Power System

Power System
Pahlawan Keadilan


__ADS_3

Wei Chuan melebarkan matanya, dan Xia Shu menggeram kesal, "Jangan mengacaukan rencana yang sudah susah payah kami buat! Dasar bocah!" Ucap kesal Xia Shu dengan aura membunuh yang sangat mengerikan.


Para prajurit-prajurit yang berdiri dibelakangnya merasakan perasaan ngeri yang sangat mencekam, mereka tidak menyangkan gadis imut dan cantik seperti Xia Shu mempunyai aura membunuh yang sangat pekat dan kental, sama seperti aura membunuh para pembantai masal.


Wei Chuan tersenyum kecil saat melihatnya, "Benar juga, kita sudah jauh-jauh membuat rencana ini, dan kau ingin membuatnya jadi lebih singkat? Hehe, tentu saja aku setuju, dan Xia Shu, kenapa kau marah-marah? Apa kau sedang datang bulan?" Reaksi yang dikeluarkan Xia Shu sangat membuat Wei Chuan terkejut, sebab seberapa menyebalkanya dia ataupun orang-orang lain, dia tidak pernah menunjukkan wajah kesal dan aura membunuh yang sangat besar, kepada orang lain.


Xia Shu menundukkan kepalanya, "Ya tuan, aku sedang datang bulan"


"Tidak masuk akal..." Batin keduanya secara bersamaan.


"Baiklah Xin Huang, antarkan aku kedalam istana Zhou Lin"


"Apa kau yakin? Korban yang mati akan sangat banyak loh jika kau bertarung didalam istana"


Wei Chuan tersenyum lebar, dengan mata yang menatap Xin Huang dengan tajam, "Apa kau berpikir bahwa aku akan kasihan pada para penduduk yang bukan aku bawahi? Tentu saja tidak, bocah" Wei Chuan menepuk-nepuk kepala Xin Huang.


"Baiklah, kita akan berteleportasi" Xin Huang membuat sebuah segel tangan, sebab jarak dan orang yang dia bawa sangatlah jauh dan sangat membebani, "Teknik Ruang dan Waktu: Teleportasi"


Wushhhhhhh


Setelah mengucapkan itu, Xin Huang dan Wei Chuan tiba-tiba menghilang dari sana, meninggalkan wajah kebingungan para pasukan yang dibawahi Wei Chuan.


"Kemana Wei Chuan?" Yuan Zhong lah yang pertama kali mengemukakan pertanyaannya.


Xia Shu menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu dan tidak mau tahu." Saat ini perasaan Xia Shu sangat kesal dan geram, sebab dia gagal menjalani perintah tuannya. Dia sangat takut menunjukkan wajah kegagalannya pada tuannya, dia tidak bisa membayangkan hukuman apa yang akan dia jalani saat dia bertemu dengan tuannya. Sebenarnya tuannya tidak terlalu jahat padanya, tapi tunangan tuannya lah yang sangat membuatnya takut, sebab tunangan tuannya, mempunyai perasaan senang saat menyiksa seseorang.


***

__ADS_1


"Erghhh! Menjauhlah!" Didalam kedalaman hutan, terlihat Yun Yue yang sedang melindungi Qiqiu dari serangan para orang-orang bejat, jumlahnya ada banyak, kira-kira ada 40 orang bejat yang memakai baju hitam.


"Hehehe, karena sebentar lagi ada perang, para prajurit-prajurit kekaisaran Qilong pergi dari sini, bahkan kaisar pun ikut pergi, sehingga geng perampok bulan hitam kami, bisa menjalani kejahatan sesuka hati" Ucap pemimpin geng perampok itu sembari menjilat kedua pisaunya. Dia memiliki level kultivasi mortal tingkat 4, dan memiliki nama bernama Hei Dun.


"Hehehe" Para bawahan-bawahan Hei Dun tertawa mesum, sembari menatap bagian-bagian seksual kedua wanita didepannya.


Sebenarnya level kultivasi Hei Dun sangatlah rendah, tapi level kultivasi Yun Yue dan Qiqiu lebih rendah dari Hei Dun, sehingga mereka menjadi sasaran paling sempurna bagi geng kelompok lemah seperti mereka.


"Qiqiu, saat kuberi aba-aba, kau lari dari sini" Bisik pelan Yun Yue pada Qiqiu yang sedang gemetar ketakutan dibelakangnya.


