Power System

Power System
Dua Tahun


__ADS_3

"Walikota! Walikota! Walikota!" terlihat seorang penjaga sedang berlari dengan wajah paniknya.


"Hm?" jawab Bai Xuantian malas.


"Keluarga Liu sudah hancur!!!" penjaga itu berbicara dengan suara yang keras.


"Sial, kecilkan suaramu" Indra pendengaran Bai Xuantian sangatlah kuat, sehingga dia sangat sensitif dengan suara keras.


"Maafkan aku tuan. Keluarga Liu sudah hancur!" kali ini penjaga itu berbicara dengan suara yang lebih pelan.


"Aku sudah tahu..." karena pendengarannya yang sensitif, Bai Xuantian tahu bahwa keluarga Liu sudah hancur. "Itu hanyalah pembantaian...." Bai Xuantian juga mendengar ledakan manusia seperti balon.


"A--Apa tuan sudah tahu?"


"Apa kau tuli? aku kan sudah bilang tadi"


"Bila tuan tahu, kenapa tuan tidak membantunya?"


"Itu bukan urusanku" Bai Xuantian menjawab dengan malas.


"Dua pilar kota Xuan telah hancur, dan kau sebagai walikota hanya diam saja seperti orang bodoh? mana tanggung jawabmu?!!" kali ini, penjaga itu tidak ingin berdiam diri saja.


"Kan sudah kubilang, itu bukan urusanku" Bai Xuantian mengeluarkan auranya. "Aku akan memaafkanmu untuk hal yang lainnya. Tapi aku tidak bisa diam saat kau menyebutku bodoh" Bai Xuantian menyipitkan matanya.


"Bunuhlah aku! aku sudah muak hidup dikota yang dipimpin orang bodoh dan pemalas!" penjaga itu sudah tidak takut lagi dengan kematian. Lagian dia belum menikah, jadi bila dia mati, tidak akan ada orang yang menangisinya. Begitulah pikirnya.


"Kau yang meminta" Bai Xuantian tiba-tiba muncul dihadapan penjaga itu.


Kressss


Bai Xuantian mencengkeram kepala penjaga itu hingga hancur. "Dasar menyebalkan"


.


.


.


.


(Dua tahun kemudian...)


(Hutan MeiMei, terletak di sebelah Utara kota Xuan)


"Teknik Peri Bunga: Hujan Teratai" terdengar suara wanita di kedalam hutan MeiMei.


Wushhhhhh


Muncul sebuah teratai raksasa sebesar gunung saat wanita itu mengucapkan jurusnya. Teratai raksasa itu terlihat melayang-layang di atas langit. Setelah menunggu untuk waktu yang tak terlalu lama, muncul banyak tonjolan kecil diseluruh permukaan teratai raksasa itu.


"Serang..."


Wushhhhhh


Sesaat setelah wanita itu bicara, seluruh tonjolan kecil diteratai raksasa itu membesar, lalu melesat kesegala arah seperti hujan badai yang sangat besar.


Wushhhhh


Wushhhhhh


Wushhhhhhh

__ADS_1


Wushhhhhhhh


Ternyata yang ditembakan teratai raksasa itu adalah teratai kecil. Yang anehnya, saat teratai kecil itu menyentuh tanah, akan muncul duri-duri tajam yang terbuat dari kayu. Kini, keadaan hutan MeiMei terlihat hancur lebur dengan banyak duri-duri kayu yang menghiasinya. Setelah hujan teratai terjadi selama satu menit, teratai raksasa itu mulai menghilang dibawa angin.


"Fyuhh... Teknik yang diberikan suamiku memang hebat" wanita itu berbicara dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.


"Hua'er, kau sudah sangat kuat" Xin Huang tiba-tiba muncul disebelah wanita yang ternyata Hua Mei.


"Itu semua berkatmu...."


"Itu juga karena tekadmu, Hua'er" Xin Huang tersenyum hangat.


"Ehm, terima kasih Xin"


"Sama-sama"


Sudah dua tahun lebih Xin Huang melatih Hua Mei. Kini Hua Mei sudah berada di level Inti Suci Puncak satu ledakan. Selama dua tahun itu juga, Xin Huang melatih Hua Mei dengan teknik yang dia beli dari sistemnya, Teknik Peri Bunga, teknik yang pernah dipakai Dewi bunga beberapa juta tahun yang lalu.


"Ayo Kita pergi"


"Pergi kemana Xin?"


"Sebelum kita pergi ke benua Utara, Kita pergi dulu ke kota Dong"


"Kota Dong? Untuk apa kita pergi ke kota Dong?"


"Kudengar ada makanan yang sangat unik disana, dan hanya bangsawan yang tahu itu"


"Jadi... Sebelum kita pergi, kita makan di kota Dong terlebih dahulu?"


"Ya, kau benar"


"Kenapa kau baru ingin mencobanya sekarang?"


