
Selama satu tahun penuh, Liang Guang terus bepergian keseluruh benua yang ada, kecuali benua Dazhou. Dan seperti yang Wei Chuan duga, disetiap benua, akan ada satu pengkhianat yang menandatangani kontrak.
Liang Guang memanipulasi kertas kontrak dengan cara mengubah nama Bing Lian, menjadi nama dirinya. Para pemegang kontrak yang lain merasa bahwa ada seseorang yang senasib dengannya, jadi mereka dengan senang hati memberi tahu isi kontraknya pada Liang Guang, lalu Liang Guang menyalin kontrak itu, dan melaporkannya pada pemimpin benua. Liang Guang terus menggunakan cara yang sama disetiap benua untuk mengumpulkan sekutu yang digunakan untuk melawan Kaisar Zhou.
Dan tepat saat satu tahun berlalu, aliansi sekutu 29 benua terbentuk, dan dinamakan organisasi 'Shashou' Organisasi yang dibentuk untuk berperang dengan kaisar Zhou. Lalu Liang Guang diberi surat deklarasi perang oleh Kaisar Wei, dan dititahkannya untuk menyerahkan surat itu pada kaisar Zhou.
(Aula istana kekaisaran Zhou)
Sebuah tempat yang sangat luas,
dengan singgasana besar didepannya, terlihat didalam pandangan Liang Guang. Dan di atas Singgasana itu, terlihat seorang pria berambut hitam panjang, dengan penutup mata berwarna emas sedang duduk disana. Disebelahnya juga, terlihat seorang wanita yang sangat dikenali Liang Guang, Bing Lian.
Liang Guang sedikit menunduk pada Zhou Lin, lalu berkata, "Aku Liang Guang hanya datang untuk menyerahkan surat ini" Liang Guang menyerahkan sebuah kertas yang digulung, dengan simbol pedang dan tombak yang saling menyilang sebagai tali segelnya, itu adalah simbol organisasi Shashou.
Para penjaga yang ada disana mengeluarkan aura membunuh yang sangat pekat, tapi itu tidak terlalu berpengaruh pada Liang Guang yang memiliki aura membunuh lebih kuat. "Lancang!!! Walaupun kau terkenal dibenua-benua lainnya!!! Kau hanyalah semut Dimata Kaisar Zhou!!!" Ucap seorang jendral yang dimilik Kaisar Zhou.
Liang Guang tersenyum kecil, "Semut pun butuh keberanian, tuan Zhang" Liang Guang menanggapinya dengan santai, sebab dia sudah ditugaskan untuk menjadi umpan oleh kaisar Wei. Bila dia beruntung, dia bisa pulang dengan selamat, tapi bila dia sedang sial, dia sudah siap untuk mati.
Kaisar Zhou menanggapi itu dengan senyuman, "Zhang Shu, sudahlah.... Si Emas Hitam itu memang penuh dengan keberanian, bahkan dia berani menantang tuhan.... Pfft" Kaisar Zhou terlihat sedang menahan tawanya.
Liang Guang menatap tajam Zhou Lin, "Menurut sejarah, raja Anzhen tidaklah pongah seperti dirimu" Liang Guang menyunggingkan sudut bibirnya.
Senyuman mulai menghilang dari bibir Zhou Lin, "Ah.... Benarkah?" Ucapnya dengan intimidasi yang luar biasa.
__ADS_1
Sangking menakutkannya aura intimidasi Zhou Lin, Liang Guang sampai tidak bisa membuka mulutnya.
"Emas Hitam.... Aku bicara padamu...." Aura intimidasi yang tadinya tanpa aura membunuh, sekarang aura intimidasi itu ditambahkan sedikit aura membunuh agar Liang Guang berlutut.
Bukkkkk
Liang Guang jatuh berlutut dengan satu kaki menyentuh tanah, tekanan berat yang ada dipundaknya, membuat dirinya tidak bisa berbicara sedikitpun.
Disebelah Kaisar Zhou, Bing Lian tersenyum kecil, "Suamiku, bila ditekan aura seperti itu, naga pun tidak bisa berbicara" Ucapnya dengan senyum mengejek. Dia sangatlah dendam pada Liang Guang yang membuat dirinya harus terpaksa menjadi istri Kaisar Zhou.
