
"Xia Shu, berapa pasukan yang sudah kita kumpulkan?" Tanya Wei Chuan pada Xia Shu
"400 Miliar. 1 orang Dewa Natural, 27 orang dewa matahari, dan 2 orang dewa bumi. Dan 400 Miliar sisanya adalah Dewa Langit Biru kebawah"
Wei Chuan mengaku cukup puas dengan pasukan-pasukan yang sudah disiapkannya, "Ini akan menjadi perang terbesar alam atas, setelah beberapa triliun tahun terlewati. Dan yang cukup memalukan, pasukan sebanyak ini digunakan hanya untuk satu kekaisaran saja"
"Walaupun hanya untuk satu kekaisaran saja, kekuatan mereka tidak bisa dianggap remeh, bahkan bisa saja mereka lebih mementingkan kualitas, daripada kuantitas" Xia Shu mengemukakan pendapatnya, agar Wei Chuan tidak menganggap remeh kekaisaran Zhou.
"Aku tahu Xia Shu, dibandingkan diriku, kekuatan dibelakang Zhou Lin sangatlah kuat, bahkan bila kita tidak malu mengakuinya, Zhou Lin bisa dianggap sebagai penguasa mutlak alam atas"
Xia Shu menganggukan kepalanya tanda paham. "Tapi yang mulia, yang aku tidak mengerti, kenapa Zhou Lin tidak pernah mengumumkan bahwa dia adalah penguasa mutlak? Dia mempunyai impian bahwa dia ingin menjadi seperti raja Anzhen, bila kita hitung kekuatan pasukan, serta kekuatan dirinya, seharusnya impiannya sudah terwujud bukan? Apakah ada faktor lain yang menentukan bahwa dia adalah penguasa mutlak, atau dia hanya ingin bermain-main dengan impiannya?"
Wei Chuan tersenyum kecil, mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Xia Shu, "Ya, ada faktor penentu lain"
"Apa itu yang mulia?"
"Raja Pedang, lebih tepatnya, salah satu klon raja pedang"
"Maksudmu....?" Xia Shu masih tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Wei Chuan.
"Jika kita ingin menjadi penguasa mutlak alam atas, kita harus mengalahkan salah satu klon raja pedang, Shen Jian"
Tubuh Xia Shu tersentak saat mendengar itu, "Maksudmu Shen Jian salah satu dari dewa agung? Ada urusan apa dia dengan alam atas? Sehingga dia berhak untuk menentukan siapa pemimpin alam atas"
"Aku tidak tahu, yang kutahu, aku harus mengalahkannya, untuk menjadi penguasa mutlak"
"Begitu.... Baiklah yang mulia, aku akan melanjutkan tugasku" Xia Shu bersujud pada Wei Chuan, lalu pergi berjalan dari sana.
Melihat Xia Shu yang sedang pergi dari sana, Wei Chuan hanya menyeringai lebar.
***
"Jadi dia si kaisar pertama?" Ucap Xin Huang gugup, dengan sebutir keringat seukuran biji jagung diwajahnya.
Sshhhhhhhh
Seorang demi-human setengah monyet, membalikkan tubuhnya, dan menatap Xin Huang dengan tatapan rendah. "Ada urusan apa? Iblis...." Aura yang keluar saat dia berbicara, mampu membuat kaki Xin Huang yang notabenenya seorang dewa matahari, bergetar hebat tak karuan.
"Aku hanya ingin meminta berkat saja, tuan...." Xin Huang menyipitkan matanya pada monyet itu, untuk menganalisa dirinya.
__ADS_1
[Nama: Sun Mofa]
[Level: Dewa Natural Awal (1% Kekuatan asli)]
[Title: Raja Monyet, Kaisar Pertama Benua Dongwu, Mahakuasa]
"Apa-apaan dengan statusnya? Dia benar-benar seorang monster." Hati Xin Huang yang mulai tenang, dibuat tak karuan kembali saat melihat status Sun Mofa yang sangat tidak masuk akal.
"Meminta berkat? Sudah triliunan tahun aku tidak dimintai berkat, aku sampai lupa cara memberi berkat itu seperti apa" Gumamnya pelan.
"Kau hanya harus menempelkan tanganmu pada dahiku, lalu mengucapkan namaku sembari mengatakan bahwa aku diberkati dirimu, sangat mudah kok" Ucap Xin Huang dengan sopan, dia sangat takut dengan sosok raja monyet didepannya.
"Begitu ya....." Sun Mofa menganggukan kepalanya, lalu melirik Xin Huang, "Kenapa kau masih ada disini?"
