Power System

Power System
Makanan Yang Menjijikan


__ADS_3

"Akhirnya sampai juga" sebuah restoran lima tingkat terlihat dihadapan Xin Huang. "Restoran Singa Merah...." didepan restoran itu, terdapat sebuah plank dengan tulisan 'Singa Merah'.


"Ayo masuk, aku sudah lapar" Xin Huang membawa Hua Mei masuk.


"Aku tidak yakin bila Inti Suci puncak mempunyai rasa lapar" Hua Mei heran melihat Xin Huang bertingkah seperti orang kelaparan.


"Haha" Xin Huang tertawa kecil, lalu memesan meja.


"Nona, aku ingin makan dilantai lima" ucap Xin Huang pada wanita resepsionis.


"Lantai lima hanya untuk pemegang kartu emas, apa tuan mempunyainya?"


"Ini" Xin Huang dan Hua Mei memberikan kartu emasnya.


"Silahkan bayar 100 emas"


"Oke" Xin Huang memberikan 200 emas pada wanita itu.


"Baiklah, silahkan naik ke atas" wanita itu mempersilahkan Xin Huang dan Hua Mei pergi kelantai paling atas.


"Ayo, Hua'er" Xin Huang menarik lengan Hua Mei, lalu membawanya ke atas.


(Lantai 5)


"Jadi ini lantai lima...", dilantai lima, Xin Huang hanya melihat empat meja, ada satu meja yang diisi oleh pemuda berambut hitam panjang dengan mata berwarna ungu cerah.


"Jadi dia pemegang kartu emas keempat" gumam Xin Huang.


"Xin! ayo makan!" Ucap Hua Mei bersemangat, setelah itu dia duduk disalah satu meja.


"Ya..." Xin Huang menggelengkan kepalanya, lalu duduk disebelah Hua Mei.


Setelah menunggu beberapa saat, muncul seorang pelayan wanita membawa dua buah buku hitam, bertuliskan daftar menu di depannya.


"Oh..." Xin Huang membuka buku itu, terlihat banyak sekali menu yang ada disana. Yang paling murah harganya 50 emas, dan yang paling mahal harganya 500 emas, dan itulah kuliner yang terkenal dikota Dong.


"Aku membeli ini" Xin Huang menunjuk menu yang paling mahal, menu itu bernama Sapi Panggang dengan daun herbal.


"Aku juga!" sahut Hua Mei.


"Baiklah, tunggu sebentar, makanan akan segera diantar" Wanita pelayan itu menunduk, lalu pergi ke dapur.


Setelah menunggu selama satu menit, akhirnya pelayan datang membawa dua hidangan yang ditutup dengan tudung saji.


"Ini tuan, selamat makan" pelayan wanita itu menyimpan kedua makanan itu dimeja Xin Huang dan Hua Mei.


"Wuah" Hua Mei membuka tudung saji itu, bau harum herbal menyeruak keseluruh ruangan.


Bau itu juga menggugah selera makan Xin Huang. "Harum sekali..." Xin Huang sekali lagi mencium aroma makanan itu.


Xin Huang memotong salah satu bagian daging, dia menusuknya dengan garpu dan hendak memakannya, tapi sebelum memakannya, terdengar pria muda itu berbicara.


"Jika aku jadi kau, aku tidak akan memakannya" pria muda bermata ungu itu berbicara pada Xin Huang, suaranya pelan, tapi dia memakai Qi untuk mengantar suara itu ketelinga Xin Huang dan Hua Mei.


"Memangnya ada apa dengan daging ini?" tanya Xin Huang pada pria bermata ungu , Hua Mei juga menahan diri agar tak memakan daging itu sebelum mengetahui sebabnya.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Xin Huang, pria bermata ungu itu berjalan mendekati Xin Huang. "Apa aku boleh duduk disini?" tanyanya sembari menunjuk kursi disebelah Xin Huang.


"Tentu saja, silahkan"


"Baiklah, terima kasih" pria bermata ungu itu duduk disebelah Xin Huang Setelah duduk, dia berbicara, "Perkenalkan, namaku Zhang Zi Lian, panggil saja saudara Zi" Pria muda itu memperkenalkan dirinya.


"Namaku Xin Huang, dan ini istriku Hua Mei" Xin Huang memperkenalkan dirinya dan Hua Mei.


"Lalu.... Alasan kalian tidak boleh memakan daging itu karena... Itu daging, manusia"


"Daging manusia?!" Hua Mei merasa ingin muntah.


"Hua'er!" Xin Huang mengambil keranjang kecil dari cincin penyimpanannya.


Hua Mei mengambil keranjang kecil itu, lalu dia muntah. "Hoekkk" Hua Mei merasa mual saat mengingat aroma daging itu.


