
"Oh iya, dimana Bing Xiwang nona Bing?"
Bing Lian mengerutkan dahinya, dia benar-benar merasa waspada saat Xin Huang menanyakan hal itu, "Mau apa kau dengan anakku?"
Xin Huang tersenyum kecil, "Aku hanya ingin melihatnya saja, tidak boleh?"
Bing Lian menatap Xin Huang dengan serius, "Kau tidak berniat untuk menjahatinya kan?"
Xin Huang menggelengkan kepalanya, "Tidak, buat apa juga aku menjahatinya? Diakan cuma anak-anak."
"Semoga ucapanmu benar, dia ada di kamarnya."
Xin Huang mengangguk, dan pergi berjalan kekamar Bing Xiwang.
.....
Xin Huang menatap Bing Xiwang dengan seksama, dan Bing Xiwang juga menatap Xin Huang dengan seksama. "Wah, memang ya gen ibunya benar-benar hebat, sampai-sampai anaknya tampan sekali." Xin Huang menyentuh pipi Bing Xiwang, dan dia mendapatkan sebuah pemikiran saat menyentuh Bing Xiwang. "Halo Bing Xiwang, menurutmu bagaimana sih kakak Lian Mei?"
"Dia berisik." Bing Xiwang menjawab dengan singkat.
"Haha, benar juga, dia memang berisik. Tapi jika kau kujodohkan dengan kakak Lian Mei, bagaimana tanggapanmu?"
Bing Xiwang mengalihkan pandangannya kearah jendela, "Jika itu aku, aku akan baik-baik saja dan berusaha untuk mencintai kakak Lian Mei, tapi untuk kakak Lian Mei, aku tidak tahu dia akan berkata apa."
Xin Huang benar-benar terkejut dengan perkataan Bing Xiwang, menurutnya, Bing Xiwang lebih dewasa daripada Lian Mei, padahal diumurnya ini, sangat tidak normal berbicara seperti itu pada orang dewasa. "Yah, aku juga tidak berniat untuk menjodohkanmu dengan Lian'er, aku hanya ingin bertanya saja."
"Baik paman, tapi sesekali saja kumohon bawa aku pergi kedunia luar."
Xin Huang menaikkan sebelah alisnya, "Kenapa? Kau bosan?"
Bing Xiwang menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku hanya muak dengan parfum wanita."
__ADS_1
Xin Huang tertawa terbahak-bahak saat mendengarnya, "Sepertinya kita akan akrab." Xin Huang mengelus kepala Bing Xiwang.
"Ya, mungkin...."
***
5 Tahun berlalu dengan cepat, Xin Huang yang merasa bahwa kekuatannya belum cukup, terus-terusan berlatih selama lima tahun itu. Sun Mofa juga melakukan hal yang sama, karena dia akan membantu Xin Huang untuk mengalahkan klon Shen Jian, tapi dilatihannya itu, Xin Huang tidak mengajak Hua Mei, dan memaksa Hua Mei untuk diam saja didunianya, Hua Mei merasa kesal, namun segera mengerti kenapa Xin Huang melakukan hal itu.
Selama lima tahun itu juga, perkembangan kedua anak kecil itu bertumbuh sangat pesat, Lian Mei yang semakin cantik, dan Bing Xiwang yang semakin tampan, Lian Mei juga sudah mulai ikut berkultivasi, dan berhasil masuk ketahap merasakan Qi dalam waktu dua tahun saja, ya, Lian Mei memulai kultivasi diumurnya yang ke 5 tahun. Dan untuk Bing Xiwang, dia masih tidak mau berkultivasi, karena menurutnya, itu merepotkan, kepribadian Bing Xiwang memang sangat dingin dan pemalas, itu membuat Bing Lian kesal dibuatnya, bahkan jika tidak dipaksa makan, dia tidak akan mau makan, walaupun sebenarnya dia tidak terlalu membutuhkan makan karena dia adalah seorang ras Monster Hitam.
