Power System

Power System
Benua Dong Wu


__ADS_3

Didataran raksasa bernama Dongwu, hidup banyaknya ras setengah binatang disana, para manusia akan dipandang rendah disana, sebab ras manusia dan ras manusia setengah binatang sudah triliunan tahun saling bermusuhan, akibat dari 50% Ras binatang yang ada dialam atas, 49% nya sudah dibantai oleh manusia, dan pelakunya adalah Zhou Lin.


Oleh sebab itu, ras demi-human kabur dan menempati sebuah dataran besar bernama Dongwu. Benua besar yang menduduki peringkat ke 29, dari segi ukuran, maupun kekuatan.


Memiliki sebagian anggota tubuh binatang, ras demi-human biasanya akan terlihat indah, ataupun menjijikan, seperti manusia yang memiliki sayap kecoa, ataupun kaki kelabang.


Selain kekurangan yang setengah-setengah itu, ras demi-human juga memiliki kekurangan yang sangat fatal, yaitu IQ yang lebih rendah daripada manusia, sebab mereka lebih suka mengandalkan insting, daripada otak.


Mereka sering sekali ditipu oleh ras yang memiliki IQ yang lebih superior dari mereka, mulai dari ditipu harta, ataupun ditipu mengakibatkan dirinya menjadi budak, dan dijual kebenua-benua lain.


Dan adapun ras demi-human yang memiliki IQ tinggi, itu diakibatkan oleh gen manusia mereka yang lebih dominan, seperti Bai Xuantian. Untuk Xiu Lan, mereka adalah ras binatang kuno asli yang berubah menjadi manusia, jadi mereka sering diberkati IQ yang tinggi. Tapi balik lagi ke awal, binatang buas lebih suka mengandalkan insting, daripada otak, sehingga Xiu Lan lebih memilih jadi anjing, bukan mencari cara lain.


***


"Manusia memang menjijikan, tapi kita membutuhkannya untuk bertahan hidup"


Didalam sebuah ruangan besar, dengan peta raksasa yang terletak disebuah meja. Terlihat 5 orang demi-human sedang duduk dan mendiskusikan sesuatu.


Seorang pria dengan tanduk banteng didahinya, menanggapi perkataan itu, "Ya, kita harus menjilati mereka agar tetap hidup, jadi bukan hanya manusia yang menjijikan, tapi kita juga"


Seorang wanita dengan telinga kucing dikepalanya, terlihat marah dan menggebrak meja, "Menjijikan?! Kita hanya sedang berjuang!"


"Berjuang dengan cara yang menjijikan" Seorang pria yang pertama kali berbicara, menggumamkan hal itu. Pria itu memiliki mata berwarna biru cerah, dengan rambut berwarna perak. Perawakannya sama persis dengan manusia, sebab seorang demi-human yang kuat, menggunakan wujud manusia untuk beradaptasi.


Kadang-kadang, para demi-human yang sudah mencapai tingkat tertinggi, akan menggunakan wujud manusia untuk menghindari cemoohan, dan penindasan. Kemampuan itu didapatkan setelah para ras demi-human beradaptasi selama ratusan triliunan tahun.


Seorang wanita berambut biru panjang, menghela nafas sembari menggelengkan kepalanya, "Itu sudah tidak penting lagi, kita harus merencanakan kerja sama dengan Wei Chuan, sebab inilah yang paling penting"


"Cih! Apakah kita memang harus bekerjasama dengannya?" Seorang pria berambut coklat dengan telinga serigala, mendecakkan lidahnya kesal.


"Mau tidak mau, memang harus bekerja sama" Wanita berambut biru itu menganggukan kepalanya.


"Maksudku, apakah kita memang harus bekerja sama dengan manusia?!" Lagi-lagi pria berambut coklat itu bertanya.

__ADS_1


"Iya... Zong Lang" Geraman wanita berambut biru itu dengan kesal. Omong-omong, wanita itu bernama Jing Lan, seorang demi-human dari paus biru.


Zong Lang mendecakkan lidahnya kesal, sembari memukul tembok.


"Kita berkumpul bukan untuk ini, tapi untuk membicarakan strategi" Pria berambut perak yang bernama Yin Shi, maju dan menenangkan semuanya.


Jing Lan, Zong Lang, Dou Mao, dan Hei Gong langsung terdiam dan kembali duduk. Dou Mao adalah wanita bertelinga kucing, dan untuk Hei Gong, dia adalah seorang pria bertanduk banteng.