"Apa kau sudah baikan?" Xin Huang membakar keranjang dan daging itu.


"Ya, terima kasih Xin" jawab Hua Mei lesu.


"Lalu... Saudara Zi, apa itu benar?"


"Aku memang belum melihatnya, tapi dengan bukti-bukti yang kutemukan, aku yakin bahwa ini daging manusia"


"Jadi... Ini belum tentu benar?"


"Betul, belum 100% benar"


"Lalu, bukti-bukti yang kau sebutkan tadi, ada apa saja?"


"Masuk akal... Lalu, bawah tanah yang kau sebutkan itu, kau pernah kesana?"


"Aku tidak pernah kesana, para penjaga yang ada disana sangatlah kuat. sedangkan aku hanya ditingkat Menyempurnakan Qi"


"Menyempurnakan Qi? bagaimana kau bisa menguping pembicaraan walikota dan pemilik restoran ini tanpa diketahui mereka?"


"Aku menggunakan teknik menghilangkan keberadaan, aku diberi teknik itu oleh ayahku"


"Oh... Lalu, apa kau tahu dimana letak bawah tanah itu?"


"Aku mengetahuinya!" Zhang Zi Lian berkata dengan semangat.


"Kenapa kau semangat begitu?" Xin Huang heran melihat Zhang Zi Lian yang bersemangat.


"Itu karena kau kuat!"


"Kuat? Aku memang kuat, tapi kenapa kau bisa tahu?" seingat Xin Huang, level Menyempurnakan Qi tak akan bisa melihat kultivasi seseorang yang berada di tahap Inti Suci.


"Saat kau masuk kelantai ini, kau melirikku kan?"


"Betul, aku melihatmu yang sedang melamun"


"Hahaha, saat itu aku menggunakan teknik penyamaranku, istri tuan saja tidak akan sadar dengan keberadaanku, tapi kau sadar dengan keberadaanku, itu berarti, kau sangat kuat!"


"Benarkah? Hua'er, apa melihat dia saat masuk kelantai ini?" tanya Xin Huang pada Hua Mei yang sedang tertunduk lesu.

__ADS_1


"Aku tidak melihatnya Xin...." Jawab Hua Mei lesu.


"Ya ampun Hua'er, kau masih mual?" Xin Huang khawatir melihat Hua Mei yang tertunduk lesu.


"Iya Xin... Saat mengingat aroma daging tadi, aku merasa mau muntah"


"Ya ampun..." Xin Huang mencoba bertanya pada system. "System, apa kau tidak punya obat penghilang mual?" tanya Xin Huang.


[Ada tuan!]


"Apa itu?"


[Itu adalah Pil Kebugaran, pil yang pernah tuan kasih pada Hua Mei]


"Oh! Pil yang membuat Hua Mei menjadi lebih cantik?"


[Betul tuan]


"Baiklah, terima kasih sistem"


[Sama-sama]


Xin Huang membeli lima botol pil kebugaran, yang satu botolnya berisi 100 buah Pil Kebugaran. Semua pil itu bisa membuat Hua Mei 1500 kali lebih cantik bila dikomsumsi semuanya.


"Hua'er, makan ini" Xin Huang memberi Hua Mei sebiji pil kebugaran.


"Ah... Ini pil yang bisa membuatku segar kembali" Hua Mei mengambil Pil itu, lalu memakannya.


Wushhhhhh


Seluruh tubuh Hua Mei mengeluarkan cahaya hijau, perut Hua Mei yang mual menjadi biasa kembali, dan kecantikan Hua Mei bertambah tiga kali lipat. Yang berbeda kali ini adalah, Hua Mei tidak melayang diudara.


"Wah, istrimu cantik sekali saudara Xin" Zhang Zi Lian sedikit terpana melihat wajah Hua Mei yang bertambah cantik.


"Hey Hey, bila kau berniat merebutnya, aku akan memecahkan kepalamu"


"Hehe, itu tidak mungkin saudara Xin" Zhang Zi Lian merasakan keringat dingin muncul dipunggungnya.


"Nah, Hua'er, apa kau sudah baikan?"


"Ya Xin, Terima kasih" Hua Mei berkata dengan senyuman manis dan sedikit rona merah di pipinya.


"Baiklah, kita kembali ke topik. Apa kau tahu dimana letak bawah tanah itu?"


"Ya, mau kuantar?"


"Baiklah, ayo" Xin Huang beranjak dari duduknya, diikuti dengan Hua Mei yang juga beranjak dari duduknya.


"Ayo, aku yang memimpin jalannya" Zhang Zi Lian berdiri, lalu berjalan di paling depan, diikuti dengan Xin Huang dan Hua Mei yang berjalan dibelakangnya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2