Power System

Power System
Yun Yue


__ADS_3

"Inilah putriku...." Seorang wanita cantik berambut hitam, dengan mata berwarna biru langit, terlihat sedang terbaring di atas ranjang.


"Putrimu cantik sekali, kaisar" Xin Huang sedikit terpana melihat kecantikan wanita itu.


"Terima kasih, Tabib Xin. Putriku bernama Yun Yue, namanya terbuat dari gabungan namaku dan nama istriku"


"Ya Ya" Xin Huang mengangguk-anggukkan kepalanya. "Baiklah, akan kucoba" Xin Huang menyentuh lengan Yun Yue, lalu memeriksa nadinya. "Hmmmmm" Xin Huang menyentuh dagunya, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Bagaimana tabib Xin? apakah putriku terkena penyakit aneh?"


"Apa kau sanggup mendengarnya?"


"A-Apa?"


"Apa kau sanggup mendengarnya?" Xin Huang mengulangi perkataannya.


"Aku dengar itu tabib Xin. Hanya saja aku merasa aneh dengan perkataanmu"


"Tidak ada yang aneh dari pertanyaanku. Jawab saja, ya atau tidak?"


"Ya, aku sanggup mendengarnya" Yun Cheng menganggukan kepalanya.


"Putrimu terkena penyakit darah kotor"


"Penyakit darah kotor? apa itu?"


"Akan kujelaskan, penyakit darah kotor adalah penyakit kelainan yang membuat seseorang mempunyai tiga aliran darah" jelas Xin Huang.


"Umumnya, seseorang hanya mempunyai dua aliran darah, aliran darah ayahnya, dan aliran darah ibunya" lanjut Xin Huang.


"Apakah itu hal yang buruk?" tanya Yun Cheng.


"Tentu saja buruk... sangatlah buruk. Proses terjadinya darah kotor adalah saat pembuahan berlangsung, Ada orang ketiga yang secara sengaja memberikan benih pada sel telur yang sedang bersatu dengan benihmu. Sehingga membuat proses pembuahan menjadi kacau, dan membuat hasil pembuahan itu mempunyai tiga aliran darah. Aliran darah ayah, aliran darah ibu, dan aliran darah orang ketiga"


"Ja-Jadi...."


"Betul! istrimu selingkuh dengan orang lain, dan bersenggama dengannya"


"Itu tidak mungkin!!! jangan bohong padaku!!!" Yun Cheng menarik kerah baju Xin Huang. "Istriku itu setia!!! jangan membual!" teriak Yun Cheng.


Wushhhhhh


"Tuan kaisar.... lepaskan bajuku...." ucap Xin Huang dengan aura membunuh yang merembes keluar.


"Er-Ergh" Yun Cheng sama sekali tidak bisa bergerak saat ditekan aura Xin Huang.


"Fyuhh..." Xin Huang menepuk-nepuk kerahnya. "Penyakit darah kotor sangatlah langka, sebab benih yang mengacau itu biasanya dialiri Qi yang sangat kuat, dan orang itu memang sengaja melakukan itu" ucap Xin Huang.


"Ta-Tapi...." Yun Cheng berlutut ditanah.


"Bagaimana? apa kau marah dengan istrimu?"


"Marah? Tentu saja, bahkan sekarang aku ingin mencabik-cabiknya hingga hancur kebagian yang paling kecil" Yun Cheng mencengkeram lantai kayu dengan keras.


"Lalu... Apa kau marah pada putrimu?"


"Putriku? tentu saja tidak, dia tidak salah apa-apa.... Apa tabib Xin Tahu cara menyembuhkan putriku?"


"Hmmm.... Sebenarnya bila dibiarkan tidur selama 10.000 tahun, dia akan bangun sendiri" Ucap Xin Huang dihadapan Yun Cheng. "Tapi... Kau sudah tua bukan?"

__ADS_1


"Betul, umurku sudah lebih dari 300.000 tahun"


"Jadi kau penyuka anak kecil ya?"


"Umur istriku lebih dari 100.000 tahun, kuyakin dia bukan anak-anak"


"Hahaha, sudah menahan nafsu selama puluhan ribu tahun, tapi hasil menahan nafsumu dicampuri oleh orang ketiga. Sungguh ironi" Orang-orang didunia ini sengaja menahan nafsunya selama ribuan tahun agar anaknya tidak menunggu terlalu lama untak naik tahta.


"Betul tabib Xin, sungguh ironi" Yun Cheng tertunduk lesu.


"Tapi... Aku punya cara agar dia bangun hari ini juga" Xin Huang menyunggingkan bibirnya.


"Benarkah?"


