Power System

Power System
Harta Yang Tak Terhingga Dari Barat


__ADS_3

Crattt


Crattt


Crattt


Crattt


Banyak organ tubuh yang berceceran dimana-mana, organ tubuh itu berceceran karena pemiliknya hancur meledak seperti balon.


"Hmmm..." Xin Huang berjalan dengan santai di luar kediaman Gong Tianzong. Para Pemburu kota yang ada disana akan meledak saat Xin Huang melangkahkan kakinya.


"Xin... Ini sangat menjijikan" Hua Mei merasa ingin muntah melihat organ-organ tubuh yang berceceran.


"Kau yakin belum pernah melihat organ tubuh manusia? itu aneh tau" Xin Huang mengingat bahwa Hua Mei pernah mengancam akan memotong bagian tubuh Xin Huang saat turnamen.


"Ayolah Xin, itu demi harga diri. Yang sebenarnya itu aku tidak pernah melihat organ tubuh manusia"


"Harga diri..." Xin Huang selalu kerepotan dengan orang yang mempunyai harga diri tinggi, mereka seolah tidak takut dengan apapun. Menunjukan kekuatan besar pun sia-sia karena mereka tidak takut gara-gara harga diri yang sangat tinggi.


Wushhhhhhhhh


Muncul aura kuat yang datang tiba-tiba. "Apa-Apaan ini sial?!" umpat seorang pria botak dengan mata berwarna hijau.


"Gong Tianzong" Xin Huang menatap Gong Tianzong dengan tatapan tajam.


"Kau siapa bocah?!" Gong Tianzong menggaruk-garukan telinganya.


"Botak, turunlah. Agar aku bisa dengan mudah memenggal kepalamu"


"Hooo... Orang kuat ya?" Seingat Gong Tianzong, orang lemah tak akan sombong dihadapan orang kuat.


"Apakah kau akan merepotkan? atau tidak?" Xin Huang mengangkat jarinya. "Turunlah...." Xin Huang berucap pelan.


"Erghhhh!" Gong Tianzong merasakan perasaan berat dipundaknya saat Xin Huang berucap pelan.


"Turun!"


Bummmmmm


Gong Tianzong jatuh ketanah akibat tekanan aura Xin Huang. "Erghhh" Gong Tianzong berlutut dengan tekanan besar yang masih hinggap dipundaknya.


"Hua'er, dia sudah melemah akibat auraku, dengan kekuatanmu, kau bisa seimbang melawannya"


"Benarkah?" tanya Hua Mei.


"Ya" Xin Huang menjawab dengan senyuman kecil diwajahnya.


"Baiklah. Gong Tianzong, bersiaplah" Hua Mei sangat marah dengan kelakuan Gong Tianzong. Seolah, ingin mencabik-cabiknya hingga menjadi bagian kecil.


"Bajingan!" Gong Tianzong mengeluarkan tongkat emas dari cincin penyimpanannya.


"Teknik Peri Bunga: Duri Mawar"


Gruduk


Gruduk


Gruduk


Muncul batang hijau besar dengan banyak duri dari bawah tanah. Batang berduri itu melesat ke arah Gong Tianzong dengan cepat.


Wushhhhhh


"Teknik Tongkat Emas: Menari"


Gong Tianzong memutar tongkatnya, lalu menangkis seluruh batang berduri itu dengan mudah. Gong Tianzong memutar tongkatnya seolah sedang menari diatas panggung.


"Hmmm... Sepertinya aura yang kuberi kurang kuat" Xin Huang menambah aura kekuatannya menjadi lebih besar.


"Apa?!, Khuook!" Gong Tianzong memuntahkan darah akibat tekanan yang diberikan Xin Huang.


"Hihi, berjuanglah" Xin Huang menyeringai dengan sangat lebar.


"Teknik Peri Bunga: Daun Kristal", muncul sebilah pedang yang terbuat dari daun di lengan Hua Mei. Anehnya, daun itu lebih terlihat seperti kristal, bukan seperti daun yang biasanya. "Daun ini bisa menyerap Qi, lalu memantulkannya kembali. Jadi, dengan tekanan yang diberikan suamiku, seranganmu tidak akan ada gunanya" Hua Mei bersiap menerjang Gong Tianzong.


"Ha... Ha... Ha.... Kau tidak tahu apapun" Gong Tianzong masih bisa tertawa dengan tekanan yang diberikan Xin Huang, walaupun itu dipaksakan.


