Power System

Power System
Bing Xiwang


__ADS_3

{Betul, aku adalah si raja monyet, Sun Mofa}


Xin Huang mengerutkan dahinya kesal, dia sudah terlalu lelah untuk berpikir dan melihat wajah Sun Mofa. "Aku tidak peduli, aku lelah, aku akan tidur"


{Tidur? Cih, mahluk fana}


"Terserah kau" Xin Huang kembali rebahan diranjangnya, dan memejamkan matanya.


***


Matahari menyinari dataran dipagi hari, burung-burung berkicauan dan membentuk sebuah alunan nada yang indah, udara sejuk menyapu gorden kamar Xin Huang. Sebuah keadaan yang sangat tenang dan nyaman, akan lebih sempurna bila tidak ada monyet kecil yang sedang tidur dengan posisi tidur yang menyebalkan. "Hey! Bangun!" Xin Huang memukul pantat monyet itu dengan keras.


"Huh?! Ada apa?!" Sun Mofa langsung terbangun dengan wajah dan pakaian yang acak-acakan saat itu juga.


"Kenapa tanda bicaramu berubah?"


"Entahlah"


"Oh iya, omong-omong, kenapa kau bisa hidup lagi?"


Sun Mofa melipat tangannya, lalu tersenyum dengan bangga, "Itu karena perjanjian yang kita buat kemarin"


Xin Huang menaikkan sebelah alisnya, "Perasaan aku tidak membuat perjanjian-perjanjian yang bisa membuatmu hidup deh, kau linglung ya?"


Sun Mofa melayang diudara, lalu menendang kepala Xin Huang dengan kaki kecilnya, "Kau sempat lengah saat membuat perjanjian itu, sehingga aku bisa sedikit memakan jiwamu, dan hidup kembali dalam wujud seperti ini"


Xin Huang mengelus-elus kepalanya yang sudah berasap. "Hmmm.... Aku sedikit merasakan itu, tapi buat apa kau hidup kembali?"


"Hehe, aku hanya ingin mengawasimu, sampai keinginanku tercapai"


Xin Huang menyeringai lebar, "Kalau aku tidak mau, kau bisa berbuat apa?"


"Aku tidak bisa berbuat apa-apa, tapi.... Aku bisa mengganggu perjalananmu, selama-lamanya." Sun Mofa menyeringai lebar.


"Cih! Dasar hama yang berbentuk monyet..." Xin Huang mendecakkan lidahnya kesal, dan hendak berdiri untuk menemui petinggi-petinggi benua Dongwu.


***


"Halo tuan Xin.... Monyet ini siapa?" Saat sedang menyapa Xin Shuo, Yin Shi menjadi terkejut saat melihat sebuah monyet mini yang sedang membawa tongkat emas.

__ADS_1


"Monyet ini? Monyet ini adalah leluhurmu, sang kaisar pertama, Sun Mofa." Saat Xin Shuo memperkenalkan Sun Mofa, Sun Mofa hanya sedang duduk dengan gagah, dengan kepala yang dinaikkan.


"A-Apa?! Kau menghina leluhurku!" Mungkin bila yang dihina ayahnya, dia tidak peduli, namun bila dihina leluhurnya, Yin Shi akan sangat marah.


"Tentu saja tidak, dia hampir mati saat melawanku, dan berhasil mengakali hukum alam, hingga dia hidup kembali dalam wujud seperti ini"


Yin Shi melebarkan matanya tak percaya, dia beberapa kali mengusap matanya untuk berharap bahwa ini adalah mimpi. "Tu-Tuan!" Yin Shi bersuju dihadapan Xin Shuo dan Sun Mofa.


"Hmmm.... Bau serigala" Sun Mofa menutupi hidungnya karena aura yang dikeluarkan Yin Shi.


"Te-Tentu saja tuan Sun, aku adalah keturunan dari ras serigala perak" Yin Shi berbicara dengan gugup, namun dia masih sedikit tidak percaya bahwa monyet kecil didepannya adalah leluhurnya.


Sun Mofa mengelus dagunya, "Serigala perak ya.... Dulu leluhurmu pernah menjadi tungganganku, jadi kau harus bangga dengan itu"


Jantung Yin Shi berdegup kencang, "Be-Betul! Itulah kebanggaan dari ras serigala perak! Pernah jadi tunggangan sang mahakuasa seperti tuan Sun benar-benar sangatlah membanggakan! Mengantarkan tuan Sun dari timur ke barat adalah salah satu dari alasan bahwa keluarga serigala perak berhak menjadi keluarga terhormat!"


