
"Yo"
"Tu-Tuan Tabib? Ada apa tuan tabib datang kesini?"
"Tentu saja untuk bertemu kaisar, Memangnya mau apa lagi?"
"Ba-Baiklah, akan ku beritahu pada Kaisar"
"Sana!"
Penjaga gerbang itu lari terbirit-birit untuk memberitahukannya pada Yun Cheng.
"Hua'er, kau tambah cantik saja" Semakin hari Xin Huang melihat, Hua Mei terus bertambah cantik setiap harinya.
"Tentu saja, itu berkat pil yang kau berikan" Hua Mei tak bisa menahan senyumnya saat dipuji Xin Huang.
"Tak bisa kubayangkan kau akan secantik apa ratusan tahun kedepan"
"Hehe" Hua Mei sangat senang saat dipuji Xin Huang dan itu adalah satu-satunya kebahagian milik Hua Mei.
"Hua'er..." Xin Huang menyentuh telapak tangan Hua Mei.
"Xin...." Hua Mei menyambutnya.
Kedua muda-mudi itu saling mendekatkan diri. Mereka bisa saling merasakan nafasnya masing-masing.
"Tuan Tabib! Kaisar menunggumu!" Seperti biasa, penjaga itu selalu datang diwaktu yang tidak tepat.
"Bajingan...." Wajah Xin Huang berubah kesal.
"Haha..." Hua Mei tersenyum kecil melihat wajah Xin Huang yang kesal.
"Ikuti aku tuan tabib dan nona tabib" Penjaga itu berbalik dan berjalan masuk keistana.
"Ayo Xin..." Hua Mei menggenggam lengan Xin Huang.
"Ayo...."
Xin Huang dan Hua Mei mengikuti penjaga itu dibelakangnya.
Tuk...
Tuk...
Tuk...
Tuk...
Langkah penjaga itu berhenti. Xin Huang dan Hua Mei di antarkan ditempat yang pertama kali mereka datangi. "Saya hanya bisa mengantarkan tuan dan nona tabib sampai sini saja" Penjaga itu menunduk, lalu pergi dari sana.
"Ayo" Xin Huang membuka pintu itu. Didalam ruangan, terlihat Yun Cheng dan Yun Yue sedang duduk bersama menunggu Xin Huang.
"Tuan Xin! Mari sini duduk!" Sambut Yun Cheng ramah.
"Tuan Xin..." Yun Yue menunduk pada Xin Huang.
"Halo Kaisar, halo Yun Yue" Xin Huang melambaikan tangannya.
"Tuan Xin bisa memanggil Yun Yue, Yue Yue saja" Ucap Yun Cheng.
"Baiklah... Halo YueYue"
"Halo Tuan Xin" Yun Yue menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Oh! Halo juga nona Hua" Yun Cheng mengarahkan pandangannya pada Hua Mei.
"Halo kaisar" Hua Mei menangkupkan lengannya, lalu menunduk pada Yun Cheng.
"Halo nona Hua" Yun Yue menunduk pada Hua Mei.
"Halo YueYue" Hua Mei menjawab dengan senyuman.
"Ayo! Silahkan duduk!"
Xin Huang dan Hua Mei duduk di sofa yang ada di depan Yun Cheng.
"Baiklah Tuan Xin... Apa yang membawamu kesini?"
"Aku sudah mendapatkan pintu menuju alam atas...."
"Pintu menuju alam atas?! kau sudah mengalahkan Qian Zhu?!"
"Betul...."
"Jadi... Kau mau menanyakan kunci pintu itu padaku?"
"Bukan..."
"Lalu? Apa yang membawamu kesini?"
"Aku ingin... Alam atas terbuka untuk semuanya"
"Alam atas terbuka untuk semuanya?!"
"Betul, aku sudah punya kuncinya. Aku akan meninggalkan kuncinya padamu saat aku dan istriku pergi ke alam atas"
"A-Apa.....? Apa tuan Xin tidak takut aku akan berkhianat?"
"Tidak... Karena aku sudah memasang formasi kutukan dijantungmu"
"Saat kau menarik kerahku...." Xin Huang menyeringai.
"Haha, dengan kebaikan yang Tuan Xin berikan, aku tidak akan berani berkhianat"
"Hanya jaga-jaga saja"
"Ternyata Xin sudah memasang formasi di jantung kaisar Yun Cheng... Aku saja tidak tahu itu" Seingat Hua Mei, dirinya jauh lebih kuat dari Xin Huang saat dia mendapatkan tubuh Dewi Kehidupan. Jadi bila dipikir secara logika, Hua Mei bisa dengan mudah melihat gerak-gerik aneh Xin Huang. Tapi yang aneh dari itu, Hua Mei tidak bisa mengetahui kapan Xin Huang memasang formasi kutukan pada jantung Yun Cheng. Tapi yang tidak Hua Mei ketahui, sekarang kekuatan Xin Huang dua puluh kali lipat lebih kuat darinya. Bagi Xin Huang, mengelabui Hua Mei semudah membalikan telapak tangan.
