Power System

Power System
Gadis Burung


__ADS_3

Setelah 3 bulan berkutat dengan para raja-raja itu, Xin Huang akhirnya bisa mencapai level Dewa Matahari, dan jika dia membunuh sekitar 900 para raja lagi, dia bisa mencapai level Dewa natural, sungguh Wow! Bahkan Xin Huang sendiri tidak bisa mempercayainya, sebab semua keajaiban yang tercipta ini, ada disebuah benua yang ditempati oleh ras terendah, atau mungkin ras yang direndahkan. Jika pilar-pilar ini sampai bocor kedunia luar, mungkin benua Dongwu sudah hancur, dan menghilang dari peta.


.....


"Ini giliranmu, gadis manis." Saat ini Xin Huang sedang berada di pilar ke 9100, dan lawannya kali ini adalah seorang ras setengah binatang burung api, burung yang memiliki insting sangat tinggi, dan memungkinkan dirinya untuk bisa melihat jauh kemasa depan.


Seorang gadis cantik berambut merah, serta bermata kuning cerah, menanggapi perkataan Xin Huang dengan santai. "Giliranku? Giliran apa?"


"Hehe, maaf, aku belum memberimu pilihan" Xin Huang terkekeh kecil, lalu berjalan mendekati gadis itu. "Kau mau memberiku berkat, atau mati?"


Gadis manis itu menatap Xin Huang, lalu mengalihkan pandangannya, "Aku akan memberimu berkat"


Xin Huang menaikkan sebelah alisnya heran, "Hm? Sepertinya kau melihat masa depan ya?"


"Ya, tapi aku tidak bisa memberi tahumu, sebab itu adalah hal yang tabu." Seseorang yang bisa melihat masa depan, hanyalah seorang pengguna waktu, itupun dibatasi hanya 10 detik saja. Sehingga burung api yang bisa melihat kemasa depan yang sangat jauh, memilih untuk menutup mulut mereka, daripada dijadikan alat peramal bagi mahluk-mahluk lain. Dan hal itu membuat sebuah perjanjian yang dituliskan didalam buku hukum alam, 'Jika ras burung api memberi tahu apa yang mereka lihat dimasa yang akan datang, maka mereka otomatis akan kehilangan seluruh jiwa dan raganya, dan tidak akan pernah bisa memasuki surga ataupun neraka, eksistensi mereka akan lenyap seutuhnya. Dan jika ada mahluk lain yang memaksa burung api untuk meminta memberitahu apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang, maka mahluk lain itu akan otomatis kehilangan seluruh jiwa dan raganya, dan mahluk lain itu tidak bisa memasuki surga ataupun pun neraka, eksistensi mereka lenyap seutuhnya' Perjanjian-perjanjian itu yang membuat para manusia, iblis, dan juga ras lain memilih untuk menjauh dan mencap bahwa burung api adalah burung yang tidak berguna, dan direndahkan serendah-rendahnya.


"Tapi tak kusangka burung rendahan sepertimu bisa menjadi ratu" Xin Huang menggelengkan kepalanya, sembari menatap gadis kecil didepannya yang sangat lucu.


"Rendahan? Sebenarnya kami bukan binatang rendahan, tapi binatang yang diberikan berkat sangat tinggi, sehingga orang-orang rendahan macam kau, tidak akan bisa melihat ketinggian kami, dan mencap kami rendahan"


"Tentu saja kami tidak tahu, sebab kau tidak pernah memberi tahunya"


Mulut gadis kecil itu terbuka lebar-lebar, dia tidak bisa membantah apa yang diucapkan Xin Huang, "Sialan kau, bocah iblis." Setelah menggerutu kesal, gadis kecil itu menempelkan tangannya pada dahi Xin Huang.


Xin Huang diam saja, sebab dia sudah mengalami ini puluhan kali.


"Aku Huo Niao, ratu kerajaan Dongwu ke 900, memberikan berkat kepada iblis setengah naga bernama Xin Huang. Terberkatilah kau, Xin Huang!" Huo Niao memberikan berkat dengan setengah hati, walaupun kekuatan yang didapatkan Xin Huang sepenuh hati.