Xin Huang dibuat bingung dengan pertanyaan Sun Mofa, "Itu.... Aku kan meminta berkatmu, jadi aku menunggumu disini, sebab aku belum diberkati olehmu"
"Memberikan berkat? Apa kau pikir aku akan memberimu berkat?! Bahkan setelah ingat bagaimana caranya memberi berkat! Aku tidak akan pernah memberi berkat pada iblis sepertimu!!!" Teriak Sun Mofa, dengan aura membunuh yang sangat besar keluar dari tubuhnya.
Blarrrrrrr
Benda-benda disekitar Sun Mofa dan Xin Huang, gepeng menjadi lempengan tipis saat ditekan aura membunuh Sun Mofa. Bila Xin Huang bukan seorang dewa matahari, dia pasti sudah ikut gepeng oleh aura membunuh Sun Mofa.
"Kumohon pikirkan sekali lagi, tuan Sun. Aku datang meminta berkat, untuk menyelamatkan rasmu, apa kau tidak memikirkan nasib rasmu?"
Wushhhhhhhhh
Xin Huang sangat terkejut saat melihatnya, pasalnya, aura kekuatan, maupun aura keberadaan Sun Mofa benar-benar lenyap, dan tidak bisa dirasakan lagi oleh Xin Huang, seolah-olah menghilang ditelan bumi.
Buakkkkkkkkkk
Tiba-tiba sebuah tendangan muncul, dan melesat menghantam kepala Xin Huang, hingga Xin Huang terpental sangat jauh, dan tidak terlihat lagi.
Wushhhhhhhh
"Hihi! Tubuhmu kuat sekali! Sangat cocok untuk kujadikan samsak!" Setelah mengucapkan itu, Sun Mofa tiba-tiba menghilang lagi.
Wushhhhhhhhh
Xin Huang sangat syok saat ditendang oleh Sun Mofa, sebab otaknya sedikit hancur saat mengenainya. "Erghhhh, Bangsat! Baiklah jika kau ingin bertarung! Akan kuladeni!!!!" Setelah marah-marah, dan mengucapkan kata kasar, Xin Huang tiba-tiba menghilang dari sana.
__ADS_1
Wushhhhhhhhh
Keadaan sekitar langsung hening tanpa suara, hingga terdengar suara rentetan ledakkan besar, yang memecahkan keheningan itu.
Duarrrrrrrr
Duarrrrrrrr
Duarrrrrrrrrr
Duarrrrrrrrrrrr
Xin Huang dan Sun Mofa saling mengadu fisiknya, mulai dari pukulan, tendangan, hingga benturan kepala. Daerah-daerah yang terkena dampak gelombang kejut pertarungan mereka berdua, langsung hancur menjadi butiran debu, dan menciptakan sebuah kawah super raksasa diatasnya.
"Bocah Iblis! Sebaiknya kau bisa menghiburku lebih lama!" Ucap Sun Mofa dengan senyuman lebar dimulutmya.
"Jangan mengaturku!" Walaupun cara bicara Xin Huang sangat arogan, sebenarnya dia terdesak akibat adu serangan fisik, bahkan setelah dia mengaktifkan intangibilitynya. Sebab kekuatan pukulan Sun Mofa, mampu menghancurkan ruang milik Xin Huang. "Bila tidak bisa memakai fisik, aku akan memakai pedang !" Xin Huang mengeluarkan pedang kekosongannya.
Wushhhhhhhh
"Pedang apa itu?" Sun Mofa sedikit tersentak saat melihat aura yang terkandung dalam pedang Xin Huang.
"Apa kau ingin tahu? Baiklah, akan kutunjukkan" Xin Huang menyeringai lebar, lalu berteleportasi dihadapan Sun Mofa. "Teknik Ruang dan Waktu: Tebasan Dimensi" Xin Huang mengayunkan pedangnya secara vertikal.
Wushhhhhhhhh
Sringggggggggggggg
Sun Mofa melebarkan matanya lebar-lebar, sebab dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia alami, tubuhnya terbelah dua, dan tidak bisa beregenerasi lagi.... Atau tidak?
"Mati kau!" Xin Huang tersenyum lebar, saat melihat Sun Mofa yang menunjukkan wajah terkejut.
Sun Mofa melotot, lalu biasa kembali. "Hanya tebasan biasa, sangat jauh dari tebasan orang itu" Tubuh Sun Mofa perlahan-lahan beregenerasi, lalu menyatu kembali. "Heh, dasar bocah" Sun Mofa tersenyum, lalu memukul kepala Xin Huang dengan telak, pukulannya sangat cepat, bahkan lebih cepat daripada cahaya, membuat Xin Huang kewalahan, dan mentah-mentah mendapatkan serangan itu.
Buakkkkkkkkkk
.
.
__ADS_1
.
.