Power System

Power System
Xin.... Huang?


__ADS_3

"Hidup itu hanya untuk bermimpi dan berjuang! Jadi wajar saja jika aku mengorbankan kau, untuk mewujudkan mimpi yang menjadi arti hidupku!" Teriak Zhou Lin yang sedang berdiri tegak, diatas langit yang tingginya sangaaaat jauh dari daratan.


"Aku tidak pernah peduli dengan arti hidupmu, yang kupedulikan hanyalah pembalasan dendamku, yang akan hilang jika kau mati." Jawab Wei Chuan dengan tatapan sinis, yang sama-sama berada diatas langit yang tingginya sangaaaat jauh dari daratan.


Zhou Lin menyeringai lebar, "Baiklah, kita akan melihat, siapa yang akan mati nanti" Zhou Lin sedikit menundukkan tubuhnya, untuk mempersiapkan kuda-kuda bertarungnya.


"Cih!" Sebuah kilatan cahaya melesat kearah genggaman Wei Chuan, cahaya itu perlahan-lahan bersatu, dan membentuk sebuah pedang tipis yang sangat panjang.


"Teknik Aliran Waktu: Akselerasi Tingkat Semesta." Mata Zhou Lin bersinar terang, dan dia tiba-tiba menghilang dari sana.


"Teknik Pedang Raja Dewa: Lingkaran Kesucian." Wei Chuan berputar secara 360°, dan sebuah tirai berwarna putih keemas-emasan, muncul dan melindungi seluruh tubuh Wei Chuan.


Wushhhhhh


Tiba-tiba Zhou Lin muncul dari luar tirai lingkaran itu, dan hendak memukulnya. "Teknik Aliran Waktu: Pukulan Semesta!"


Bummmmmmmmm


Sebuah ledakan besar terjadi saat tinju Zhou Lin menghantam tirai lingkaran Wei Chuan, dampak gelombang kejut yang diakibatkan pukulan itu, langsung membelah awan-awan menjadi dua bagian. Saat situasi sudah mulai tenang, terlihat pelindung cahaya milik Wei Chuan sudah hancur, tapi tubuh Wei Chuan masih tetap utuh seperti sebelumnya.


"Wah Wah, adikku kuat ya" Zhou Lin tersenyum lebar, sembari mengepalkan tangannya.


Wei Chuaj hanya terdiam menatap Zhou Lin, lalu menghela nafas dan mengamgkat pedangnya. "Majulah"


"Hehe"


Wushhhhhhhh


Zhou Lin tiba-tiba menghilang, dan muncul disebelah kanan Wei Chuan, namun Wei Chuan sudah bersiap-siap dengan itu, dan menangkis pukulan Zhou Lin menggunakan pedangnya.


Wushhhhhhh


Duarrrrrrrrrrrr


Wushhhhhhh


Duarrrrrrrrrrrr


Wushhhhhhh


Duarrrrrrrrrrrr

__ADS_1


Mereka berdua saling beradu serangan diatas langit, dampak pertarungan mereka tidak berdampak sama sekali pada daratan Zhou, sebab mereka berdua bertarung jauh diatas langit, yang kebetulan langit dialam atas tidak ada batasnya sama sekali.


"Teknik Aliran Waktu: Pukulan Akselerasi" Zhou Lin melayangkan tinjunya jutaan kali, tinjuan-tinjuan itu dia arahkan pada seluruh tubuh Wei Chuan.


Duarrrrrrrr


Duarrrrrrrr


Duarrrrrrrr


Duarrrrrrrr


***


Sringgggggggg


Wushhhhhhhhh


Sebuah energi pedang berwarna hitam pekat, menyapu bersih jutaan pasukan milik Yuan Zhong dan kaisar-kaisat lainnya, Yuan Zhong dan yang lainnya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir korban, tapi apa daya? Jarak kekuatan antara Dewa Natural dan Dewa Matahari bagaikan langit dan bumi, sangat mustahil untuk mengalahkan seorang Dewa Natural dengan seorang Dewa Matahari saja, namun pasukan Yuan Zhong bukan hanya seorang Dewa Matahari saja, namun 7 Dewa Matahari!


"Teknik Pelepasan Energi: Sungai Hitam." Jiang Daizin mengayunkan pedangnya secara perlahan-lahan, dia mengayunkan pedangnya dengan sangat indah dan anggun, banyak jejak hitam disetiap ayunan pedangnya, namun dibalik keindahan ayunan pedangnya, banyak ratusan ribu korban yang mati terpenggal akibat jejak-jejak hitam yang ditinggalkan ayunan pedangnya.


