknya!" Ucap Xin Huang sembari mengeluarkan aura setengah dewanya.
Keduanya langsung tertunduk saat merasakan aura Xin Huang. Setelah itu, Xin Huang dan Liu Wen duduk disebelah Tian Bufen, Liu Wen juga sedikit takut saat menyadari bahwa dirinyalah satu-satunya perempuan yang ada disana.
"Kalian sudah menunggu disini selama satu Minggu?"
"Ya" Jawab serentak ketiganya.
"Kok kalian santai-santai saja sih? Kaisarmu sedang bertarung loh..." Xin Huang merasa aneh, saat melihat kedua jendral kekaisaran Zhou dengan santainya meminum teh dan memakan biskuit.
"Kami harus apa? Semua pasukan kroco Wei Chuan sudah rata, tuan Tian Bufen pun tidak ada niatan untuk menghancurkan benua Dazhou, dan kaisar kami pun sedang sibuk bertarung dengan Wei Chuan, jadi kami tidak ada kerjaan"
Xin Huang menggelengkan kepalanya, "Kau kan punya kemampuan bongkar pasang, lalu kenapa tidak membetulkan bangunan-bangunan yang rusak?"
"Itu tugas para kuli, bukan tugas penasehat kerajaan sepertiku!"
Xin Huang merasa bahwa semakin tua seseorang, maka semakin tolol juga seseorang itu. "Hahh...." Xin Huang merasa bosan hanya menunggu dan duduk diam saja, namun tanpa diketahui ketiga orang itu, Xin Huang diam-diam membuat sebuah formasi anti regenerasi disekitar ketiganya, karena kekuatan Xin Huang yang sudah super kuat, ditambah dengan elemen Kekosongannya, Xin Huang bisa dengan mudah membuat formasi tanpa diketahui ketiga orang itu.
Ketiga orang itu dengan asik mengobrol dan ketawa-ketiwi, namun semuanya terhenti saat kepala mereka bertiga terpenggal oleh pedang kekosongan Xin Huang.
[Ding! Berhasil membunuh Xueshi. Mendapatkan 500 Kuadriliun Poin Pengalaman, mendapatkan 500 triliun Poin Sistem]
__ADS_1
[Ding! Berhasil membunuh Zhang Shu, mendapatkan 500 Kuadriliun Poin Pengalaman, Mendapatkan 500 triliun Poin Sistem]
Kedua jendral besar milik Zhou Lin terbunuh seketika disaat itu juga, sebab formasi anti regenerasi yang dibuat Xin Huang benar-benar sebuah mimpi buruk bagi para seseorang yang berada dilevel dewa.
Wushhhhhh
Kepala Tian Bufen tumbuh kembali, dia membutuhkan 5000 kali mati lagi untuk menghabiskan satu nyawa tubuh spesialnya, "Teknik Pencurian Teknik: Pukulan Lintang Utara." Tian Bufen mengepalkan tangannya, lalu melayangkan tinjunya.
Wushhhhh
Xin Huang menatap itu, lalu memajukan lengan kanannya, "Elemen Kekosongan tahap pertama: Big Bang."
Wushhhhh
Sebuah sinar biru muncul diatas telapak tangan Xin Huang.
Sringgggggggg
Duarrrrrrrrrrrrrrrr
Pukulan Tian Bufen kalah beradu dengan sinar biru Xin Huang, hingga dia mental selama jutaan kilometer, dengan ledakan super besar yang mengiringinya diperjalanan udara.
2/10 Daratan benua Dazhou hancur hanya karena satu serangan Xin Huang, Xin Huang hanya tersenyum kecil sembari mengibas-ngibaskan tangannya, "Huh? Pencurian Teknik?"
[Semua jendral kerajaan Anzhen memiliki kemampuan spesial masing-masing, dan Tian Bufen memiliki kemampuan spesial untuk mencuri teknik seseorang yang memiliki level dibawahnya]
Xin Huang menganggukan kepalanya, lalu mengambil ancang-ancang, dan melesat cepat dari sana.
Wushhhhhhh
***
"Apa itu tadi?" Tian Bufen sangat syok saat menerima serangan itu, sebab kekuatan destruktif yang terkandung dalam serangan itu, membuat dirinya mati 5000 kali, atau nyawanya sudah berkurang 1.
Wushhhhhh
Xin Huang tiba-tiba muncul dihadapan Tian Bufen, sembari mengepalkan tangannya, "Elemen Kekosongan tahap kedua: Sinar Kehampaan." Setelah mengucapkan Jurusnya, Xin Huang melayangkan tinjunya pada Tian Bufen.
__ADS_1
Wushhhhhhhh
Bummmmmmm
Waktu terasa seperti terhenti, lautan, udara, cahaya, hingga kedua orang itu terhenti sepenuhnya, namun selang satu detik kemudian, waktu kembali seperti semula, dengan Tian Bufen dan lautan dibawahnya sudah bolong seperti mangkuk besar.
Duarrrrrrrrrr
"Elemen Kekosongan memanglah yang terbaik." Xin Huang sangat lega mengetahui bahwa dia mempunyai elemen Kekosongan, sebab teknik pencurian teknik milik Tian Bufen sangatlah mengerikan, bahkan bisa-bisa Tian Bufen mencuri semua teknik Ruang dan Waktunya.
.....
Tian Bufen terombang-ambing didalam kegelapan yang sangat pekat, semua teknik yang dikeluarkan Xin Huang benar-benar membuat dirinya merasa bahaya, bahkan insting bertarung yang dia punya triliunan tahun lalu kembali karena merasa terancam dengan Xin Huang.
"Teknik Bongkar Pasang: Penyatuan Alam." Tian Bufen merentangkan kedua tangannya, sebuah sinar putih menerangi seluruh kegelapan yang ada, namun bukan hanya itu saja kegunaan sinar yang dikeluarkan Tian Bufen, sinar itu juga digunakan Tian Bufen untuk menyatukan dirinya dengan alam.
Wushhhhhhh
Lautan yang luasnya tak terbatas mulai mengarah kepada Tian Bufen, Tian Bufen pun perlahan-lahan menjadi raksasa yang sangat besar, lautan, awan-awan, monster-monster yang ada dilautan, hingga ruang pun dia satukan menjadi satu buah raksasa yang tingginya tak terhitung, bahkan lautan yang dalamnya tidak bisa dihitung mengering menjadi daratan tandus.
Wushhhhhhh
Tubuh Xin Huang gemetaran hebat saat melihat monster yang tingginya tidak bisa dihitung, bahkan langit pun terlihat seperti semut jika dibandingkan dengan raksasa air itu. "Salah satu kesalahan fatal para antek-antek iblis kuno itu adalah meremehkanku, hingga akhirnya aku berhasil membantai 3% Pasukan mereka." Suara yang sangat tajam dan dalam terdengar dari atas langit.
"Cuma 3% ?"
[Jangan meremehkannya, dilevelnya yang hanya setengah dewa, membunuh 3% Pasukan iblis kuno saja sudah sangat membanggakan, karena setengah dewa Dimata pasukan-pasukan itu, hanya terlihat seperti semut yang bergerombol]
Keringat dingin mulai bercucuran didahi Xin Huang, dia merasa takut dengan ketidakpastian bahwa dia akan menang atau tidak, "Hei, tadi itu aku cuma bercanda!"
"Dan salah satu kesalahan terbesarku dimasa lalu adalah.... Percaya dengan seorang iblis"
.
.
.
__ADS_1
.