Power System

Power System
Menara Batu


__ADS_3

Sudah sebulan penuh Xin Huang duduk dihadapan Hua Mei, didalam kepalanya hanya ada sebuah kebosanan dan kepenatan, dia harus membuang waktu satu bulannya hanya untuk duduk dan diam, itu membuat Xin Huang benar-benar kesal.


"Kapan selesainya sih?" Gerutu Xin Huang yang berharap Hua Mei cepat-cepat bangun.


Bang!


Tiba-tiba terdengar suara ledakkan yang teredam dari dalam perut Hua Mei, menandakan bahwa Hua Mei bertambah kuat, dan berdiri ditingkatan yang baru.


Senyuman senang mulai terbentuk dibibir merah muda Hua Mei, senyuman itu membuat seluruh kepenatan yang dirasakan Xin Huang langsung menghilang seketika. "Ah... Hua'er, aku tak tahan untuk menciumnya....."


"Em...." Kelopak mata Hua Mei perlahan-lahan bergerak-gerak, dan akhirnya Hua Mei membuka matanya. "Xin.... Aku berada ditingkat immortal!"


Cup...


Beberapa saat setelah Hua Mei membuka matanya, Xin Huang tiba-tiba mencium bibir Hua Mei, Hua Mei sedikit terkejut, namun keterkejutannya menghilang tergantikan oleh rasa hangat yang dirasakan dihatinya. "Xin.... Ternyata kau benar-benar mencintaiku...."


Xin Huang melepas ciumannya, dan hendak ingin melakukan itu dengan Hua Mei, namun Hua Mei menghentikan tindakan Xin Huang karena malu. "Kumohon tolong jangan disini.... Memalukan tau...." Tentu saja rasanya aneh jika melakukan itu ditengah hutan, walaupun tidak ada penduduk, tapi tetap saja rasanya memalukan.


"Lalu dimana? Apa kita pulang lagi?"


Hua Mei menggelengkan kepalanya, "Jangan, akan sangat memalukan bukan jika kita pulang hanya karena kita ingin melakukan itu?"


Xin Huang menghela nafas, lalu memejamkan matanya, "Aku sudah tidak tahan lagi, ayo kita cari kota." Setelah menemukan kota terdekat, Xin Huang mendekap tubuh Hua Mei, lalu tiba-tiba menghilang dari sana.


***


Kota Siandong. Kota yang terletak dibagian selatan benua Qilong, dan termasuk kedalam wilayah kekaisaran Qilong bagian barat. Mempunyai luas wilayah yang ukurannya lumayan besar, dengan sebuah tembok yang ukurannya juga termasuk besar.


Kota Siandong memiliki banyak bangunan-bangunan yang mempunyai fungsi berbeda-beda, tapi ada sebuah bangunan besar yang sangat istimewa dan spesial, atau bahkan harta negara bagi kekaisaran Qilong. Yaitu menara batu yang mempunyai fungsi sebagai tempat latihan bagi para kultivator-kultivator yang mampu, sebab biaya masuk kedalam sana sangatlah mahal, dan semakin tinggi lantainya, semakin mahal juga harganya. Hal yang spesial dari menara batu adalah penyerapannya yang tidak masuk akal, sebab menara kultivasi biasa, hanya bisa menyerap 100 kalilipat Qi dari orang biasa. Namun menara batu berbeda, menara batu kekaisar Qilong mampu menyerap 1.000


000.000.000 kalilipat Qi dari orang biasa! Seorang manusia biasa yang berkultivasi didalam sana, bisa mencapai tahap kelahiran hanya dengan waktu beberapa detik saja! Sangat luar biasa, bahkan puluhan sepuh dilevel nirwana ditugaskan untuk menjaga menara batu itu seumur hidup mereka. Namun karena kaisar benua Qilong yang mati karena perang sebelumnya, banyak orang yang berbondong-bondong untuk mengehak patenkan menara batu itu, sebab hak paten menara batu itu, sebelumnya dimiliki oleh kaisar Qilong. Jadi orang-orang yang berpengaruh didalam kekaisaran Qilong mencoba untuk merebut menara batu itu kedalam genggaman tangannya.


***


Xin Huang tiba-tiba muncul ditengah kota Siandong, para warga sedikit terkejut, namun mereka biasa kembali karena pemandangan seperti itu adalah hal yang biasa dialam atas.


Xin Huang dengan buru-buru mencari sebuah penginapan, namun perhatiannya teralihkan pada sebuah pilar raksasa yang tingginya menjulang keatas langit. "Hah? Apa itu sistem?"

__ADS_1


[Itu adalah menara batu, tempat untuk berkultivasi yang memiliki tingkatan spesial]


"Tingkatan spesial?"


[Tanya saja pada monyet peliharaanmu]


"Xin.... Ayo....." Ternyata Hua Mei sendiripun sudah tidak tahan untuk melakukan itu, namun Xin Huang malah melamun, dan berbicara sendiri.


"Hah? Em.... Nanti saja deh.... Kau latihan saja sana....."


