Power System

Power System
Reruntuhan


__ADS_3

"System, sebenarnya aku ada dimana?" Xin Huang heran, dimana dia berada saat ini? Banyaknya reruntuhan kota, hingga mayat dewa kuno puncak. Membuat dia heran, tempat apa ini sebenarnya?


[Ini adalah reruntuhan kota Zhenxian, ibukota kerajaan Anzhen]


"Kerajaan Anzhen?"


[Betul! Kerajaan yang mampu menyatukan seluruh alam atas, dibawah naungan satu bendera. Saat kerajaan Anzhen hancur, alam atas terpecah menjadi 30 benua besar, dan ratusan benua kecil]


Xin Huang terpana saat mendengar itu, "Hebat.... Kenapa kerajaan besar seperti ini bisa hancur?"


[System tidak tahu, mungkin tuan bisa mencari tahunya sendiri]


"Eh.... Kau benar-benar tidak tahu?"


[System bukan tuhan]


"Oh, lalu.... ini di ibukota kerajaan Anzhen?" Xin Huang melihat-lihat area disekitarnya. Banyak reruntuhan-reruntuhan bangunan besar di dalam pandangan Xin Huang.


[Betul tuan]


"Jelaskan secara rinci kota Zhenxian ini"


[Kota Zhenxian terletak di sebelah Barat Daya Benua Xiongwei. Benua Xiongwei sendiri termasuk kedalam 30 benua besar, untuk masalah ukuran, benua Xiongwei menempati ukuran terakhir, tapi untuk masalah kekuatan, Benua Xiongwei menempati urutan ke 5]


[Reruntuhan kota Zhenxian ditutup untuk umum sejak benua Xiongwei dipimpin oleh kaisar Wei]


"Hmmm.... Menarik. Si kaisar Wei ini pasti sangat kuat, sehingga bisa menyamakan nama benua dengan namanya sendiri" Xin Huang mengelus dagunya sembari tersenyum. "Baiklah, aku akan pergi setelah naik level ke Saint yang sebenarnya" Xin Huang berencana untuk meningkatkan kekuatannya secara signifikan. "Hua'er!!!" teriak Xin Huang pada Hua Mei yang sedang duduk santai.


Hua Mei melihat ke arah suara "Ada apa Xin?"


"Kau jaga diluar ya!!! Aku akan berkultivasi dulu!!!"


"Berapa lama?"


"Kira-kira, butuh satu tahun!"


"Satu tahun? Itu lama sekali Xin"


"Kau kan bukan bocah, kenapa harus takut?"


"Emm.... Bukan masalah takut, tapi masalah rindu...."


"Cuma satu tahun lah! Jangan manja!"


"Tapi...."


"Sudah! Dadah!" Xin Huang melompat kedalam jurang yang dibuatnya.


"Xin!!!"


Xin Huang tidak menjawabnya, dia sudah keburu ditelan oleh kegelapan. "Huh! Aku harus diam disini selama satu tahun" gerutu Hua Mei.


***


"Hahh.... System, aku tidak tega meninggalkan Hua'er sendirian, apa aku tidak bisa naik tingkat diduniaku?"


[Tidak bisa, dunia tuan tidak memiliki Qi Dewa]


"Apakah aku bisa memasukkan Qi Dewa kedalam duniaku?"


[Bisa, hanya saja tuan harus berada dilevel Dewa]


"Hahh.... Baiklah, aku harap Hua'er baik-baik saja satu tahun kedepan" Xin Huang memejamkan matanya, lalu mulai menyerap Qi disekitar.


***


"Aku bosan...." Hua Mei menendang-nendang batu didepannya.


Tuk...


Tuk...


Tuk...


"Aku akan jalan-jalan disekitar saja ah..." Hua Mei berjalan masuk kedalam hutan. "Aneh... Mayat naga hitam itu kan sudah kuhancurkan, kenapa aku masih tetap merasakan perasaan yang tidak enak ini?" Sebelumnya Hua Mei sudah menghancurkan mayat naga hitam itu karena kesal. Gara-gara mayat itu, jantung Xin Huang berhenti berdetak selama satu Minggu.


