Power System

Power System
Mo Gui vs Xin Qiang dan 5 Kepala Keluarga


__ADS_3

Duarrrrrrrrrrrrrr


serangan kombinasi walikota dan kepala keluarga menghancurkan stadion dan sekitarnya, para penonton yang belum sempat lari ketempat aman, langsung musnah tak bersisa.


"Dahsyat sekali!!!", Jian Tan berteriak ketakutan.


"Kakek, kita amankan dulu Xia Ren!!!", saran Xin Huang.


"Baiklah, ayo!!!"


(Stadion)


"Itu belum cukup", Mo Gui berdiri tanpa luka sedikitpun.


"Memang", Xin Qiang mengeluarkan pedangnya, para kepala keluarga yang lain juga mengikutinya.


"Tombak Darah", muncul tombak yang terbentuk dari darah di tangan kanan


Mo Gui.


hiyahhhhhh


Wali Kota dan 5 kepala keluarga menyerang Mo Gui.


Sringgggg


Trangggggg


Tringgggggg


Terdengar keras suara dentuman pedang dan tombak darah, setiap mereka mengayunkannya, area disekitarnya langsung hancur meninggalkan jejak kerusakan.


"Pedang Emas", Xin Qiang menebaskan pedangnya ratusan kali.


Sringggggg


Sringggggg


Sringggggg


Sringggggg


Mo Gui menghindari serangan yang bisa dihindari, bila tidak bisa dihindari, Mo Gui bisa menangkisnya.


"Pusaran Lautan", Yin Shui menusukkan pedangnya yang sudah berubah menjadi bor air.


"Perisai Darah", muncul pelindung berwarna merah pekat disekita Mo Gui.


"Hiyahhhhhh"


Duarrrrrrrrrrrr


Jejak serangan sepanjang 30 meter terbentuk akibat serangan itu.


"Tidak mempan"


"Bom Darah", muncul puluhan bola kecil yang mengelilingi walikota dan lima kepala keluarga besar.


"Berlindunglah!!!", Xin Qiang mengingatkan.


"Pelindung Air"


"Pelindung Tanah"


"Pelindung Api"


"Pelindung Petir"


"Pelindung Angin"


"Meledak lah!!!" teriak Mo Gui.


Duarrrrrrrrr


Duarrrrrrrrr


Duarrrrrrrrr


Duarrrrrrrrr


Duarrrrrrrrr


Puluhan bola kecil itu meledak, meluluh lantakkan seluruh kota Xinan.


(Padang Rumput sebelah Kota Xinan)


"Sial, kuat sekali", Xin Huang menyipitkan matanya untuk melihat Kota Xinan yang sudah hancur.


"Ya, untung kita selamat", Jian Tan bernafas lega.


"Kakek, aku adalah ahli racun, aku akan mencoba menyerap racun putih itu nanti", Xin Huang merasa tidak enak hati dengan Lao Ren.


"Apa?, benarkah?", Lao Ren seperti merasakan angin segar saat mendengarnya.


"Sebelumnya aku ragu, tapi sekarang tidak", Xin Huang ingat saat terjadi ledakkan yang pertama, Xin Huang diselamatkan oleh pelindung yang dibuat Lao Ren.


"Terima Kasih Xin, aku akan memberimu semua emasku bila kau bisa menyembuhkan cucuku", Lao Ren berucap sembari menatap Xia Ren yang sedang digendongnya.


"Ya"


(Kota Xinan)


"Sial, kuat sekali" keluh Sheng Huo.


"Jangan lengah!!!!", teriak Xin Qiang.

__ADS_1


Terlihat setitik cahaya merah dibalik asap-asap yang menutupi.


"Apa?!!!, itu serangan yang berbahaya!!!", jerit Ni Di Xiang.


Mo Gui terus mengumpulkan Qi darah didalam mulutnya.


"Plasma Darah"


Mo Gui melancarkan serangan laser darah yang sangat besar, gunung-gunung yang sangat jauh pun menjadi korbannya.


