
Xin Huang memutuskan untuk membiarkan kemarahan Hua Mei mereda dulu, sebab jika dia paksa, bisa-bisa Hua Mei malah membencinya, dan tidak mau kenal dia lagi, jadi daripada segalanya hancur, Xin Huang lebih memilih untuk membiarkannya sebentar terlebih dahulu.
Setelah itu Xin Huang pergi kedalam rumahnya, dia juga sudah kangen berat pada anak satu-satunya, namun saat dia ingin melihat anaknya, dia melihat bahwa Hua Mei sedang menyusuinya, dia takut Hua Mei akan marah jika Xin Huang merebut Lian Mei.
"Hei, kau mau melihat Lian'er?" Tentu saja Hua Mei tidak sejahat itu, dia benar-benar mengerti bahwa Xin Huang rindu dengan anaknya setelah beberapa bulan tidak bertemu.
Xin Huang tersenyum senang, dan berlari menuju anaknya, dia benar-benar terpana dengan perubahan yang terjadi didepannya, dada Hua Mei terlihat lebih besar daripada beberapa bulan yang lalu.
Hua Mei sangat marah saat melihat apa yang sedang diperhatikan Xin Huang, bukannya melihat anaknya, dia malah melihat dadanya. "Hei!"
"Maaf, aku bercanda." Setelah ditegur oleh Hua Mei, Xin Huang dengan segera menggendong Lian Mei dengan cepat.
"Hati-hati!"
"Maaf, aku terlalu antusias." Xin Huang menjawab tanpa melihat Hua Mei, dia benar-benar terkejut dengan perubahan yang terjadi pada anaknya, anaknya benar-benar sangat imut dan cantik, anaknya juga sudah tumbuh besar hingga bisa mengucapkan beberapa kata yang tidak jelas apa artinya.
"Depa... Depa... Depa..." Anaknya tersenyum senang sembari menyentuh pipi Xin Huang.
"Apa sayang? Kau bicara apa?" Xin Huang mencium-ciumi pipi Lian Mei, dan sesekali menggesekkan kepalanya pada perut Lian Mei, dia lakukan itu untuk membuat Lian Mei tertawa.
Lian Mei tertawa terbahak-bahak saat terus-terusan digelitik oleh Xin Huang. Saat Xin Huang sedang asik bermain dengan anaknya, tiba-tiba Xin Huang mendengar sebuah suara yang sangat familiar.
Bocah.... Cepat sini.... Ada sesuatu....
Xin Huang sangat kesal saat mendengari suara itu, sebab karena suara itu, Xin Huang lagi-lagi harus pergi meninggalkan anaknya.
"Jangan ganggu aku bangsat"
Cepat sini! Ada sesuatu yang sangat penting!
Xin Huang menggeram kesal dengan suara Sun Mofa yang terus-terusan menggangunya, "Ini hanya sebentar kan?"
Ya, cepat sini!
__ADS_1
Xin Huang memejamkan matanya, lalu melirik Hua Mei yang menatapnya dengan tatapan datar, "Emm...."
"Kau mau pergi lagi kan?" Hua Mei sangat mengerti dengan ekspresi dan gerak-gerik suaminya, jadi dia bisa dengan mudah menebak apa yang ingin dikatakan Xin Huang.
"Sebentar saja kok"
"Ya, cepat sini berikan Lian'er."
Xin Huang dengan berat hati memberikan Lian Mei kepada Hua Mei, Lian Mei terlihat sangat sedih saat ayahnya mau pergi, "Depa...."
"Sebentar kok sayang." Xin Huang mengelus kepala Lian Mei.
Setelah itu, Xin Huang keluar dari rumahnya, dan hendak pergi dari situ, namun sebelum pergi, lengan bajunya tiba-tiba ditarik oleh Bing Lian yang sedang menggendong Bing Xiwang.
"Ada apa nona Bing?"
"Itu... Itu.... Apa aku boleh meminta pil yang dimakan oleh nona Hua Mei setiap hari?" Bing Lian meminta itu dengan rasa malu dan rasa tidak enak.
"Umm... Aku juga ingin perawatan..."
