
"Halo tuan Bai...." ucap Zhang Zi Lian pada pria tampan berambut hitam panjang dan mata biru cerah.
"Halo.... Ngomong-ngomong, aku tidak tahu namamu, walikota baru kota Dong"
"Zhang Zi Lian, panggil saja Tuan Zi"
"Okelah..." Bai Xuantian menganggukkan kepalanya.
"Silahkan duduk tuan Bai..."
"Terima kasih tuan Zi" Bai Xuantian menduduki kursi dihadapannya.
"Pelayan, cepat bawakan teh untuk tuan Bai" titah Zhang Zi Lian pada pelayan wanita didekatnya.
"Baik Tuan Zi" Pelayan itu menunduk, lalu pergi ke dapur.
"Tuan Bai, ada urusan apa datang ke kotaku?"
"Aku hanya ingin menyapa walikota baru saja" Bai Xuantian menjawab sambil tersenyum.
"Ooh.... Hanya menyapa saja...." Zhang Zi Lian menganggukan kepalanya.
"Tuan Zi, apakah kota Dong masih memproduksi makanan enak itu?" Bai Xuantian berbisik pada Zhang Zi Lian.
"Makanan enak? apa itu?"
"Daging wanita muda" Bai Xuantian menyeringai lebar.
Saat mendengar itu, Zhang Zi Lian hanya diam dengan wajah yang sulit diartikan.
"Bagaimana? Bagaimana? Apakah masih ada?" Bai Xuantian terlihat semangat membicarakan itu.
"Apa tuan Bai suka memakan itu?"
"Suka sekali! itu adalah daging terenak yang kumakan! bagian yang paling ku suka adalah paha dan lengan bagian atas!" Bai Xuantian menganggukan kepala semangat.
"Tuan Bai, kau kan tahu itu daging manusia, kenapa kau masih memakannya? apa kau gila?"
"Apakah kau menyebut seseorang yang menyukai makanan itu gila?" Mata Bai Xuantian memancarkan cahaya tajam.
"Aku bukan mempersalahkan makanannya, aku hanya mempertanyakan kemanusiaanmu" Sorot mata Zhang Zi Lian menjadi tajam.
"Jangan menanyakan kemanusiaan padaku" Bai Xuantian mendekatkan wajahnya pada Zhang Zi Lian.
"Tu-Tuan" pelayan yang baru datang merasa terkejut melihat perseteruan antara keduanya.
"Bawa kesini..." Titah Zhang Zi Lian.
"Ba-Baiklah" Pelayan itu menyimpan teh buatannya ke meja yang ada dihadapan keduanya.
"Silahkan diminum, tuan Bai"
"Ya..." Bai Xuantian meminum teh dihadapannya.
"Bagaimana? apakah itu enak?"
"Ya, enak. Kuharap teh ini tidak ada racunnya" Bai Xuantian menjawab dengan senyuman.
"Racun? Itu tidak mungkin. Bagaimana mungkin aku meracuni seseorang yang ingin ku ajak kerja sama?"
__ADS_1
"Kerja sama?" Bai Xuantian menaikkan sebelah alisnya.
"Betul! baru-baru ini kami membuat kota bawah tanah, dan kami berencana untuk membuka untuk publik. Mungkin tuan Bai bisa membantu meramaikan kota bawah tanah kami"
"Kota bawah tanah? apakah tempat itu bekas peternakan Gong Tianzong?"
"Betul..."
"Hooo... 50%: 50%"
"Itu terlalu banyak tuan Bai. 70%: 30%"
"60%: 40%, atau aku akan menyebarkan aturan larangan baru di kotaku"
"Setuju"
"Baiklah, urusanku sudah selesai. Aku pergi dulu" Bai Xuantian beranjak dari duduknya.
"Akan kuantar" Zhang Zi Lian mengantar Bai Xuantian pergi dari sana. "Tapi sebelum pergi, aku punya oleh-oleh untuk Tuan Bai" Zhang Zi Lian memberi sekotak merah kecil pada Bai Xuantian.
"Hooo... Baik sekali" Bai Xuantian mengambil kotak itu dengan senang hati.
"Kuharap tuan Bai suka dengan oleh-oleh nya"
"Tentu..." Bai Xuantian menaikki kereta, lalu pergi dari kediaman Zhang Zi Lian.
Setelah kereta Bai Xuantian sudah tak terlihat lagi, Zhang Zi Lian terjatuh lemas, "Mengerikan.... Apakah ini perbedaan pengalaman?" Walaupun pemalas, Bai Xuantian sudah melihat banyak kekejaman didunia, hingga dia lebih memilih bersantai di masa tuanya, tapi rasa santai itu yang membuat dia dibenci oleh orang-orang, bahkan Gong Tianzong juga membencinya.