"Masih Hidup?, seperti kecoak saja"


Para Walikota dan 5 Keluarga Besar terluka parah akibat serangan itu.


"Parasit Neraka"


Saat Mo Gui sedang mempersiapkan serangan untuk membunuh Walikota dan 5 kepala keluarga besar, muncul mahluk hijau besar dengan gigi runcing tanpa mata bersiap untuk melahapnya.


"Apa?!!!", Mo Gui membuat pelindung darah untuk melindungi dirinya.


Krekkkkkkkkkk


Pelindung itu langsung retak saat digigit oleh mahluk besar itu.


"Duri Darah", Muncul duri besar yang muncul di bagian luar pelindung, duri itu mengoyak seluruh tubuh mahluk hijau itu. Walikota dan para kepala keluarga masih bingung dengan apa yang terjadi.


"Apa kau tahu, bahwa dineraka ada salah satu mahluk yang sering menghisap emosi para arwah yang sedang disiksa, nama mahluk itu adalah Parasit Neraka", Xin Huang muncul dari balik asap-asap yang menutupi pandangan.


"Xin Huang?!!", Xin Qiang menjerit tak percaya bahwa orang yang membuat retak pelindung Mo Gui adalah peserta turnamen.


"Kau?!", Mo Gui sedikit terkejut saat melihat Xin Huang.


"Ini", Xin Huang melemparkan puluhan botol Pil Penumbuh Tulang dan Pil Penumbuh Daging pada Walikota.


"Ini?!!", Walikota sangat terkejut melihat Xin Huang memiliki puluhan botol Pil Penumbuh Tulang dan Pil Penumbuh Daging.


Saat Xin Huang dan Jian Tan pergi ke pasar, Xin Huang mampir terlebih dahulu ke toko Matahari Tengah untuk membeli bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Pil Penumbuh Tulang dan Pil Penumbuh Daging. Xin Huang selama seminggu penuh membuat pil.


"Sudah, makan saja", Xin Huang mengeluarkan pedang darahnya.


"Ba,,Baiklah", Xin Qiang membagikan pil itu kepada 5 Kepala keluarga.


"Hmph, kedatangan seseorang dengan tahap Merasakan Qi tidak akan memengaruhi jalan pertarungan", Mo Gui mendengus.


"Oh, bagaimana kalau kita coba", Xin Huang tersenyum mengerikan.


Xin Huang tidak akan yakin bisa menang bila dia bertarung sendirian, tapi dia yakin bisa memenangkan pertarungan bila dia bertarung bersama Xin Qiang dan 5 Kepala keluarga.


"Hey nak, terima kasih atas pil nya", ucapan terima kasih dari Yin Shui.


"Ya nak, terima kasih", para kepala keluarga yang lain juga mengucapkan hal yang sama.


"Sama-sama"


"Tombak Darah", muncul tombak darah ditangan kanan Mo Gui. tombak itu perlahan-lahan mulai berputar seluruh Qi di area sekitarnya tersedot oleh tombak itu.


"Apa?!", Xin Qiang dan 5 kepala keluarga terkejut melihat serangan itu. "tombak itu menyedot Qi alam?!", jerit Xin Qiang.


"Memangnya ada yang salah?" Xin Huang kebingungan, kenapa hanya menyedot Qi saja heboh?.


"Kemampuan menyedot Qi alam berarti Qi nya tidak terbatas, bila jurus ditombak itu sangat kuat, itu akan berbahaya, karena jurus itu tidak ada batasnya, jurus itu bisa digunakan berulang kali", Shan Lan menjelaskan.


"Hmmm, berbahaya juga"


"Bor Darah", Mo Gui mengarahkan jurusnya pada mereka bertujuh.


"hiyahhhh!!!"


"Aku akan menahannya", ucap Ni Di Xiang.


"Benteng Batu"


Muncul gundukan tanah yang sangat besar, gundukan tanah itu berputar melindungi apa yang ada didalamnya.


"Itu percuma!!!!"


Duarrrrrrrrrrr


Pelindung itu langsung hancur seketika saat menyentuh bor darah Mo Gui.


