Power System

Power System
Bukan Apa-Apa


__ADS_3

Xin Huang memasukkan Bing Lian kedalam dunia pribadinya tanpa bertegur sapa dengan Hua Mei, dia takut akan kemarahan Hua Mei saat melihat dirinya datang dengan sorang wanita cantik dan seorang bayi.


Xin Huang menghela nafas lega sembari menatap sebuah gelang emas ditangannya, "Satu sudah kudapatkan, tinggal 4 lagi, kuharap monyet itu melakukan tugasnya dengan baik"


Setelahnya, Xin Huang tiba-tiba menghilang dari sana.


***


Xin Huang melebarkan matanya tak percaya, saat melihat pasukan yang ada dibagian barat telah hancur 99% Hanya menyisakan Nan Zhang yang sedang baku hantam dengan seorang pria gagah yang memakai senjata Guan Dao.


Wushhhhh


Duarrrrrrrrrr


Xin Huang menutupi seluruh tubuhnya menggunakan perisai Qi, agar dirinya tidak terluka akibat dampak serangan mereka, "Nan Zhang! Mari kubantu!"


Nan Zhang membalikkan kepalanya, dan melihat Xin Huang sedang berdiri disana, "Tidak usah tuan Xin! Kau bantu saja pasukan selatan! Bagian selatan benua Dazhou sedang kosong!"


Zhang Shu melebarkan matanya, "Kosong? Han Zhuo kemana?!" Zhang Shu mengerutkan dahinya saat mendengar suara tangisan Han Zhuo didalam telepatinya, "Sial... Jiang Daizin"


Melihat kesempatan terbentuk diantara percakapannya dengan Xin Huang, Nan Zhang mempersiapkan kepalan tangannya, dan memukul telak wajah Zhang Shu.


Duarrrrrrrrrr


Zhang Shu terpental jauh ribuan kilometer, kematian Jiang Daizin yang baru saja dia dengar dari Han Zhuo, membuat dirinya lengah selama satu detik.


Melihat situasi mulai kondusif dan memihak Nan Zhang, Xin Huang pergi dari sana untuk membantu pasukan yang ada di selatan.


***


"Ternyata seorang Iblis Kuno itu bukan apa-apa." Senyuman lebar terbentuk diwajah Tian Bufen, saat membuat kepala Xiao Shun menjadi sebuah keset.


"Jangan injak dia!" Teriakan wanita cantik terdengar disebelah kanan Tian Bufen, Tian Bufen hanya tersenyum santai sembari melirik wanita itu, "Ngatur"


Xin Lan Nian sangat geram saat melihat wajah tunangannya dijadikan keset oleh Tian Bufen, "Jangan memaksaku!"

__ADS_1


Tian Bufen terdiam sembari menatap sinis Xin Lan, "Jangan memaksa apa? Saat kau masih DNA, aku sudah berperang demi kerajaan, saat kau masih dimanja oleh ibumu, aku sudah membunuh triliunan orang, dan saat kau dijodohkan dengan tunanganmu, aku sudah menjadi legenda, jadi berani sekali kau mengancamku, bahkan pengalaman bertarung kita berbeda, jadi jangan seperti anak-anak polos yang hanya mengandalkan kemarahan untuk melawanku, apa kau paham?!"


Xin Lan Nian terdiam, bukan terdiam karena takut, tapi terdiam karena kepalanya sudah melayang dipenggal Tian Bufen, "Xiao Gege, maafkan aku, semua yang sudah kita rencanakan selama triliunan tahun, hancur semuanya karena aku terlalu lemah.... Maafkan aku, Xiao Gege." Lawannya kali ini adalah seorang setengah dewa puncak, seorang setengah dewa awal dan setengah dewa menengah tidak akan berkutik jika melawannya.


Tian Bufen menatap Xiao Shun yang sedang terkapar dibawahnya, dan menginjak kepalanya hingga hancur, "Bocah!"


***


Xueshi membantai Huang Bei dan para pasukan-pasukan Wei Chuan lainnya dengan mudah, sebab dia adalah seorang Dewa Natural puncak, yang mampu memutar balikkan kenyataan dengan mudah, apalagi dengan kekuatan bongkar pasangnya yang sangat overpower.


"Bajingan..." Walaupun dia membantai mereka semua dengan mudah, namun korban yang meninggal akibat keterlambatan dirinya sangatlah banyak, itu membuat hatinya sedikit sakit.