Hua Mei merasa sangat kesal saat mendengar itu. Dia mendengus kesal, lalu pergi terbang darisana.


Wushhhhhh


Xin Huang sama sekali tidak memerhatikan Hua Mei yang marah, dia terlalu asik sendiri berbicara dengan sistem dan Sun Mofa. Namun pembicaraan asik itu teralihkan saat Xin Huang melihat Hua Mei sedang dihadang oleh seseorang berjirah besi.


....


"Mau apa kau?!" Hua Mei yang sedang kesal, menjadi tambah kesal saat dihalangi oleh pria asing berjirah besi.


"Maaf nona, tapi didalam kota dilarang untuk terbang, jadi mohon taati aturannya." Sembari berbicara, pria itu mengeluarkan sebuah aura kekuatan yang jika diukur, kekuatannya berada ditahap nirwana.


Bummmmmm


"Bacot!" Hua Mei menampar pria berjubah besi itu, hingga pria itu melesat jauh seperti peluru.


"Apa?! Seorang tahap nirwana kalah begitu saja oleh gadis itu?!"


"Hebat sekali gadis itu! Aku ingin tahu dia sudah menikah atau belum...."


"Wah... Akhirnya penjaga besi tingkat nirwana itu hancur juga, aku sudah sangat lama ingin melihat penjaga besi itu hancur sehancur-hancurnya."


Para warga disana menjadi ricuh saat melihat hal yang baru saja terjadi didepannya, namun Hua Mei mengabaikan itu semua, dan melanjutkan perjalanan terbangnya.


.....


Xin Huang tertawa terbahak-bahak saat melihat itu, dia baru pertama kali melihat istrinya marah dan menghajar orang, itu benar-benar pandangan yang baru dia lihat pertama kalinya!

__ADS_1


"Hahh.... Kita lanjutkan pembicaraan kita." Setelah itu, Xin Huang dan Sun Mofa berbicara perihal menara batu itu, sebab sistem sendiri yang menyarankannya.


"Bocah.... Jadi ini yang namanya sistem? Bentuknya aneh sekali." Ucap Sun Mofa sembari mengetuk-ngetuk panel sistem.


"Ya, kenalan sana...." Xin Huang tidak terlalu khawatir dengan Sun Mofa yang mengetahui sistem, sebab setelah dia berpisah dengan Sun Mofa, seluruh ingatan Sun Mofa tentang sistem akan menghilang, itulah yang akan terjadi jika sistem keluar dari jiwa Xin Huang, namun itu juga bisa saja berbeda jika sang sistem tidak ingin Xin Huang melupakannya.


"Halo sistem, namaku Sun Mofa, kau pasti sudah tahu itu." Lagi-lagi Sun Mofa mengetuk-ngetuk panel sistem.


[Jangan sentuh aku, atau kau akan mati]


Sun Mofa merasa ngeri, dan dengan cepat melepas tangannya dari panel sistem. "Sial, galak sekali." Saat ini Sun Mofa berpindah keatas kepala Xin Huang, dan duduk diatasnya.


"Nah, kata sistemku, kau tahu mengenai menara batu itu, jadi tolong jelaskan padaku."


Sun Mofa mengelus dagunya sembari menatap menara batu itu. "Menara batu ya..... Hah?! Menara batu?!" Sun Mofa tiba-tiba terkejut saat mengingat hal tentang menara batu itu.


"Apa? Kenapa?"


"Seingatku, menara batu itu bukanlah menara, tapi sebuah tongkat yang memiliki kemampuan sama persis dengan tongkat ChuoChuo ku. Dan tongkat batu itu dimiliki oleh seluruh pasukan monyet-monyetku dahulu, namun seingatku juga, semua tingkat batu itu hancur lebur menjadi debu saat jabatanku dilepas oleh iblis kuno. Dan yang membuatku terkejut, apakah kekuatan seorang penguasa dunia juga memiliki cacat?"


Xin Huang menganggukan kepalanya tanda paham, "Bukan cacat, tapi mungkin dari dulu tongkat batu itu memang sudah menancap ditanah ini. Sang iblis kuno menghapus pasukan monyet dengan tongkat batunya saja kan? Bukan menghapus seluruh tongkat batu didunia kan?"


"Hmmm.... Benar juga.... Tapi memangnya aku selemah itu ya, sampai-sampai aku tidak pernah melihat tongkat batu itu disaat aku tinggal dialam atas ini."


"Entahlah, tapi yang pasti tongkat ini berharga kan?"


Sun Mofa terdiam sejenak, lalu menyeringai lebar, "Jangan merebutnya, itu milikku! Tongkat ChuoChuo ku terlalu lemah ditingkatanku yang saat ini! Dan aku merasa bahwa tongkat batu itu memiliki kekuatan yang lebih kuat dari tongkat ChuoChuo ku."


"Baiklah, terserah kau saja...."


Wushhhhh


Setelah itu Sun Mofa terbang keatas langit, dan melesat dengan cepat kearah menara batu.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2