Sun Mofa mengelus-elus hidungnya bangga, "Lihatlah bocah, menjadi alat kendaraanku bisa membuat sebuah keluarga menjadi keluarga terhormat, iblis mana bisa kan?"


"Aku tidak peduli, tanpa bisa membuat sebuah keluarga biasa menjadi keluarga terhormat pun, orang-orang akan bangga jika bisa melihat juru selamat terkuat mereka sedang berdiri diatas panggung"


"Itu hanya dalam.... Angan-anganmu"


Melihat kedua orang terhormatnya sedang berdebat, Yin Shi berniat untuk mengalihkan topik, agar mereka tidak berdebat lagi. "Tu-Tuan Sun, kami akan umumkan bahwa kau telah hidup kembali pada penduduk-penduduk benua Dongwu'


Sun Mofa menghentikan debatnya, lalu melirik Yin Shi, "Tidak usah, aku ingin bersikap low profil, sama seperti kekuatanku yang sangat jauh melemah dari sebelumnya"


"Baik tuan Sun"


***


"Selamat tuan Zhou, anakmu berjenis kelamin laki-laki" Ucap seorang wanita tua, sembari menggendong seorang bayi dengan kedua bola mata berwarna biru es cerah, dan wajah yang sangat tampan.


"Anak kita lucu sekali, Bing Lian" Zhou Lin mengambil bayi itu, dan menggendongnya dengan hangat.


"Apakah kita benar-benar harus berperang? Bagaimana dengan anak kita?" Ucap Bing Lian khawatir, karena perang besar akan terjadi sebentar lagi.


"Jangan khawatir Bing Lian, saat perang dimulai, aku akan membantai mereka semua, tanpa ada yang tersisa!"


"Aku tidak khawatir padamu, aku hanya khawatir pada anakku" Batin Bing Lian sembari mengambil anaknya yang sedang digendong Zhou Lin. "Oh iya, namanya siapa?"

__ADS_1


"Bing Xiwang" Zhou Lin tersenyum bangga saat menyebutkannya.


"Bing Xiwang...." Bing Lian bergumam pelan, "Kau tidak memakai margamu?"


"Margaku jelek, jadi tidak usah." Sebenarnya bukan itu alasan sebenarnya, alasan sebenarnya adalah Zhou Lin sudah melihat takdirnya, dan itu sangatlah buruk, sehingga dia tidak mau anaknya mempunyai keburukan yang sama, karena memiliki marga yang sama.


"Pembohong." Ucap Bing Lian sembari menyusui anaknya.


"Haha" Zhou Lin tertawa sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


***


Xin Huang dibawa oleh Yin Shi kedalam aula kerajaannya, dan untuk Sun Mofa, Yin Shi memberitahu bahwa monyet mini itu adalah peliharaan Xin Huang.


"Apakah ada laporan khusus yang harus kubaca selama 4 bulan ini?" Ucap Xin Huang yang sedang duduk dikursi singgasana.


Yin Shi maju, dan memberikan beberapa lembar kertas laporan, "Hanya ini saja tuan Xin, yang lainnya sudah kuurus"


Xin Huang mengambil kertas-kertas itu, lalu membacanya. "Hm..." Beberapa lembar kertas itu berisikan surat-surat yang ditulis oleh Tian Bufen, untuk menunjukkan rasa terimakasihnya, dan persetujuan bahwa kendali benua Dongwu ada ditangan Xin Huang, dan disalah satu kertas-kertas itu, berhasil menarik perhatian Xin Huang. "Surat dari kerajaan Yuan? Apakah mereka memaksamu untuk meminta budak?"


Yin Shi menganggukan kepalanya, "Ya, dalam 4 bulan ini, dia sudah datang dua kali untuk meminta budak, aku memintanya menunggu sampai tuan Xin bangun dan menjelaskan semuanya."


Xin Huang menopang pipinya menggunakan tangan, "Apakah mereka kuat?"


"Ya tuan, mereka berada diurutan ketiga dalam hal kekuatan"


Xin Huang menahan senyumnya, "Besok undang mereka kesini, dan mereka akan tahu siapa yang berkuasa"


"Baik tuan Xin" Yin Shi bersujud pada Xin Huang, lalu berjalan pergi dari sana.


Sun Mofa muncul dari udara kosong, dan duduk santai diatas kepala Xin Huang, "Jika dari yang kulihat, kau sedang mengumpulkan batu untuk mengisi botol kan? Bocah..."


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2