
"Dasar lemah...."
Wushhhhhhh
Kaki Jiang Daizin gemetaran hebat saat mendengar suara itu, keringat dingin mulai bercucuran diwajahnya, namun selang beberapa saat, tubuhnya kembali tenang seperti semula "Aku tahu itu jurus tabu, jadi itu tidak lama kan?"
"Walaupun tidak lama, waktu ini lebih dari cukup untuk membunuhmu." Monster api raksasa itu mengumpulkan Qi panas dimulutnya.
Sringgggggggggg
Sementara itu, Jiang Daizin terus mengumpulkan Qi yang sangat banyak dipedangnya, membuat pedangnya menjadi semakin panjang dan besar.
"Teknik Monsterisasi: Bola Matahari." Monster api itu membuat sebuah bola api yang sangat besar dan panas, lalu melemparkannya pada Jiang Daizin.
Wushhhhhhhh
Jiang Daizin hanya terdiam sejenak saat melihatnya, lalu bersiap-siap menebaskan pedangnya, "Teknik Pelepasan Energi: Garis Hitam." Setelah mengucapkan jurusnya, Jiang Daizin menebaskan pedangnya yang sangat panjang secara vertikal.
Sringgggggggg
Tebasan pedang panjang Jiang Daizin membelah langit menjadi dua, dan tebasan itu belum selesai sampai situ saja, tebasan itu juga terus meluncur kearah bola api raksasa itu.
Wushhhhhhhhh
Sringgggggggggg
Tebasan Jiang Daizin dengan telak membelah bola matahari itu menjadi dua, namun bukannya meledak, bola api yang terbelah menjadi dua itu terus menerjang kearah Jiang Daizin.
"Sial!" Jiang Daizin mengambil posisi lagi, lalu menebaskan pedangnya lagi kearah kedua bola api itu.
Wushhhhhhh
Sringggggggg
Duarrrrrrrrrrrrrrr
Satu bola api sudah hancur dan meledak, tapi satu bolanya lagi masih tetap mengincar Jiang Daizin, melihat bola api yang belum tertebas itu, Jiang Daizin hanya diam dan pasrah.
Wushhhhhh
Duarrrrrrrrrrrr
Sebuah ledakkan super besar mendidihkan lautan samudra yang ada dibawahnya, para prajurit-prajurit Wei Chuan yang sama sekali tidak mempunyai perlindungan dan lemah, hanya bisa diam dan pasrah kulitnya terbakar hingga menjadi abu.
Wushhhhhhhhhh
Para prajurit-prajurit yang tersisa hanya berusaha menggunakan Qi nya untuk kabur dari sana, mereka tidak mau mati konyol dan sia-sia.
Sshhhhhhhhh
__ADS_1
Saat ledakkan api itu sudah mereda, terlihat tubuh Jiang Daizin sudah terbelah menjadi dua, namun karena dia seorang dewa natural, dia bisa langsung meregenerasikan tubuhnya.
"Bajingan." Geram Jiang Daizin dengan tatapan yang sangat tajam.
"Groarrrrr"
***
Bing Lian sangat terkejut saat Xin Huang tidak mau bekerja sama dengannya, dia mulai merenungi kesalahan saat tidak menerima tawaran Xin Huang beberapa bulan yang lalu, "A-Apa kau marah?"
Xin Huang tersenyum, lalu menatap Nan Zhang, "Aku berubah pikiran, kau lawan Han Zhuo sendirian, dan aku akan melawan Bing Lian"
Nan Zhang mengerutkan dahinya, dia terlalu bingung dengan tuannya yang selalu bermain-main, "Padahal kau bisa membunuhnya dengan satu tatapan mata...."
"Berisik ah Nan Zhang, Bing Lian itu kuat tau!"
Nan Zhang hanya menggelengkan kepalanya, "Baik tuan"
Setelah itu Xin Huang menatap Bing Lian kembali, "Ayo kita bermain ditempat lain." Xin Huang mengangkat satu jarinya.
Wushhhhh
***
Bing Lian melebarkan matanya terkejut saat menyadari bahwa dia tiba-tiba berpindah ketempat lain. Dia tiba-tiba berpindah ketempat yang sangat penuh dengan lautan sepanjang mata memandang.
Xin Huang terlihat senang saat melihat bayi Bing Lian, dia memain-mainkan pipi Bing Xiwang dengan lembut, "Ah... Anakmu tampan sekali nona Bing... Apa yang harus kulakukan pada anak ini saat kau mati ya?"