"Setelah dipastikan lagi, Bai Xuantian itu memiliki bau kucing" Xin Huang tiba-tiba muncul dari dalam kediaman Zhang Zi Lian.
"Saudara Xin? kenapa kau tidak membantuku tadi?!"
"Tes terakhir? maksudmu?" Zhang Zi Lian melebarkan matanya.
"Ya, ini akan menjadi terakhir kalinya kita bertemu. Besok kami akan pergi dari benua naga, dan menuju alam yang lebih tinggi" Xin Huang menarik lengan Zhang Zi Lian agar dia terbangun.
"Ah, begitu..." Zhang Zi Lian tertunduk sedih.
"Saudara Zi, jangan sedih, ada kemungkinan 1% kita akan bertemu lagi"
"1%...." Zhang Zi Lian bertambah lesu.
"Xin, kau memang bukan jagonya menenangkan orang" Hua Mei muncul dari kediaman Zhang Zi Lian.
"Hehe" Xin Huang menggaruk kepala belakangnya.
***
(Keesokan Harinya)
"Saudara Xin, nona Hua Mei. Berhati-hatilah dijalan" Terlihat tiga orang muda-mudi sedang berkumpul di depan kediaman Zhang Zi Lian.
"Tentu saja saudara Zi" Xin Huang mengacungkan jempolnya. "Oh iya, ini, hadiah perpisahan dariku" Xin Huang memberikan Zhang Zi Lian sebuah cincin hitam pekat.
"Ini... Cincin Dimensi!" Zhang Zi Lian bisa mengenali cincin hitam didepannya karena Hua Mei juga memakai dua cincin itu. "Lalu isinya...." Zhang Zi Lian mengalirkan Qi nya untuk melihat isi cincin itu. "Ya ampun..." Kaki Zhang Zi Lian terasa lemas saat melihat isi dari Cincin itu.
"Isi cincin ini setidaknya bisa membuat kota Dong makmur selama ribuan tahun" gumam Zhang Zi Lian.
"Baiklah saudara Zi, aku pergi dulu" Xin Huang mengeluarkan mobil terbang.
__ADS_1
"Apa itu?!" Zhang Zi Lian merasa aneh melihat lempengan besi hitam yang melayang-layang dihadapannya.
"Ini adalah mobil, alat untuk terbang dilangit dengan cepat"
"Oooo" mulut Zhang Zi Lian membentuk huruf O.
"Sampai jumpa lagi saudara Zi" Xin Huang dan Hua Mei menaiki mobil terbang.
"Sampai jumpa" Zhang Zi Lian melambaikan tangannya.
Xin Huang dan Hua Mei membalasnya dengan melambaikan tangannya juga.
Wushhhhhhhh
Mobil terbang itu melesat dilangit. "Semoga kau beruntung, saudara Xin" ucap Zhang Zi Lian singkat, lalu pergi dari sana.
***
(Kediaman Bai Xuantian)
"Oh iya, aku belum membuka oleh-oleh yang diberikan anak itu" Bai Xuantian melihat kedalam cincin penyimpanannya.
"Ini dia" tiba-tiba muncul sekotak merah kecil ditangan Bai Xuantian.
"Apakah isinya....." Bai Xuantian membuka kotak merah itu. "Ini... Ini... Ini!" Bai Xuantian sangat terkejut melihat isi dari kotak itu.
"Fang Xun! Cepat katakan bahwa kota Xuan tak akan menarik keuntungan apapun dari kota bawah tanah buatan Kota Dong!" teriak Bai Xuantian pada pengawal barunya.
"Baik tuan Bai" Fang Xun menundukan kepalanya, lalu menghilang dari sana.
"Hahahaha" Bai Xuantian tertawa terbahak-bahak didalam kediamannya.
***
"Xin... Kali ini kita akan pergi kemana?" tanya Hua Mei di atas langit.
"Benua barat"
"Benua barat? apakah disana ada sesuatu?" Hua Mei memiringkan kepalanya.
"Ya, ada harta yang sangat kuat disana" Xin Huang menganggukkan kepalanya.
"Harta yang kuat? harta apa itu?"
"Entah...." Xin Huang mengangkat bahunya.
"Bila kau tidak tahu, kenapa kau bisa yakin disana ada harta?"
"Dari Gong Tianzong, dan catatan bawahannya yang kutemukan di dalam kamarnya" setelah membunuh Gong Tianzong, Xin Huang menelusuri kediaman Gong Tianzong, dan dia menemukan sebuah catatan ekspedisi yang dibuat bawahannya.
"Baiklah Xin, aku percaya saja padamu"
"Tentu..." Xin Huang merangkul Hua Mei, dan melanjutkan perjalanannya.
.
.
.
__ADS_1
.