Power System

Power System
Jangan Halangi Jalanku


__ADS_3

Semuanya sepakat begitu mendengar penawaran Tian Bufen, menjadi petinggi dari kaisar alam atas, adalah hal yang terlalu mewah bagi dewa matahari seperti mereka.


Xin Huang hanya tersenyum saja saat mendengarnya, "Tapi sebelum perang dimulai, apa kalian tidak khawatir dengan yang namanya pengkhianat?"


Para pemimpin-pemimpin benua sedikit tersentak saat mendengarnya, "Tuan Xin ada benarnya juga" Ucap Yuan Zhong sembari mengelus dagunya.


"Betul tuh"


"Nanti setelah perang dimulai, aku takut akan ada pengkhianat yang mendapatkan keuntungan dari mengadu domba kita semua"


"Ah! Sial! Akan kucincang yang namanya pengkhianat!"


Para pemimpin-pemimpin benua lain sudah mengalami trauma yang mendalam dengan yang namanya pengkhianat, sebab menjabat sebagai kaisar benua besar, bukan tidak mungkin mereka terus-terusan diserang oleh pengkhianat, tak peduli kaisar itu baik, atau kaisar itu jahat, yang namanya pengkhianat, pasti selalu ada didalamnya.


Melihat semuanya menjadi khawatir dengan yang adanya pengkhianat, Xia Shu membuka mulutnya, "Tak usah khawatir, kita bersatu dengan adanya dorongan untuk membunuh Zhou Lin, aku jamin, tidak akan ada yang namanya pengkhianat!"


Xin Huang tersenyum lebar saat mendengarnya, "Nona Xia, bukan hanya bisa bermain-main dengan ruang, aku juga bisa bermain-main dengan waktu juga loh"


Xia Shu sedikit gemetar saat mendengarnya, "Sebaiknya kita tidak usah berhadapan dengan yang namanya waktu, karena itu demi kenyamanan kita semua


Xin Huang tersenyum, lalu membalikkan tubuhnya, "Baiklah, DeMi KeNyAmAnAn KiTa SeMuA" Itulah ucapan terakhir Xin Huang sebelum dia pergi dari aula rapat.


Terlihat Xia Shu mengepalkan tangannya erat, saat melihat sosok Xin Huang yang sedang berjalan keluar dari aula rapat.


***


"Fyuh...." Didalam kamarnya, terlihat Xin Huang yang sedang tidur-tiduran diranjang, sedang menghela nafas panjang.


Gruduk.... Gruduk.... Gruduk....


Ruang-ruang disekitar Xin Huang terlihat terdistorsi, Xin Huang yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya, hanya diam dan pasrah menunggu hal besar yang akan datang.


Wushhhhhhh


Angin malam berhembus panjang, mengibarkan gorden jendela kamar Xin Huang. Terlihat seorang pemuda berambut hitam pendek, dengan mata merahnya yang sangat tajam dan menyala. Disebelahnya, terlihat seorang wanita cantik berambut hitam, dengan mata berwarna biru laut yang sangat dalam, sedalam samudra.


Tubuh Xin Huang gemetaran, sebab kedua orang didepannya adalah seorang kultivator setengah dewa. "Apa maumu?" Pernah melawan Sun Mofa yang 50 Kalilipat lebih kuat dari kultivator setengah dewa, membuat Xin Huang menjadi sedikit terbiasa dengan aura kekuatan yang lebih besar darinya.

__ADS_1


Pria itu mengangkat kedua alisnya, saat melihat Xin Huang yang bersikap seperti tidak tertekan oleh auranya. "Apakah kau tahu bagaimana sejarah benua Xiongwei berjalan selama ini?"


Xin Huang menggelengkan kepalanya, "Tidak tahu, yang pasti, nama benua ini bukan Xiongwei dimasa lalu"


Pria itu tertawa kecil saat mendengarnya, "Haha, kau benar, benua ini bernama Xiongwei saat Wei Chuan menjajah dataran yang damai ini, itu terjadi.... Ribuan tahun yang lalu" Pria itu berjalan mendekati jendela, dan memandangi langit malam yang sangat indah, dengan bintang-bintang yang bertebaran diatas langit. "Jutaan orang mati ditangan Liang Guang, yang saat itu dia menjabat sebagai tangan kanan Wei Chuan, korban yang ditimbulkan Wei Chuan pun tidak sedikit, bila dihitung secara kasar, lebih dari 1 miliar orang yang mati dijaman itu. Kaisar yang menjabat saat itu juga tidak bisa melakukan apa-apa, sebab.... Dia lemah, dia hanya bisa menyelamatkan anaknya dan tunangan anaknya sebelum dia mati, itu memang tidak berguna, namun..... Apakah kehadiranku disini, tidak berguna?" Pria itu menatap Xin Huang dengan tatapan yang sangat tajam.