"Aku terkenal karena, aku tidak mempunyai Qi" Gong Tianzong menyeringai.


Gong Tianzong tidak memiliki Dantian sejak dia lahir. Dia hanya memiliki tubuh istimewa, tubuh yang bisa menyerap Qi secara otomatis, lalu secara otomatis juga, Qi yang diserapnya akan memperkuat tubuhnya. Cara menghitung tingkat Gong Tianzong pun tidak ada yang tahu, dia diberi tingkat Inti Suci puncak 5 ledakan pun karena dia pernah mengalahkan seseorang yang berada ditingkat itu, dan dia tidak bisa mengalahkan Bai Xuantian yang berada di Inti Suci puncak 6 ledakan.


"Tidak punya Qi?" Xin Huang terkejut saat mendengar pernyataan itu.


"Itu benar saudara Xin" Zhang Zi Lian menjelaskan semuanya. "Jadi, dia malas-malasan pun akan tetap bertambah kuat" Zhang Zi Lian mengakhiri penjelasannya.


"Hooo... Pantas saja dia masih bisa berdiri dibawah tekanan ku" Seharusnya, saat dibawah tekanan Xin Huang, dia akan tersungkur ditanah dan tidak akan bisa bergerak sedikitpun.


"Teknik Tongkat Emas: Jalan Emas" Gong Tianzong mengayunkan tongkatnya berkali-kali, menangkis seluruh serangan yang datang dari Hua Mei.


Tring!


Tring!


Tring!


Tring!


Muncul percikan-percikan api saat tongkat Gong Tianzong dan Pedang Hua Mei beradu.


"Apa-apaan?!, Bahkan dengan tekanan yang diberikan Xin Pun, dia bisa unggul dariku" Lama-lama Hua Mei terdesak oleh ayunan tongkat Gong Tianzong.


"Gadis kecil, pengalamanmu, berada jauh di bawahku" Gong Tianzong melompat.


Wushhhhhh


"Teknik Spesial Tongkat Emas: Getaran Penghancur Dunia!" Gong Tianzong mengangkat tongkatnya. Lalu mengayunkannya secara vertikal ke arah Hua Mei.


Hua Mei yang melihat itu, menangkis serangan yang datang dengan pedang kristalnya.

__ADS_1


Bummmmmmm


Muncul kawah besar akibat hantaman tongkat Gong Tianzong. "Ah... Sial kau" ditengah kawah, terlihat Xin Huang menahan serangan Gong Tianzong dengan satu jari, dan tangan sebelahnya lagi sedang memeluk Hua Mei.


"Bajingan!" Gong Tianzong melompat kebelakang. "Khheek" Sesaat setelah Gong Tianzong menyentuh tanah, tiba-tiba leher Gong Tianzong dicekik oleh Xin Huang.


"Kau hampir membunuh istriku tau" Xin Huang merasa marah melihat tangan Hua Mei tergores. "Jadi, akan kubunuh kau" Xin Huang meremas leher Gong Tianzong lebih keras.


"Tu--Tunggu"


"Kenapa?" Xin Huang menampilkan senyuman kecil.


"A-Aku punya informasi berharga..."


"Hooo.... Dari yang kudengar, kota Dong memiliki kemampuan Intel yang luar biasa ya?"


"Be--Betul"


Brukkkk


Xin Huang melepas cekikannya. "Lalu, cepat beri tahu apa informasi yang kau punya?" Xin Huang mendekati Gong Tianzong.


"Harta Yang Tak Terhingga Dari Barat"


"Harta Yang Tak Terhingga Dari barat?"


"Betul! saat timku berkelana ke benua barat, kami menemukan aura kekuatan yang sangat kuat, kemungkinan itu adalah sebuah artefak yang kekuatannya diluar nalar!"


"Hooo.... Lanjutkan...."


"Saat kami masuk kebenua barat, benua itu sangat kosong, dan kami nyatakan bahwa benua barat itu benua mati"


"Benua mati? apa itu?" Xin Huang memiringkan kepalanya.


"Benua mati itu adalah benua yang tidak bisa dihuni dan tidak punya penghuni, bisa karena ada monster kuat, atau ada racun mematikan"


"Jadi sama seperti yang kulakukan ke benua iblis, semua penghuninya kubabat habis, lalu benua itu tidak bisa dihuni lagi akibat racunku yang bertebaran" batin Xin Huang.