"Karena mental Han Zhuo sedang turun, mau tidak mau aku yang harus mengatasi pasukan Wei Chuan di selatan." Xueshi mengambil ancang-ancang, dan melesat kencang dari sana.


***


"Huh?" Saat sedang keliling-keliling dulu sebentar, Xin Huang tidak sengaja melihat Han Zhuo yang sedang menangis diatas mayat seorang pria, Xin Huang merasa bahwa ini adalah sebuah kesempatan untuk membunuh seorang Dewa Natural dengan mudah.


Wushhhhhh


Xin Huang mengeluarkan sebuah kekuatan ruang yang dibalut dengan kekuatan waktu diatas telapak tangannya, saat ini dia tidak mau bertarung secara sportif, sebab akan sangat merepotkan jika bertarung dengan adil, "Teknik Ruang dan Waktu: Nol." Xin Huang melempar bola ruang dan waktu itu kearah Han Zhuo.


Wushhhhhh


Bummmmmm


Ziiiingggggg!


Sebuah kawah berdiameter ratusan kilometer tercipta, satu detik sesaat bola ruang dan waktu itu menyentuh tanah.


"Cih" Xin Huang mendecih kesal saat serangan diam-diamnya bisa dihindari oleh Han Zhuo.


"Kau...." Han Zhuo melebarkan matanya, bukan karena dia melihat Xin Huang, namun karena dia tidak bisa melihat Bing Lian dimanapun, "Kemana nona Bing? Kemana?!"


Xin Huang mengalihkan pandangannya, dan sedikit tersenyum, "Oh iya, kemana ya nona Bing?"

__ADS_1


Han Zhuo mengerutkan dahinya, dia benar-benar kesal dengan pria menyebalkan didepannya, "Jangan main-main denganku!" Han Zhuo mengeluarkan aura dewa natural tingkat tiganya.


Wushhhhhh


Xin Huang hanya sedikit tertekan saat merasakannya, sebab dia pernah merasakan aura yang jutaan kali lebih besar dari ini, yaitu aura Sun Mofa.


Han Zhuo sedikit heran saat melihatnya, karena seingatnya, aura yang dikeluarkannya saat ini bisa membunuh miliaran manusia biasa dalam satu kedipan mata.


Xin Huang hanya menyeringai lebar, sembari menunjukkan keempat gigi taringnya, "Aura kacangan tau"


Wushhhhhh


Xin Huang mengeluarkan aura yang lebih besar dari Han Zhuo, aura iblis kuno, aura membunuh, dan aura dewa natural tingkat awal, ketiga aura yang dikeluarkan Xin Huang mampu membuat Han Zhuo sedikit tertekan, namun masih tetap bisa berdiri dengan tegak.


"Bajingan!" Han Zhuo mengangkat lengan kanannya keatas, dan sebuah busur yang terbuat dari cahaya tiba-tiba muncul didalam genggamannya.


Xin Huang menaikkan sebelah alisnya, sebab senjata yang ada digenggaman Han Zhuo, berada ditingkat Mitos, "Kau kaya juga ya"


Han Zhuo tak menjawab, dia menarik tali busurnya, dan sebuah anak panah terbentuk secara perlahan-lahan selama Han Zhuo menarik tali busurnya, "Teknik Lesatan Emas: Penghancur Bumi!!!" Han Zhuo melepaskan tali busurnya, dan anak panah itu melesat dengan sangat cepat, lebih cepat dari cahaya.


Wushhhhhhhh


Panah itu hanya menembus melewati Xin Huang, sebab Xin Huang mengaktifkan skill penyatuan dengan ruang, sehingga dirinya saat ini, tidak bisa disentuh oleh orang-orang yang tidak mempunyai kekuatan ruang.


"Hehe" Xin Huang menyeringai lebar, wajahnya saat ini sangatlah mengerikan, senyumannya yang sangat lebar itu, membuat kulit pipinya robek dan berdarah, "Aku lupa bahwa kau bukanlah Sun Mofa." Xin Huang mengepalkan tangannya dengan erat, lalu melayangkan tinjunya pada Han Zhuo.


Wushhhhhhh


Duarrrrrrrrrrrrrrrrr


Sebuah ledakan super besar terjadi, asap-asap yang mengepul; membumbung tinggi keatas udara, hempasan gelombang kejutnya membuat seluruh lautan bergelombang hebat menjauhinya, jika tidak segera diatasi, dataran benua Dazhou bagian timur akan dilanda oleh bencana tsunami yang sangat besar.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2