[Ding! Berhasil mendapatkan berkat dari ratu ke 900 kerajaan Dongwu. Mendapatkan 50 Triliun Poin Pengalaman]


Wushhhhhhhhh

__ADS_1


Sebuah api berwarna merah padam, memasuki tubuh Xin Huang, dan memberikan penguatan pada tubuh Xin Huang. "Fyuh.... Tapi kau tahu namaku darimana?"


"Rahasia" Gadis kecil itu tersenyum, lalu tiba-tiba menghilang dari sana.


"Hahhh.... Baiklah, aku akan pergi dari sini" Xin Huang menggelengkan kepalanya, lalu pergi dari sana.


***


"Anakku yang cantik, malang sekali nasibmu, kau harus kehilangan ayahmu saat kau masih bayi." Terlihat Hua Mei yang sedang menjemur Lian, didepan teras rumahnya, dia juga terlihat sedang kesal, akibat Xin Huang yang tidak pulang-pulang, padahal Xin Huang bisa saja mempercepat waktu didunianya, dan menengoknya sesekali, tapi Xin Huang sama sekali tidak pulang selama berbulan-bulan, sungguh menyebalkan. Sehingga Hua Mei mengira Xin Huang sudah mati, dan akan mengurus anaknya tanpa bantuan si sialan Xin Huang.


Wushhhhh


Xiu Lan tiba-tiba muncul dihadapan keduanya, "Nona Hua Mei, tenanglah, karena kalung ini masih aktif, berarti tuan Xin Huang nasib hidup"


Hua Mei tersenyum manis, lalu menatap Xiu Lan, "Nona Xiu Lan, suamiku telah mati, jadi kau buat saja kuburannya dibelakang rumahku"


"Tapi nona Hua Mei...."


"Nona Xiu Lan, aku minta tolong...."


Wusshhhhhhh


Setelah melihat Xiu Lan yang sudah pergi, Hua Mei curhat kembali kepada anaknya.


***


"Aku... Aku tidak bisa melakukannya, nona Yue" Terlihat Qiqiu yang sedang ketakutan, dihadapan puluhan monster mengerikan yang mengelilinginya.


"Kau mau membalas dendam pada Xin Huang kan? Cepat kalahkan mereka semua!!!" Ucap Yun Yue sembari teriak-teriak.


"Nona Yue.... Kenapa kau jadi galak sekali? Apa aku punya salah padamu?" Setelah Qiqiu bercerita bahwa dia ingin balas dendam pada Xin Huang, Yun Yue berubah menjadi wanita galak, dan melatih Qiqiu dengan keras.

__ADS_1


"Kau tidak ada salah, tapi Xin Huang yang kau katakan itu sangatlah kuat, bahkan miliaran kali lipat lebih kuat dari para monster-monster itu, sehingga kau harus dilatih dengan keras, agar bisa menggapai Xin Huang." Sebenarnya Yun Yue tidak ada dendam pada Xin Huang, namun apa boleh buat? Jika dia ingin bertemu dengan Xin Huang, dia harus memanfaatkan Qiqiu.


"Ba-Baiklah" Qiqiu dengan langkah gemetaran, berjalan mendekati monster-monster itu


"Grrrrrrrrrr"


"Grrrrrrrrrr"


"Grroaarrrrrrrr"


Para monster disana menggeram dengan kesal, saat melihat Qiqiu yang perlahan-lahan berjalan mendekatinya. "Teknik Amukan Raksasa: Gemuruh!!!!" Qiqiu berubah menjadi raksasa besar, dan menghantamkan kakinya pada para monster-monster itu.


Bruaakkkkk


Para monster-monster itu menghindarinya, dan mulai menggigiti kaki Qiqiu.


"Sakit!!!!" Qiqiu yang kesakitan, menendang kesegala arah, dan menghamburkan para monster-monster itu.


Bummmmmm


Bummmmmm


Bummmmmm


Kawah besar tercipta dimana-mana, suara ledakkan dan asap-asap yang mengepul membumbung tinggi ke atas langit, menciptakan suasana mengerikan bagi orang biasa, dan menciptakan keindahan alam bagi orang yang cinta bertarung.


"Jadi Qiqiu adalah ras kuno ya? Apakah ras kuno ini menjadi petunjuk bagiku untuk menemui Xin Huang? Entahlah, tapi yang pasti, aku akan mendidik Qiqiu untuk melupakan dendamnya, dan membawaku untuk menemui Xin Huang" Gumam pelan Yun Yue.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2