Power System

Power System
Teknik Cahaya Bulan


__ADS_3

Tok...


Tok...


Tok...


Terdengar suara ketukan pintu didalam rumah mewah yang ditempati Xin Huang. "Itu pasti YueYue" Xin Huang mengucek-ucek matanya.


"Kau ajari dia ya... Aku mau tidur" Hua Mei hanya menengok sebentar, lalu melanjutkan tidurnya


"Ya...." Xin Huang bangun, lalu berjalan ke arah pintu.


Cklek


Suara derit pintu terdengar. Diluar rumah, terlihat seorang wanita cantik berambut hitam dan mata berwarna biru langit sedang berdiri disana. Wanita itu memakai baju berwarna putih, mirip dengan baju yang sering dipakai untuk latihan.


"Halo YueYue"


"Halo tuan Xin"


"Kita akan latihan diduniaku"


"Duniamu?"


"Betul, pegang tanganku" Xin Huang menjulurkan lengannya.


"E-Eh? Apakah harus?" Selama hidupnya, Yun Yue tak pernah menyentuh lengan pria, kecuali ayahnya. Itu membuatnya tidak nyaman saat Xin Huang menyuruhnya menyentuh lengannya.


"Tentu saja, ini hanya pegangan tangan, Bukan saling bercumbu"


"Ba-Baiklah..." Yun Yue dengan terpaksa menggenggam lengan Xin Huang.


Wushhhh


Keduanya tiba-tiba menghilang dari sana. Lalu muncul disebuah tempat yang sangat indah, dengan pohon-pohon dan gunung-gunung yang menghiasinya.


"Ini dimana?"


"Ini duniaku. Apa kau tidak menyimak apa yang kukatakan tadi?". Sebelumnya, Xin Huang sudah membetulkan dunianya agar menjadi indah lagi


"O-Oh.... Maaf"


"Ya sudah, ayo duduk dipohon sana" Xin Huang berjalan ke arah pohon yang lumayan besar.


"Y-Ya" Yun Yue berlari kecil mengikuti Xin Huang.


Setelah sampai, mereka berdua duduk bersila dan saling berhadapan. "YueYue, aku ingin tahu apa akar elemenmu?"


"I-Ini rahasia!"


"Yaampun...." Xin Huang sangat kesal dengan kelakuan wanita didepannya. "YueYue, aku akan memberimu teknik yang sangat kuat yang sesuai dengan akar elemenmu"


"Ta-Tapi... Ayah menyuruhku untuk merahasiakannya"


"Bila kau tidak memberitahunya, terpaksa aku harus meledakkan jantung ayahmu"


"A-Apa?! Ta-Tapi..."


"Aku bukan orang jahat, YueYue"


"Ba-Baiklah... Akar elemenku adalah... Elemen Cahaya"


"Elemen Cahaya?" Xin Huang sedikit tertegun saat mendengar akar elemen milik Yun Yue. "Tak kusangka ada pemilik elemen tingkat 4 didunia bawah ini"


{Akar 5 Elemen dasar\=Tingkat 1}


{Akar Elemen Pasir dan Besi\=Tingkat 2}


{Akar Elemen Es dan Magma\=Tingkat 3}


{Akar Elemen Cahaya dan Kegelapan\=Tingkat 4}

__ADS_1


"Ternyata selain Hua'er dan aku, ada juga pemilik elemen tingkat 4" Batin Xin Huang.


"Betul.... Ayahku takut bila aku akan diburu oleh sekte-sekte besar". Pemilik Akar Elemen tingkat 4 sudah pasti memiliki masa depan yang sangat cerah, itu bisa membuat 7 penguasa utama memburunya, agar tak mengganggu keseimbangan dibenua Utara, dan Benua Utara akan tetap memilik 8 kekuatan utama, tidak dipimpin satu orang saja.


"Baiklah, aku akan mencari teknik yang cocok denganmu" Xin Huang mencari teknik-teknik tingkat tinggi di toko Systemnya.


"Ketemu" Sebuah buku berwarna biru berjudul Cahaya Bulan, berhasil menarik perhatian Xin Huang.


[Nama: Teknik Cahaya Bulan]


[Rank: Langit]


[Teknik yang sangat cocok dengan elemen cahaya. Bisa mengubah elemen cahaya biasa menjadi elemen cahaya bulan, dimana kekuatannya akan bertambah 10 kali lipat disetiap tingkatnya. Mempunyai 1.000.000 tingkat]


[Teknik ini bisa digabungkan dengan teknik tangan kosong, teknik senjata, atau bisa langsung digunakan untuk menyerang]


[Harga:5.000.000.000 PS]


"Tekniknya sih bagus... Tapi harganya yang tidak bagus....." Lagi-lagi Xin Huang harus merasakan sakit dihatinya. "Baiklah sistem, beli saja... Hitung-hitung untuk investasi dimasa depan"


[Berhasil membeli teknik cahaya bulan]


[Poin Sistem dikurangi 5.000.000.000]


Wushhhh


Sebuah buku berwarna biru muncul didalam inventorinya. Xin Huang yang melihatnya, mengeluarkan buku itu. "YueYue, pelajari buku ini" Xin Huang memberikan buku itu pada Yun Yue.


"Ini...." Yun Yue mengambil buku itu, lalu membacanya. "Ini sangat kuat, tuan Xin..." Yun Yue sangat terpana melihat isi buku yang diberikan Xin Huang.