Zhou Lin menatap Bing Lian, lalu berkata, "Kau memanggilku seperti itu saat kau ada maunya" Selama satu tahun menjalani kehidupan sebagai suami istri, Bing Lian tidak pernah memanggil Zhou Lin seperti itu sama sekali. Setelah itu, Zhou Lin menarik auranya kembali. "Baiklah Emas Hitam, bawa itu padaku" Zhou Lin menengadahkan lengan kanannya.
Liang Huang menatap tajam Zhou Lin, lalu berjalan maju mendekatinya. Setelah sampai, Liang Guang menyerahkan kertas itu pada Zhou Lin. Liang Huang hendak berbalik pergi, tapi sebelum pergi, Liang Guang membuka mulutnya, "Hehe" Tawa kecil Liang Guang sembari menatap Bing Lian.
Sebuah perasaan amarah merasuki hati Bing Lian, dia sangatlah ingin mencabik-cabik Liang Guang menjadi kepingan kecil. "Suamiku, apa kau yakin akan membiarkan pergi objek berbahaya sepertinya?" Ucapnya dengan tatapan tajam.
Ctakkkk
Cratttttt
Tubuh Liang Guang meledak seperti balon. "Legenda Emas Hitam, sudah berakhir ditanganku" Zhou Lin menyuruh pelayan untuk membersihkan mayat Liang Guang, setelah itu dia membuka surat yang dibawa Liang Guang.
Bing Lian tersenyum senang saat melihat yang tersisa dari Liang Guang hanyalah gumpalan-gumpalan daging. Walaupun bukan dia yang membunuhnya, dia tetap senang karena dendamnya sudah terbalaskan.
__ADS_1
Zhou Lin membaca surat itu. Untuk isinya hanya ada ultimatum-ultimatum yang menyuruhnya untuk membunuh dirinya sendiri, dan bila ultimatum itu tidak dipenuhi, 29 Benua besar akan membunuhnya. Zhou Lin yang membaca itu tersenyum kecil.
Melihat Zhou Lin yang tersenyum kecil, Bing Lian merasa penasaran, "Aku mau melihatnya" Ucap Bing Lian pada Zhou Lin. Zhou Lin memberikan surat itu pada Bing Lian, lalu Bing Lian membaca surat itu, "Ini surat deklarasi perang, atau surat ancaman" Bing Lian sangat heran melihat isi surat itu.
"Hehe, anak-anak kecil jaman sekarang sangatlah menyeramkan, bahkan adikku sendiri menyuruhku untuk bunuh diri" Zhou Lin menggeleng-gelengkan kepalanya.
Bing Lian mengangkat sebelah alisnya, "Adik? Sejak kapan kau punya adik?" Bing Lian baru tahu dengan hal itu.
Zhou Lin menatap wajah Bing Lian "Wei Chuan adalah adikku yang terlahir kembali" Puluhan triliun tahun yang lalu, Zhou Lin membunuh sang adiknya, Zhou Yuan, sebab dari sejarah yang dia baca, Raja Anzhen tidak memiliki adik. Tapi yang tidak Zhou Lin sangka, Zhou Yuan memiliki buku rahasia yang membuat dirinya bisa terlahir kembali. Untuk pertama kali Zhou Yuan terlahir kembali, Zhou Lin tidak mengetahuinya, sebab namanya sudah berubah menjadi Wei Chuan. Dia baru-baru mengetahuinya saat dia melihat takdir beberapa tahun yang lalu, dan dia sudah terlambat, sebab Adiknya Wei Chuan, telah dipilih oleh takdir, dan sudah berubah menjadi ras Raja Dewa, ras yang sangat agung. Untuk kaisar-kaisar benua lainnya, Zhou Lin bisa membunuhnya dengan satu jari, tapi untuk Wei Chuan, Zhou Lin khawatir dia tidak bisa mengalahkannya.
Bing Lian melebarkan matanya terkejut, "Kenapa aku baru tahu ini?" Bing Lian merasa bahwa dia sudah ketinggalan jaman.
"Hahaha, tenang saja, yang mengetahui hal ini, hanyalah Liang Guang dan Wei Chuan saja" Zhou Lin tertawa kecil melihat wajah Bing Lian yang sangat imut.
"Kenapa kau tertawa? Kau mengejekku?" Bing Lian menyipitkan matanya curiga.
"Tentu saja tidak, buat apa aku mengejekmu? Kurang kerjaan saja"
Bing Lian semakin menyipitkan matanya, lalu menghela nafas, "Sudahlah, terserah kau saja" Bing Lian berjalan pergi dari sana.
.
.
__ADS_1
.
.