"Betul Kaisar. Untuk bayaran, bayar saja dengan informasi"


"Ba-Baiklah, aku akan memberimu informasi apa yang kau mau saat Yue'er sudah bangun"


"Kita Sepakat"


"Sepakat"


Xin Huang dan Yun Cheng saling menjabat tangannya. "Baiklah, aku akan membangunkan putrimu" Xin Huang berjalan kembali ke arah tubuh Yun Yue yang sedang terbaring lemas.


"Cara terbaik untuk membangunkannya adalah, menyedot darah kotor itu hingga habis"


Cupp


Xin Huang mencium bibir Yun Yue. Dia menyedot darah kotor yang ada ditubuh Yun Yue melalui mulutnya.


Slurppp


Xin Huang menjilat bibirnya yang penuh dengan darah. "Selesai" ucap Xin Huang sembari tersenyum.


"Yue'er!!!" Yun Cheng berlari dan memeluk erat tubuh Yun Yue.


"Ayah...." Terlihat Yun Yue masih terlihat Ling-lung dengan keadannya.


"Kau terkena penyakit Yue'er, dan kau sudah tertidur selama 3 tahun penuh. Kau disembuhkan oleh tabib Xin dan berhasil bangun sekarang" Yun Cheng menjelaskan itu saat melihat wajah Ling-Lung Yun Ye.


"Begitu...." Yun Yue melihat ke arah Xin Huang yang sedang berdiri. "Terima kasih tuan" Yun Yue menundukan kepalanya untuk mengucapkan terima kasih.


"Sama sama, nona Yue" Xin Huang membalasnya dengan senyuman. "Tuan kaisar, biarkan putrimu beristirahat dulu"


"Baiklah tabib Xin" Yun Cheng melepas pelukannya, lalu berdiri. "Yue'er, beristirahatlah dulu" Yun Cheng tersenyum lalu mengelus kepala Yun Yue.


"Ehm" Yun Yue menganggukan kepalanya.


"Tuan Xin, mari kuantar kekamar isitirahatmu"


"Baiklah, ayo" Xin Huang menggandeng lengan Hua Mei, lalu pergi berjalan mengikuti Yun Cheng.


....


"Disini tuan Xin" Yun Cheng berhenti berjalan saat tiba didepan sebuah rumah mewah besar.


"Terima kasih tuan kaisar, kau sebenarnya tidak perlu mengantar kami kesini"


"Hahaha, tak apa tuan Xin, kau adalah tamu terhormat ku"

__ADS_1


"Baiklah, sekali lagi terima kasih tuan kaisar" Xin Huang menunduk dan menangkupkan lengannya.


"Sama-sama, tuan Xin"


Xin Huang dan Hua Mei menunduk sekali lagi, lalu memasuki rumah itu.


"Haahhh...." Yun Cheng menghela nafas lega. Beban besar yang ada dihatinya kini sudah hilang. "Terima kasih dewa" ucap singkat Yun Cheng sebelum pergi dari sana.


***


"Ah..." Xin Huang duduk di sofa, lalu memakan satenya. "Hua'er, kenapa kau cemberut?" setelah diperhatikan, wajah Hua Mei terlihat lebih dingin.


"Kau memberikan ciuman pertamamu untuk wanita lain!" Jawab Hua Mei ketus.


"Itu demi kepentingan Yun Yue"


"Kau kan bisa menyedot darah Yun Yue dari lengannya, seperti vampir yang menyedot darah!"


"Hehehe, aku lupa"


"Hmmmphhh!!!"


"Oh iya, itu bukan ciuman pertamaku"


"Apa?! jadi ada wanita lain yang kau cium sebelum ini?!"


"Sudah dong... Aku itu populer tau" Xin Huang menggosok-gosokan hidungnya.


"Xin!!!!"


"Hahaha, aku bercanda. Ciuman pertamaku kuberikan pada wanita untuk menyembuhkannya"


"Jadi untuk kesembuhan ya...."


"Iya, Hua'er..." Xin Huang menarik lengan Hua Mei agar lebih dekat ke dirinya. "Dan ciuman ini.... Untuk rasa cintaku padamu" Xin Huang mencium bibir Hua Mei.


Cup


"Emngh" Hua Mei mengerang kecil saat dicium Xin Huang.


Srlppp


Xin Huang melepaskan ciumannya. "Baru dicium saja sudah mendesah" ucap datar Xin Huang.


"Emmm" Wajah Hua Mei berubah menjadi merah padam. "Kenapa kau tidak bilang-bilang?" ucap Hua Mei dengan rona merah dipipinya.


"Aku takutnya kau akan menghindar..."


"Untuk ciumanmu... Aku tidak akan pernah menghindar" Hua Mei memalingkan mukanya malu.


"Hehe" Xin Huang menyeringai.


 -------------------------------------


(Tentang penyakit darah kotor, saya cuma ngarang. Jadi penyakit itu gak ada didunia nyata, cuma ada didunia Xin Huang)


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2