Power System

Power System
Jendral Iblis


__ADS_3

(Di istana Iblis Jendral Nomor 7, ruang pertemuan)


"Kota Mian Dan Wu Lan telah hancur" ucap Mo Fu, Jendral Iblis nomor 1.


"Ya...." Jawab Qi Yi, Jendral Iblis Nomor 7.


"Hey Qi Yi, kedua kota mu hancur, apa kau baik-baik saja?" tanya Zhen Fang, Jendral Iblis Nomor 4.


"Aku tak apa. Sebuah kota yang hancur, bisa dibangun kembali" jawab Qi Yi dengan ekspresi datar.


"Jika tak apa, kenapa aura membunuhmu meluap-luap?" ucap Meng Xue, Jendral Iblis Nomor 2.


"Tak apa, aku hanya tidak terima manusia yang menghancurkan kotaku" jawab Qi Yi dengan muka datar. Walaupun terlihat tidak peduli, dia sebenarnya mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat.


"Lalu.... Kemana Mo Fei?" Tanya Mo Fu pada Mo Bai.


"Kau pasti sudah tahu ayah" jawab Mo Bai, Jendral Iblis Nomor 9.


"Anak sialan itu.... cepat panggil dia!" titah Mo Fu pada Mo Bai.


"Baik ayah!" Mo Bai tiba-tiba menghilang dari tempat itu.


"Hm... Hm... Hm.... Kenapa dia terlihat lebih kuat daripada yang diceritakan Mo Bai" ucap Xiao Lun, Jendral iblis nomor 5.


"Hmmm.... Mungkin dia sedang menahan diri saat melawan mereka bertiga" jawab Cai Yuan, Jendral iblis Nomor 6.


"Oh... Dia sudah tiba...." Ucap Meng Xue saat melihat gerombolan monster dengan seorang pemuda yang melayang dilangit sedang mendekati kota Yiban.


"Baiklah, kita mulai berenam dulu" Mo Fu berdiri dari duduknya, dan bersiap untuk melawan manusia yang akan datang.


"Baiklah....." keenam jendral iblis yang lain juga mengikuti Mo Fu.


Setelah mereka semua berdiri, mereka terbang untuk menemui Xin Huang.


**


Xin Huang yang sedang makan sate, dikejutkan oleh enam aura kuat yang mendatangi dirinya. "Mustahil....... Bagaimana mereka tahu aku ada disini?"


setelah dirasa sekali lagi, Xin Huang yakin bahwa aura kuat itu hanya dimiliki oleh jendral iblis.


Zrashhhhh


Zrashhhhhh

__ADS_1


Zrashhhhhhh


Seluruh monster ciptaan Xin Huang hancur tertebas oleh cambuk yang datang tiba-tiba oleh wanita berambut hijau.


"Analisa" Xin Huang mencoba untuk menganalisa wanita iblis berambut hijau dihadapannya.


[Nama: Qi Yi]


[Level: Inti Suci puncak satu ledakan]


"Manusia....." ucapnya dengan aura membunuh yang meluap-luap.


"Heee.... apa kau marah dua kotamu kuhancurkan?" ucap Xin Huang dengan senyum mengejek.


"Tahan Qi Yi, dia lebih kuat darimu" seorang wanita berambut merah tiba-tiba datang disamping Qi Yi.


"Analisa"


[Nama: Meng Xue]


[Level: Inti Suci Puncak 6 ledakan]


"Halo manusia...." ucap Meng Xue dengan senyuman manis.


"Menjijikan? Apakah maksudmu.... kau menjijikan?" seorang pria berambut perak tiba-tiba muncul dan duduk jongkok di lengan kursi Xin Huang.


"Minggir tolol....." ucap Xin Huang marah.


Wushhhhhhhh


Xin Huang mencoba memukul pria berambut perak itu, tapi dia gagal, pria itu terlalu cepat. "Hooo.... Analisa" Xin Huang penasaran dengan pria yang sangat cepat itu.


[Nama: Zhen Fang]


[Level: Inti Suci Puncak 4 Ledakan]


Wushhhhhh


Wushhhhhh


Wushhhhhh


Muncul 3 orang kuat lagi yang melayang dihadapan Xin Huang. "Analisa" Xin Huang mencoba menganalisa ketiganya.

__ADS_1


[Nama: Xiao Lun]


[Level: Inti Suci Puncak 3 Ledakan]


Xiao Lun adalah seorang pria berambut hitam dengan mata berwarna hijau cerah, perawakannya normal, dengan pedang hijau tipis dipinggangnya.


[Nama: Cai Yuan]


[Rank: Inti Suci Puncak 2 Ledakan]


Cai Yuan sendiri memiliki rambut berwarna putih dengan mata berwarna hitam legam. dia membawa segenggam tombak putih di tangan kanannya.


[Nama: Mo Fu]


[Nama : Inti Suci Puncak 7 Ledakan]


Sementara penampilan Mo Fu sangat mirip dengan Mo Xi, hanya saja dia terlihat lebih muda.


"Kenapa jika para iblis semakin tua, malah terlihat semakin muda" batin Xin Huang.


"Para iblis memang licik, beraninya keroyokan" Xin Huang tetap berkata begitu walaupun dia tau, dia tetap akan menang sebanyak apapun mereka berkumpul.


"Ini bukan pertandingan resmi, tolol" jawab Zhen Fang melotot.


"Licik, tetap licik, iblis bodoh" Xin Huang berusaha untuk memprovokasi para iblis di hadapannya.


"Sudahlah.... jangan memancing, seperti anak kecil saja" ucap Mo Fu tenang.


"Hihihi, iblis-iblis kecil, bersiaplah untuk bertemu Si De Canran" Xin Huang mengambil pedang kekosongannya.


"Siapa itu? tapi aku tidak peduli. mari Bertarung" Ucap Cai Yuan dengan tombak putihnya yang mengintimidasi.


Para jendral iblis yang lain pun bersiap-siap. "Bersiaplah manusia" ucap mereka berenam.


"Hihihihi" Xin Huang hanya tertawa menyeramkan.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2