
Setelah Xin Huang keluar dari Goa, dia melanjutkan perjalanannya ke pulau kecil yang terletak di bagian tenggara benua naga. di sepanjang perjalanan, Xin Huang membunuh banyak monster yang lewat, hingga dia menghentikan langkahnya saat dia sudah sampai dipinggir pantai.
"Apakah aku harus terbang kesana?"
[Ya tuan]
"Aku malas, apa tidak bisa pakai perahu?"
[Bisa, tapi akan sampai satu bulan]
"Satu bulan.... keburu dia pergi perang dengan sekte merpati putih..... sudahlah, aku akan Teleportasi saja"
[Teleportasi tuan belum cukup kuat]
"Hahh...... aku malas terbang"
[Ada satu kendaraan yang cocok untuk tuan]
"Apa itu?"
[Mobil Terbang]
[Rank:A]
[Bisa terbang dengan kecepatan 10.000 km/jam]
[Harga:10.000 PS]
"Mahal sekali.... Beli saja system"
[Berhasil membeli mobil terbang]
[Poin System dikurangi 10.000]
Wushhhhhhh
Muncul mobil berwarna hitam tanpa roda, mobil itu sangat mirip dengan mobil Lamborghini, hanya saja mobil ini melayang-layang di udara.
"Woaahhh" Xin Huang mengelus-elus mobil itu, mengelilinginya lalu menaiki mobil itu.
"Ini adalah salah satu impianku dulu, aku sangat ingin membeli mobil Lamborghini saat aku masih hidup dibumi" Xin Huang mengelus-elus setir mobil itu.
"Baiklah, berangkat!!!!"
Wushhhhhhh
Mobil hitam itu melesat dengan sangat cepat ke udara.
.
.
.
.
(Pulau Tami-Tami, pulau persembunyian tiga Iblis bersaudara)
(Disebuah gubuk kecil.....)
"Kakak Xi, aku sangat tidak suka tinggal disini!!!, kenapa kita tidak tinggal disekte mata gelap?!!!" ucap Mo Fei mengeluh.
"Bila kita ketahuan tinggal disana, sudah pasti seluruh kekuatan di benua akan menyerang kita" jawab Mo Xi tenang.
"Tapi..... Mo Bai!!!, kenapa kau tidak membelaku?!!!"
"Berisik sial!!!!, mau kurobek mulutmu?!!!!" Jawab Mo Bai kasar.
"Bajingan, kau mau kubunuh?!!" Mo Fei mengeluarkan aura membunuhnya.
"Kalian berdua tolong berhenti" Mo Xi masih duduk bersila sembari menutup matanya.
"Tapi kakak!!!, aku mau mandi!!!"
"Mandi saja disungai Fei'er" Mo Xi masih menjawabnya dengan tenang.
"Itu tidak mungkin kakak!!!, apakah masuk akal jendral iblis mandi disungai!!!"
"Kita sedang dalam misi"
"Aku tahu.... tapi kenapa kita tidak menyerang dan membantai langsung benua naga ini kakak?!!!" Mo Fei masih merengek-rengek.
"Kaisar Shen, aku sangat khawatir dengan Kaisar Shen, ayah pernah bilang padaku bahwa Kaisar Shen setara dengan ayah, bila dia datang, kita sudah pasti akan mati"
"Setara dengan ayah?!!!" Wajah Mo Fei begitu terkejut saat mendengarnya.
"Itu tidak mungkin!!!, kekuatan manusia tidak boleh disamakan dengan kekuatan ayah, kakak!!!" Mo Bai juga tak kalah terkejutnya.
"Memang tidak boleh, tapi itu kenyataannya"
"Tunggu....." Mo Xi yang sedang dalam mode meditasi merasakan aura diluar rumahnya.
**
"Heh, jendral iblis atau petani" Xin Huang merasakan aura tiga iblis didalam sebuah gubuk kecil.
Kriekkkkk
Pintu gubuk itu terbuka, terlihat seorang pria berambut dan kumis hitam keluar dari sana. matanya berwarna merah darah, tubuhnya sangat kekar dan gagah dibaluti dengan jubah hitam yang dikenakannya.
