Power System

Power System
Kedamaian


__ADS_3

Bagi para penduduk benua Xiongwei, Wei Chuan sudah seperti dewa yang turun dari langit, karena kekuatan dan karismanya, sangat berbeda dari manusia-manusia yang biasanya, bahkan para pemimpin-pemimpin sekte besar tak akan bisa dibandingkan dengannya.


Sudah lebih dari puluhan miliar tahun Wei Chuan menjabat sebagai kaisar benua Xiongwei, perubahannya pun tidak main-main, mulai dari ekonomi, kekuatan, dan peringkatnya pun naik secara drastis semenjak Wei Chuan menjabat sebagai kaisar, sampai-sampai para penduduk Xiongwei, sudah lupa dengan nama dan kaisar asli benua yang dipijakinya.


Memang kaisar sebelumnya lemah, bahkan sampai-sampai membuat benua Xiongwei terdahulu menempati urutan terakhir dalam hal kekuatan. Tapi bagi para penduduk-penduduk kuno yang masih hidup, kaisar sebelumnya lah yang lebih mereka sukai, sebab kaisar sebelumnya sangat lembut dan baik hati, bahkan dia tidak segan-segan untuk menghapuskan pajak dari aturan benua, tapi apa boleh buat, yang kuatlah yang berkuasa.


Semua pendirian teguh, kebaikan dan keadilan, hingga mimpi-mimpi besar semuanya terhapuskan akibat kata-kata yang sangat sederhana kalimatnya, tapi luas artinya 'Yang kuatlah yang berkuasa' Kata itu mengartikan untuk, 'jadi kuatlah sebelum bermimpi!' bisa membuat semua hal-hal menjadi tidak beraturan, dan menjadi kacau, hingga menjadi terhapuskan. Bagi orang-orang yang tinggal didunia ini, kalimat singkat itu bisa menjadi motivasi, ataupun Penghancur harapan seseorang, terserah bagaimana orang itu menanggapinya. Tapi bagi sebagian kecil orang, kalimat itu sepantasnya menghilang dari dunia ini.


Sudah banyak upaya yang dilakukan sebagian kecil orang itu untuk menghapuskan kalimat terkutuk itu, tapi apa boleh buat? Yang kuatlah yang berkuasa.


Dan contoh sebagian kecil dari orang-orang itu adalah Fang Xiao. Dia selalu berusaha untuk menjadi orang yang kuat dan menghapuskan kalimat yang menurutnya terkutuk. Usahanya berhasil, orang-orang mulai saling menghargai, kedamaian terus tercipta untuk waktu yang lama, tapi semuanya hancur saat Wei Chuan datang dan membunuhnya, ya, dia adalah kaisar pertama benua Xiongwei, tidak tidak, lebih tepatnya, Benua Putih. Si pencipta kedamaian yang mati dimakan kutukannya sendiri, Fang Xiao.


Saat kedamaian benua putih hancur, bukan berarti alam atas juga menjadi damai, perang-perang terus berkecamuk, kehancuran terjadi dimana-mana, dan bahkan ratusan benua kecil hancur dimakan 'si kuat', 'si kuat' itu terus menyebabkan kehancuran dimana-mana, bahkan si emas hitam harus menantang tuhan dan berpihak pada iblis untuk menyingkirkan 'si kuat' itu demi tuannya.


Hingga akhirnya Zhou Lin datang, dan membunuh 'si kuat' itu dengan mudah.


.....


Kedamaian terus menyelimuti alam atas selama puluhan miliar tahunan terakhir, tanpa ada yang tahu bahwa kedamaian yang menjadi selimut alam atas, perlahan-lahan mulai terkikis dimakan keadaan dan keegoisan seseorang, siapakah seseorang itu? Tak ada yang tahu, bisa jadi Zhou Lin, Wei Chuan, atau mungkin 'si kuat'? Entahlah, tidak ada yang benar-benar tahu dengan itu.


***


"Aku merasa bahwa.... Waktunya sudah semakin dekat" Gumaman pelan seorang pria dengan rambut berwarna merah, dengan kedua sayap merah besar dipunggungnya.


Seorang wanita cantik berambut hitam disebelahnya, berlari kecil dan lalu menggenggam lengan pria itu, "Kita harus bersiap dengan semua kemungkinan yang ada"


Pria itu mengangguk, lalu menatap wanita cantik disebelahnya dengan dalam, "Rubah putih itu, memang bagus ditugaskan untuk berkhianat"

__ADS_1


Wanita itu tersenyum manis, lalu mencium pipi pria didepannya, "Ya, pengkhianatan adalah takdir tetap untuk para rubah"


....


"Hahahaha! Akhirnya waktunya sudah hampir dekat, semua kekuasaan asli dari para kerajaan bangsawan kuno akan bangkit kembali, merebut semua kekuasaan alam atas hanya didalam satu kekuasaan mutlak, kerajaan Anzhen!" Seorang pria yang sedang didalam kedalam goa bawah tanah, tertawa terbahak-bahak, membayangkan apa yang akan terjadi, dimasa yang akan datang.


