
Beberapa Minggu yang lalu, Yun Yue berhasil mencapai kultivasi level inti suci puncak 30 ledakkan, semua itu disebabkan oleh ribuan sumber daya yang diberikan Xin Huang dulu, sehingga dia menjadi orang pertama yang bisa sampai kealam atas.
Yun Cheng membuka pengumuman bahwa alam atas telah dibuka setelah Yun Yue mencapai level 30, sebab Yun Cheng tidak mau anaknya menjadi nomor 2, ataupun nomor terakhir, kira-kira, hanya keegoisan orang tua saja.
Sudah 2 bulan Yun Yue tinggal dialam atas, selama 2 bulan itu, Yun Yue hanya tinggal didalam gubuk kecil yang ada ditengah hutan, dia tidak mau kemana-mana, sebab dia ketakutan, dia berencana untuk naik ketingkat mortal dulu baru bepergian, yah, diakan wanita, bila dia lemah, bisa-bisa dia hancur oleh lelaki bejat.
Saat sedang berkultivasi didalam goa besar, dia tiba-tiba melihat seorang gadis kecil yang tergeletak dihadapannya, dengan kedua tangan dan kaki yang sudah terpotong rapih. Itu membuat dia bingung sekaligus ketakutan saat melihatnya.
Merasa bahwa dia hanya anak kecil yang tidak berdosa, dia memberi anak itu pil regenerasi, dan membawanya kedalam rumah.
Anak kecil itu bangun setelah dua hari tinggal dirumah Yun Yue. Dan Yun Yue baru mengetahui bahwa namanya adalah Qiqiu, dan dia adalah ras raksasa, serta tragedi yang menimpanya dia alami sebab orang yang dikenalinya.
"Xin Huang..... Apa dia sudah tahu aku ada disini?" Gumam pelan Yun Yue yang sedang duduk santai dihalaman depan gubuknya. "Apa karena dia tahu, jadi dia menitipkan anak itu? Tapi buat apa dia mengurus anak itu setelah menghancurkan panutannya? Apa dia sedang membuat mesin pembunuh? Atau dia memang punya kelainan?" Yun Yue mengelus dagunya, dia sedang mengingat hal aneh apa yang pernah ditunjukkan Xin Huang saat dia melihatnya.
"Tidak ada yang aneh deh.... Bikin penasaran saja" Yun Yue cemberut kesal saat mengingat Xin Huang, "Sudahlah, sebaiknya aku melihat anak itu lagi"
Yun Yue berdiri, lalu memasuki rumahnya.
***
"Kakak juru selamat! Terimakasih"
"Terimakasih tampan!"
"Terimakasih dan menikahlah denganku!"
"Terima kasih juru selamat, semoga kau mendapatkan hadiah dari Tuhan"
Disepanjang jalanan kota Laohu, Xin Shuo terus disalami oleh para demi-human yang berterimakasih padanya, membuat dia sedikit kerepotan menanggapi semuanya.
__ADS_1
"Hei kalian! Apa kalian tidak lihat juru selamat yang sedang kerepotan?! Sana berbaris!" Dou Mao yang marah, membentak para demi-human itu dengan nada yang keras.
Para demi-human itu cemberut, dan dengan terpaksa mengikuti perkataan Dou Mao, sebab mau tidak mau, mereka tetap harus mengikuti perkataan jendralnya.
"Terimakasih Dou Mao, tapi kau tidak perlu membentak mereka" Xin Shuo mengelus kepala Dou Mao dengan lembut.
"I-Iya" Dou Mao tertunduk malu, dengan wajah yang memerah dan ekor yang bergerak kekanan dan kekiri. "O-Oh iya! Aku baru ingat bahwa aku harus menyampaikan sesuatu kepadamu!"
Xin Shuo menaikkan sebelah alisnya, "Dari siapa?"
"Dari raja!" Dou Mao berbicara pada Xin Shuo dengan kepala yang tertunduk, sebab dia terlalu malu untuk menatap demi-human naga tampan didepannya.
Xin Shuo tersenyum kecil, lalu melirik Dou Mao, "Apa isi pesan itu?"
"Tolong datanglah kebawah tanah istanaku. Itulah pesannya"
Xin Shuo menganggukan kepalanya, "Baiklah, apa kau mau mengantarkan aku?" Xin Shuo tersenyum manis pada Dou Mao.
