
"Akhirnya ketemu juga sial!" karena energi dari retakkan ruang yang menyebar, Xin Huang tidak bisa mendeteksi retakkan ruang dengan benar.
[Cepat masuk tuan! Retakkan ruang akan menghilang setelah 10 detik]
"Apa?!" Xin Huang berteleportasi kedepan retakkan ruang itu, lalu memasukinya.
Kretak
Kretak
Kretak
Retakkan ruang tertutup sesaat setelah Xin Huang memasukinya.
....
Wushhhhhhh
Setelah memasuki retakkan ruang, Xin Huang melayang jatuh dari langit. "Hmmm... Aku dipindahkan diatas langit" Xin Huang mengelus dagunya dengan santai.
Wushhhhhhh
Bummmmmm
Sebuah kawah besar tercipta saat Xin Huang mendarat ditanah. "Ah... Banyak debu!" Xin Huang membersihkan asap-asap yang menghalangi pemandangan.
Shhhhhhh
Saat asap-asap yang menghalangi pemandangan sudah menghilang, Xin Huang melihat ribuan monster yang menatap dirinya. "Apa-Apaan?" Xin Huang terpana dengan ribuan monster didepannya.
[Ini adalah dunia para monster]
"Apakah ini dunia pribadi?"
[Betul tuan, ini adalah dunia pribadi dewa Ruang dan Waktu. Perpaduan antara ruang dan waktu bisa menciptakan dunia.... Oleh sebab itu, dewa ruang dan waktu mempunyai ribuan Dunia pribadi, akibat banyaknya dunia didalam tubuhnya, menyebabkan keseimbangan dunia dirinya dan dunia pribadinya menjadi tak stabil, itu menyebabkan retakkan ruang diberbagai tempat]
"Begitu... Jadi ini salah satu dunia pribadi dewa ruang dan waktu ya?"
[Betul tuan]
"Aku tak bisa membayangkan sekuat apa dewa ruang dan waktu... Apakah aku bisa mengalahkannya?"
[Jangan bicara seperti itu bila tuan punya sistem]
"Ah... Kau tidak meyakinkan..."
[Apa tuan ingin dipukul?]
"Hahaha, maaf, maaf" Xin Huang tidak ingin membuang satu miliar poinnya untuk hal yang sepele.
"Grrrrrrrrr"
"Grrrrrrrrrr"
"Grrrrrrrrrrr"
Para monster disana menggeram dengan ganas saat melihat mangsanya hanya satu.
"Apa? kau mau memakanku?" Xin Huang menantang monster-monster itu.
Bruakkkk
"Groaaaaaaaaa" Sebuah naga raksasa super besar muncul dari dalam tanah.
"Analisa"
[Nama: Naga Tanah]
[Level: Mortal (1)]
"Mortal?!! disini ada Qi Dewa?!!"
[Tentu saja ada]
"Jadi!, Apakah aku bisa menerobos disini?!"
[Bisa, hanya saja Qi Dewa disini tipis, dan tuan hanya bisa menerobos sampai tahap Raja saja]
"Tahap Raja pun tak apa"
"Groaaaaaa" Melihat manusia kerdil didepannya mengabaikan dirinya, Naga Tanah itu terbang dengan sangat cepat ke arah Xin Huang yang sedang berdiri santai.
Wushhhhhhh
"Hmmm?" Xin Huang memandang Naga Tanah, lalu bergumam. "Teknik Elemental Es, Semi-Beku: Lapisan Udara"
Wushhhhhhhhh
Krakkkk
Krakkkk
Krakkkkk
Muncul sebuah pelindung persegi tipis berwarna biru cerah yang menjalar di udara. Pelindung itu terus menjalar dan bersatu hingga membentuk sebuah kubus dengan Xin Huang didalamnya.
Duarrrrrrrrrrr
Naga Tanah itu menghantamkan kepalanya hingga membentur kubus pelindung. Tapi kubus pelindung milik Xin Huang tidak terlihat ada goresan sedikitpun.
"Grrrrrr?" Naga tanah itu heran dengan serangannya yang gagal. "Groarrrrrr" Naga Tanah itu mencoba untuk membenturkan kepalanya lagi, tapi sebelum membenturkan kepalanya, Leher Naga Tanah itu tertusuk oleh duri es yang tumbuh dari kubus itu.
Jlebbb
[Selamat tuan telah membunuh Naga Tanah]
[Mendapatkan 900.000 PP]
[Mendapatkan 90.000 PS]
__ADS_1
"Hahh...." Xin Huang menghembuskan nafasnya yang membeku. "Teknik Elemental Es, Semi-Beku: Duri Tajam"
Krak
Krak
Krakk
Sesaat setelah Xin Huang mengucapkan itu, muncul puluhan duri es tajam yang menusuk seluruh monster disekitar dengan radius 60 meter.
"Hmmm... Apakah aku harus mengeluarkan jurus Semi-Beku? kayaknya tidak deh, itu hanya akan membuang-buang waktu saja" ucap Xin Huang santai dengan banyaknya notifikasi sistem dikepalanya.
Prangggg
Xin Huang memecahkan pelindungnya dengan satu jari. "Hmmm..." Xin Huang menatap monster-monster yang terus berdatangan.
"Teknik Elemental Magma: Puluhan Naga Matahari" Xin Huang mengangkat tangannya ke atas.
Wushhhhhhhh
Wushhhhhhhhh
Wushhhhhhhhhh
Wushhhhhhhhhhh
Muncul puluhan bola merah padat, dengan sembilan naga yang mengitari semua bola merah itu. "Apa kalian ingin merasakan kematian?" ucap Xin Huang dengan senyuman manis.
"Grrrrr...."
"Grrrrrr...."
"Grrrrrr....."
