
Xin Huang dan Liu Wen makan bersama dengan hangat, bahkan bisa dibilang romantis, Xin Huang melakukan itu karena tidak ada Hua Mei yang memperhatikan, jadi dia bebas-bebas saja dekat dengan wanita lain, asal tidak terlalu intim saja.
"Tuan Xin, kenapa kau bisa terombang-ambing diatas lautan?" Menurut Liu Wen, aneh saja bila terombang-ambing diatas lautan tanpa sebab, kecuali Xin Huang memang mahluk ghaib.
Xin Huang menghentikan kunyahannya, "Aku terjatuh saat sedang bertarung dengan Han Zhuo, dan aku tidak sadarkan diri diatas langit saat berhasil membunuh Han Zhuo." Xin Huang memang jujur, namun dia tidak memberitahukan Liu Wen tentang elemen kekosongan.
Liu Wen terdiam sedikit tersentak, dan dia melebarkan matanya saat mendengar nama Han Zhuo, "Han Zhuo? Maksudmu jendral kiri kaisar Zhou?"
Xin Huang menaikkan sebelah alisnya, "Kok kau tau sih? kukira kau hanya manusia biasa"
Liu Wen menghela nafasnya, "Dulu aku adalah jendral besar kekaisaran Zhou, namun jabatanku dilengserkan oleh Zhang Shu yang terkenal dengan kejeniusannya dan kekuatannya, jadi Kaisar Zhou membuangku kepulau ini, dan mengangkat jabatan Zhang Shu setelahnya"
Xin Huang mengelus dagunya, "Jendral besar? Kekuatanmu pasti sangat besar kan? Kenapa tidak bisa keluar dari formasi kacangan ini?" Xin Huang mengetahui bahwa ada sebuah formasi pelindung yang menjalar 100 meter dari pulau, namun itu hanya formasi kelas satu saja, jadi Xin Huang bingung kenapa sang jendral besar seperti Liu Wen tidak bisa keluar dari pulau ini.
Liu Wen tertunduk sedih dengan wajah yang sedikit murung, "Ya, ini memang hanya formasi kacangan, namun jika aku menembusnya, Kaisar Zhou akan datang kesini dan membunuhku."
Xin Huang menopang dagunya menggunakan tangan, "Memangnya kau salah apa sampai-sampai Zhou Lin akan membunuhmu jika keluar dari sini?"
"Itu adalah.... Anak" Liu Wen terlihat ragu-ragu saat menyebutkannya.
Xin Huang lagi-lagi bingung dengan apa yang diucapkan wanita didepannya, "Anak? Maksudmu?"
"Dulu saat masih menjabat sebagai kaisar besar, aku terkenal dengan kecantikan dan kekuatan, Kaisar Zhou khusus memilihku sebagai jendral besar karena dua sebab itu, dan setelah ratusan tahun menjabat sebagai jendral besar kekaisaran Zhou, kaisar Zhou menjadi jatuh cinta padaku, namun aku menolaknya, dan berkata bahwa aku tidak pantas untuk kaisar agung seperti kaisar Zhou, kaisar Zhou yang sangat terobsesi dengan raja Anzhen, dan memaksaku untuk menjadi wanita kuat seperti istri raja Anzhen, menjadi kecewa karena aku yang merasa inferior dibandingkan dirinya, jadi dia marah lalu memperkosaku, aku sangat ketakutan saat itu, aku tidak bisa melakukan apapun selain mendesah dan menangis, setelahnya, Zhou Lin tidak mau berbicara lagi padaku, aku mengabaikan itu, dan berniat untuk terus menjalankan tugasku sebagai jendral, namun satu Minggu setelah kejadian itu, aku mendapati bahwa diriku hamil, jadi mau tidak mau aku memberitahukan itu pada Zhou Lin, Zhou Lin sangat terkejut, dan berniat untuk menikahiku, namun aku masih tidak mau menikah dengan Zhou Lin, sehingga aku menggugurkan kandunganku diam-diam saat malam hari, mengetahui bahwa aku menggugurkan anaknya, Zhou Lin sangat marah besar dan membunuhku 100 kali, lalu dia melepaskanku, dan hari kembali normal seperti semula, namun hal itu tidak berselang lama, sebab Zhang Shu tiba-tiba datang menantangku bertarung, dan aku kalah dengannya, Zhou Lin yang memang ada dendam padaku, mencabut statusku, dan mengurungku didalam pulau ini, dengan ancaman jika aku keluar dari pelindung ini, aku akan dibunuh." Liu Wen menceritakan itu dengan mata yang berkaca-kaca, dia sangat sedih bahwa hidupnya hancur karena orang yang dia kagumi.
