
(Aula Istana Kekaisaran Wei)
Markas besar Organisasi Shashou berada didalam benua Xiongwei, lebih tepatnya, didalam kekaisaran Wei. Mereka setuju-setuju saja, sebab diantara pemimpin-pemimpin benua, kaisar Wei lah yang paling kuat.
Pranggggg
Sebuah kristal berwarna hitam, pecah didalam genggaman Kaisar Wei. Kaisar Wei menaikkan sebelah alisnya, lalu berkata "Liang Guang telah mati" Ucapnya pada seorang pria berambut perak panjang, dengan mata berwarna hitam legam.
Pria berambut perak itu menanggapi Wei Chuan, "Apa kau yakin membiarkannya mati? Walaupun lemah, tapi otaknya sangat berbahaya" Ucap Huang Bei, kaisar benua Xubei, benua terkuat nomor dua.
Untuk khusus hari ini, Wei Chuan hanya mengundang Huang Bei saja, sebab daripada kaisar yang lain, Huang Bei lah yang paling menurut padanya. Untuk kaisar-kaisar yang lain, mereka masih tetap meninggikan harga dirinya, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi nantinya.
Wei Chuan tersenyum kecil, "Ya, otaknya sangat berbahaya, oleh sebab itu aku membuatnya jadi umpan" Dengan otak Liang Guang yang berbahaya, bukan tidak mungkin dia bisa menghancurkan kekaisaran Wei.
Huang Bei menghela nafas, lalu mengangguk, "Baiklah, dengan terbunuhnya Liang Guang, Zhou Lin sudah pasti menghiraukan ultimatum kita, tidak tidak, lebih tepatnya, menghiraukan ancaman kita"
"Benar! Oleh sebab itu, persiapkan pasukanmu, dan kita akan bertemu lagi satu tahun kedepan didalam istanamu, Huang Bei!"
Huang Bei menganggukan kepalanya, lalu menyeringai lebar "Baik Wei Chuan, aku pergi dulu" Huang Bei menunduk, lalu pergi dari sana.
***
Disebuah lautan yang sangat luas, dengan angin-angin yang saling bergerak ke arah barat, terlihat Xin Huang sedang memejamkan matanya, dia sedang berusaha untuk menstabilkan kultivasinya. Xin Huang menghela nafas, lalu bergumam kecil, "Akhirnya selesai juga" Xin Huang sudah seminggu penuh untuk berusaha menstabilkan kultivasinya, dan akhirnya saat ini sudah selesai. "Baiklah, sudah satu tahun aku tidak bertemu Hua'er, dan aku sudah rindu padanya" Xin Huang sangat tidak sabar untuk mendekap erat tubuh Hua Mei yang sangat wangi dan imut. Xin Huang tersenyum mesum saat membayangkan hal itu. Xin Huang memejamkan matanya, lalu tiba-tiba menghilang dari sana.
.....
Gunung-gunung yang saling berjejeran, dengan pohon-pohon yang menambah keindahan, terlihat sebuah rumah mewah sedang berdiri kokoh di atas rerumputan. Membuat pemandangan itu, menjadi pemandangan yang paling terbaik didunia.
Wushhhhh
Xin Huang tiba-tiba muncul dihadapan rumah mewah itu. Saat dia hendak memasuki rumahnya, Xin Huang sangat terkejut melihat pemandangan yang ada didepannya. Hua Mei yang sedang menyusui bayi diteras rumahnya lah yang membuat Xin Huang sangat terkejut.
Hua Mei yang sedang fokus menyusui bayi, mengalihkan pandangannya pada Xin Huang yang sedang terbengong-bengong. "Xin... Kau sudah pulang?" Ucapnya dengan senyuman manis.
Xin Huang mengangguk dengan wajah yang masih kebingungan. Xin Huang menatap mata Hua Mei, tatapan matanya terlihat sedang meminta penjelasan.