Melihat situasi sudah tenang, Jing Lan membuka mulutnya, "Rencana? Rencana apa?"


Yun Shi menatap Jing Lan, lalu tersenyum kecil, "Keuntungan perang"


"Keuntungan perang.....?" Mereka berempat bergumam pelan.


"Ya, rencana untuk meminta kebebasan pada kita dari penindasan, bila rencana membunuh Zhou Lin berhasil"


Dou Mao mengangkat tangannya, "Itu rencana yang bagus ketua! Bila kita berhasil, kita tidak harus menjilat lagi!"


Ketiganya mengangguk setuju dengan itu, tapi raut wajah Yin Shi berubah, dia mengerutkan dahinya, lalu mengelus dagu, "Tapi... Memangnya mereka akan setuju? Manusia kan licik"


Hei Gong menggelengkan kepalanya pasrah, dia sudah terlalu lelah untuk hidup didunia yang kejam, sungguh sikap yang tidak cocok untuk seorang pemimpin besar sepertinya.


"Kita coba dulu, saat manusia-manusia itu meminta syarat, kita coba dulu minta waktu tambahan, dan diskusikan ini lagi" Untung saja Yun Shi memiliki kepintaran yang mampu membuat kawan-kawannya kembali mendapat harapan.


Mereka berempat setuju dengan pendapat Yin Shi.


***


"Hei Zhang Shu, apa kau tahu hal apa yang bisa menghancurkan manusia?" Seorang pria dengan pakaian seperti sarjana, bertanya pada seorang pria berjirah hitam, bernama Zhang Shu. Saat ini, mereka sedang bermain catur berduaan.


"Entahlah Xueshi, aku tidak tahu" Ternyata, seorang pria berbaju sarjana itu memiliki nama Xueshi, dan Zhang Shu memakan bidak Xueshi, sehingga Xueshi berada dalam keadaan skakmat.


"Nafsu" Xueshi tersenyum, sembari menggerakan rajanya agar tidak termakan.

__ADS_1


"Benarkah?" Zhang Shu menyeringai, dan terus mengincar bidak raja Xueshi agar bisa memenangkan caturnya.


"Benar, karena nafsu, seorang manusia bisa menghancurkan dirinya sendiri. Yah, kurang lebih sama sepertimu" Kali ini, posisi mereka berdua menjadi terbalik, akibat Zhang Shu yang sudah kebelet untuk menang, sehingga dia menjadi lengah, dan memberikan Xueshi celah.


"Bangsat! Ini bukan karena nafsu, ini karena kau terlalu licik!" Zhang Shu marah, dan menggebrak meja catu itu hingga hancur berkeping-keping.


"Yah, walau bagaimanapun, ini hanya catur. Tapi.... Apa kau bisa membayangkan, bila ini adalah kaisar kita?" Xueshi menggunakan kekuatan yang aneh untuk mengembalikan papan catur itu seperti semula.


Zhang Shu melebarkan matanya tak percaya, "Apa?! Apa kau meragukan kaisar Zhou?!"


Xueshi menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku hanya membayangkannya saja"


Zhangshu berdiri, lalu mengeluarkan Guandao nya.



"Bohong! Dasar kau pengkhianat!" Zhang Shu mengarahkan Guandao nya pada leher Xueshi.


Xueshi menepis Guandao itu, lalu menggenggamnya dengan erat, "Pengkhianat apanya ah.... Saat kau masih menjadi ******, aku sudah melayani kaisar Zhou, dasar bocah"


Zhang Shu tersentak, lalu menarik kembali Guandaonya, dan duduk kembali, "Jadi kau tidak akan berkhianat kan?"


Xueshi tersenyum sembari menganggukan kepalanya, "Ya... Omong-omong, dimana adik ZuoZuo?" Adik ZuoZuo yang dimaksud Xueshi adalah seorang jendral kiri, atau jendral wanita kekaisaran Zhou.


Zhang Shu menaikkan sebelah alisnya curiga, "Untuk apa kau menanyakan adik ZuoZuo? Dia sudah memiliki suami!" Suami ZuoZuo adalah Jiang Daizin, seorang jendral kanan kekaisaran Zhou, dan untuk kedudukan Zhang Shu sendiri, dia adalah seorang jendral besar, yang kekuatan, sekaligus kedudukannya lebih tinggi daripada kedua orang itu.


Xhueshi tersenyum kecil sembari menatap langit, "Tidak ada kok, hanya penasaran saja"


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2