
Satu Bulan setelah pertarungannya dengan Shen Jin Long, akhirnya Xin Huang sampai di benua iblis. sebenarnya dia bisa sampai dalam satu hari saja, tapi dia tidak mau melakukan itu, dia ingin menikmati perjalanan dengan mobil impiannya.
"Hmmm....." Xin Huang mendarat di pesisir pantai, banyak hutan rindang dihadapannya.
"System, tunjukan aku kota terdekat"
[Tuan lurus saja ke arah Utara]
"Baiklah" Xin Huang berjalan menembus hutan-hutan. sesekali dia membunuh binatang iblis yang menyerangnya, hingga akhirnya dia sampai setelah 1 hari berjalan.
"Status" Xin Huang berencana mengecek statusnya dulu.
[Nama:Xin Huang]
[Profesi:
-Alkemis Kelas 3
-Ahli Formasi Kelas 3
-Tukang Senjata Kelas 3
-Ahli Racun Kelas 6]
[Level:Inti Suci (1)]
[Poin Pengalaman:900.000/920.000]
[Poin Sistem:10.000.000]
[Status:Sehat]
[Item:
-Darah Iblis Kuno (0,1%)]
__ADS_1
[Teknik:
-Neraka
-Racun Neraka
-Ruang tingkat rendah
-Waktu tingkat rendah]
[Misi]
[Toko]
[Penukaran]
[Versi:0.3]
[Upgrade]
[Semua orang yang dibunuh tuan hanya kultivator tingkat kroco]
"Oh...."
"Aku akan membantai benua iblis ini besok, untuk sekarang, aku akan beristirahat dulu" Xin Huang mengatakan itu tanpa beban sekalipun.
Xin Huang memasuki kota, kota yang dimasuki Xin Huang adalah salah satu kota besar di benua iblis, namanya adalah Kota Mian.
Kota Mian dilindungi tembok hitam yang besar dan panjang, sangking panjangnya, tembok itu tidak terlihat ujungnya. penjagaan kota Mian sangat ketat. Sebelum masuk, Xin Huang mengubah wajahnya menjadi iblis menggunakan topeng absolut. manusia sangat direndahkan disana, jika manusia terlihat, mereka akan membunuhnya, atau menyiksanya seperti menyiksa binatang.
Untuk memasuki kota Mian membutuhkan kartu pengenal, Xin Huang hanya memodifikasi kartu pengenalnya agar bisa memasuki kota Mian.
Didalam kota, terlihat banyak sekali iblis-iblis berlalu lalang, kegiatan mereka sama seperti manusia, ada yang menjual, ada yang membeli, ada iblis miskin, dan ada iblis kaya. Xin Huang menatap semua ibIis itu dengan aneh. seperti, menatap hantu.
"Hmmm... bau apa ini?" Xin Huang mencium bau makanan yang sangat sedap. dia membalikan tubuhnya, terlihat sebuah gerobak menjajakan makanan daging tusuk, atau sate.
__ADS_1
"Sate?, tak kusangka aku bisa melihatnya dibenua iblis" Xin Huang menghampiri gerobak sate itu.
"Halo anak muda" ucap penjual sate itu ramah.
"Halo paman, aku ingin membeli semua sate paman" Xin Huang berucap santai.
"Hah?! Beneran dik?"
"Ya" Xin Huang mengibaskan tangannya, seluruh sate yang dijajakan penjual itu langsung menghilang.
"Apa?!!!"
"Ini paman, santai saja" Xin Huang memberi paman penjual itu sekantong emas.
"Waduh, inimah kebanyakan!"
"Sudahlah, bawa saja" Xin Huang melenggang pergi dari sana.
"Terima kasih adik!" Penjual itu melambai-lambaikan tangannya.
"Nikmati sisa hidupmu, iblis" batin Xin Huang dengan sedikit senyuman.
Xin Huang terus mengelilingi kota, dia terus menerus membeli semua jajanan disana, dia juga makan disalah satu restoran disana. langkah Xin Huang terhenti saat melihat sesuatu.
"Wah, disini juga ada diskriminasi" Xin Huang melihat gadis iblis kecil sedang dirundung oleh banyak anak-anak iblis laki-laki.
"Yah, tapi aku tidak peduli" Xin Huang melanjutkan perjalanannya. hingga akhirnya malam tiba.
"Aku akan tidur dengan nyenyak, dan saat aku tidur, saat itu juga nyawa benua iblis bisa dihitung dengan jari" Xin Huang menyewa penginapan, lalu tidur disana.
.
.
.
__ADS_1
.