Hua Mei tersenyum kecil saat melihat wajah bingung Xin Huang, "Sebulan setelah kau pergi dari sini, aku positif hamil, Xin Huang" Wajah Hua Mei terlihat sangat bahagia saat membicarakannya.
[Karena Hua Mei memiliki tubuh Dewi Kehidupan, Hua Mei menjadi sangat subur]
Xin Huang langsung berseri-seri saat mendengarnya, "O-Oh! Anak itu adalah anakku?!" Xin Huang berlari mendekati Hua Mei.
Hua Mei menganggukan kepalanya, "Tentu, aku belum memberinya nama" Hua Mei menyodorkan bayi itu, wajah manis yang sangat imut dan tanpa dosa, bisa terlihat dimata Xin Huang.
__ADS_1
Xin Huang menggendong bayi itu. Bayi itu terlihat senang saat merasakan tangan hangat Xin Huang, wajahnya berseri-seri, dengan senyuman-senyuman lucu yang keluar dari bibirnya. "Ini.... Perempuan? Hahaha, aku yang menang!!!" Xin Huang tertawa terbahak-bahak.
"Yaampun, masih dipikirkan saja" Hua Mei menatap aneh Xin Huang, "Sudahlah, cepat beri dia nama"
Xin Huang mengangguk, lalu memikirkan sebuah nama yang cocok dengan anaknya, "Hehe, karena dia anak kita bersama, kuberi dia nama, Lian Mei" Xin Huang tersenyum hangat sembari menyentuh pipi Lian Mei. Wajah Lian Mei terlihat sangat senang, tangan mungilnya terus berusaha untuk menggapai jari ayahnya.
Hua Mei menganggukan kepalanya tanda setuju, "Itu nama yang bagus. Tapi kenapa kau tidak menempatkan nama margamu?"
Xin Huang tersenyum, lalu memejamkan matanya, "Dimasa depan, aku akan menjadi seseorang yang sangat haus darah dan mengerikan, aku tidak mau anakku mengemban nama penjahat selama hidupnya" Xin Huang bisa melihat sekilas masa depannya, dan itu sangat mengerikan.
Hua Mei terlihat merenung saat mendengarnya, "Lalu aku.... Dimasa depan ada dimana?"
Xin Huang mengangkat sebelah alisnya, "Tidak tahu, mungkin kau sedang bersembunyi" Xin Huang menjawab sembari terus memainkan wajah Lian Mei.
Hua Mei mengerutkan dahinya, lalu menghela nafas. "Baiklah Lian'er.... Ayo minum dulu" Hua Mei hendak mengambil Lian Mei kembali, tapi sebelum mengambil Lian Mei, Xin Huang pergi menjauh darinya.
Hua Mei terlihat kesal dengan tingkah laku Xin Huang, "Xin, Lian'er harus minum dulu, baru main. Kau bisa menemui nona Xiu Lan dulu, kau belum menemuinya kan?"
Xin Huang menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tidak mau harus berpisah dengan anaknya yang imut dan lucu.
Raut wajah Hua Mei menjadi kesal, "Kau tidak akan berpisah dengan Lian'er selamanya, jadi cepat sinikan, dia butuh makan!"
Xin Huang dengan ragu-ragu memberi Lian Mei pada Hua Mei. "Hah.... Padahal dia bisa memakan Qi untuk menghilangkan rasa laparnya" Xin Huang menggerutu kesal.
"Cih!" Xin Huang mengalihkan pandangannya kesal, lalu terbang pergi dari sana.
Hua Mei hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah laku Xin Huang. Setelah itu dia duduk, lalu menyusui Lian Mei lagi.
***
Ditengah-tengah hutan yang rindang, terlihat Xiu Lan sedang duduk bersila dengan mata yang tertutup. Selama satu tahun penuh itu, Xiu Lan terus menyerap Qi Dewa yang ada disekitarnya, hingga satu bulan yang lalu Xiu Lan berhasil naik tingkat ke level Mortal (2).