"Wanita memang kuat.... Tapi banyak celahnya" Batin dalam hati Xin Shuo, dengan senyuman kecil dibibirnya.
***
Setelah melalui perjalanan panjang menggunakan kereta kuda, akhirnya Xin Shuo sampai dihadapan istana Yin Shi. Setelah sampai disana, Xin Shuo diantarkan oleh Dou Mao kearah tangga yang mengarah kebawah tanah.
Setelah berjalan menuruni tangga itu selama 15 menit, Xin Shuo bisa melihat Yin Shi yang sedang berdiri tegak dihadapan tugu batu, dan bila Xin Shuo melihat kearah depannya lagi, dia bisa melihat ribuan pilar tinggi yang jumlahnya tidak bisa dia lihat ujungnya.
Xin Shuo sangat terpana saat melihatnya, sebab ukiran-ukiran yang ada disetiap pilar-pilar itu, jauh berbeda dengan pilar-pilar yang lain. Dan setiap ukiran-ukiran itu memiliki penampilan yang sangat indah, dan enak dipandang.
Melihat wajah Xin Shuo yang sedang terpana, Dou Mao terkekeh kecil disebelahnya, "Itu adalah pilar dari raja-raja terdahulu, dan bila Yin Shi telah mati, dia akan dijadikan pilar seperti itu"
__ADS_1
Xin Shuo menganggukan kepalanya tanda paham, "Baiklah, terimakasih nona Dou"
"Y-Ya" Wajah Dou Mao memerah, lalu berbalik pergi dari sana.
Melihat seseorang yang ditunggunya telah datang, Yin Shi membuka matanya, dan memanggil Xin Shuo untuk datang kedekat dirinya.
Xin Shuo mengerti itu, lalu berjalan mendekat kedepan tubuh Yin Shi yang sedang berdiri tegak.
"Tuan Xin.... Apa kau tahu apa itu berkat?" Gumaman pelan Yin Shi, sembari menatap semu pilar-pilar raksasa yang ada didepannya.
Xin Shuo menaikkan sebelah alisnya, "Karunia yang diberikan untuk kebaikan?"
Yin Shi tersenyum, lalu menghela nafasnya, "Betul.... Dan apa kau tahu nama dari pilar-pilar ini?"
Xin Shuo menggelengkan kepalanya, "Tidak tahu, ini baru pertama kalinya aku datang kesini"
"Nama dari pilar-pilar ini adalah.... Berkat Raja"
Dahulu kala, sang kaisar pertama benua Dongwu memiliki kekuatan absolute yang sangat kuat, bahkan kaisar pertama itu bisa menghancurkan satu benua dengan satu ayunan jarinya. Merasa bosan dengan kekuatan yang terlalu kuatnya, dia membagi setengah kekuatannya pada sebuah tongkat batu. Setelah tongkat batu itu diberi kekuatan, tongkat itu bisa berubah menjadi kecil, menjadi besar, menjadi panjang, ataupun menjadi pendek sesuka hati kaisar pertama. Sang kaisar pertama itu sangat menyukai tongkat itu, sehingga dia membuat tongkat batu itu menjadi simbol dari ras setengah binatang yang ada di benua Dongwu.
Beberapa ribu tahun terlewati, umur kaisar pertama yang memang sudah tua dari dulu, mulai bertambah menjadi lebih tua, sang kaisar sudah terlalu malas untuk hidup lebih lama, sehingga dia hanya pasrah dengan takdirnya, dan mati dalam keadaan bosan.
Saat sang kaisar itu mati, tongkat batu milik kaisar mulai berubah menjadi besar dan tinggi, membentuk sebuah pilar raksasa yang menjulang keatas langit, sebuah esensi yang keluar dari tongkat itu menelan tubuh kaisar pertama, dan mengubur tubuh kaisar pertama, didalam sebuah pilar raksasa yang sangat tinggi.
Para ras binatang yang ada disana menjadi seperti tercerahkan oleh sesuatu, dan mulai mengikuti cara dari kaisar pertama mereka, yaitu mengubur para raja didalam pilar raksasa yang sangat tinggi dan indah.
.
.
__ADS_1
.
.