
Setelah rapat panjang antara petinggi sekte Es Abadi, mereka akhirnya memutuskan untuk bernegosiasi dengan Liang Guang, walaupun mereka masih bingung dengan apa yang akan dinegosiasikan.
"Matriak Bing, bawahanku mengatakan bahwa pagoda Kegelapan Pekat sudah bergerak dibawah perintah Liang Guang untuk menyelidiki kita" Ucap Tetua pertama Sekte Es Abadi.
Pagoda Kegelapan Pekat adalah tempat prajurit dan pembunuh bayaran berkumpul. Mereka selalu beraksi dibawah bayangan, menjadikan organisasi itu menjadi tersembunyi dari siapapun. Organisasi Kegelapan Pekat mempunyai dua cabang, cabang bayangan, dan juga cabang permukaan. Cabang permukaan khusus untuk orang-orang awam, dan kultivator normal lainnya, namanya pun berbeda, sehingga organisasi Kegelapan Pekat masih tidak diketahui orang awam, lalu cabang bayangan, cabang bayangan bisa dibilang organisasi Kegelapan Pekat yang asli. Mereka diketuai oleh bawahan terpercaya Liang Guang, Gong Luo, tetua pertama Sekte Cahaya Ilahi.
"Jadi benar kita harus menegosiasikanya dengan si Liang Tua" Bing Lian menganggukan kepalanya.
Bing Lian berpikir, berapa banyak pil Embun Pagi yang akan dinegosiasikan pada Liang Guang? Jika terlalu banyak, Bing Lian akan merugi, bila terlalu sedikit, Liang Guang tak akan curiga, karena apa? Karena Pil Embun Pagi itu pil yang sangat langka. Jadi Bing Lian akan berbohong bahwa dia hanya mempunyai dua pil, dan akan membaginya satu dengan Liang Guang, dengan satu syarat, jangan menyelidiki Bing Lian sampai ke akar-akarnya.
"Baiklah, Siapkan kendaraan" titah Bing Lian.
"Baik matriak" Tetua pertama menunduk, lalu pergi dari sana.
***
(Dunia Pribadi Xin Huang, 1 tahun kemudian)
"Hua'er! Cepatlah!" Terlihat Xin Huang sedang berlari-lari santai.
"Hosh... Hosh.... Hosh...." Dibelakangnya, terlihat Hua Mei sedang berusaha menyusul Xin Huang dengan nafas beratnya. "Kita... Sudah... Berlari... Selama... 1... Tahun.... Bisakah.... Kita.... Istirahat dulu" Hua Mei berbicara dengan terbata-bata.
"Maaf ya Hua'er, bila fisik ataupun kepekaanmu belum meningkat, kau Tak akan pernah bisa berhenti"
Untuk mempelajari teknik Dunia Hijau, Hua Mei harus memiliki fisik dan kepekaan yang besar. Jadi untuk meningkatkan fisik dan kepekaannya, Xin Huang menyuruh Hua Mei berlari memutari dunianya, itu bisa membantu meningkatkan fisiknya, sekaligus meningkatkan kepekaan dirinya dengan alam sekitar.
"Aku... Tahu... Xin.... Tapi... Tidak perlu satu tahun juga kan?!" Hua Mei menggunakan sedikit energi yang tersisa untuk berteriak.
"Maaf, tapi fisikmu belum cukup"
"Tapi... Aku... Lelah... Apa kau mau membunuhku?", Bila bisa, Hua Mei ingin sekali berhenti, tapi dia tidak bisa melakukannya, dia digerakkan oleh kekuatan Ruang milik Xin Huang agar terus tetap bergerak.
"Aku akan terus melatihmu... Bahkan bila aku harus membunuhmu"
"Xin.... Kau.... Jahat...."
__ADS_1
"Aku tidak terlalu jahat bukan? Buktinya aku ikut berlari selama satu tahun penuh denganmu"
"Kau... Kan.... Kuat... Jangan.... Samakan.... Dirimu dengan diriku"
"Kuat apanya, ayo terus berlari" Xin Huang meningkatkan kekuatan ruangnya agar Hua Mei berlari lebih cepat.
"Xin....!" Hua Mei dengan kaki yang hampir copot, meningkatkan gerak lajunya.
***
(Ruang Pribadi Milik Liang Guang)
"Hohoho.... Orang yang sangat membenciku, malah datang ketempat pribadiku" Liang Guang terkekeh kecil.
Setelah melalui perjalanan singkat, Bing Lian akhirnya sampai dihadapan Liang Guang untuk bernegosiasi dengannya.
"Datang ke tempat pribadi, bukan berarti aku tidak membencimu bukan?"
