Power System

Power System
Kota Hitam


__ADS_3

"Xin... Kenapa kota itu dinamakan kota Hitam?" Tanya Hua Mei yang sedang berada didepan gerbang kota Hitam.


"Entahlah, mungkin kulit penduduknya berwarna hitam" Xin Huang mengangkat bahunya.


"Eee... Kau tidak tahu?"


"Tidak"


"Biasanya kau tahu, kau kan punya teman rahasia"


"Kata teman rahasiaku, dia bukan tuhan"


"Hehe, sepertinya temanmu lucu ya"


"Tentu, dia sangat lucu"


"Baiklah, ayo kita masuk" Hua Mei menggenggam lengan Xin Huang.


"Ayo" Xin Huang dan Hua Mei berjalan bersama mendekati gerbang itu, tapi sebelum masuk, Xin Huang dan Hua Mei dipanggil seseorang.


"Hei! Berikan tanda pengenal kalian!" teriak penjaga itu.


"Ini"


"Ini"


Xin Huang dan Hua Mei memberi penjaga itu kartu pengenalnya. "Hmmm.... Kota Xinan? Kota Xuan? Kota apa itu?" Penjaga itu bingung dengan identitas keduanya. Seingatnya, dibenua Xiongwei tidak ada yang namanya kota Xuan dan kota Xinan.


"Kota Xuan? Kota Xinan? Maksudmu ini?" Ucap Xin Huang dengan sekantong emas ditangannya.


"Oh... Mungkin desa yang tersembunyi ya...." Penjaga itu dengan cepat mengambil kantong emas itu. "Ekhem... Silahkan masuk"


"Terima kasih tuan" Xin Huang dan Hua Mei menunduk, lalu memasuki kota.


"Xin! Kau memang pintar!"


"Tentu saja"


"Bagaimana kau bisa tahu, bahwa penjaga itu menerima suap?"


"Itu mudah saja"


"Cepat beri tahu!!!"


"Hehe, kuberitahu ya. Pertama, Lihatlah wajahnya, wajahnya terlihat seperti orang miskin kan?"


"Betul!"


"Kedua! Lihat nada bicaranya! Dia sopan pada orang kaya, dan kasar pada orang miskin. Penjaga seharusnya tidak seperti itu, sebelum bekerja sebagai penjaga, biasanya mereka akan memasuki sekolah penjaga dulu, dan mereka di didik untuk sopan tanpa melihat status mereka, dan tentu saja orang miskin tak punya uang untuk memasuki sekolah itu, itu bisa terlihat dari sikapnya"


"Dan ketiga, beri uang Yang sangat banyak"


"Wow! Kau memang jenius!"


"Hehe" Xin Huang menggosok-gosok hidungnya bangga.


"Lalu.... Kita akan ngapain dikota ini?"


"Hua'er, wanita yang kau sebutkan tadi namanya ada Bing-Bing nya kan?"


"Iya"


"Lalu, dia berada dilevel Saint kan?"


"Iya! Memangnya ada apa?"


"Matriak sekte Es Abadi namanya adalah, Bing Lian"

__ADS_1


"Bing Lian.... Ah!"


"Betul! Kota Hitam adalah kota utama milik sekte Es Abadi!"


"Jadi!!! Kau mau melabraknya?!"


"Melabrak? Kau bodoh sekali ya...."


"Bodoh?!"


"Tentu saja! Buat apa melabrak?! Memangnya dia salah apa?!"


"E...E...E..."


"Tidak bisa menjawab ya?"


"Erghh!!! Jadi kau mau apa?!"


"Aku ingin membangun relasi dengan wanita bernama Bing Lian ini"


"Membangun relasi? Bagaimana caranya?"


"Kita tunjukkan hal-hal hebat didepan dirinya"


"Bagaimana caranya?! Sudah tahu aku bodoh! masih saja bicara berbelit-belit!"


"Kukira kau hanya bodoh biasa, ternyata kau itu bodoh sekali ya"


"Katakan!!!"


"Tentu saja dengan ini" Xin Huang menunjukkan sebuah poster ditangannya.


" 'Pelelangan Umum Sekte Es Abadi' " Hua Mei membaca poster itu.


"Betul! Kita akan menunjukkan kekayaan kita disana"


"Bisa kita pancing...."


"Pancing... Hahaha, kau kan orang kaya! jadi kau akan memancingnya dengan kekayaanmu kan!"


"Betul! istriku memang sangat pintar!"


"Kau mengejekku?!"


"Tidak, istriku..." Xin Huang memeluk-meluk tubuh mungil Hua Mei.


"Em...." Hua Mei merasa aneh saat dipeluk-peluk Xin Huang.


"Kenapa? Kau terangsang?" Xin Huang berhasil menebak gelagat aneh Hua Mei.


"Tidak!!!" Hua Mei berteriak malu.


"Tak kusangka kau semesum ini" Xin Huang menatap aneh Hua Mei.