"Aku akan memberimu ini" Xin Huang memberikan Yun Cheng sebuah cincin berwarna biru langit.
"Cincin penyimpanan?" Yun Cheng melihat isinya. "Ya ampun..." Kaki Yun Cheng terasa lemas saat melihat isinya. Sebuah gunungan pil yang bisa menaikkan kultivasi dengan sangat cepat, dan senjata-senjata yang sangat kuat berada didalam cincin itu.
"Tentu kau harus kuat untuk menjaga pintu ini kan?" Xin Huang berucap sembari mengibas-ngibaskan sebuah pintu perak kecil ditangannya.
"Ya... Apakah ada syarat tertentu untuk seseorang pergi ke alam atas?"
"Ya! Khusus Inti Suci puncak 30 ledakkan saja yang bisa pergi ke alam atas"
"Begitu... Apakah aku boleh naik ke alam atas?"
"Tentu saja tidak. Bila penghuni di dunia kecil ini hanya tersisa dirimu saja, baru kau boleh pergi ke alam atas"
"Hahh... Setidaknya Yue'er bisa naik ke alam atas"
"Ya"
"Lalu... Kapan kalian pergi ke alam atas?"
__ADS_1
"Besok... Dan untuk gagasanku tadi, sebarkan saat kau sudah cukup kuat untuk menjaga pintu ini"
"Baiklah tuan Xin... Mari kuantar ke ruang istirahat Anda"
"Tak usah kaisar Yun, statusmu terlalu tinggi untuk mengantar tabib rendahan sepertiku"
"Jangan merendah diri Tuan Xin... Bila orang-orang tahu kau tabib kelas 6, kedudukanmu sudah pasti akan lebih besar dariku"
"Hahaha, Tak usah kaisar Yun, Cukup YueYue saja yang mengantar kami"
"Baiklah, terserah kau saja"
"Hahaha, terima kasih kaisar Yun" Xin Huang berdiri, lalu menangkupkan lengannya, diikuti dengan Hua Mei yang menangkupkan tangannya juga.
"Yue'er, tolong antar mereka"
"Baiklah ayah" Yun Yue berdiri, lalu memimpin perjalanan dengan Xin Huang dan Hua Mei yang mengikuti dari belakang.
Melihat ketiganya sudah pergi jauh, Yun Cheng menghela nafasnya. "Hahhh.... Apakah aku bisa menjalankan tugas dari Tuan Xin dengan benar? Entahlah" Yun Cheng memijat keningnya.
***
"YueYue, apa kau ingin menjadi kuat?" ucap Xin Huang pada Yun Yue yang sedang berjalan didepannya.
"Tentu saja mau, Tuan Xin! Aku ingin membuat ayahku bangga!" jawab Yun Yue semangat.
"Kalau mau... Kau akan kuberikan satu teknik, dan bila kita jodoh, kita bisa bertemu di alam atas sana"
"Benarkah?!"
"Benar! Nanti malam temui aku!"
"Yey!" Yun Yue meloncat senang.
Mereka terus melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan selama 15 menit, Xin Huang dan Hua Mei akhirnya sampai dirumah mewah yang pernah mereka tempati. "Tuan Xin, silahkan istirahat"
"Baiklah YueYue... Dan jangan lupa, temui aku nanti malam, disini!"
"Tentu saja tuan Xin!" Yun Yue memberi hormat, lalu pergi dari sana dengan langkah semangat.
"Ayo masuk, Hua'er" Xin Huang dan Hua Mei memasuki rumah mewah itu. Setelah masuk, Xin Huang merebahkan tubuhnya.
"Xin... Apa yang membuatmu tertarik dengan Yun Yue? Sampai bilang akan bertemu di alam atas..." Tanya Hua Mei yang heran dengan Xin Huang.
"Tidak ada, aku mengajak YueYue karena dia sangat cantik" Jawab Xin Huang santai.
"Apa?! Inilah sebanya aku rajin memakan pil kebugaran!!! Agar kau tidak tertarik dengan wanita lain!!!" Hua Mei berteriak marah.
"Hahaha, aku hanya bercanda saja" Xin Huang tertawa terbahak-bahak saat mengingat wajah marah Hua Mei.
"Erghhh!!! Jangan bercanda!!!"
"Hahaha.... Aku mengajaknya karena dia sangat berbakat.... Hua'er"
"Begitu... Lain kali jangan bicara begitu Xin... Aku takut...."
"Hahaha, iya, maafkan aku" Xin Huang memeluk dan mengelus kepala Hua Mei. "Secantik apapun wanita lain, kau akan tetap yang tercantik dimataku. Dan seberapa sebanyak apapun wanita didunia ini, kau tetap akan menjadi nomor satu dihatiku"
"Terima kasih Xin...." Hua Mei tak bisa menahan senyumnya saat mendengar perkataan Xin Huang.
.
.
__ADS_1
.
.