"Baiklah, kau pelajari buku itu ya" Xin Huang menggenggam lengan Yun Yue, lalu berpindah kembali ke rumah mewah.


Wushhhh


"Eh?"


"Baiklah YueYue, aku mau tidur dulu..."


"Sama-sama" jawab singkat Xin Huang, lalu pergi memasuki rumah mewah.


"Dengan teknik yang diberikan tuan Xin... Aku yakin, aku bisa mencapai alam atas" Yun Yue membulatkan tekad dihatinya. "Sekali lagi, terima kasih tuan Xin" Yun Yue membungkukkan kembali tubuhnya pada rumah mewa itu. Lalu pergi dari sana.


....


"Xin... Apa kau sudah mengajarinya?" Terlihat Hua Mei masih terbangun di tempat tidurnya.


"Sudah... Kau tidak tidur?"


"Tidak, aku menunggumu"


"Hmmm... Okelah"


Brukkk


Xin Huang merebahkan dirinya disebelah Hua Mei. "Besok kita akan pergi ke alam atas, jadi persiapkan dirimu" ucap Xin Huang.


"Tentu! Aku selalu siap!"


"Ya sudah, tidur sana..."


"Ya...."


***


(Dihalaman belakang istana kekaisaran Yun)


"System, bagaimana caranya aku pergi ke alam atas?"


[Alirkan Qi anda ke pintu perak itu]


"Baiklah...." Xin Huang memberikan pintu perak itu Qi yang sangat banyak.

__ADS_1


Wushhhhhhh


Pintu perak itu perlahan-lahan membesar, seiring banyak Qi yang diberikan Xin Huang. Setelah dialirkan Qi selama 10 menit, Pintu itu akhirnya cukup besar untuk dimasuki dua orang.


"Baiklah, cukup!" Xin Huang berhenti mengalirkan Qi nya ke pintu itu. "Lalu... Aku hanya perlu memasukan kuncinya kan?" tanya Xin Huang pada system.


[Betul tuan]


"Baiklah" Xin Huang memasukkan kunci perak itu kedalam lubang kunci pintu perak.


Wushhhhhhhh


Pintu perak perlahan terbuka, sebuah aura putih keluar dari pintu itu. "Ini... Qi Dewa!" Xin Huang merasakan aura yang keluar dari pintu itu. "Yun Yue, kau kultivator kan?"


"I-Iya"


"Untunglah...." Xin Huang mengelus dadanya.


"Memangnya ada apa tuan Xin?"


"Qi Dewa mungkin harta yang tak terhingga bagi kultivator, tapi Qi Dewa bisa jadi racun bagi manusia biasa"


"Begitu... Lalu bagaimana caranya manusia biasa hidup di alam atas?"


"Mereka sudah biasa tinggal diantara Qi Dewa. Sama seperti seseorang yang sering makan daging, mereka akan drop saat mereka diberi makan sayuran"


"Begitu... Ternyata pengetahuan tuan Xin sangatlah luas...."


"Hahaha, dibanding dengan orang itu, ilmuku seperti setetes air diluasnya samudra"


"Orang itu?"


"Dia adalah mahluk tertinggi, mahluk yang menduduki puncak kultivasi, dan berdiri seorang diri diatas langit. Seseorang yang sangat kuat, seseorang yang sangat agung, itulah sang.... Raja Dewa"


"Raja Dewa? Siapa itu?"


"Hmmm... Ternyata kau tidak tahu. Bila dari dasarnya kau tidak tahu, maka dijelaskan sebanyak apapun kau tidak akan pernah tahu, biar waktu yang memberi tahumu"


"Ah... Baiklah Tuan Xin"


"Ya sudah, aku mau pergi dulu" Xin Huang memberi kunci perak itu pada Yun Cheng. "Ayo Hua'er" Xin Huang menggenggam lengan Hua Mei.


"Ya" Hua Mei mengangguk.


"Sampai jumpa lagi Kaisar Yun Cheng, sampai jumpa lagi YueYue" Xin Huang melambaikan tangannya.


"Sampai jumpa lagi!" Mereka berdua melambaikan tangannya untuk menanggapi itu.


Xin Huang dan Hua Mei berjalan kedalam pintu itu, hingga akhirnya mereka ditelan oleh cahaya putih, lalu tidak terlihat lagi.


Brakkkk


Pintu itu tertutup rapat. "Haahhh.... Aku harap kau bisa ke alam atas sana, Yue'er" Yun Cheng berbicara pada Yun Yue.


"Tapi bila aku pergi... Kau akan bagaimana?"


"Dengan pil yang tuan Xin berikan, aku bisa menjadi orang terkuat dibenua Utara, dan sudah pasti aku bisa hidup ratusan ribu tahun lagi untuk menjaga kekaisaranku" Yun Cheng mengelus kepala Yun Yue.


"Baiklah ayah, aku akan menjadi orang yang berpengaruh di alam atas, sehingga tuan Xin bisa mengizinkan ayah pergi ke alam atas"


"Terima kasih Yue'er, tapi kau pikirkan saja masa depanmu, jangan terlalu memikirkanku" Yun Cheng merasa bangga memiliki anak seperti Yun Yue.


"Tak apa ayah! Aku akan berusaha!"


"Haha... Kau memang anak yang baik" Yun Cheng mengelus-elus kepala Yun Yue.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2