Wushhhh


Sebuah perasaan dingin yang menusuk, bisa dirasakan menyentuh kulit Hua Mei. "Ini.... Aura Yin yang sangat kuat!!!" Hua Mei berlari mengikuti aura Yin itu.

__ADS_1


Wushhhhhh


Setelah terbang sejauh lebih dari 100 Km, Akhirnya Hua Mei bisa menemukan sumber perasaan dingin tadi. "Goa ini yang mengeluarkan perasaan tadi" Sebuah Goa yang terbuat dari batu berwarna biru gelap, terlihat dihadapan Hua Mei.


Wushhhhh


Hua Mei terbang memasuki goa itu. Didalam Goa, perasaan dingin yang tadinya tidak agresif, berubah menjadi lebih agresif dan aktif. "Teknik Pengendalian Qi: Pelindung Qi" Sebuah aura merah mawar terlihat melindungi seluruh tubuh Hua Mei.


Tuk...


Tuk...


Tuk...


Hua Mei terus menyusuri kedalaman Goa itu, sehingga langkah Hua Mei terhenti saat melihat dua orang berjubah hitam sedang berjalan santai didepannya. "Siapa mereka?!" Hua Mei buru-buru menggunakan teknik persembunyian yang diajari Xin Huang.


"Nona Bing, kita sudah berjalan sejauh ini, tapi kita tidak menemukan apa-apa, hanya ada aura dingin yang mencekam saja" ucap pria berjubah hitam.


"Ling... Apa kau tahu apa itu kunci kesuksesan?" jawab pelan wanita berjubah hitam.


"Apa itu nona?"


"Bersabar!!!"


"Ba-Baiklah nona"


Hua Mei terus mengikuti kedua orang itu, hingga sebuah pintu es besar terlihat di hadapan ketiganya. "Nona! Kita menemukannya!!!"


"Hahaha, akhirnya..." Wanita itu menempelkan tangannya pada pintu itu. "Hancur" Gumam pelan wanita itu.


Duarrrrrrrrr


Seluruh isi goa bergetar hebat, pintu es itu hancur berkeping-keping. "Ku-Kuat Sekali!!! Bila ku perkirakan! Dia ada dilevel Saint!!!" batin Hua Mei terkejut.


"Hahaha, Nona sangat kuat! Bahkan hanya sentuhan tangan saja bisa membuat seluruh isi goa bergetar!!!'


"Jangan memujiku kuat, bila aku masih belum bisa mengalahkan Liang Guang"


"Jangan merendahkan diri, nona Bing. Liang Guang itu orang nomor 2 nya kaisar Wei, jadi jangan berkecil hati"


Kaisar Wei memiliki 5 orang kepercayaan, masing-masing satu orang itu memimpin satu sekte besar di benua Xiongwei. Dan wanita yang disebut nona Bing ini mempunyai dendam yang sangat dalam pada orang nomor dua kaisar Wei, Liang Guang, patriak sekte besar Cahaya Ilahi.


Duarrrrrrrr


Ledakkan aura besar terjadi saat wanita itu berteriak. Pria berjubah hitam mental dan menancap tembok gua. Sementara itu Hua Mei tertekan disisi tembok Goa, mengakibatkan dirinya menjadi susah bernafas.


"Huh! Jangan pernah bilang seperti itu lagi" ucap Wanita berjubah hitam dengan sorot mata yang tajam.


"Ba-Baik nona, maafkan aku" Pria berjubah hitam itu bersujud ditanah es.


"Ayo masuk" Wanita berjubah hitam memasuki ruangan yang dilindungi pintu es.


"Tu-Tunggu nona!" Pria berjubah hitam lari menyusul wanita tadi.


