Power System

Power System
Menghancurkan Keluarga Zhi


__ADS_3

"Hua'er, aku pergi dulu..." ucap Xin Huang didepan pintu rumahnya.


"Baik Xin...."


Sebelum pergi, Xin Huang mengecup dahi Hua Mei. "Sampai jumpa lagi Hua'er" Xin Huang berkata dengan senyuman.


Hua Mei hanya tertunduk malu sembari menyentuh dahinya. "Ya...." Hua Mei menjawab dengan suara kecil.


"Dasar pemalu...." Batin Xin Huang dengan senyuman kecil. Setelah berpamitan, Xin Huang berjalan pergi dari hutan.


"Hem..." wajah Hua Mei merona, lalu masuk kedalam rumahnya untuk berkultivasi.


.


.


.


.


"Ah.... jadi ini ya?" sebuah rumah besar dan dengan gerbangnya yang sangat besar juga terpampang dihadapan mata Xin Huang, digerbang itu juga tertulis nama keluarga Zhi.


"Apakah aku benar-benar harus membantainya?" Xin Huang berpikir ulang, sebab hanya Jin Zhi saja yang menggangu Hua Mei, bukan seluruh keluarganya, dia takut ada orang tak bersalah yang menjadi sasarannya.


"Hey bocah! Sedang apa kau?" seorang penjaga gerbang berteriak pada Xin Huang.


"Aku ingin bicara dengan kepala keluarga kalian...."


"Hmmm.... Apa kau sudah punya janji dengannya?"


"Belum sih"


"Kalau begitu.... Pergi sana!!!"


"Pak penjaga, cepat biarkan aku masuk sebelum aku menjadi liar dan kasar" Xin Huang mengeluarkan aura Inti Sucinya untuk menekan penjaga.


"I--Inti suci puncak!" Penjaga itu menggunakan semua kekuatannya hanya untuk berdiri tegak.


"Cepatlah...." Xin Huang berencana u tuk berunding dulu, bila tidak berhasil, lebih baik bantai saja.


"Ba--Baik" Penjaga itu berlari masuk kedalam istana itu.


(Didalam ruang pertemuan keluarga Zhi)


"Jin'er, apakah Hua Mei sudah ketemu?" tanya seorang wanita dewasa cantik kepada Jin Zhi.


"Belum ibu" Wanita yang dipanggil ibu oleh Jin Zhi adalah Lun Yan.


"Hmmm... kemana perginya gadis itu" Fan Zhi, itulah nama pria yang sedang bergumam.


Brakkkkk


Tiba-tiba pintu terbuka oleh penjaga. "Maaf tuan, aku ada informasi penting" ucap penjaga itu bersujud.


"Informasi apa?" tanya Fan Zhi.


"Ada seorang Inti Suci puncak ingin bicara dengan tuan"


"Seorang Inti Suci puncak?"


"Ayah, mungkin itu orang yang kuceritakan kemarin"


"Orang yang ingin menghancurkan keluarga kita?"

__ADS_1


"Ya ayah"


"Mungkin saja.... Cepat panggil dia kesini"


"Baik tuan" Penjaga itu bersujud sekali lagi, lalu pergi keluar


***


"Ayo tuan, akan kuantar bertemu kepala keluarga" ucap penjaga pada Xin Huang.


"Ayo" Xin Huang berjalan pergi mengikuti penjaga.


Tuk...


Tuk...


Tuk...


Tuk...


Lima menit Xin Huang berjalan, akhirnya dia sampai disebuah ruang dengan pintu besar yang menutupinya.


Krietttt


Suara derit pintu terdengar, terlihat didalam ruangan tiga orang sedang duduk membicarakan sesuatu, lalu mereka menghentikan kegiatannya saat melihat Xin Huang.


"Halo...." ucap Xin Huang singkat, lalu masuk kedalam.


"Silahkan duduk" Fan Zhi mempersilahkan Xin Huang duduk.


"Hooo... Sopan sekali" Xin Huang tersenyum kecil, lalu duduk disana.


"Ada apa tuan mencariku?" Fan Zhi bersikap sopan karena dia merasakan kekuatan Xin Huang berada diatasnya.


"Aku hanya ingin anakmu menghentikan kegiatannya yang sedang mencari istriku, Hua Mei" Xin Huang bicara langsung ke intinya.


"Wow.... Tidak sopan" Xin Huang menyeruput teh didepannya.


"Jin'er, tenang dulu" Lun Yan berucap sembari memeluk kepala Jin Zhi.


"Baik Bu...."


"Dia memang istriku, oleh sebab itu aku sangat kesal kau mengganggu istriku"


"Itu tidak mungkin! Hua Mei sangat benci pada laki-laki!"


"Dia benci kau, bukan laki-laki"


"Sial!!! Kau menantangku?!!" Jin Zhi mengeluarkan aura kekuatannya yang hanya di level Merasakan Qi.


