Power System

Power System
Anjing Baru


__ADS_3

Xin Huang hanya tersenyum kecil saat melihat Bing Lian yang tersenyum percaya diri, dia hanya santai-santai saja diatas langit sembari bermain dengan Bing Xiwang kecil.


Bing Lian mengepalkan tangannya, lalu memasukan Qi yang sangat banyak kedalam kepalan tangannya, "Teknik Pencemaran Beku: Pukulan -1000°"


Wushhhhhhh


Kepalan tangan Bing Lian tiba-tiba datang dihadapan wajah Xin Huang, Xin Huang yang melihat itu, hanya tersenyum santai sembari meniup kecil udara, "Fuh...."


Wushhhhhhhh


Tubuh Bing Lian langsung hancur seperti nasi yang direbus, seluruh kulit super putihnya mulai melebur menjadi debu , wajah yang cantiknya ribuan kali lebih cantik dari Hua Mei, mulai hancur dengan kulit yang perlahan-lahan terlepas. Udara yang dihembuskan Xin Huang adalah uap panas yang panasnya jutaan derajat Celsius.


Namun Bing Lian langsung pulih seperti semula 30 detik kemudian, sebab Zhou Lin tidak membatasi kultivasi Bing Lian, hingga Bing Lian bisa mencapai level dewa daratan tingkat 3.


"A-Apa? Apa itu tadi?" Wajar saja Bing Lian bersikap seperti itu, sebab Bing Lian baru pertama kalinya mati lalu hidup kembali.


Xin Huang mengepalkan tangannya sembari tersenyum lebar, "Itu adalah hal yang biasa." Xin Huang melayangkan tinjunya keperut Bing Lian.


Wushhhhhh


Duarrrrrrrrrrr


Xin Huang menahan kekuatannya sesedikit mungkin, agar Bing Lian hanya terlempar jauh saja, dan tidak mati.


(Ratusan ribu kilometer jauhnya dari tempat Xin Huang)


"Hiks.... Hiks.... Hiks.... Aku takut...." Baru merasakan mati lalu hidup lagi adalah hal yang sangat mengerikan, disaat proses itu terjadi, dia akan mengalami rasa sakit yang luar biasa besar, jika Bing Lian tidak dapat mengatasi rasa sakit itu, dia akan mengalami kegilaan sementara. "Rasanya aku ingin kabur saja dari monster itu, namun aku tidak bisa, ada Xiwang'er disana, jika aku kabur, apa yang akan terjadi pada Xiwang'er? Arghhhh! Aku tidak bisa membayangkannya!" Bing Xiwang adalah anak yang sangat diidam-idamkan Bing Lian, sebab Bing Xiwang adalah hasil dari penantian lama dirinya saat rahimnya masih rusak.


"Berjuanglah Bing Lian! Atasi semua rasa sakit yang kau rasakan!" Bing Lian kembali bangkit, dan bersiap untuk melawan Xin Huang kembali.


Wushhhhh


***


"Hosh.... Hosh..... Hosh......" Terlihat Bing Lian sedang terengah-engah dengan tubuh yang sudah terbelah dua, organ-organ tubuhnya sudah terurai kemana-mana, namun dia masih hidup, sebab dia adalah seorang dewa.

__ADS_1


Xin Huang berjalan datang mendekatinya, dan menatap Bing Lian yang ada dibawahnya, "Apa kau sudah menyerah?"


"Tidak! Aku tidak akan menyerah!" Bing Lian masih tetap berbicara seperti itu, walaupun tubuhnya sudah tidak bisa beregenerasi lagi.


"Aku berubah pikiran nona Bing, bagaimana jika kau menjadi anjingku saja?"


Bing Lian melebarkan matanya, sebab kemanapun dia pergi, keadaan terus memaksa dirinya untuk menjadi seorang anjing, "Apakah anakku akan selamat jika aku menjadi anjingmu?"


Xin Huang menganggukan kepalanya sembari tersenyum, "Ya, kau dan anakmu akan terus kuurus selama kau menjadi anjingku"


Bing Lian terkulai pasrah, dia memejamkan matanya untuk menerima kenyataan, "Baiklah, aku akan menjadi anjingmu"


Xin Huang tersenyum lebar, dan mengeluarkan sebuah kalung anjing dari inventorinya, "Pakai ini"


Bing Lian menatap kalung itu dengan wajah yang memerah, "Kau... Kau....!"


"Hehe, nurut saja padaku nona Bing." Sepertinya Xin Huang benar-benar mempunyai hobi yang aneh.


