
Keesokan harinya, akhirnya Xin Huang selesai beres-beres untuk meninggalkan rumahnya untuk waktu yang lumayan lama, Lian Mei yang dia titipkan pada Bing Lian, dan Qiqiu yang dia perpanjang lagi masa tidak sadarkan dirinya.
"Nona Bing, kutitipkan anakku padamu, tapi jangan ajarkan dia yang aneh-aneh ya?" Melihat masa lalu Bing Lian, Xin Huang jadi khawatir Bing Lian akan memberi pelajaran yang buruk pada Lian Mei.
"Ya." Bing Lian menjawab dengan ketus, karena menurutnya, mengurus satu anak itu sangat susah, apalagi dua anak.
"Jangan cemberut begitu nona Bing, nanti kukasih hadiah deh... Tapi nanti ya...." Xin Huang khawatir Bing Lian akan kasar pada anaknya jika Bing Lian sedang marah-marah.
"Hadiah? Hadiah apa?" Bing Lian terlihat sedikit antusias, mengingat bahwa Xin Huang adalah orang yang sangat kaya.
Xin Huang tersenyum kecil, "Nanti nona Bing, tapi yang pasti, hadiah ini akan 1000 kali lipat lebih bagus daripada pil kebugaran."
Bing Lian melebarkan matanya, "Beneran?"
Xin Huang menganggukan kepalanya, "Ya, tunggu saja nanti."
"Baiklah, aku akan lembut pada anakmu."
"Hah? Berarti jika tidak dikasih hadiah, kau tidak akan lembut pada anakku?"
"Pikir saja sendiri."
Xin Huang menggelengkan kepalanya, namun dia lega mengetahui anaknya akan baik-baik saja saat dia pergi. "Baiklah Hua'er, kita akan pergi."
"Kau tidak akan pamit pada yang lain?"
"Mereka sedang sibuk." Yun Yue sedang sibuk berlatih dengan Zheng Yi, Xiu Lan sedang sibuk berkultivasi, dan Liu Wen sedang sibuk dengan penelitiannya.
"Baiklah...." Setelah itu Hua Mei berpamitan dengan Bing Lian dan Lian Mei, lalu balik lagi kepada Xin Huang.
Xin Huang memeluk Hua Mei, lalu tiba-tiba menghilang dari sana, meninggalkan Bing Lian yang sedang menghela nafas panjang dengan dua bayi digendongannya.
***
Xin Huang dan Hua Mei sampai disebuah hutan lebat yang penuh dengan binatang buas, namun dari banyaknya binatang buas, tidak ada satupun binatang buas yang berani mendekati keduanya, hal itu disebabkan oleh aura buas Xin Huang yang terus-menerus keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
"Xin... Kita akan latihan dimana?"
Xin Huang mengelus dagunya, dan berpikir apa yang ditanyakan Hua Mei. "Hmmm.... Apa kau tidak lihat daerah sekitar kita itu hutan yang penuh dengan hewan buas?"
Hua Mei tertunduk malu saat mendengarnya, "Ya... Aku hanya basa-basi saja...."
Xin Huang menggelengkan kepalanya, lalu menggenggam kedua tangan Hua Mei. "Aku ingin tahu bagaimana cara kerja skill penyerapmu itu."
Hua Mei mengiyakannya, dan mulai menyedot seluruh energi kehidupan Xin Huang.
Wushhhhhh
Hua Mei dengan maksimal menyedot energi kehidupan Xin Huang, namun dari tubuh Xin Huang, tidak terlihat tanda-tanda Xin Huang lemas sama sekali.
Melihat Xin Huang yang tidak terkena dampak apapun, Hua Mei menjadi sedikit murung dan segera melepas genggaman tangannya, "Kau melakukan suatu trik ya?"
Xin Huang tersenyum manis, "Aku tidak akan bisa mati, sebanyak apapun kau menyedot energi kehidupanku. Sebab energi kehidupanku tidak terbatas."
"Hah? Kok bisa?"
"Ohh...." Hua Mei menganggukan kepalanya tanda paham. "Nah, apa kau sudah selesai mengetahui cara kerja kekuatanku?"
"Ya, aku tahu."
"Bagaimana?"