Wushhhhhh
Sebuah aura membunuh yang sangat pekat bisa dirasakan Xin Huang, terlihat Bing Lian sangat marah saat Bing Xiwang digendong Xin Huang, "Kembalikan anakku...."
Wushhhhhh
Bing Lian tiba-tiba menghilang dari sana, dan tiba-tiba muncul dihadapan Xin Huang, namun Xin Huang dengan santai menampar pipi Bing Lian hingga Bing Lian terlempar jauh dari sana.
Plak
Wushhhhhhhhhh
Lautan terbelah dua saat dilewati Bing Lian yang terhempas, namun dalam seketika, lautan itu mulai membeku dan berubah menjadi dataran es.
Xin Huang hanya menatap itu dengan santai, karena menurutnya, dia bisa bermain-main dengan Bing Lian sebentar sebelum membunuhnya.
Wushhhhhh
Bing Lian muncul kembali dihadapan Xin Huang, namun seperti tadi, Xin Huang hanya menampar pipi Bing Lian agar membuat Bing Lian terlempar jauh dari sana, "Berjuanglah demi anakmu, nona Bing"
.....
__ADS_1
Didataran es yang jauhnya ribuan kilometer dari tempat Xin Huang berdiri, terlihat Bing Lian yang sedang terbaring lemas ditengah-tengah kawah es raksasa, dia sangat putus asa saat menyadari bahwa Xin Huang telah berubah menjadi monster mengerikan dalam waktu satu tahun saja, "Apa aku bisa mengalahkannya? Entitas super kuat seperti dia memangnya bisa aku kalahkan? Tidak tidak! Demi keselamatan anakku, aku akan terus melawannya, bahkan jika aku harus mati!" Bing Lian kembali bangkit, dan menepuk kedua pipinya dengan kencang.
Setelah itu Bing Lian mengambil posisi kuda-kuda, lalu menginjak tanah dan melesat dengan cepat kearah Xin Huang.
.....
Xin Huang hanya diam menunggu Bing Lian datang, sembari bermain-main dengan Bing Xiwang, "Tuan kecil, ibumu lama sekali datangnya"
Wushhhhhhh
Xin Huang tiba-tiba merasakan aura Bing Lian yang sedang menuju kearahnya.
Wushhhhhhh
Saat tiba dihadapan Xin Huang, Xin Huang hendak menampar Bing Lian, namun karena Bing Lian adalah wanita pintar, Bing Lian dengan segara menghindar dan mencoba untuk menendang Xin Huang, namun yang tidak Bing Lian tahu, Xin Huang memiliki kekuatan elemen waktu.
Plak
Wushhhhhhhh
Waktu diputar balik oleh Xin Huang, disaat Bing Lian belum sempat menghindar, dan akhirnya Bing Lian kembali melesat jauh akibat tamparan Xin Huang yang berhasil mengenainya.
"Tuan kecil, ibumu pintar juga"
Bing Xiwang hanya diam, dia tidak menangis, maupun tidak tertawa, ekspresinya kali ini benar-benar datar, seolah tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
Wushhhhhh
Plak!
Wushhhhhh
Plak!
Wushhhhhh
Plak!
Bing Lian terus dan terus mencoba untuk memukul Xin Huang barang sekali saja, namun dia juga terus dan terus terkena tamparan Xin Huang saat mencoba itu.
"Erghhhhhhh!" Bing Lian menggeram kesal, dia benar-benar tidak suka dijadikan mainan oleh seseorang, apalagi oleh seorang laki-laki. "Teknik Pencemaran Beku: Domain Es!" Bing Lian mengangkat kedua tangannya keatas, dan sebuah bulatan kecil berwarna biru tercipta diatasnya. Bulatan biru itu perlahan-lahan mulai membesar dan meluas, hingga akhirnya sebuah mangkuk terbalik berukuran ratusan kilometer tercipta setelah beberapa saat berlalu. "Bersiaplah Xin Huang, domain ini sangat berguna untuk meningkatkan kekuatan kawan, dan melemahkan kekuatan lawan, tubuhmu akan terus-menerus membeku, dan akan membuat pergerakanmu terganggu! Saat hal itu terjadi, aku bisa memenggal kepalanu dengan mudah!" Teriak Bing Lian dengan seringai lebar, namun dia tidak tahu bahwa pemuda didepannya adalah seorang Dewa Natural.
.
.
.
.
__ADS_1