"Sial!!!!", umpat Ni Di Xiang.


"Akan Kutahan!!!", ucap Xin Huang.


"Siksaan Dingin:Es Hitam"


Muncul Es yang sangat besar melindungi mereka bertujuh. "Ini?", Xin Qiang dan 5 kepala keluarga lainnya merasa aneh melihat es didepannya. Pasalnya es didepannya bukan seperti es yang biasanya, tapi es yang berwarna hitam legam.


"Kau tahu, dineraka ada dua siksaan, siksaan panas dan siksaan dingin"


"Siksaan Panas melambangkan Api Merah yang sangat panas,"


"Siksaan dingin melambangkan Es Hitam yang sangat dingin dan keras"


, Xin Huang menjelaskan.


"Jadi?,,", ucap Xin Qiang


"Bukan, ini hanya replika, yang asli lebih dingin dan hitam dari ini"


"Oh!,,,,"


Mo Gui merasa heran saat melihat segunduk es hitam bisa menahan serangan itu dengan mudah.


"Ini giliranku, Mo Gui", ucap Xin Huang.

__ADS_1


"Tiga Puluh Parasit Neraka", seketika setelah Xin Huang mengucapkannya, muncul mahluk raksasa hijau berjumlah tiga puluh.


"Serang dia, Parasit Neraka"


Sssshhhhhhhh


Sringggggggggg


Para parasit neraka mengumpulkan Qi hijau dimulut mereka.


"Akan kubantu nak", Xin Qiang juga mengeluarkan jurusnya.


"Ya, kami juga", 5 kepala keluarga mengeluarkan Jurusnya.


"Hmph, Bor Darah"


"Siksaan Panas:Neraka Api", Xin Huang juga mengeluarkan jurus nya sendiri.


"Seranggg!!!!", teriak.Xin Qiang.


"Hiyahhhhhhhh"


Wuuushhhhhh


Semua jurus terlepas dan saling mengadu.


Duarrrrrrrrrrrrrrrrrr


Ledakan besar itu menimbulkan kawah sebesar 500 meter.


"Hosh,,Hosh,,Hosh,,", Xin Huang ngos-ngosan.


"Ini,, tidak,, mungkin,,", Mo Gui perlahan-lahan mulai menghilang menjadi butiran debu.


[Selamat, tuan telah membunuh Mo Gui]


[Mendapatkan 800.000 PP]


[Mendapatkan 80.000 PS]


[Selamat tuan telah mencapai level Merasakan Qi tingkat 8]


"Status"


[Nama:Xin Huang]


[Profesi:


-Alkemis Kelas 3


-Ahli Formasi Kelas 3


-Tukang Senjata Kelas 3


-Ahli Racun Kelas 6]


[Level:Merasakan Qi (8)]


[Poin Pengalaman:50.000/390.000]


[Poin Sistem:80.300]


[Status:Sehat]


[Teknik:


-Neraka


-Racun Neraka]


[Misi]


[Versi:0.1]


[Upgrade]


**


Brukkk


"Akhirnya mati juga", ucap Sheng Huo.


"Ya, tapi,,,", Yin Shui melirik tiga temannya yang sudah tak bernyawa lagi.


"Feng Xuan, Ni Di Xiang, Shan Lan, mereka akan dikenal sebagai pahlawan oleh masyarakat kota Xinan", ucap Xin Qiang sembari menatap langit.


"Ya, dan nak, terima kasih atas bantuanmu", Sheng Huo berterima kasih pada Xin Huang.


"Sama-sama"


"Dan ini belum selesai, masih ada tiga iblis lagi di kekaisaran Shen", ucap Xin Qiang.


"Benarkah?", ucap Xin Huang.


"Benar, Mo Bai ada di kota Xuan, Mo Fei di Kota Xi dan Mo Xi di kota Dong"


"Mo Bai?", dada Xin Huang bergejolak, entah karena marah atau lelah, yang pasti Mo Bai adalah buronan kota Xuan, sekaligus pembunuh ibu Xin Huang yang asli.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2