Bing Lian berusaha keras untuk mengambil kalung itu, sebab tubuhnya sudah terbelah menjadi dua. Setelah berhasil mengambil kalung itu, Bing Lian memakaikannya pada lehernya.


Bing Lian terasa seperti tersengat listrik saat memakai kalung itu, namun sengatan itu hanya muncul satu detik saja, "A-Apa itu tadi?"


"Kalung itu adalah sebuah tali yang menghubungkan jiwamu dengan jiwaku, jadi sengatan listrik itu adalah reaksi yang dirasakan jiwamu, saat tali itu menyambungkan jiwaku dengan jiwamu"


Bing Lian menyentuh dadanya, dan merasakan sebuah perasaan yang aneh, "Ini apa lagi?"


Xin Huang tersenyum lebar, "Kau tidak akan pernah bisa menentangku, sebab jika aku memikirkan kau mati, maka kau akan mati, itu adalah perasaan yang kau rasakan tadi"


Bing Lian terlihat kesal sembari menggigit bibirnya, dia merasa bahwa dia hanya hidup untuk menuruti perintah orang lain, "Aku sudah tidak tahan lagi.... Kumohon sembuhkan aku"


"Oh iya, aku lupa" Xin Huang menatap Bing Lian selama satu detik, dan Bing Lian langsung pulih seperti semula.


"Sial, kau itu apa sih?" Bing Lian tidak percaya bahwa tubuhnya langsung pulih seperti semula hanya dengan satu tatapan mata.


"Aku adalah Xin Huang, seorang pemuda biasa."

__ADS_1


***


Shhhhhhhh


Pertarungan Jiang Daizin dan 7 kaisar benua besar menyebabkan 100 miliar pasukan Wei Chuan musnah, dan 5/50 daratan benua Dazhou hancur.


"Hosh... Hosh.... Hosh....." Akibat memakan waktu yang terlalu lama, tubuh monster api raksasa milik 7 kaisar benua mulai meluruh dan runtuh, sementara itu Jiang Daizin sudah hampir mati sebentar lagi, cahaya kehidupannya mulai meredup dan memudar.


"Zhuo'er... Aku ingin melihat wajahmu sekali saja, sekali saja....."


Wushhhhhhh


Duarrrrrrrrrrrrrrrrr


Sebuah panah berwarna emas melesat dan membunuh monster api milik 7 kaisar benua, membuat penyerangan pasukan Wei Chuan dibagian timur gagal dilaksanakan.


"Jiang Daizin!" Ternyata Han Zhuo lah yang membunuh monster api itu, dia datang kebagian timur benua Dazhou dengan tubuh yang masih utuh dan tanpa luka, itu membuat Jiang Daizin sedikit bingung.


Han Zhuo membawa tubuh Jiang Daizin yang melayang diatas langit, lalu merebahkan tubuhnya diatas hamparan rumput yang masih tersisa dari pertarungan Jiang Daizin dan 7 kaisar benua.


"Zhuo'er...." Jiang Daizin menyentuh pipi Han Zhuo.


"Bertahanlah!" Han Zhuo menyalurkan Qi cahaya yang sangat banyak keseluruh luka-luka Jiang Daizin. Setelah beberapa menit, seluruh luka ditubuh Jiang Daizin menghilang dan digantikan oleh kulit yang mulus, namun selama proses penyembuhan lukanya, Jiang Daizin sudah tidak bernyawa lagi.


Air mata berlinangan keluar membasahi pipi Han Zhuo, Han Zhuo tidak bisa menahan tangisnya saat melihat suaminya yang paling dia sayangi mati, jika suaminya mati dengan meninggalkan kata-kata terakhir, mungkin dia tidak akan sesedih ini.


Han Zhuo selamat dari ancaman Nan Zhang dan para pasukan Wei Chuan akibat kedatang Zhang Shu, dia menyuruh Han Zhuo untuk menjaga bagian benua yang kosong, dan saat Han Zhuo pergi kearah timur, alangkah terkejutnya dia saat melihat Jiang Daizin yang sudah terluka parah oleh monster api raksasa, dia segera menembak monster api itu dengan panah cahayanya, dan itu berhasil membunuh monster api itu.


Namun, ternyata Jiang Daizin yang Han Zhuo lihat terluka parah itu, ternyata sudah hampir kehilangan seluruh energi kehidupannya, dan disembuhkan bagaimanapun, energi kehidupannya tidak akan terisi, bahkan jika seluruh luka ditubuh Jiang Daizin sembuh, jadi Han Zhuo saat ini sedang menangis kencang diatas mayat Jiang Daizin.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2