"Kekuatan penyerapanmu berasal dari tubuh Dewi kehidupan yang dulu kau dapatkan. Tubuh Dewi kehidupan memiliki energi kehidupan yang sangat banyak, namun karena sangat banyak, bukan berarti energi kehidupanmu tidak terbatas, energi kehidupanmu setiap hari akan selalu berkurang, dan setiap saat energi kehidupanmu berkurang, kau akan terlihat semakin tua dan berkeriput, tapi diumur dan kekuatanmu yang saat ini, sangat tidak mungkin melihat keriput diwajahmu, jadi kau tidak pernah mengetahui energi kehidupanmu berkurang atau tidak."
Hua Mei menerima penjelasan Xin Huang dengan baik, namun dia masih tidak mengerti dengan sesuatu, "Apa ini ada hubungannya dengan latihanku?"
"Ya, bahkan ini berperan besar pada latihanmu."
"Apa itu?" Hua Mei sangat antusias, menyadari bahwa dia akan bertambah kuat dari latihan ini.
"Teknik Tingkat Surga: Dunia Hijau. Dengan teknik itu, kau mungkin tidak bisa membangun sebuah dunia, namun dengan teknik itu, kau bisa menghancurkan dunia. Teknik Tingkat Surga memiliki kemampuan untuk menyimpan kekuatan, dan melepaskannya kembali dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Jadi bila digabung dengan teknik penyerapanmu, itu akan menjadi cara sempurna untuk menjadi kuat, yaitu dengan menyerap energi kehidupan mahluk hidup, lalu menyimpannya didalam teknik dunia hijau, lalu melepaskannya kembali untuk memperkuat diri."
__ADS_1
Hua Mei sangat terpana saat mendengarnya, "Jadi semakin banyak energi kehidupan yang kuserap, aku akan bertambah menjadi kuat?!"
"Ya, itu benar."
"Yey! Ternyata aku bisa dengan mudah menjadi kuat!!!!" Hua Mei lompat-lompat kegirangan, lalu berhenti dan menatap Xin Huang seperti binatang buas yang menatap mangsanya.
Xin Huang sedikit merasa aneh dengan tatapan yang diberikan Hua Mei, "Kau kenapa Hua'er?"
"Hehe.... Energi kehidupanmu tak terbatas kan?"
Xin Huang memejamkan matanya sembari menggelengkan kepala, "Aku juga harus latihan Hua'er, tak mungkin bukan aku hanya diam dan duduk dihadapanmu sembari menunggu kau menyerap energi kehidupanku?"
"Tapi kau kan bisa memberiku sedikit waktu untuk menyerap energi kehidupanmu? Apa kau tidak mau istrimu bertambah kuat?" Hua Mei berbicara manja sembari menempelkan dadanya ke lengan Xin Huang.
Xin Huang terdiam kesal, dan melirik kearah lain agar tidak melihat Hua Mei, "Aku sudah tidak penasaran dengan dadamu, jadi tidak sudah menggodaku dengan tubuhmu."
Hua Mei cemberut kesal, "Kenapa kau jahat sekali sih? Sebulan saja boleh kan? Apa tidak boleh? Kalau begitu kita tidak usah bertemu selama latihan!"
"Hadeh...." Xin Huang menghela nafas panjang, lalu menarik pergelangan tangan Hua Mei, "Baiklah, ayo ayo."
Hua Mei tersenyum senang dengan kesetujuan Xin Huang, "Baiklah, ayo kita mulai!"
Setelah itu keduanya duduk secara berhadapan, dengan kedua lengan yang saling menggenggam, tak lupa juga keduanya menutup matanya, tapi Xin Huang memilih untuk tidak menutup matanya, sebab tidak berguna juga.
"Fyuhhh....." Hua Mei mengambil nafas panjang-panjang, lalu menyerap energi kehidupan Xin Huang dengan ganas, jika yang diserap bukan Xin Huang, sudah pasti orang itu akan mati dalam beberapa detik saja.
Xin Huang hanya terdiam dengan wajah datar, tidak tahu harus melakukan apa, sebab sekuat-kuatnya seseorang, dia tidak akan pernah bisa mengeluarkan energi kehidupannya sendiri. Jadi dia hanya diam dan mengamati wajah Hua Mei yang sudah mulai berkeringat. "Kok dia keringetan? Apa tubuhnya memang ada batasnya ya? Atau....."
.
.
.
.
__ADS_1