Xin Huang mendecih kesal, lalu memberi sepuluh botol pil kebugaran pada Bing Lian, "Ini"
Bing Lian sangat senang dan menerima itu dengan senang hati, "Terima kasih"
"Ya." Setelah itu Xin Huang memejamkan matanya, lalu tiba-tiba menghilang dari sana.
***
"Lama sekali." Sun Mofa terlihat kesal sembari berdiri diatas tubuh Zheng Yi yang sedang terkapar.
"Jangan berdiri diatas pria itu!" Yun Yue yang juga sedang terluka parah dan tepar diatas tanah, berteriak kesal saat melihat Sun Mofa dengan santainya berdiri diatas tubuh pria yang disukainya.
"Ya sudah aku duduk diatas tubuhmu saja." Saat Sun Mofa hendak menginjak tubuh Yun Yue, tiba-tiba muncul Xin Huang yang berada dibelakangnya.
__ADS_1
"Hey monyet! Ada apa?" Xin Huang bertanya dengan nada kesal, sebab dia masih ingin bermain-main dengan anaknya Lian Mei.
"Bocah, kata wanita ini, dia mengenalmu, namun aku tidak percaya dengannya, jadi aku memanggilmu untuk membuktikannya." Ucap Sun Mofa sembari menunjuk Yun Yue yang ada dibawahnya.
Saat Xin Huang melihat wanita itu, dia sangat terkejut karena dia sangat mengenalnya, "Hey! Kenapa kau membuatnya terluka seperti itu?!" Xin Huang dengan buru-buru mendekati Yun Yue, dan menyembuhkan seluruh lukanya dengan satu tatapan mata.
"Ughh...." Yun Yue yang sudah hampir kehilangan kesadarannya, tiba-tiba merasa seperti sehat sekali, dan langsung menganga terkejut saat melihat wajah Xin Huang, "Tuan Xin?'
"Halo YueYue, apa kau baik-baik saja?" Mau bagaimanapun, Yun Yue adalah teman Xin Huang, jadi wajar-wajar saja jika dia khawatir dengannya.
"Tuan Xin...." Yun Yue terlihat melamun, lalu mendapatkan kesadarannya kembali saat melihat kearah Zheng Yi. "Tuan Zheng! Tuan Xin! Aku minta tolong! Kumohon sembuhkan pria itu."
Xin Huang sedikit heran dengan permintaan Yun Yue, namun dia dengan segera menyembuhkan Zheng Yi dengan satu kali tatapan. "Sudah."
"Huh?" Yun Yue sangat bingung dengan apa yang diucapkan Xin Huang, namun kebingungannya menghilang saat melihat Zheng Yi yang seluruh tubuhnya sudah sembuh kembali, dan mengerang kecil tanda-tanda bahwa dia sudah sadar.
Yun Yue bangun dari atas tanah, lalu berlari mendekati tubuh Zheng Yi, "Tuan Zheng, apa kau baik-baik saja?"
"Hoo...." Zheng Yi sangat senang saat menyadari bahwa dia masuk surga, sebab saat dia membuka matanya, dia melihat seorang bidadari yang sangat cantik. "Apakah aku sedang berada di surga?"
Wajah Yun Yue memerah saat mendengarnya, "Surga apa? Kau masih hidup tuan Zheng!"
Zheng Yi baru ingat bahwa wajah yang cantik dan menawan itu, adalah teman berpetualangnya Yun Yue. "Ah, nona Yue."
Xin Huang memperhatikan kemesraan mereka dari jauh, namun perhatiannya teralihkan saat melihat seorang gadis kecil yang sedang luka parah juga sedang tepar diatas tanah. "Qiqiu? Kenapa dia ada disini?" Setelah itu, Xin Huang melirik Yun Yue dan Zheng Yi. "Dulu sehabis membunuh peri, aku membawa tubuh Qiqiu keatas langit, dan melemparkannya kebawah dengan asal, namun aku tak menyangka bahwa Qiqiu malah jatuh dibenua Qilong, entah siapa yang menemukannya, tapi jika aku duga, yang menemukan Qiqiu adalah Yun Yue atau *p*ria asing itu."
.
.
.
.
__ADS_1