__ADS_1
Xin Huang menghela nafas panjang, "Memang apa salahnya sih menikahi Zhou Lin?"
Liu Wen tertunduk kesal, "Dia bukan tipeku"
Xin Huang terpatung saat mendengarnya, dia benar-benar tidak bisa memahami wanita didepannya, yang rela hidupnya hancur hanya karena Zhou Lin bukan tipenya, "BODOH"
Liu Wen hanya cemberut saat mendengarnya, "Biarin! Jika itu bukan tipeku! Aku tidak mau menikahinya!"
"Lagian jika kau tidak mau menikah dengannya, buat apa kau memberitahu Zhou Lin bahwa kau hamil?"
Liu Wen tersentak saat mendengarnya, "Aku itu wanita jujur!"
Xin Huang menggelengkan kepalanya kesal karena wanita bodoh didepannya, "Terserah kau saja." Setelah itu, Xin Huang lanjut memakan ikan bakarnya.
Xin Huang yang melihat itu, menjadi sedikit kesal, "Hei! Jangan main-main dengan makanan!"
Liu Wen sangat terkejut dengan Xin Huang yang tiba-tiba membentaknya, "Jangan membentakku!"
"Lagian sedang apa kau malah melamun didepan makanan?"
"Itu...." Liu Wen terlihat memain-mainkan jari-jarinya yang mungil, dan wajahnya pun terlihat sangat gelisah, "Sebenarnya aku ingin pergi dari sini, aku ingin bertemu dengan jodoh tipeku, aku ingin merasakan rasanya jatuh cinta, dan aku ingin bertarung dengan orang lain, pokoknya, aku ingin merasakan apa yang tidak pernah aku rasakan dulu"
Xin Huang menganggukan kepalanya, "Keluar saja, kaisarmu sedang sibuk bertarung"
__ADS_1
Liue Wen tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Xin Huang, "Maksudmu?"
Xin Huang menghentikan makannya, lalu menatap keatas langit, "Saat ini, hari ini, detik ini, Zhou Lin dan Wei Chuan sedang bertarung dari 1 Minggu yang lalu, hal itu dikarenakan sang adik Zhou Lin yang bernama Wei Chuan, mempunyai dendam kusumat kepada kakaknya Zhou Lin, jadi dia mengumpulkan pasukan dari seluruh benua besar yang ada dialam atas, dan menyerang kekaisaran Zhou"
Liu Wen sama sekali tidak bisa menahan kejutnya saat mendengar itu, dirinya yang diisolasi selama ribuan tahun didalam pulau ini benar-benar buta dengan dunia alam atas saat ini, "Rasanya aku seperti manusia kuno.... Lalu kau ada dipihak mana?"
Xin Huang tersenyum, sembari mengangkat ranting pohon yang digunakan untuk menusuk ikannya keatas, "Kau akan tahu nanti." Setelah mengucapkan itu, Xin Huang menghunuskan ranting itu keatas langit.
Wushhhhhhhh
Sebuah gelombang kejut yang sangat besar keluar dari sana, gelombang kejut itu meretakkan ruang-ruang yang ada disekitarnya, termasuk formasi kacangan Zhou Lin. Awan-awan juga menjadi kacau dan membentuk sebuah lingkaran besar yang terlihat seperti kertas sobek, Liu Wen hanya menatap itu dengan santai, sebab dia juga bisa melakukan itu.
Xin Huang berdiri sembari menepuk-nepuk pantatnya, "Baiklah Nona Liu, mari kita keluar." Xin Huang menjulurkan tangannya pada Liu Wen.
Liu Wen menatap lengan Xin Huang dengan seksama, namun setelahnya dia tersenyum dan menggapai tangan Xin Huang, "Ayo!"
Setelah itu Xin Huang memeluk tubuh Liu Wen, lalu tiba-tiba menghilang dari sana.
.
.
.
__ADS_1
.