"Dia adalah.... Anak kaisar?" Batin Xin Huang menduga-duga.


Wanita yang bersama pria itu tersenyum kecil, lalu berjalan mendekati Xin Huang. "Kyaa... Kau tampan sekali...." Ucapnya sembari mengelus-elus pipi Xin Huang.


Xin Huang hanya bisa diam saat diperlakukan seperti boneka yang dimainkan oleh anak kecil.


"Namamu Xin Huang kan?" Ucap wanita itu dengan mata berwarna biru lautnya yang bersinar terang.


Deg!


Jantung Xin Huang berdegup kencang, sebab dia tidak tahu darimana wanita didepannya bisa mengetahui nama aslinya, "Ya, namaku Xin Huang"


"Hihi, namamu mirip sepertiku, Xin Lan Nian, putri dari kerajaan yang berdiri dimasa lalu"


Xin Huang hanya bisa menganggukan kepalanya, sebab dia tidak tahu kerajaan mana yang berdiri dimasa lalu, yang disebutkan wanita didepannya.


Wushhhhhhh


Setelah mengucapkan itu, Xiao Shun dan Xin Lan Nian tiba-tiba menghilang dari sana.


Puff...


Sun Mofa tiba-tiba muncul diudara kosong, lalu menendang kepala Xin Huang. "Kasihan sekali yah, bocah ini diancam!" Ucapnya dengan gelak tawa yang mengiringinya.


"Bajingan.... Aku diancam? Mahluk paling superior yang dipilih langsung oleh tuhan, diancam oleh peninggalan masa lalu? Bila aku diam saja, margaku bukan Xin lagi." Xin Huang berdiri, lalu memegang dadanya, "Ini adalah kutukan tingkat tinggi, dia meninggalkan kutukan ini saat dia menepuk pipiku" Xin Huang menundukkan kepalanya, lalu tersenyum kecil, "Hehe, tapi aku juga seorang ahli formasi kelas tinggi juga loh"


***


Hari penentuan telah tiba, banyak prajurit-prajurit Xiongwei yang sedang melayang diudara, mereka semalaman tinggal diatas langit benua Xiongwei, mereka menggunakan jurus-jurus mereka untuk membuat pulau diatas langit, sebab benua Xiongwei yang hanya mampu menampung belasan miliar saja, tidak bisa ditinggali oleh ratusan miliar prajurit kekaisaran Wei.


Diujung benua Xiongwei, terlihat para petinggi benua-benua besar yang lainnya sedang melayang bersiap menuju benua Dazhou, dengan Wei Chuan dan Xia Shu yang berdiri melayang didepan semuanya.

__ADS_1


"Yang mulia, apa kau sudah siap?" Tanya Xia Shu pada Wei Chuan dihadapannya.


"Kau bertanya dengan siapa? Aneh-aneh saja" Wei Chuan menggelengkan kepalanya karena pertanyaan aneh yang dikeluarkan oleh Xia Shu.


"Aku hanya tidak ingin tegang saja"


Wushhhhhhh


Tiba-tiba Xin Huang muncul dihadapan keduanya, "Halo yang mulia, halo Xia Shu"


Xia Shu mengerutkan dahinya kesal saat melihat Xin Huang, sementara itu, Wei Chuan hanya menaikkan sebelah alisnya saat melihat Xin Huang yang tiba-tiba datang dihadapannya.


"Ada apa bocah juru selamat?"


Xin Huang tersenyum lebar, "Dari yang kulihat, yang mulia Wei Chuan hanya ingin bertarung dengan Zhou Lin, dan sangat tidak peduli dengan bawahan-bawahanmu, apa yang kukatakan tadi benar?"


Wei Chuan menganggukan kepalanya, "Betul sekali, tapi tidak usah bilang-bilang yang lain ya"


"Tentu saja"


"Lalu kau tiba di hadapanku hanya untuk itu saja? Mau kubunuh?"


Xin Huang tertawa sembari menggaruk belakang kepalanya, "Tentu saja tidak, aku datang kesini hanya ingin menawarkan sesuatu"


"Apa itu?"


"Teleportasi, aku ingin menawarkan Teleportasiku untuk membawamu langsung kehadapan Zhou Lin"


***


Maaf banget yah telat terus, saya benar-benar sibuk selama dua hari ini.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2