"Lanjutkan..." Xin Huang mengangguk-angguk.


"Saat satu kilometer kami memasuki benua itu, tiba-tiba muncul monster yang menghancurkan kepala kami semua"


"Lalu?"


"Sudah, catatan bawahanku hanya sampai disitu saja"


"Cih"


Zrashhhhhhh


Kepala Gong Tianzong menggelinding ditanah. "Tidak berguna, tapi aku akan kesana dulu" Setelah berucap singkat, Xin Huang berjalan menemui Hua Mei dan Zhang Zi Lian.


"Saudara Xin, apa kau sudah selesai?"


"Sudah, saudara Zi" Xin Huang mengangguk, Lalu. "Cepat panggil seluruh penduduk kota Dong ke balai kota" titah Xin Huang.


"Baik saudara Xin!" Zhang Zi Lian yang hendak pergi, menghentikan langkahnya. "Bagaimana caranya aku memanggil semua warga? kota ini sangat luas, saudara Xin!"


Melihat benda emas didepannya, Zhang Zi Lian mengambilnya. "Apa ini saudara Xin?"


"Itu adalah toa emas. Caranya, berdiri saja ditempat yang tinggi, lalu bicara dihadapan toa itu"


"Hooo... Menarik"


"Ya sudah, sana pergi"


"Baik saudara Xin!" Zhang Zi Lian pergi dari sana sembari membawa toa emas.


"Lalu..." Xin Huang melihat kediaman Gong Tianzong. Banyak mayat-mayat yang sudah tak berbentuk disana. "Cih, bila dibiarkan, akan semakin bau" Xin Huang mengeluarkan setitik api merah. Lalu melemparnya ke arah mayat-mayat itu.


Wushhhhhh


Blarrrrrrrrr


Ratusan mayat itu langsung hancur menjadi abu begitu api Xin Huang menyentuhnya.


"Yah... Seperti ini kan enak dipandang" Kini, halaman kediaman Gong Tianzong sudah bersih tanpa mayat ataupun jejak Darah.


"Xin..." Hua Mei yang dari tadi diam, menghampiri Xin Huang. "Lagi-lagi aku kalah" Hua Mei berucap sembari tertunduk.


"Angkat kepalamu, Hua'er" Xin Huang mengangkat kepala Hua Mei.


"Tapi..." Mata Hua Mei mulai berkaca-kaca.


"Aku akan melatihmu lagi, tapi nanti saja saat kita di alam atas. Bila disini, itu percuma saja, peningkatanmu hanya mentok sampai Inti Suci saja"


"Baik Xin, terima kasih"


"Ya, tapi, tersenyumlah, kau terlihat cantik bila tersenyum"


"Ehm" Hua Mei menjawab dengan anggukan kepala dan senyuman kecil.


***


(Balai Kota)


Balai kota mempunyai lapangan yang sangat luas, cukup luas untuk menampung ribuan orang. Dibagian depan sendiri, ada sebuah panggung yang diisi oleh Xin Huang, Hua Mei, dan Zhang Zi Lian.


"Mereka siapa?" salah satu penduduk disana heran melihat tiga pemuda yang sedang berdiri di tempat walikota mengumumkan sesuatu.


"Ahh... Telingaku tuli!" salah seorang disana berteriak.


"Sudahlah bodoh, itu hanya tuli saja" sahut penduduk yang lain.


"Apa?!!"


"Dasar tuli"


"Halo warga kota Dong..." Xin Huang berucap pelan, tapi suaranya terdengar keseluruh warga kota Dong.

__ADS_1


"Hei, lihat dia berbicara!" salah satu penduduk menunjuk ke arah Xin Huang.


"Benar!" penduduk yang lain mengarahkan pandangannya pada Xin Huang.


"Gong Tianzong, walikota lama kalian telah mati..."


"Apa?! Syukurlah dia sudah mati!"


"Hahaha, akhirnya si maniak kanibal itu mati juga!"


"Aku kehilangan kartuku kemarin, tapi untung saja si botak gila itu mati!"


Para penduduk kota Dong tidak ada yang sedih sama sekali saat mendengar walikota mereka telah mati.


"Eh! tunggu kalian..." salah satu penduduk, terlihat menyadari sesuatu.


"Bagaimana bila.... Jika orang yang didepan kita itu adalah Gong Tianzong yang sedang menyamar!" lanjut penduduk itu panik.


"Apa?!"


"Mati aku!"