"Manusia!!!" teriak pria itu.
"Mo Bai" jantung Xin Huang berdetak kencang, perasaannya diliputi oleh amarah, aura membunuh yang ditahannya mulai merembes keluar.
"Manusia?!" keluar wanita cantik berambut hitam. matanya sama dengan laki-laki sebelumnya, tubuhnya sangat seksi, wajahnya terlihat sangat cantik dengan dihiasi dua tanduk kecil dikepalanya.
"Manusia?" Keluar pria yang sangat mirip dengan yang Xin Huang sebut Mo Bai, hanya saja dia terlihat lebih muda.
"Halo iblis-iblis kecil" Ucap Xin Huang dengan aura membunuh yang sangat dahsyat, wajahnya sangat merah padam karena amarah yang tertahan.
"Dasar Inti Roh rendahan" Mo Bai tak mau kalah, dia juga mengeluarkan aura membunuh yang tak kalah dahsyatnya dengan Xin Huang.
"Bai jelek, urus manusia kecil itu" ucap wanita bertanduk yang ternyata adalah Mo Fei.
"Tak diperintahpun aku pasti akan membunuhnya" Tangan kanan Mo Bai berubah menjadi tangan harimau putih dengan cakar-cakar besar yang mengintimidasi.
"Kau salah meremehkan ku " Xin Huang mengeluarkan pedang kekosongannya.
Wushhhhhhhh
Mo Bai menginjak tanah dengan keras dan melesat ke arah Xin Huang.
"Tunggu Mo Bai!!!" teriak Mo Xi.
"Apa?!, Kenapa?!" Mo Bai terlihat bingung saat mendengar perkataan kakaknya.
"Itu Terlambat" Xin Huang mengayunkan pedangnya secara Diagonal.
Sringgggggg
Gluduk
Gluduk
Gluduk
Kepala Mo Bai menggelinding ditanah.
"Mo Bai!!!" Teriak Mo Fei.
"Sebenarnya kau siapa manusia?" Tanya Mo Xi.
__ADS_1
"Aku adalah orang yang akan membunuh kalian semua" Xin Huang tersenyum lebar saat mengatakan itu.
"Ternyata orang kuat ya?" terdengar suara dibelakang Xin Huang.
"Apa?" Xin Huang melotot terkejut saat mendengar suara dibelakangnya.
"Apa kau tahu apa yang membedakan antara manusia dan iblis?" terdengar suara itu mengoceh.
"Manusia bila dipenggal akan mati.
tapi, iblis bila dipenggal akan tumbuh lagi, dan iblis tidak akan pernah mati" tubuh Mo Bai yang sebelumnya tergeletak, mulai bangun dan berjalan kembali mengambil kepalanya yang menggelinding. lalu Tubuh itu menempelkan kembali kepalanya di lehernya.
"Hehehe, aku tidak mati" ucap Mo Bai dengan ekspresi menyeramkan.
"Bila satu kali tebasan tidak mati, aku akan menebasmu ratusan kali" ucap Xin Huang dengan ekspresi yang tak kalah menyeramkan.
"Teknik Transformasi:Transformasi Penuh" seluruh tubuh Mo Bai berubah menjadi harimau putih yang menyeramkan, taring di mulutnya terlihat sangat tajam dan mengintimidasi.
"Bersiaplah Bocah Manusia!!!"
Wushhhhhhhh
Mo Bai menerjang ke arah Xin Huang dengan sangat cepat.
"Lambat" Xin Huang mengelak kiri.
Wushhhhhhh
Serangan itu hanya melewati Xin Huang.
"Lagi!" Mo Bai berbalik lalu menambah kecepatannya.
Wushhhhhhh
Wushhhhhhh
Wushhhhhhh
Wushhhhhhh
Serangan-serangan Mo Bai dengan mudahnya Xin Huang hindari. "Sangat cepat!, bila aku tidak melihat masa depan, aku akan kesulitan melawannya", Xin Huang mendapatkan kekuatan untuk melihat masa depan beberapa detik kedepan saat di perjalanan ke pulau Tami-Tami.