"Tentu... Tentu.... Silahkan duduk"
"Bernegosiasi?" Liang Guang merasa tertarik dengan negosiasi yang dikatakan Bing Lian, bagaimana tidak? Orang-orang tahu bahwa Liang Guang sudah tak tertarik dengan hal-hal yang receh, dan Bing Lian berani meminta negosiasi dengan dirinya? Tentu saja dia pasti membawa sesuatu yang sangat penting, bahkan bisa dibilang berharga untuk memudahkan negosiasinya.
"Betul, tarik semua anggota Pagoda Kegelapan Pekat mu, dari semua yang berhubungan denganku"
"Dan?"
"Dan apa?"
"Kau mau bernegosiasi kan?" Entah mengapa Liang Guang merasa bahwa wanita didepannya terlalu bodoh, dia berkata akan bernegosiasi, tapi malah dia sendiri yang mengatakan tujuannya, tanpa memberi tahu apa bayaran yang diberikan untuk mempertimbangkan tujuannya.
"Uhuk, maaf" Bing Lian mengeluarkan sekotak merah kecil dari cincin penyimpanannya. "Ini dia" Bing Lian membuka kotak itu.
Wushhhhh
Sebuah pil berwarna putih asap dengan bau harum yang bersemerbak keseluruh ruangan, terlihat didalam kotak merah itu.
__ADS_1
"Pil Embun Pagi?!" Liang Guang melebarkan matanya tak percaya. Setahu dirinya, Pil Embun Pagi sangatlah langka dibenua Xiongwei. Hal itu yang membuatnya bingung, darimana Bing Lian mendapatkan Pil Embun Pagi itu? Ada dua hal yang dipikirkan Liang Guang, mencuri pil itu dari dirinya, atau pil itu ada kaitannya dengan kaisar Zhou.
"Kau tahu kan aku mengikat kontak dengan Kaisar Zhou tiga ribu tahun yang lalu? Inilah hal yang ingin aku dapatkan dari kontrak itu, 10 Pil Embun Pagi. Aku sudah memakainya 8 kali, dan hanya tersisa dua, jadi aku ingin membaginya denganmu", Tentu saja Bing Lian berbohong, mana mau dia memberi tahu bahwa dia mempunyai 100 Pil Embun Pagi, Bing Lian tahu bahwa Liang Guang itu licik, bisa-bisa dia malah meminta seluruh 100 pil itu bila Bing Lian jujur padanya.
"Hohoho... Baiklah.... Tapi kau tahukan bahwa Pagoda Kegelapan Pekat berada ditangan bawahanku, Gong Luo? Jadi mau tak mau aku harus membagi pil itu dengannya agar adil" Liang Guang tersenyum licik.
"Kau yakin akan memberi pil ini pada bawahanmu?" Tentu saja Bing Lian tahu siasat licik Liang Guang, dia sudah ratusan kali ditipu Liang Guang, sehingga dirinya sudah terbiasa dengan siasat licik Liang Guang.
"Hohoho, aku yakin kau sudah terbiasa dengan tipuan ku, tapi kau bisa tahu kan bahwa mata ini terlihat seperti orang jujur yang baik hati?" Liang Guang melebar-lebarkan matanya.
"Dasar rubah tua menyebalkan" Bing Lian ingin sekali menonjok muka Liang Guang "Ya, matamu terlihat seperti orang JUJUR dan BAIK HATI" Ucap Bing Lian dengan nada kesal.
"Hahaha, kau pandai menilai seseorang! Nona Bing!" Liang Guang tertawa terbahak-bahak. Sudah pasti Liang Guang tahu bahwa Bing Lian sudah tahu rencana aslinya, hanya saja Bing Lian tak punya pilihan lain selain percaya dengan perkataannya. "Tapi...." Liang Guang merubah raut wajahnya menjadi serius "Apakah, kau mempunyai rahasia besar?" Sampai rela memberi dua Pil Embun Pagi kepadanya agar tak diselidiki lagi, sudah pasti Bing Lian mempunyai rahasia besar.
"Semua orang punya rahasia besar, dan yang kau selidiki itu adalah, Rahasia Besarku" Sorot mata Bing Lian menjadi tajam.
"Oh... Aku penasaran dengan rahasia besarmu" Liang Guang menyeringai.
"Kau tidak akan mengetahuinya, dan tidak akan pernah mengetahuinya"
"Haha, baiklah, aku akan menyuruh Gong Luo menarik anggota pagoda, dan rahasiamu akan tetap aman"
"Baiklah, aku pegang ucapanmu"
"Tentu, kau boleh menjalani hidupmu dengan tenang, tanpa ada seorangpun yang akan tahu rahasiamu"
Bing Lian tak menjawab. Dia berdiri, lalu berbalik pergi dari ruangan pribadi Liang Guang. Melihat Bing Lian yang sudah pergi, Liang Guang berkata "Semoga kau beruntung, Nona Bing" Ucapnya dengan seringai lebar diwajahnya.
.
.
.
.
__ADS_1