Sebanyak 3 juta pasukan Wei Chuaj mati dengan kepala, ataupun tubuh yang terbelah dua, para kaisar-kaisar benua besar tidak bisa melakukan apa-apa, sebab merekapun takut dengan serangan itu.


"Jangan mempermalukan nama kaisar benua! Ayo kita serang dia!!!" Teriak Zi Xian, kaisar benua Zixian.


Para kaisar-kaisar yang lainpun langsung tersadar dari ketakutannya saat mendengar perkataan Zixian, "Memalukan! Mau ditaruh dimana gelar tinju apiku?!" Ucap Yuan Zhong sembari menggigit lidahnya agar teralihkan dari rasa takutnya.


"Ya!"


Para kaisar-kaisar lainnya langsung bersemangat kembali, dan melesat menghampiri Jiang Daizin.


Wushhhhhhh


Kedua lengan Yuan Zhong dipenuhi dengan bara api yang sangat panas. "Dahulu aku dikenal dengan tinju api yang bisa menghancurkan satu kerajaan dalam satu hantaman tangan, dan itu bukan hanya omong kosong belaka, sebab itu memang kenyataan! Teknik Api Suci: Tinjuan Bara Api!" Yuan Zhong mengepalkan tangannya, lalu meninjukannya pada Jiang Daizin.


Wushhhhhh


Jiang Daizin hanya diam saja saat melihat itu. "Sampah...."


Duarrrrrrrrrrrrr

__ADS_1


Sebuah ledakkan besar terjadi dengan hebat, banyak pasukan-pasukan Wei Chuan yang mati karena dampak ledakkan itu, namun mereka yang mati tidak menyalahkan Yuan Zhong, mereka hanya menyalahkan dirinya yang lemah dan hanya jadi penghalang saja.


Wushhhhhhh


Saat asap-asap yang mengepul sudah menghilang, terlihat Jiang Daizin menahan serangan Yuan Zhong hanya dengan satu tangan saja.


"Apa?!" Yuan Zhong menarik kembali lengannya, lalu melompat kebelakang.


"Bagaimana ini?! Yuan Zhong!" Teriak Zhen Tong, kaisar benua Tongdu.


"Apakah kita memang benar-benar tidak bisa mengalahkannya?" Gumam Jian Shi, kaisar benua Jianshi.


"Sekuat apapun lawan kita, kita tidak boleh menyerah, banyak hal-hal yang sudah kita lewati untuk bisa berdiri disini, dengan status sebagai kaisar besar. Jika kita menyerah disini, perjuangan kita selama triliunan tahun akan terbuang sia-sia, dan hanya menjadi bahan olokan saja." Ucap Cai Gong, benua Caigong.


Jiang Daizin hanya tersenyum kecil saat mendengar ucapan Cai Gong, "Hehe, jika kalian menyerah dan kabur akan menjadi bahan olokan? Itu lucu! Kalian seharusnya tidak peduli dengan omongan-omongan warga! Warga itu hanya beban lemah yang ingin dilindungi dibalik kata hak asasi! Bahkan jika kalian tidak kabur dan mati ditangan ku, aku akan menggantung jasad kalian diatas toilet umum, dan kalian akan tetap menjadi bahan olokan! Yang menanglah yang berkuasa! Yang hiduplah yang berjasa!"


Hati para kaisar-kaisar besar menjadi sedikit ragu saat mendengar omongan Jiang Daizin, "Tak apa jika kau menggantung jasad kami diatas toilet umum, dan menjadikan kami bahan olokan, namun hati yang membara ini, akan tetap membuat kami bangga karena tidak kabur dari perang besar ini!" Balas Yuan Zhong sembari menepuk dadanya.


"Hehe, terserah kau, maju sini" Ucap Jiang Daizin dengan seringai lebar dimulutnya.


***


"Jiang Daizin suamiku sudah memulai pertarungan, apa kau yakin kita akan aman bila kita pergi kearah barat?!" Hati Han Zhuo dan Jiang Daizin sudah menyatu, jadi Han Zhuo bisa merasakan apa yang dirasakan Jiang Daizin, dan Jiang Daizin bisa merasakan apa yang dirasakan Han Zhuo.


Bing Lian menganggukan kepalanya, "Ya, karena Zhou Lin sendiri yang memberi tahuku"


"Oh, baiklah jika itu kaisar yang memberi tahu." Han Zhuo dan Bing Lian menambah laju larinya, namun langkah mereka berhenti saat melihat sesuatu yang sangat mengejutkan.


Wushhhhhhhhh


100 Miliar pasukan Wei Chuan datang dibagian barat benua Zhou, dengan 2 Dewa natural, dan 6 dewa matahari yang memimpin mereka.


Bing Lian membuka matanya lebar-lebar, karena dia melihat seseorang yang dia kenal, "Xin.... Huang?"


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2