Power System

Power System
Membuat Kunci


__ADS_3

Selama sebulan penuh Xin Huang habiskan waktunya dengan keluarganya, untuk masalah Liu Wen, semuanya sudah beres, Hua Mei pun sudah mulai sedikit memaafkan Xin Huang diwaktu itu, memang lama, tapi Xin Huang yakin bahwa penantian dirinya menerima permintaan maaf Hua Mei, tidak sebanding dengan Hua Mei yang menantikan keberadaan dirinya selama berbulan-bulan.


Saat ini dan diwaktu ini, Xin Huang sedang berada diwaktu senggang, Hua Mei dan Lian Mei sedang tidur bersama, dan yang lainnya sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Jadi Xin Huang saat ini sedang melamun diatas balkon rumahnya sembari menatap bulan yang bulat sempurna (Sebenarnya itu cuma bola yang bercahaya, tapi anggap saja itu bulan)


"Hahh....." Xin Huang memejamkan matanya, dan dengan cepat membukanya lagi. "Hua'er? Kau sedang apa?" Ternyata yang membuat Xin Huang membuka matanya kembali adalah Hua Mei yang sedang berjalan mendekatinya.


Wajah Hua Mei sedikit merona, saat ini dia sedang memakai baju yang sedikit terbuka, dia berani memakai baju itu karena Xin Huang sudah membuat sebuah formasi yang berguna untuk menghalangi persepsi spiritual orang yang berada dibawah kekuatan Xin Huang.


"Emm.... Lian'er sudah tidur." Wajah Hua Mei semakin memerah saat mengatakan itu.


Xin Huang melebarkan matanya, lalu tersenyum kecil, "Aku mengerti...." Setelah itu Xin Huang mendekap tubuh Hua Mei, lalu membaringkan tubuhnya keatas ranjang yang empuk.


***


"Monyet, ayo ikut aku!" Keesokan harinya, Xin Huang berencana untuk keluar lagi dari dunia pribadinya bersama dengan Sun Mofa, dia berencana membuat kunci untuk pergi kealam emas saat ini.


"Hm"


Setelah itu Xin Huang mencekik Sun Mofa, lalu tiba-tiba menghilang darisana.


.....


Xin Huang muncul didataran tandus dimana tempat Sun Mofa dan lainnya bertarung.


"Cepat berikan padaku pecahan kunci yang kau dapatkan kemarin."


Sun Mofa masih syok dengan cekikan Xin Huang yang baru saja dia lepaskan, dia terbatuk-batuk dan menggeram kesal pada Xin Huang, "Bangsat!"


Xin Huang terkekeh kecil sembari melirik Sun Mofa, "Jangan banyak bicara, cepat berikan padaku."


Sun Mofa dengan kesal memberikan Xin Huang sebuah kain emas dan batu emas.


Xin Huang mengambil kedua barang itu dari tangan Sun Mofa, "Bagaimana cara menyatukannya sistem?"


[Kumpulkan saja semuanya, lalu tunggu beberapa saat]


Xin Huang menganggukan kepalanya, lalu mengeluarkan seluruh pecahan kunci yang pernah dia dapat. Setelah itu Xin Huang membuang semuanya keatas tanah, lalu membiarkannya berubah. "Beginikan?"


[Ya.... Mungkin.....]


Xin Huang menaikkan sebelah alisnya, "Apakah ada yang salah?"


[Tidak ada]


Wushhhhh


Semua pecahan kunci yang dibuang Xin Huang perlahan-lahan mancarkan cahaya emas yang sangat silau, bahkan sangking silaunya, mata Sun Mofa terbakar saat melihatnya.

__ADS_1


Pecahan-pecahan itu lalu melayang-layang diatas langit, dan membentuk sebuah lingkaran besar. Setelah itu mereka saling mendekat, lalu menyatu menjadi sebuah kunci emas.


Setelah proses penyatuan selesai, kunci emas itu terjatuh diatas telapak tangan Xin Huang. "Keren...."


Sun Mofa membuka matanya, dan bernafas lega karena semuanya sudah selesai. "Hei, kau akan menjalankan tugasku dulu kan? Atau..... kau akan langsung kealam emas?" Mata Sun Mofa memancarkan sebuah cahaya merah yang mengintimidasi, namun itu belum cukup untuk membuat Xin Huang takut.


"Aku tahu kau punya rahasia, namun tatapan mata itu tidak membuatku takut."


Sun Mofa menyeringai, dan melipat tangannya, "Aku bisa berubah menjadi mahluk yang kuatnya 100 kalilipat daripada Sun Mofa gila yang kau lawan dulu didalam pilar, namun aku hanya bisa bertahan selama satu detik, tapi itu cukup kan untuk membantai semua kenalanmu?"