"Jin'er, aku tak ingat bila pernah mengajarimu ketidak sopanan pada orang yang kuat" Fan Zhi mengeluarkan auranya untuk membuat Jin Zhi diam.


"Sopan pada yang kuat? pantas saja dia semena-mena pada Hua Mei" Rasa iba Xin Huang menghilang saat melihat watak asli Fan Zhi.


"Baiklah, aku akan bilang saja ke intinya. Jauhi Hua Mei, atau akan kubantai keluargamu" Xin Huang mengeluarkan sedikit aura membunuhnya untuk menekan ketiga orang itu.


"Kau bisa membunuh semua orang di keluargaku, tapi tidak untuk Istri dan Anakku" Fan Zhi juga mengeluarkan aura membunuhnya.


"Ya, Aku tidak peduli.... Kau mau menjauhi istriku, atau ingin kubantai?"


"Pilihannya ada dianakku"


"Kau yakin mempertaruhkan hidup keluargamu kepada bocah itu?"

__ADS_1


"Ya, karena dia, anakku"


"Baiklah, cepat putuskan"


"Aku... Aku... Aku tidak akan melupakan Hua Mei!!!" lengan Jin Zhi berubah menjadi tombak petir, lalu menyerang kepala Xin Huang.


Duarrrrrrrrr


Ruangan itu hancur berkeping-keping saat mengenai Xin Huang. "Aku tahu kau belum mati..." Fan Zhi masih merasakan aura Xin Huang disekitarnya.


"Tentu saja, serangan sampah itu tidak akan pernah melukaiku" Xin Huang muncul dari balik asap-asap.


"Hah.... Tamat sudah keluargaku" Fan Zhi hanya pasrah dan tidak melawan sama sekali.


"Yah... Kau gagal menjadi orang tua" Xin Huang mengarahkan telapak tangannya ke depan.


"Teknik Ruang dan Waktu: Pisau Dimensi"


Zrashhhhhhhh


Leher Jin Zhi, Fan Zhi dan Lun Yan terpotong rapih oleh pisau biru kecil yang ada ditangan Xin Huang.


[Selamat tuan telah membunuh Fan Zhi]


[Mendapatkan 800.000 PP]


[Mendapatkan 80.000 PS]


[Selamat tuan telah membunuh Lun Yan]


[Mendapatkan 600.000 PP]


[Mendapatkan 60.000 PS]


[Selamat tuan telah membunuh Jin Zhi]


[Mendapatkan 30.000 PP]


[Mendapatkan 3.000 PS]


Setelah membunuh ketiganya, Xin Huang bergerak cepat dan menebas semua orang yang ada di keluarga Zhi, bahkan pelayan dan penjaga pun tak luput dari sasarannya.


**


"Tuan walikota!!!" terlihat seorang penjaga berbicara pada seorang pria berambut hitam panjang dengan mata biru cerah sedang tiduran dikursinya, dia juga sedang memakan anggur.


"Hm?" jawab orang itu dengan malas.


"Keluarga Zhi telah hancur!!!"


"Oh.... begitu....", Bai Xuantian, itulah nama walikota kota Xuan. Dia dikenal sebagai walikota yang tidak bertanggung jawab, dia hanya mementingkan dirinya sendiri. Kerjaannya hanya makan dan tidur, dia tidak pernah sekalipun memikirkan kotanya.


"Bersihkan reruntuhannya agar tidak merusak pemandangan, dan para wisatawan akan tetap berdatangan", Ya, sikap acuh tak acuhnya lah yang membuat dia dibenci oleh warganya, dia juga sangat suka uang dan makanan, makanan kesukaannya adalah makanan khas kota Dong, oleh sebab itu kota Xuan dan Kota Dong memiliki hubungan yang erat.


"A--Apa? apa tuan tidak ingin tahu siapa yang menghancurkannya?"


"Tidak, orang itu pasti kuat. Aku malas mencari masalah dengan orang kuat"


"Baiklah...." penjaga itu keluar dari ruangan. "Huh.... dasar pemalas, aku benar-benar muak punya walikota seperti ini" batin penjaga itu. Sebenarnya mereka sudah sangat muak dengan cara kerja walikota yang malas dan hanya memikirkan uang. jika kau bertanya, kenapa tidak ada yang protes kepadanya? Ya itu karena dia kuat, dia menjadi orang terkuat nomor dua dibenua naga. Didunia ini, orang kuatlah yang berkuasa, mau sebejat apapun pemimpinnya, mereka tidak akan protes, karena apa? karena mereka kuat. dan di dunia ini juga, pemimpin suatu daerah tidak boleh lemah sama sekali, sebab jika pemimpin mereka lemah, mereka bisa dengan mudah digulingkan oleh orang yang lebih kuat. Jadi memiliki penerus yang lemah, sama saja dengan kehancuran keluarganya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2