"Wang'er, 5 tahun yang lalu kau bilang kau ingin sesekali kuajak kedunia luar kan?" Tanya Xin Huang pada Bing Xiwang yang sedang main video game (Xin Huang memberikan itu pada Bing Xiwang dihari ulang tahunnya yang ke 5, Xin Huang membeli itu dari toko systemnya) Awalnya mereka semua bingung dengan itu, namun setelah dijelaskan, mereka dengan cepat mengerti, namun karena video game itu, Bing Xiwang menjadi tambah pemalas, bahkan Bing Lian pernah hampir ingin membanting video game itu, namun tidak jadi karena melihat Bing Xiwang yang merengek padanya.
"Ya." Bing Xiwang mengalihkan pandangannya pada Xin Huang, lalu menganggukan kepalanya.
"Kau tahukan didunia luar itu sangat berbahaya, banyak monster-monster yang mampu melahap seluruh lautan dengan satu suapan, jadi jika kau ingin pergi keluar sana, kau harus berlatih kultivasi sampai kau sangat kuat, dan jika kau bertanya bagaimana caranya berkultivasi, tanya saja pada ibumu, dia adalah salah satu orang yang mampu melahap lautan dengan satu suapan."
"Jadi ibu itu monster?"
Bing Xiwang terlihat melamun sembari menatap video gamenya, "Apakah dunia luar lebih seru daripada bermain game?"
Xin Huang menyeringai lebar, "Tentu saja, saat kau membunuh didalam dunia game, kau tidak akan merasakan apa-apa, namun saat kau membunuh seseorang diluar sana, kau akan merasakan kenikmatan luar biasa, bahkan kau bisa bermain bola dengan kepala orang yang kau bunuh."
Bing Xiwang sedikit tertarik saat mendengar itu, namun dia tiba-tiba berhenti tertarik saat melihat Xin Huang sedang kesakitan karena dijewer oleh Bing Lian.
"Kau mau mengajarkan apa pada anakku hah?!" Bing Lian sangat marah saat mendengar perkataan Xin Huang, itu sama saja dengan mencuci otak anaknya agar anaknya menjadi seorang mesin pembunuh yang mengerikan.
"Ah, maafkan aku nona Bing, aku hanya bercanda."
"Jika kau mengajari hal-hal aneh lagi pada anakku, aku tidak akan membiarkan anakku untuk bertemu kau lagi!" Mulai dari video game, sampai Perkataannya saat ini, Xin Huang memang sudah membawa pengaruh buruk pada Bing Xiwang.
"Iya nona Bing, tolong lepaskan ini dulu."
__ADS_1
Bing Lian melepaskan jewerannya, namun dia dengan segera menggendong anaknya untuk menjauh dari Xin Huang.
"Huh, padahal aku cuma bercanda."
Wushhhh
Sun Mofa tiba-tiba muncul disebelah Xin Huang, dengan wajah yang sangat masam, "Kau sedang apa sih? Jangan buang-buang waktu lagi, ayo cepat kita pergi."
"Ya ya." Setelah itu Xin Huang menyentuh pundak Sun Mofa, lalu mereka berdua tiba-tiba menghilang darisana.
***
"Jadi ini?" Xin Huang tiba-tiba muncul disebuah pulau dengan satu buah rumah ditengah-tengahnya, pulau itu sangat kecil, bahkan rumah Xin Huang didalam dunia pribadinya lebih besar daripada pulau itu
"Ya, mungkin...." Sun Mofa juga tidak yakin apa yang dicarinya tinggal disini atau tidak.
"Ayo kita coba." Xin Huang dan Sun Mofa berjalan mendekati rumah itu, dan mengetuk pintu rumah itu beberapa kali.
Tok Tok Tok.
Kriett....
Derit pintu terbuka terdengar, terlihat seorang pria tampan dengan mata berwarna biru cerah membuka pintu itu, rambut pirangnya sangat panjang, dengan dua buah telinga kucing diatasnya. "Ah, kalian siapa? Apa kalian ada urusan denga-" Perkataan pria itu terhenti saat melihat seorang bocah yang berdiri disebelah pria yang lebih besar. "Ah, Sun Mofa, kenapa tubuhmu jadi kecil begitu? Apa kau terkena kutukan?"
Sun Mofa mengeluarkan aura membunuhnya yang sangat pekat, bukan karena dia dibilang pendek, namun karena orang itu adalah orang yang dicarinya. "Ternyata itu benar-benar kau, Shen Jian!"
.
.
.
__ADS_1
.