"Sial!!!, dihindari"
"Teknik Harimau Iblis:Cakar Iblis" Mo Bai mengangkat cakarnya. "Terima ini manusia!!!" Mo Bai menghantamkan cakarnya ke arah Xin Huang.
"Teknik Ruang:Teleportasi"
Bummmmmmm
Sebuah kawah besar berdiameter dua puluh meter terlihat disana. "Tidak kena?!!!" Mo Bai baru sadar bahwa dia tidak memukul siapapun.
"Serangan mu lambat sih" Xin Huang sudah bersiap menebas Mo Bai di belakangnya.
Wushhhhhhh
"Apa?" sebuah pukulan yang mengandung kekuatan besar datang di samping Xin Huang saat Xin Huang sedang bersiap menebas Mo Bai.
Dummmmmmmm
Pukulan itu sangat kuat, bahkan sampai menimbulkan dentuman besar saat serangan itu menyentuh pedang kekosongan Xin Huang.
Duarrrrrrrrrrrrrr
Xin Huang terlempar dengan sangat jauh, membuat gunung-gunung yang berjejeran hancur berkeping-keping.
"Errggghhhh" Xin Huang menancapkan kakinya ke tanah untuk menghentikan dampak serangan Mo Xi.
"Bajingan!!!" Xin Huang sangat terkejut menerima serangan dari Mo Xi.
"Tadi dengan angkuhnya kau bilang akan membunuh kami, tapi dengan pukulan kecil itu kakimu sudah gemetaran" Mo Xi dengan tenang berjalan ke arah Xin Huang.
"Kakiku gemetaran?, apa kau buta?, lihatlah tangan mu itu" Xin Huang masih menunjukan muka santai.
"Tak mungkin!!!" jerit Mo Bai.
"Benar!!!, tubuh kak Mo Xi sangat kuat, bahkan ayah saja kesusahan untuk menggoresnya" Sahut Mo Fei.
"Pasti gara-gara pedang itu" Mo Xi menyipitkan matanya untuk melihat pedang kekosongan di tangan Xin Huang.
"Teknik Ruang dan Waktu:Tebasan Dimensi" Xin Huang menebaskan pedangnya secara vertikal.
Wushhhhhhhh
Energi hitam besar melesat dengan sangat cepat ke arah Mo Xi.
"Apa?" Mo Xi menghindari serangan Xin Huang, hanya saja tidak sempurna, sebagai bayaran untuk menghindari serangan Xin Huang, telinga Mo Xi terpotong.
Energi hitam besar itu terus membelah apapun yang di tabraknya, hingga akhirnya energi hitam itu mengecil lalu menghilang.
"Serangan yang dahsyat" Mo Fei sedikit merinding melihat serangan Xin Huang.
"Kak!!!, Ayo kita kerja sama untuk mengalahkannya!!!" teriak Mo Bai.
"Baik, ayo" Mo Xi mengangguk.
"Teknik Pengendalian Es:Gunung Es" Mo Fei mengeluarkan jurusnya. Terlihat sebuah gunung es seukuran dua puluh meter di belakang punggung Mo Fei.
bahkan bukan cuma satu, tapi ada lima buah.
"Serang" Mo Fei dengan tenang mengucapkannya.
Wushhhhhhhh
Lima buah gunung es itu melayang dan melesat dengan sangat cepat ke arah Xin Huang. melihat serangan kakaknya, Mo Bai ikut menerjang Xin Huang.
Wushhhhhhh
Mo Bai menginjak tanah lalu dengan sangat cepat menerjang Xin Huang.
"Esensi Kematian:Sonata Kematian" sesaat Mo Xi mengucapkannya, sebuah ledakan besar berwarna hitam muncul ditempat Xin Huang berdiri.
Duarrrrrrrr
"Siall!!!" Xin Huang bisa menghindarinya.
Wushhhhhhh
Sebongkah gunung es besar melayang ke arah Xin Huang.
Wushhhhhhhh
"Erghhh" serangan itu melewati kepala Xin Huang.
"Manusia sialan!!!" Tangan kanan Mo Bai membesar sampai tiga kali lipat.