Para monster yang ada disana merasakan takut dan kesakitan akibat kulitnya terbakar.
"Matilah...." ucap Xin Huang pelan.
Wushhhhh
Wushhhhhh
Wushhhhhhh
Wushhhhhhhh
Puluhan Bola merah padat itu melesat kesegala arah. "Grawrrrrrrr!!!" Ribuan monster yang ada disana kabur kesegala arah untuk menghindari semua bola itu.
"Itu... usaha yang Sia-Sia"
Bummmmm
Bummmmmm
Bummmmmmm
Duarrrrrrrrrrrrr
Duarrrrrrrrrrrrrr
Duarrrrrrrrrrrrrrr
Duarrrrrrrrrrrrrrrr
Puluhan Siluet Naga besar muncul saat ledakkan terjadi. Bersamaan dengan teriakan-teriakan para monster yang mati terbakar.
[Ding!]
[Ding!]
[Ding!]
[Ding!]
Muncul ribuan notifikasi sistem di dalam kepala Xin Huang. "Apa aku makan sate saja ya?" Xin Huang merasa bosan dengan pandangan didepannya, sebab dia sudah pernah melihat pemandangan itu selama 3 bulan penuh dibenua selatan.
"Hmmmm...." Xin Huang yang sedang duduk dan makan sate, merasakan aura ratusan ribu monster yang datang lagi. "Datang lagi? aku sih bisa menghabisi mereka, tapi waktuku sudah tak banyak"
[Waktu disini sangatlah cepat, sehingga satu hari di dunia nyata, satu tahun didunia ini]
"Apa?! Benarkah?!"
[Benar tuan]
"Pantas saja aku merasakan ada yang berbeda dari dunia ini!"
"Ya sudah, aku akan memuaskan diriku didunia ini" Xin Huang berdiri dari duduknya, lalu mengeluarkan pedang kekosongan.
"Teknik Ruang dan Waktu: Tebasan Dimensi" Xin Huang mengayunkan pedangnya secara vertikal.
Sringggggggg
.
.
.
.
(Satu tahun kemudian)
"Hanya tersisa satu...." ucap Xin Huang yang sedang duduk di atas jutaan mayat monster-monster. "Analisa..." ucap Xin Huang pelan.
[Nama: Shou Yi (Raja Monster)]
[Level: Raja (9)]
Sebuah manusia bertanduk banteng didahinya terlihat dihadapan Xin Huang. "Dasar manusia bangsat... Kenapa kau membantai rasku?!" ucap Shou Yi marah.
__ADS_1
"Hmmm... Sepertinya aku sudah pernah mendengar itu sebelumnya" Xin Huang terlihat memikirkan sesuatu. "Oh iya... Ini perkataan Zhi Wang, si Raja Iblis"
"Mati kau manusia!!!" Shou Yi melesat cepat ke arah Xin Huang.
Xin Huang yang melihat itu, mengeluarkan jurusnya. "Teknik Ruang dan tingkat menengah: Pemadatan Ruang" Xin Huang mencengkeram tangannya secara perlahan-lahan.
Klack
Klack
Klack
Klack
Tubuh Shou Yi terus menerus menyusut menjadi kecil, "A-Apa in--" Belum sempat Shou Yi berbicara, dia sudah menyusut menjadi sangat kecil.
Plok
Xin Huang menepuk tubuh kecil Shou Yi seperti menepuk nyamuk.
[Ding! Berhasil membunuh Shou Yi]
[Mendapatkan 1.000.000 PP]
[Mendapatkan 100.000 PS]
"Fyuhh..." Xin Huang mengelap darah Shou Yi dibajunya. "Status"
[Nama:Xin Huang]
[Profesi:
-Alkemis Kelas 3
-Ahli Formasi Kelas 6
-Tukang Senjata Kelas 3
-Ahli Racun Kelas 6]
[Level:Saint (1)]
[Poin Pengalaman:1 Juta/1 Kuadriliun]
[Poin Sistem:10 Milyar]
[Status:Sehat]
[Item:
-Darah Iblis Kuno (0,1%)]
[Teknik:
-Neraka
-Racun Neraka
-Ruang tingkat menengah
-Waktu tingkat menengah]
[Misi]
[Toko]
[Penukaran]
[Versi:1.0]
[Upgrade]
"Darah iblis kuno ini... Bagaimana cara meningkatkannya?"
[Tuhan menyebarkan darah iblis kuno kesegala dunia. Jadi bila tuan ingin meningkatkan darah iblis kuno, tuan harus memakan Dantian seseorang yang memiliki darah iblis kuno]
"Begitu... Tapi bila seseorang memakan darah iblis kuno... aku bukan manusia lagi dong?"
[Tentu saja]
"Lalu apa rasku? ras iblis?"
[Bukan Iblis biasa, tapi ras iblis kuno]
"Woah... Jadi ini yang kau sebut ras iblis kuno?"
[Betul tuan]
"Lalu... Ras raja dewa seperti apa?"
[Tuhan memberikan takdir pada mereka]
"Memberikan takdir?"
[Betul tuan, Ras raja dewa diberikan secara acak oleh tuhan. Mereka mempunyai tanda emas didahinya]
"Apakah, mereka akan saling bunuh juga?"
[Tentu saja, untuk mengurangi saingan]
"Begitu...." Xin Huang melihat panel levelnya. "Saint ya... Tapi aku hanya bisa mengeluarkan kekuatanku 10% nya saja" Xin Huang mengelus dagunya. "Tak apa, setidaknya aku 20 kali lebih kuat dari Hua'er... dan aku bisa menjahilinya tanpa takut bonyok, hihihihi" Xin Huang tertawa kecil saat memikirkan akan seperti apa wajah Hua Mei saat dijahili.
.
.
.
.
__ADS_1