Saat sedang menstabilkan kultivasinya, Xiu Lan tiba-tiba merasakan perasaan mengerikan yang membuatnya merinding, perasaan itu mendatangi dirinya dengan cepat seiring berjalannya waktu.
Xiu Lan dengan cepat-cepat berdiri dan memasang posisi siaga. "Siapa Itu?!" Xiu Lan tidak bisa melihat siapapun dibelakanganya, tapi dia masih tetap bisa merasakan perasaan merinding itu.
Wushhhhh
Daun-daun yang berguguran terhembus oleh hempasan angin, "Apa kau sudah lupa dengan tuanmu?" Xin Huang yang berteleportasilah, yang membuat hempasan angin itu.
"Kyaa!!!" Xiu Lan menjerit kencang saat menyadari Xin Huang tiba-tiba muncul disebelahnya. "Hah.... Hah.... Hah.... Tuan, kau membuatku terkena serangan jantung" Sekujur tubuh Xiu Lan langsung basah dengan keringat.
Xin Huang tertawa terbahak-bahak saat melihatnya, "Halo nona Xiu" Xin Huang menjulurkan tangannya.
__ADS_1
Xiu Lan menggapainya, lalu dia berdiri. "Selamat atas kelahiran anakmu, tuan"
"Ya ya, terimakasih. Bagaimana perkembangan kultivasimu?"
"Tuan bisa melihatnya sendiri" Xiu Lan mengeluarkan aura mortal (2) nya.
Xin Huang mengangguk-angguk puas. "Bagus bagus" Setelah itu, Xin Huang melihat Xiu Lan yang menatapnya dengan tatapan aneh, tatapan yang seolah-olah ingin meminta sesuatu. "Apa? Ada apa?"
Xiu Lan tertunduk malu-malu, lalu berkata, "Pe-Permata kuning itu.... Apa aku boleh mengambilnya sekarang?" Semakin Xiu Lan berbicara, semakin menunduk kepalanya.
Xin Huang baru ingat dengan itu, dia sudah lama berencana memberikannya pada Xiu Lan, tapi selalu terhambat oleh sesuatu. "Baiklah, ini" Xin Huang memberikan sebuah permata kuning kepada Xiu Lan.
Wajah Xiu Lan terlihat senang saat melihat itu. Dia mengambilnya, lalu mengemut permata kuning itu. "Emmm" Xiu Lan bertingkah seperti kucing yang diberi mainan.
Xin Huang heran dengan itu, "Kenapa itu sistem?" Xin Huang bertanya dengan harapan sistem mengetahuinya.
[Permata 12 warna adalah simbol dari seorang ras manusia binatang, atau binatang yang berubah menjadi manusia. Pada awalnya, permata 12 warna adalah sebuah batu yang bersatu dengan warna yang berbeda-beda. Tapi setelah dibiarkan diudara yang penuh dengan Qi selama ratusan triliun tahun, permata itu pecah dan berpencar menjadi 12 bagian, dengan warna yang berbeda-beda. Disetiap permata itu, akan terdapat aura yang sangat hangat, membuat ras manusia binatang, atau binatang yang berubah menjadi manusia, akan mabuk dengan aura hangat itu]
Xin Huang menatap Xiu Lan yang bertingkah aneh, "Jadi dia sedang mabuk...." Xin Huang mengangguk, lalu mengelus dagunya, "Siapa yang menciptakannya?"
[Zhen Huang, penguasa dunia generasi ketiga]
"Iblis Kuno?"
[Ya tuan]
"Apa tujuannya membuat permata itu?"
[Untuk menghadiahi peliharaannya yang berubah menjadi manusia]
Xin Huang mengangguk-anggukan kepalanya tanda paham.
***
Mau Hiatus dulu, ada urusan mendadak. Gak akan lama kok, percaya deh.
.
.
.
.
__ADS_1