"Ta-Tapi kakak Yun Yue bagaimana? Aku bisa mengalahkan mereka semua jika aku menjadi besar." Jawab Qiqiu dengan mata yang sudah berkaca-kaca, hingga menunggu waktu saja untuk Qiqiu menangis.


"Kau tidak perlu memikirkan aku Qiqiu, kau hanya harus memikirkan dirimu sendiri, kau harus memilih jalanmu sendiri, berjalan diatas aspal balas dendam, atau berjalan diatas aspal kelandasan hati, kau harus benar-benar memikirkan itu, tapi saranku, jangan hidup diatas aspal balas dendam, sebab itu.... Sangat menyakitkan." Bukan teman atau murid, Yun Yue sudah menganggap Qiqiu sebagai keluarganya, wujudnya yang kecil dan mungil, membuat hati Yun Yue menjadi lebih terdorong untuk ingin terus melindunginya.


"Tapi aku bisa berubah menjadi besar"


"Kakak...." Air mata Qiqiu tidak bisa dibendung lagi, dia menangis sesenggukan diatas pundak tubuh Yun Yue.


"Hehe" Para perampok-perampok itu menjadi lebih terangsang saat melihat Qiqiu menangis sesenggukan, sebab mereka lebih nafsu pada anak kecil, daripada dengan gadis remaja seperti Yun Yue, tapi itu hanya sebagian saja.


"Memang yah, didunia ini selalu saja ada orang yang tidak normal"


Tiba-tiba terdengar suara pria muda dibalik pepohonan, yang ada dibelakang kelompok perampok bulan hitam. "Siapa kau?!" Teriak Hei Dun pada seseorang yang ada dibalik pohon.


"Aku adalah seseorang yang akan menjungkir balikkan ketidak adilan, aku adalah seseorang yang akan membela yang baik, dan membunuh yang jahat, aku adalah seorang pangeran bagi para putri-putri, aku adalah seorang pahlawan bagi penduduk, aku adalah.... Zheng Yi, pembela keadilan, dan pemusnah kejahatan." Muncul seorang pria muda tampan berambut pirang pendek, dengan mata berwarna biru cerahnya yang sangat indah, sembari membawa tombak emas dari balik pepohonan.


Wujud dan karisma yang dikeluarkan pria itu, membuat jantung Yun Yue berdegup kencang, "Ada apa dengan diriku? Kenapa jantungku berdegup kencang? Apa karena pria itu?" Bukan hanya jantung Yun Yue yang berdegup kencang, pipi Yun Yue pun berubah merah merona seperti tomat muda.

__ADS_1


"Cih, hanya bocah inti suci yang membawa.... Mainan....?" Perhatian Hei Dun teralihkan bukan pada pemuda itu, namun pada tombak emas yang digenggam pemuda itu.


"Bos! Dari pengamatan mata harta karunku, senjata itu berada ditingkat yang lebih tinggi dari tingkat inferior!" Ucap salah satu bawahan Hei Dun, yang diduga wakil pemimpin kelompok serigala hitam.


"Ha... Haha.... Hahaha! Banyak harta Karun yang datang sendirinya padaku, ini adalah hari yang indah! Aku sangat suka hari ini!" Hei Dun tertawa terbahak-bahak, sebab dia merasa dia adalah seorang pilihan Tuhan.


"Cih... Jangan harap kau bisa menyentuh senjataku, bahkan jika itu hanya seujung jari." Pemuda itu mengambil posisi bertarung. "Teknik Pengendalian Tombak Emas" Gumamnya pelan.


Hei Dun hanya tersenyum kecil saat mendengarnya, "Jangan sombong begitu! Kau itu hanya-" Ucapan Hei Dun terpotong, saat dia menyadari bahwa tubuhnya sudah berubah menjadi daging cincang.


"Perputaran Dunia"


Wushhhhhhhhhh


Zheng Yi memutar tombaknya, dan menerjang kearah depan dengan sangat cepat, bahkan sangking cepatnya, Hei Dun tidak bisa menyelesaikan ucapannya.


Bummmmmm


Angin puyuh tercipta, mencincang seluruh tubuh anggota kelompok bulan hitam.


"Levelmu itu hanya sampah, dihadapan tombak emasku" Ucap Zheng Yi sembari mengelap tombak emasnya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2