Xin Huang menatap sinis Sun Mofa, lalu tersenyum, "Walaupun aku mau langsung pergi kealam emas, aku tidak tahu harus mencolokkan kunci ini dimana? Jadi aku akan menjalankan tugas yang kau berikan dulu sebelum mencari gerbang alam emas."


Sun Mofa menatap tajam Xin Huang, lalu mengalihkan pandangannya, "Kuharap perkataanmu benar, sebab tanganku sudah gatal ingin mengoyak tubuh istrimu." Setelah mengucapkan itu, Sun Mofa menghilang dari pandangan Xin Huang.


"Bajingan kau, awas saja." Xin Huang mengamati kunci emas yang berada di telapak tangannya, sebelum dia juga menghilang dari sana.


***


"Namamu Lian Mei ya?" Liu Wen sangat antusias melihat kelucuan anak Xin Huang dan Hua Mei.


Hua Mei hanya tersenyum manis menanggapi perkataan Liu Wen.


Liu Wen dan Hua Mei bisa dibilang lumayan akrab, namun mereka masih mempunyai beberapa jarak karena Liu Wen yang tidak enak dengan Hua Mei, dan Hua Mei yang cemburunya masih belum menghilang. "Ya, namanya Lian Mei, dia menggemaskan kan?"


Liu Wen menganggukan kepalanya, "Ya! Dia cantik dan menggemaskan, seperti ibunya"


"Ya, tapi kecantikanku kalah dengan nona Mei."


"Jangan merendah ah nona Liu."


"Beneran kok...."


Wushhhhh


Pembicaraan mereka berdua terhenti saat Xin Huang tiba-tiba muncul dibelakangnya.


"Halo Hua'er, halo nona Liu." Xin Huang juga menjadi sedikit jaga jarak pada Liu Wen karena ingin membuat istrinya tidak sakit hati.


"Ah, halo tuan Xin..... Kalau begitu aku pergi dulu ya."


"Kau boleh disini dulu sebentar, aku hanya ingin berbicara sebentar kepada istriku."


"Baiklah...."


Xin Huang membawa Hua Mei masuk kedalam rumahnya, dan berniat untuk berbicara dengan istrinya secara empat mata.


"Ada apa Xin? Tumben kau...."

__ADS_1


Xin Huang mengeluarkan kunci emas menuju alam atas, "Kau tahukan ini apa?"


Hua Mei menggelengkan kepalanya, "Tidak tau."


"A.... Baiklah, akan kujelaskan ini apa...." Setelah itu Xin Huang menjelaskan tentang kegunaan kunci ini kepada Hua Mei selama 2 menit, dan akhirnya Hua Mei mengerti itu.


"Ohh.... Lalu kau mau membicarakan apa? Apa ini ada hubungannya dengan kunci ini?"


Xin Huang menganggukan kepalanya, "Ya, aku ingin meminta izin padamu untuk pergi melakukan sesuatu."


"Sesuatu?" Hua Mei menyipitkan matanya.


"Ya...." Karena melihat Hua Mei yang mencurigai dirinya, Xin Huang segera menjelaskan sesuatu itu.


"Kau ingin berlatih diluar selama satu tahun untuk bisa mengalahkan klon Shen Jian dan memenuhi permintaan monyet kecil itu?"


"Ya!" Xin Huang sangat senang Hua Mei mengerti dengan apa yang dia katakan.


Hua Mei menghela nafas panjang, "Baru saja kau datang setelah pergi selama berbulan-bulan, dan kau ingin pergi lama lagi? Apa ini tidak keterlaluan? Setidaknya satu bulan lagi bisakan?"


"Maaf, ini mendesak." Entah kenapa Xin Huang merasakan firasat buruk jika dia masih berada ditahap itu, dia baru bisa tenang setelah mendapatkan tongkat ChuoChuo milik Sun Mofa yang kekuatannya berada diluar nalar.


"Bawa aku."


Xin Huang melebarkan matanya, "Apa maksudmu?"


"Bawa aku! Aku tidak akan jadi beban! Jangan biarkan aku ********** didepan makammu lagi! Kumohon!"


Xin Huang sangat terkejut dengan permintaan Hua Mei, dia benar-benar khawatir jika Hua Mei celaka saat melakukan perjalanan dengannya, "Tapi jika kau terluka bagaimana?"


"Aku bukan wanita cengeng!"


Xin Huang menggelengkan kepalanya, "Tidak bisa..... Aku tidak bisa.... Lalu Lian'er bagaimana?"


"Aku bisa mengurusnya."


Xin Huang berpikir dalam-dalam, lalu memutuskan untuk menyetujuinya, hitung-hitung sebagai teman berbicara. "Baiklah, tapi Lian'er tidak usah diajak, titipkan saja pada Bing Lian."


"Hah?! Kenapa?!"


"Sebab kau.... Akan kulatih juga."


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2