"Aku tidak mesummm!!!" Wajah Hua Mei sudah terlihat seperti tomat.


"Ya ya" Xin Huang melanjutkan perjalanannya.


"Tunggu aku!!!"


***


"Hmmm...." Sebuah bangunan tingkat 7 dengan plank bertuliskan Paviliun Bintang Biru terpampang dihadapan Xin Huang.


"Xin... Dengan bangunan sebesar ini, apa benar yang diundang hanya Perwakilan sekte Es Abadi saja?"


"Aku tidak tahu.... Mungkin kita bisa menanyakannya pada wanita pelayan disana?" ucap Xin Huang sembari menunjuk salah satu pelayan wanita disana. "Nona!!!" Xin Huang memanggil pelayan itu.

__ADS_1


"Halo tuan!" Ucap pelayan yang dipanggil Xin Huang.


"Nona, apakah pelelangan umum yang diadakan satu Minggu lagi hanya untuk sekte Es Abadi saja?"


"Tentu saja tidak! 15 Sekte besar yang ada di benua Xiongwei juga akan mengikuti pelelangan ini"


"Hmmm.... Apakah pelelangan ini diadakan beberapa tahun sekali?"


"Ya! Pelelangan ini di adakan 300 tahun sekali, dan sudah diadakan selama 30 kali, dengan nona Bing Lian yang menjadi penyelenggaranya"


"Begitu...." Xin Huang mengelus dagunya. "Lalu, bagaimana caranya aku mengikuti pelelangan ini?"


"Untuk tamu biasa, tuan bisa membayar 100 emas saja. Untuk tamu VIP, tuan harus belanja dipaviliun ini sebanyak 1 Triliun emas"


"1 Triliun Emas?!" Hua Mei berteriak kaget. Bahkan uang bulanan yang diberikan Xin pun hanya 10 Miliar, tapi untuk menjadi VIP, harus membayar 1 triliun emas.


"Betul! Bila tuan membelanjakan 1 Triliun emas, tuan bisa mendapatkan kartu VIP khusus, dimana kartu itu hanya ada 30 buah, 15 lainnya sudah didapatkan oleh pemimpin yang lain"


"Kaisar Wei?"


"Dia sudah tidak aktif lagi sejak 50.000 Tahun yang lalu, jadi dia tidak sempat untuk mendapatkan kartu VIP ini"


"Lalu, apa untungnya bila mempunyai kartu VIP?"


"Pembelanjaan tak terbatas. Seseorang yang mempunyai kartu VIP bisa membeli apapun dipaviliun Bintang Biru dengan gratis, kecuali untuk event lelang. Dan mempunyai kartu VIP, berarti kekuasaannya setara dengan 15 kepala sekte besar"


"15 Sekte besar, itu termasuk dengan Nona Bing Lian kan?"


"Ya!"


"Jadi... Dia sudah pasti datang kan?"


"Tentu! Sebagai penyelenggara, Nona Bing Lian selalu menghadiri event lelang ini selama 3000 tahun"


"Baiklah, ini" Xin Huang memberi satu cincin penyimpanan pada wanita itu.


Setelah menerimanya, pelayan wanita itu mengecek isinya. "Satu triliun!" Pelayan wanita itu melihat gunungan emas didalam cincin peyimpanannya.


"Ya, cepat berikan kartu VIP"


"Ta-tapi penyerahan kartu VIP hanya bisa dilakukan oleh manajer"


"Licik juga" Seseorang yang berani memberikan satu triliun secara cuma-cuma, sudah pasti manajer itu harus melihat wajahnya, bahkan jika bisa, manajer itu pasti akan membangun relasi dengan si VIP ini. "Baiklah, antarkan aku"


"Baik tuan!" pelayan itu terlihat girang. Dengan membawa calon VIP, pasti dia akan kecipratan sedikit uangnya, bahkan bila manajernya baik, dia akan dapat kenaikkan gaji.


Pelayan itu membawa Xin Huang dan Hua Mei berjalan kedalam bangunan tujuh tingkat itu, mereka terus berjalan hingga melihat sebuah ruangan besar dengan tulisan 'manajer' didepan pintunya. Pelayan itu memasuki ruangan untuk memberi tahu manajer, setelah menunggu 15 menit, pelayan itu keluar.


"Silahkan masuk tuan...."


"Terima kasih nona" Xin Huang mengangguk.


"Terima kasih nona, ini ada sedikit untukmu" Hua Mei memberikan pelayan itu sekantong emas.


"Be-Benarkah?" Pelayan itu gugup saat melihat emas sebanyak itu.


"Sudahlah nona, terima saja"


"Te-Terima kasih" Pelayan itu menerima kantong emas itu, lalu membungkukkan tubuhnya.


"Sama-Sama" ucap singkat Hua Mei, lalu mengikuti Xin Huang memasuki ruangan itu.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2