Power System

Power System
Wei Chuan vs Zhou Lin (1)


__ADS_3

Zhou Lin dan Wei Chuan terus bertarung jauh diatas langit, keduanya juga terus-menerus mengeluarkan skill masing-masing mereka, namun mereka masih tetap seimbang dan tidak terlihat adanya tanda-tanda melemah, bahkan diseluruh waktunya, keduanya malah makin kuat.


"Adikku Zhou Yuan, kau sekarang jago menggunakan pedang ya? Tidak seperti dulu." Ucap Zhou Lin dengan senyuman kecil dibibirnya.


"Ya, aku lebih percaya dengan pedang, daripada saudara." Setelah bereinkarnasi, Wei Chuan selalu dapat cacian dan hinaan dari keluarganya, namun dia berhasil membuktikan dirinya dengan cara membunuh seluruh keluarganya, dan didalam perjalanan pembuktian itu, pedanglah satu-satunya teman Wei Chuan, teman yang tak akan pernah berkhianat, dan akan tetap setia selama-lamanya.


Zhou Lin tersenyum kecil saat mendengarnya, lalu dia menatap kepalan tangannya yang sudah penuh dengan aura hijau, "Padahal aku tidak pernah mengajarimu untuk mempercayai siapapun, dan hanya percaya saja pada dirimu sendiri, tapi kau malah dengan setianya mengikutiku, sampai akhirnya kau sakit hati sendiri karena aku khianati."


"Tak peduli apapun yang kau bicarakan, aku akan tetap dendam kepadamu, tetap dendam pada saudara kandung yang rela membunuh adiknya sendiri hanya karena sebuah buku dongeng anak-anak, dan impian anak-anak. Dendam ini akan menghilang jika kau mati, Zhou Lin." Wei Chuan mengisi pedangnya menggunakan Qi yang sangat banyak dan kental, sampai-sampai udara disekitarnya menjadi sedikit terdistorsi.


"Teknik Beladiri Waktu: " Zhou Lin mengepalkan tangannya.


"Teknik Pedang Dewa: " Wei Chuan mengangkat pedangnya keatas.


"Pukulan Maju!"


"Tebasan Dunia Vertikal!"


Wushhhh


Wushhhh


Duarrrrrrrrrrrrrrrrr


Hasil adu pukulan mereka mampu membuat ruang disekitarnya menjadi sedikit bergetar, awan-awan tersapu bersih membentuk sebuah lubang diatas langit, lubang yang membuat cahaya matahari (Sebenarnya bukan matahari, tapi saya males buat benda bercahaya dengan nama baru) menjadi lebih mudah menyinari daratan.


"Ayo lagi, adik!" Zhou Lin mengepalkan tangannya lagi.

__ADS_1


"Aku bukan adikmu!" Wei Chuan dengan kesal menggigit bibirnya hingga berdarah, sembari mengangkat pedangnya keatas.


"Pukulan Maju!"


"Dunia Vertikal!"


Wushhhhhhh


Hempasan gelombang kejut yang sangat besar terjadi saat serangan keduanya beradu, bahkan hempasan angin itu menciptakan triliunan angin tajam yang menyabet seluruh ruang dan waktu disekitar mereka.


Zhou Lin mengepalkan tangannya dengan erat, dan mengumpulkan Qi waktu yang sangat banyak kedalamnya, kali ini dia benar-benar ingin membunuh adiknya untuk yang kedua kalinya, sebab nyawa adiknya yang sangat berharga, tidak lebih berharga dari tujuannya yang sangat besar. "Teknik Gelombang Waktu: Badai Waktu."


Wushhhhhhhh


Zhou Lin dengan kekuatan penuh ditangannya, melesat dengan kecepatan cahayanya kehadapan wajah Wei Chuan, Wei Chuan yang tidak mempu bereaksi terkena serangan itu dengan mentah-mentah.


Duarrrrrrrrrrrr


"Hahh.... Ini adalah teknik terkuatku, jika aku tidak duluan mengeluarkan serangan yang sangat kuat, aku tidak tahu kapan pertarungan ini bisa berakhir"


Wushhhhhhh


Zhou Lin melebarkan matanya tak percaya saat tubuh Wei Chuan tiba-tiba datang dihadapannya dengan kondisi yang masih utuh, "Ti-Tidak mungkin!" Badai waktu milik Zhou Lin mampu meluluh lantakkan seluruh alam atas bila mengenainya, namun tubuh tunggal seperti Wei Chuan tidak tergores sama sekali saat terkena serangannya, itu membuat Zhou Lin sedikit ketakutan dan marah.