"Apa?!!, Pelindung Ruang!!!" muncul pelindung hitam mengelilingi dan melindungi Xin Huang.
Bummmmmmm
Serangan Mo Bai tak menggores sedikitpun pelindung Xin Huang. "Ditahan?!!, Lagi!!" Melihat serangannya tidak menggores pelindung hitam itu, Mo Bai mengayunkan cakarnya lagi.
Bummmmmmm
Bum!
Bum!
Bum!
Bum!
__ADS_1
Mo Bai terus mengayunkan cakarnya puluhan kali sampai-sampai area di sekitarnya hancur lebur.
"Bajingan!!!" Xin Huang keluar dari pelindung itu dan menebas Mo Bai menjadi dua.
Sringgggggg
"Apa?!!" saat ini Mo Bai tidak bisa merasakan tubuh bagian bawahnya lagi.
"Lagi!!!" Xin Huang menebaskan pedangnya ratusan kali sampai Mo Bai terbelah menjadi debu.
"Sial, Mo Bai!!!!" teriak Mo Fei.
"Teknik Pengendalian Es:Naga Es", muncul Naga Es sebesar enam puluh meter di belakang Mo Fei.
"Serang dia Naga Es!!!" sesaat setelah Mo Fei mengucapkan itu, Naga Es terbang menerjang Xin Huang dengan cakarnya yang sangat besar.
"Teknik Ruang:Barikade Ruang" Xin Huang menabaskan pedangnya puluhan kali, setiap tebasan yang dilepaskan Xin Huang akan muncul energi hitam yang menyerang ke semua arah.
Sringggggg
Sringggggg
Sringggggg
Wushhhhhh
Wushhhhhhh
Wushhhhhhhh
Energi hitam itu dengan mudahnya memotong Naga Es menjadi beberapa bagian. Energi hitam itu tidak hanya menyerang naga es, tapi juga menyerang Mo Xi dan Mo Fei.
"Sial!!!, setiap serangannya bisa memotong tubuhku dengan mudah" umpat Mo Fei sembari menghindari serangan Xin Huang. Mo Xi juga mengalami hal yang serupa, dia berusaha menghindari serangan Xin Huang agar tak memotong tubuhnya.
"Aku belum mati sial" ucap Mo Bai di belakang Xin Huang sembari mengayunkan cakarnya yang sangat besar.
"Apa?!!" Xin Huang tidak siap dengan serangan itu. dia terkena serangan itu mentah-mentah.
Duakkkkkkk
Bummmmmmm
Xin Huang terbang ke langit akibat serangan itu. Mo Xi yang tidak ingin melewatkan kesempatan itu, melompat kelangit dengan kecepatan penuh.
"Esensi Kematian:Pukulan Kematian" Mo Xi yang sudah berada diatas langit mempersiapkan jurusnya. Tangan Mo Xi di selimuti aura hitam yang mencekam. Saat melihat Xin Huang sudah berada di posisi yang tepat, Mo Xi memukulkan tinjunya.
"Sialll!!!" umpat Xin Huang dilangit. setelah itu dia melindungi tubuhnya dengan pedang kekosongan.
Bummmmmmm
Xin Huang jatuh dengan kecepatan yang sangat tinggi. "Kesempatan!!!" Mo Bai mengayunkan tinjunya ke arah Xin Huang yang terjatuh.
Bummmmmmm
Xin Huang kembali terlempar kelangit.
Bummmmmmm
Mo Xi kembali memukulnya.
Bummmmmm
Bummmmmm
Bummmmmm
Bummmmmm
Xin Huang terus di hajar habis-habisan dari berbagai arah. "Sial!!!, aku tidak bisa terus begini!!!" teriak Xin Huang diatas langit. "Teknik Ruang:Teleportasi". saat Mo Xi hendak memukul Xin Huang, Xin Huang tiba-tiba menghilang dari pandangannya.
"Apa?!" Mo Xi melotot kaget. "Teknik Ruang memang merepotkan" ucap Mo Xi yang melihat Xin Huang sudah berada dibawah.