"Aku tuli!!"


Para penduduk menjadi panik saat mereka menyadarinya.


"Tenang saja, aku bukan Gong Tianzong. Aku berdiri disini untuk mengumumkan walikota yang baru" Xin Huang menenangkan publik.


"Walikota baru?"


"Jangan-jangan, walikota yang baru akan lebih kejam dari sebelumnya!" para penduduk mulai menjadi panik saat mendengarnya.


"Bajingan, siapa sih provokator itu" Xin Huang lama-lama menjadi kesal mendengar ocehan negatif yang membuat penduduk menjadi panik.


"Sudahlah! kalian akan tahu sendiri saat walikota baru kalian berbicara" Xin Huang menarik Zhang Zi Lian.


"Eh?!" Zhang Zi Lian menjadi panik saat dia ditarik Xin Huang.


"Inilah walikota baru kalian" Xin Huang memperkenalkan Zhang Zi Lian pada publik.


"Bocah?!"


"Walikota baru kita bocah?!"


"Jangan bercanda bocah"


"Sssttttt, diamlah" Xin Huang mengeluarkan auranya.


Para Penduduk menjadi merinding saat merasakan aura Xin Huang.


Melihat para warga menjadi diam, Xin Huang melanjutkan pengumumannya. "Cepat saudara Zi, katakan apa yang akan kau lakukan bila menjadi walikota"


"Ba--Baiklah" Zhang Zi Lian menempatkan toa emas dimulutnya.


"Saat aku menjadi walikota aku akan melakukan tiga hal: "


"Pertama, aku akan menghapus keberadaan pemburu kota"


"Kedua, aku akan menghapus sistem kartu kasta. Dan tidak akan ada lagi warga yang dibawa dan dimakan"


"Ketiga, aku akan melakukan pembangunan efektif. Aku akan membangun kota bawah tanah dengan tenaga kalian semua, tapi tentu saja akan dibayar, 1 keping perak perjamnya, dan makanan akan ditanggung olehku!"


"Jadi... Apa kalian setuju bila aku menjadi walikota?"


Mendengar hal-hal yang akan dilakukan pemuda didepannya saat menjadi walikota, darah para penduduk menjadi menggebu-gebu dan senang dengan perubahan yang akan datang di kota Dong.


"Setuju! 1 keping perak perjam itu, sangatlah banyak!" para penjaga gerbang biasanya akan digaji 10 keping perak perbulannya, dan pemuda didepannya akan memberikan 10 keping perak per harinya? tentu saja dia bersemangat.


"Setuju!"


"Setuju!"


"Setuju!"


Para penduduk bersorak gembira menyetujui Zhang Zi Lian menjadi walikota.


"Saudara Zi, untuk menjalankan janjimu, kau butuh harta yang banyak. Apa kau mempunyainya?"


"Tentu saja saudara Xin, aku bisa menggunakan semua harta Gong Tianzong"


"Ooo..." mulut Xin Huang membentuk huruf O. "Tapi sebelum itu, aku akan melatihmu. Setidaknya, sampai Inti Suci lah"


"Melatihku?"


"Betul. Setinggi apapun statusmu, bila kau lemah, apa gunanya?"


"Baiklah saudara Xin"


Setelah upacara pengangkatan walikota baru, Xin Huang dan keduanya beristirahat didalam kediaman Gong Tianzong.


(Malam Hari, Kamar Xin Huang)


Terlihat dikamar, ada sepasang muda-mudi sedang tiduran bersama. "Xin... Kau belum tidur?" terdengar Hua Mei berbicara pada Xin Huang di sebelahnya.


"Belum..." jawab Xin Huang sembari menatap langit-langit ruangan.


"Begitu... Ya sudah, aku tidur dulu ya"


"Ya, sana tidur" Xin Huang mengelus kepala Hua Mei.


"Banyak sekali kejadian yang terjadi hari ini. Tujuanku awalnya adalah memakan kuliner yang terkenal, tapi tak kusangka bahwa itu adalah daging manusia. Aku juga tak menyangka akan membantu seseorang untuk menjadi walikota"


"Dan... Aku lupa mengirim surat pada Shen Jin Long" Tujuan Xin Huang mengirim surat adalah untuk mengontrol walikota yang lain agar tak mengambil alih kota Dong, sampai Xin Huang pergi dari sana.


"Besok sajalah..." Xin Huang memeluk Hua Mei, lalu tidur.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2