***


Disalah satu restoran yang terletak didalam kota Hitam, terlihat Xin Huang melebarkan mata dan mulutnya, akibat melihat berita yang tertulis didalam koran. "Sekte Es Abadi hancur? Bing Lian bagaimana?" Xin Huang tidak khawatir pada dua hal itu, dia hanya khawatir pada kunci emas milik Bing Lian. "Sial! Perang pun sebentar lagi akan dimulai, apa yang harus kulakukan?!" Xin Huang memejamkan matanya, dan mulai berpikir apa yang harus dilakukan dia selanjutnya.


Setelah berpikir untuk waktu yang tak terlalu lama, Xin Huang membuka matanya, "Sistem, apa kau mempunyai peta yang menunjukkan dimana pecahan-pecahan kunci emas?"


[Punya, hanya saja harganya mahal]


"Berapa?"


Xin Huang tersedak ludahnya sendiri saat melihat harga peta itu, "Kenapa mahal sekali?! Bahkan harganya sama seperti harga elemen kekosongan!"


[Bilang saja tuan miskin]


"Miskin?! Baiklah, beli itu! Gunakan voucher diskon!"


[Membeli peta alam atas, beserta letak pecahan kunci emas]


[Poin Sistem dikurangi 9.999.999.999]


Harga peta yang tadinya 1 Triliun, berubah menjadi 10 Miliar akibat voucher diskon 99% yang pernah didapatkan Xin Huang saat naik ketingkat dewa.

__ADS_1


Xin Huang mengambil peta itu, lalu membukanya. Xin Huang melebarkan matanya tak percaya saat melihat peta itu, dia bisa melihat banyaknya pulau-pulau disitu, dan bukan itu saja yang membuat Xin Huang kaget, pulau-pulau yang terus bermunculan disetiap detiknya juga membuat Xin Huang terkejut. "Ini...?"


[Seperti yang pernah dikatakan tuan, alam atas terus berkembang disetiap detiknya]


Xin Huang menganggukkan kepalanya tanda paham, lalu dia menggeser layar peta itu, dan melihat 30 pulau yang besarnya puluhan kali lipat dari pulau biasa, dan dari yang Xin Huang duga, 30 pulau raksasa itu adalah 30 benua besar. Bukan hanya itu saja yang Xin Huang lihat, dia juga melihat 30 buah titik emas yang sebagian sedang bergerak, dan sebagian lagi sedang terdiam. "Ini pecahannya kan?" Titik-titik emas itu menandakan dimana pecahan kunci emas.


[Iya tuan]


Xin Huang mengangguk, lalu kembali mengamati titik-titik emas itu kembali. "Sebelum perang dimulai, aku harus bisa mengumpulkan pecahan-pecahan kunci emas yang bisa kudapatkan terlebih dahulu." Bila perang dimulai, bukan tidak mungkin benua-benua besar itu bisa lenyap dan terhapuskan dari peta, dan Xin Huang sangat mengantisipasi hal itu, sebab dia tidak mau mencari pecahan kunci yang ukurannya sangat kecil, didalam lautan yang sangat luas. "Dibenua Xiongwei, tidak ada lagi pemilik pecahan kunci emas, dan kunci emas yang paling terdekat, ada di pulau kecil bagian barat benua Hong." Benua Hong adalah benua yang menempati urutan nomor 10 dalam hal kekuatan, dan yang paling erat hubungannya dengan benua Xiongwei.


"Jadi misiku selanjutnya adalah pergi kepulau kecil itu" Xin Huang memejamkan matanya, lalu tiba-tiba menghilang dari sana.


***


Didalam dunia pribadi Xin Huang, Hua Mei terlihat sedang menyusui seorang bayi, dan bayi itu adalah Lian Mei. "Pergi lagi, pergi lagi" Hua Mei mendecakkan lidahnya kesal, sembari menggelengkan kepalanya.


Hua Mei merasa kesal akibat Xin Huang yang sebelumnya pamit padanya, walaupun mengerti dengan keadaan, Hua Mei tetaplah kesal dengan Xin Huang yang baru saja datang, malah sudah pergi lagi. Setidaknya tunggu satu bulan, baru boleh pergi, tapi tidak dengan Xin Huang, dia baru 3 hari pulang, sudah tidak betah dan malah pergi lagi. Walaupun Hua Mei ingin ikut, dia tidak bisa melakukannya, sebab Lian Mei masih bayi, dan masih butuh susu.


"Huff... Setidaknya beri aku kenikmatan dulu kek" Hua Mei menggerutu kesal, sementara itu Lian Mei terlihat sedang tertawa diatas gendongan Hua Mei.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2