"Mengerikan.... Apa aku pergi saja ya? Tak ada seseorang yang melindungiku, aku bisa-bisa mati bila ketahuan oleh kedua orang itu. Walaupun dibawah wanita tadi, pria itu memiliki tingkat kultivasi yang tinggi, level penguasa!!!" Hati Hua Mei bimbang memikirkan itu. "Ya sudah, aku akan pergi saja" Hua Mei melihat ruangan yang dilindungi pintu es itu dikelilingi aura merah. "Itu pasti sensor aura, sensor itu bisa membuatku ketahuan bila aku memasukinya, oleh sebab itu, aku akan pergi saja" Hua Mei berdiri, lalu berlari pergi dari sana.


.


.


.


.


(Satu tahun kemudian)


"Sedikit lagi....." Lautan Qi didalam Dantian Xin Huang mulai terisi penuh, lautan Qi itu mulai memancarkan sinar terang. "Ayo! Ayo! Ayo!" Setelah bersinar terang selama satu menit, terjadi ledakkan besar didalam lautan Qi nya.


Duarrrrrrrrrrr


Ledakkan keras terjadi didalam Dantian Xin Huang, setelah itu, terdengar suara dering sistem....


[Selamat tuan telah mencapai level Saint (1)]


Saat suara wanita mekanis yang terdengar imut berdering ditelinganya, hati Xin Huang berubah menjadi lega. "Haha... Aku sudah kangen dengan wajah Hua'er" Xin Huang berseri senang.


[Apa tuan tidak kangen dengan sistem?]


"Kau kan selalu berada di sisiku, buat apa aku kangen?"

__ADS_1


[....]


"Sudahlah! Aku akan menemui Hua'er!" Xin Huang berdiri, lalu terbang ke atas jurang.


***


"Sudah satu tahun.... Pasti sebentar lagi dia akan muncul" Gumam Hua Mei yang sedang duduk santai diteras rumahnya.


Wushhhhhh


Aura kuat muncul dari dalam Goa, terlihat seorang pemuda berambut hitam panjang sedang melayang-layang di atas sana. "Hua'er!!!!" Teriak pemuda itu.


"Halo Xin!!!" Hua Mei melambai-lambaikan lengannya pada Xin Huang.


"Hua'er!!!" Xin Huang terbang mendekat pada Hua Mei.


"Xin!!!"


"Hua-- Kultivasimu tidak meningkat"


"Eh? Kau sudah tidak bertemu denganku selama satu tahun! Dan kau malah menanyakan kultivasiku?!"


"Apa salahnya?!"


"Tentu saja salah!!! Harusnya kau tanya apa kabarku!!! Atau apa kau baik-baik baik saja?!!! Harusnya kau seperti itu!!!"


"Heh... Memangnya kau tidak sehat?" sebanyak apapun Xin Huang melihat, Hua Mei terlihat baik-baik saja, bahkan tak ada luka goresan sedikitpun.


"Erghhhhhh!!!" Hua Mei menggeram melihat kebodohan Xin Huang.


"Hei Hua'er! Apa kau ada yang sakit?!"


"Tidak ada!!!"


"Tuh, buat apa aku tanya yang seperti itu? Hanya buang-buang waktu saja"


"Erghhhhh"


"Oh iya, apa ada seseorang yang datang kesini?"


Hua Mei mengelus-elus dadanya untuk meredakan amarahnya. "Tidak ada"


"Oh! Apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?"


"Ada" Hua Mei menjawab saat dirinya sudah tenang.


"Apa itu?"


"Satu tahun yang lalu...." Hua Mei menjelaskan apa yang dia alami satu tahun yang lalu.


"Dua orang? Tahap saint?"


"Betul Xin"


"Apa yang mereka lakukan di goa yang kau bicarakan tadi?"


"Aku tidak tahu, aku kabur dari sana"


"Kabur? Pengecut sekali!"


"Mereka berdua ada ditahap penguasa dan Saint!!! Jadi wajar bila aku kabur!!!"


"Alasan"


"Aku tidak alasan!!!"


"Sudahlah, besok kita akan pergi dari sini"


"Pergi kemana?"


"Kota Hitam, kota kekuasaan sekte Es Abadi"


"Kota Hitam...."


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2