Selama Dua Tahun penuh, Xin Huang selalu melatih Hua Mei, dia tidak punya waktu untuk makan, ataupun mengurus dirinya sendiri. Kali ini Xin Huang benar-benar ingin Hua Mei menjadi kuat, agar bisa menjaga dirinya sendiri, agar Hua Mei tidak terluka lagi.


"Ah... Begitu...." Wajah Hua Mei merah padam saat disentuh Xin Huang.


"Baiklah, ayo pergi" Xin Huang


mengeluarkan mobil terbangnya.


"Woahh... Apa ini Xin?" Hua Mei sangat terkejut melihat kemunculan sebuah lempengan besi hitam yang melayang-layang.


"Oh, ini adalah kuda yang berevolusi" Xin Huang menjawab dengan kebohongan.


"Kuda yang berevolusi?" Hua Mei memiringkan kepalanya.


"Ya, kita bisa menaikinya dan dia bisa terbang di atas langit"


"Apakah kuda yang berevolusi akan berubah menjadi besi?"


"Ya, ini buktinya"


"Woah..."


"Baiklah, ayo naik" Xin Huang membukakan pintu mobil terbangnya.


"Terima kasih Xin" Hua Mei duduk dikursi mobil Xin Huang.


"Ayo kita berangkat" setelah duduk dikursi supir, Xin Huang melesat di atas langit.

__ADS_1


***


"Wah, Wah, Wah, Ada apa walikota Xuan datang ke rumahku?" ucap seorang pria botak dengan mata berwarna hijau cerah kepada Bai Xuantian.


"Gong Tianzong, Aku sudah puluhan kali datang kerumahmu, dan kau masih saja bertanya apa tujuanku datang kesini" Setelah berbicara, Bai Xuantian menyeruput teh dihadapannya.


"Hei, aku belum menyuruhmu meminum teh" Mata Gong Tianzong semakin tajam menatap Bai Xuantian.


"Lalu?" Bai Xuantian masih santai meminum teh.


"Tidak ada, aku hanya memberi tahu" wajah Gong Tianzong kembali cerah dengan senyuman di bibirnya.


"Dasar...." Bai Xuantian tersenyum kecil, lalu meminum tehnya lagi.


"Bai Xuantian, apa kau ingin itu lagi?" Ucap Gong Tianzong dengan senyuman yang semakin lebar.


"Ya, aku ingin itu lagi" Bai Xuantian juga mengeluarkan senyum yang semakin lebar saat membicarakan 'itu'.


"Baiklah pelayan, bawakan itu!" Gong Tianzong memanggil pelayannya.


Setelah menunggu beberapa menit, Pelayan Gong Tianzong datang membawa meja besar dengan banyak makanan di atasnya.


"Ah... Makanan kesukaanku" Bai Xuantian mengambil makanan-makanan itu.


"Hahaha, peternakan kami sangatlah bagus, sehingga sapi-sapi disana sangat sehat dan gemuk. Dagingnya pun sangat lembut, cobalah" Gong Tianzong mempersilahkan Bai Xuantian memakan makanan yang di atas meja.


Bai Xuantian memotong satu daging, lalu memakannya. "Hmmm..." Sensasi lembut dimulut Bai Xuantian lumer tak terkendali.


"Enak" Bai Xuantian tersenyum senang.


"Tentu saja enak, kami memasukkan sedikit bumbu yang membuat makanan ini enak"


"Bumbu? omong kosong, itu serbuk pecandu kan?" Bai Xuantian berbicara sembari mengunyah daging itu.


"Hei, jangan berbicara sembari mengunyah!.... Tapi yang kau bicarakan itu benar, aku memasukan sedikit bubuk pecandu didalam makanan itu"


"Kau berani sekali memasukan bumbu aneh dimakananku, tidak usah dimasukan bumbu pun, makanan ini enak, sialan" Bai Xuantian berbicara keras sembari mengunyah daging itu.


"Hahaha, kau terlihat lucu dengan pipi gendut itu!" Gong Tianzong tertawa terbahak-bahak saat melihat pipi Bai Xuantian yang menggembul saat mengunyah.


"Sial! jangan mengalihkan topik!"


"Hahaha, aku hanya ingin mengetes mu saja... Omong-omong, apa kau mau membeli bubuk pecandu ini?"


"Hmmm.... Boleh, ini bisa meningkatkan Bisnisku" dengan bubuk pecandu ini, dia bisa menarik para bangsawan untuk makan direstorannya, dan itu sangat menguntungkan. Begitulah pikirnya.


"Oh iya, kedua pilar kotamu hancur kan? kenapa kau diam saja? bisnismu merosot bukan?"


"Orang yang menghancurkan kedua keluarga itu sangat kuat, aku malas meladeninya"


"Oh iya, aku lupa. Kau kan pemalas, sangat identik dengan Ras mu, ras manusia kucing" Gong Tianzong mengatakan sesuatu yang membuat Bai Xuantian terkejut.


"Darimana kau tahu itu?" Bai Xuantian menghentikan kegiatannya, memakan.


"R-A-H-A-S-I-A" Gong Tianzong mengatakan itu dengan senyum selebar-lebarnya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2