Wei Chuan memejamkan matanya, lalu menghela nafas dengan dalam, "Aku adalah seorang Raja Dewa, masing-masing ras agung seperti ras Raja Dewa dan ras Iblis Kuno mempunyai kekuatan uniknya masing-masing, ras Iblis Kuno dengan regenerasi yang tidak masuk akal, dan ras raja dewa yang mempunyai kekuatan penyatuan tunggal yang sama-sama tidak masuk akalnya, kekuatan penyatuan tunggal ini mempunyai fungsi untuk menyatukan seluruh materi yang ada menjadi satu buah materi baru, dan tadi tubuhku yang hancur kusatukan kembali dengan udara, angin, dan ruang yang ada disekitar, sehingga aku bisa kembali utuh seperti semula, yah, ini hanyalah regenerasi dengan kata yang lebih keren"


Zhou Lin masih tidak sembuh dari keterkejutannya, dia masih tidak percaya dengan kemampuan aneh Wei Chuan yang tidak masuk keakalnya, dia merasa bahwa dia tidak akan pernah bisa mengalahkan Wei Chuan berapapun waktu yang tuhan berikan, "Ah.... Perasaan ini...." Sebuah perasaan yang sangat panas menjalar dari bawah tubuh Zhou Lin hingga sampai keatas kepalanya, tubuhnya mengembang dan membesar, lalu meledak menjadi serpihan-serpihan daging kecil yang berceceran kemana-mana, sementara itu Wei Chuan sedang berdiri santai dibelakangnya, sembari mengelap pedang putihnya yang sangat menawan.

__ADS_1


"Kakak... Inilah yang namanya perbedaan, dulu jika aku niat, aku bisa saja sekuat kakak dan tidak mati dibunuhmu, namun seperti yang kakak katakan tadi, aku terlalu lembek pada orang jahat seperti kau, sehingga aku harus mati ditangan kotormu itu." Wei Chuan kembali mengangkat pedangnya keatas, "Teknik Penyatuan Tunggal: Mercusuar Cahaya"


Wushhhhhhhh


Cahaya matahari, angin, dan ruang berkumpul didalam pedang Wei Chuan, semakin lama waktu berjalan, pedang Wei Chuan perlahan-lahan mengeluarkan sinar yang sangat terang, bukan hanya sangat terang dan menyakitkan mata, sinar itu juga mengeluarkan panas yang panasnya tidak terhingga, bahkan materi penyusun yang menjadi bahan bakar sinar itu tidak bisa menahan wujudnya dan meleleh seperti besi yang dipanaskan, dan saat itu terjadi, tubuh Zhou Lin mendidih hebat dengan seluruh organ tubuhnya yang meleleh menjadi cairan menjijikan dengan bau busuk yang menyengat.


"Khuoook..." Zhou Lin terus memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya, saat ini dia merasakan rasa sakit yang teramat dikondisi itu, tubuhnya hancur dan terkoyak menjadi wujud yang mengerikan, lalu sembuh kembali, namun tak berselang lama kemudian, tubuhnya terkoyak kembali dan dia merasakan sakit yang amat luar biasa lagi, lalu sembuh lagi, lalu hancur lagi, lalu sembuh lagi, lalu hancur lagi, kejadian itu terus berulang kali sampai-sampai Wei Chuan tidak bisa menghitung sudah berapa banyak Zhou Lin mati olehnya.


"Hoammmm...." Karena mengeluarkan energi yang sangat banyak kedalam serangannya, membuat tubuh Wei Chuan menjadi sedikit lelah dengan rasa kantuk yang menyertainya.


Wushhhhhhh


Wei Chuan menganga lebar saat menyadari bahwa pinggangnya telah bolong oleh sesuatu yang entah datang darimana, namun dia segera menutup mulutnya saat melihat kakaknya yang sudah berubah menjadi monster, terlihat sedang berdiri dengan posisi yang habis melemparkan sesuatu.


"Wei Chuan.... Bagaimana rasanya?" Tubuh dan wujud Zhou Lin yang sangat mengerikan, bertambah mengerikannya saat sebuah senyuman terbentuk diwajahnya.


"Kakak.... Kau menjijikan." Wei Chuan menurunkan kembali pedangnya, dan mengarahkan pedangnya kepada Zhou Lin, "Teknik Penyatuan Tunggal: Bintang Mati!" Wei Chuan menarik pedangnya, lalu menghunuskanya pada kepala Zhou Lin yang menjijikan.


Wushhhhhhh


***


Maaf banget temen-temen, saya baru bisa lanjutin novelnya gara-gara saya abis sakit demam sama pusing, ngeliat cahaya hape aja langsung pusing dan Leng lengan, jadi saya nggak bisa bikin pengumuman dan lain-lain yang bertujuan untuk memberi tahu, dan kebetulan saya sekarang udah lumayan sembuh dan bisa bikin satu chapter, jadi kalo up chapternya bulan belentong maklumi ya teman-teman 🙏🤒


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2