"Ini Giliranku!!!! Teknik Pengendalian Es:Istana Es" Mo Fei yang tidak ingin kalah dari saudara-saudaranya mengeluarkan jurus terkuatnya.
Wushhhhhhhhh
Awan-awan terbelah menjadi dua, di tengah belahan itu muncul sebuah istana es yang sangat besar mengarah ke arah Xin Huang.
"Gila!!!, tekanannya kuat sekali" Xin Huang tidak bisa bergerak akibat tekanan yang disebabkan oleh istana es itu.
"Mati kau Manusia!!!!"
Duarrrrrrrrrrrrrr
Istana Es itu menghantam Xin Huang dan permukaan. es yang terkandung didalam istana itu mulai menjalar membekukan seluruh daratan pulau Tami-Tami.
"Jurus itu yang membuatku kalah, jurus itu juga yang membuat Mo Fei menjadi jendral nomor delapan" Batin Mo Bai.
"Hahahaha, manusia itu pasti sudah mati", Mo Fei tertawa terbahak-bahak saat melihat Xin Huang terkena serangannya mentah-mentah.
"Mati?" ucap Xin Huang yang muncul dari dalam kawah.
"Apa?!!" Mo Fei sangat terkejut saat melihatnya. pasalnya, kekuatan serangannya sangat kuat, bahkan Mo Bai sampai kalah akibat serangan itu.
"Aku tidak mungkin mati semudah itu" seluruh tubuh Xin Huang dibaluti oleh api neraka yang sangat panas, dia menggunakan api itu untuk melelehkan es yang membekukannya.
"Api itu?!!!" wajah Mo Xi terkejut saat melihat api merah yang menyelimuti Xin Huang.
"Ada apa kakak?" Mo Bai heran kenapa wajah kakaknya mengerut terkejut.
"Api itu adalah api yang digunakan oleh raja iblis, raja kita"
"Apa?!!!" Mo Bai sangat terkejut mendengarnya. Mo Fei hanya diam saja, dia sudah malas untuk terkejut.
"Manusia ini, sangat berbahaya" ucap Mo Xi. "Fei'er, Mo Bai, cepatlah kembali kebenua iblis, dan beritahukan berita ini pada ayah"
"Apa?!!, kita sudah sejauh ini, apa kakak ingin kami berhenti?!!!" teriak Mo Bai.
"Tak apa, berhenti saja, aku mempunyai firasat bahwa dia akan menjadi musuh terbesar benua iblis" ucap Mo Xi.
"Hei Mo Fei!!!, cepat katakan sesuatu!!!" Mo Bai berteriak pada Mo Fei. "Erghhhh" Mo Fei masih terkejut mengingat serangannya gagal membunuh Xin Huang.
"Hei Mo Fei!!!, sadarlah!!!" Mo Bai mengayun-ayunkan pundak Mo Fei.
"Sudahlah Mo Bai, cepat bawa Fei'er pergi dari sini"
"Tapi kak!!"
"Cepat Mo Bai, suasana hatiku sangat tidak baik" raut wajah Mo Xi berubah. Aura membunuh merembes keluar dari tubuhnya.
"Erghhhh" Mo Bai merasakan sesak saat merasakan aura membunuh yang dikeluarkan kakaknya.
"Cepat pergi Mo Bai, sebelum aku tidak bisa lagi menahannya"
"Baik kak, jaga dirimu" Mo Bai menggendong Mo Fei lalu terbang ke langit.
"Hei, kau mau kemana?" Xin Huang mencoba untuk mengejar Mo Bai dan Mo Fei.
"Manusia, akulah lawanmu" Mo Xi sudah tidak bisa lagi menahan aura membunuhnya.
"Apa?!" Aura membunuh yang dikeluarkan oleh Mo Xi mengunci pergerakan Xin Huang.
"Manusia, apa kau tahu kenapa aku dijuluki iblis gila?" Mo Xi berjalan ke arah Xin Huang dengan penuh intimidasi.
"Heh, tidak tahu dan tidak mau tahu" Xin Huang memaksakan senyumannya.
"Itu karena..... Aku Gila!!!!, hahahaha"
.
.
__ADS_1
.
.