
Didalam dunia pribadi Xin Huang, tak terasa sudah 5 tahun berlalu. Banyak kejadian-kejadian yang terjadi selama 5 tahun itu. Hua Mei sendiri sudah sekarat ribuan kali, dan sudah banyak memakan pil kebugaran milik Xin Huang ribuan kali juga.
Ditengah-tengah lapangan yang dikelilingi pohon-pohon yang berjejeran, terlihat Hua Mei sedang duduk bersila, dia sedang berusaha untuk memahami isi dari kristal hijau yang ada digenggamannya.
Dia sudah duduk bersila disana selama enam bulan penuh, mau bagaimanapun, Teknik Dunia Hijau adalah teknik tingkat surga, teknik yang berada di satu tingkat dibawah teknik ruang dan waktu.
"Erghhh" Sebutir keringat terus keluar diseluruh wajah Hua Mei, aksara-aksara kuno mulai bermunculan didalam kepalanya, dan itu adalah tugasnya, dia harus menguraikan aksara-aksara kuno itu hingga berpisah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga Hua Mei bisa lebih mudah membacanya.
Satu persatu aksara kuno raksasa mengurai menjadi bagian kecil, lalu bagian kecil itu kembali mengurai lagi menjadi kebagian yang lebih kecil, hingga memunculkan satu huruf yang Hua Mei kenal. "Kau memang tidak bisa membuat dunia, tapi kau bisa dengan mudah menghancurkan dunia" Hua Mei membaca tulisan-tulisan kecil yang terurai dikepalanya, dan dia terus membaca huruf itu hingga dia akhirnya membaca kata-kata terakhir yang ada dikepalanya "Kehidupan hanyalah sarana bermain, dimana orang-orang yang mati akan direinkarnasikan kembali kedunia asal dengan ingatan yang berbeda-beda. Dan selama gerbang reinkarnasi masih ada, Kehidupan yang sesungguhnya tak akan pernah terwujud" Hua Mei menutup mulutnya.
Wushhhhhhh
Sebuah aura hijau terlihat mulai memasuki tubuh Hua Mei, menyelimuti dirinya dengan lapisan cahaya hijau. Rambut Hua Mei terbang berkibaran kesegala arah, tubuhnya melayang diatas langit, dengan cahaya hijau yang menyinari area sekitar, Hua Mei terlihat seperti Dewi yang turun kedaratan.
Cahaya hijau yang memasuki tubuh Hua Mei terus bertambah banyak, Hua Mei merasa bahwa tulang, daging, dan jiwanya seperti rekontruksi ulang. Tulang-tulang yang awalnya berwarna putih giok, berubah menjadi tulang kristal hijau, daging-daging yang ada dikulitnya berubah menjadi keras, dan jiwa Hua Mei yang awalnya seputih giok, berubah warna menjadi giok hijau.
"Erghhh" Sebagai bayaran kelahiran kembali itu, Hua Mei merasakan sakit yang teramat diseluruh tubuhnya, dia hanya menggigit lidahnya untuk mengurangi rasa sakit itu, membuat lidahnya mulai berdarah akibat digigit dengan keras oleh Hua Mei.
Sementara dibawah tempat Hua Mei melayang, terlihat Xin Huang sedang menatapnya "Hua'er, abaikan saja rasa sakit itu, jangan gigit lidahmu" Teriak Xin Huang khawatir, bagaimana bila dia mati saat menggigit lidahnya? Itulah yang dia khawatirkan mengenai Hua Mei.
Mendengar perkataan Xin Huang, Hua Mei berusaha untuk tidak menggigit lidahnya lebih keras, dan juga dia berusaha untuk mengabaikan rasa sakit yang ada, tapi itu gagal. Apakah seseorang benar-benar bisa mengabaikan rasa sakit yang sama seperti rasa sakit saat dikuliti? Tidak ada yang tahu, tapi yang pasti, Hua Mei tidak bisa melakukannya.
"Arghhhh" Karena Hua Mei tidak bisa menggigit lidahnya, dia jadi berteriak. Hua Mei terus berteriak kencang diatas langit, membuat seluruh isi dunia pribadi Xin Huang dipenuhi oleh jeritan Hua Mei.
__ADS_1
"Hua'er, semoga kau bisa menahannya" ucap penuh harap Xin Huang, dia merasa sakit dihatinya saat melihat Hua Mei yang menjerit kesakitan.
[Tuan selalu membuat Hua Mei sekarat selama 5 tahun penuh, kenapa baru sekarang sakit hatinya?]
"Hehe" Xin Huang menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.
Setelah cahaya hijau terus memasuki tubuh Hua Mei selama 5 jam penuh, akhirnya cahaya itu redup dan mulai menghilang. Tubuh Hua Mei terjatuh dari atas langit, tapi sebelum menyentuh tanah, Xin Huang sudah menangkapnya.
"Analisa" ucap Xin Huang pada Hua Mei yang sedang tak sadarkan diri.
[Nama: Hua Mei]
[Level: Nirwana (1)]
[Apa tuan lupa dengan cahaya hijau tadi?]
"Cahaya hijau...." Xin Huang merasakan perasaan yang familiar pada cahaya hijau tadi. Setelah diingat-ingat lagi, Xin Huang baru sadar bahwa cahaya hijau itu adalah Qi Dewa. "Bagaimana bisa Qi Dewa memasuki duniaku?!" Seingat Xin Huang, Sistemnya pernah berkata bahwa dunia pribadinya tak bisa dimasuki oleh Qi Dewa saat Xin Huang belum memasuki ranah Dewa.
[Qi Dewa itu ditarik oleh Hua Mei dari luar, kedalam sini]
"Jadi kita bisa mengakalinya dengan itu ya?" Xin Huang merasa bahwa dia mendapatkan ilmu yang berharga. Sekarang dia berencana untuk menarik Qi Dewa yang ada diluar, dengan teknik ruang dan waktu nya.
"Teknik Ruang dan Waktu: Bola Ruang dan Waktu"
__ADS_1
Wushhhhh
Sebuah bola hitam muncul disebelah Xin Huang. Setelah bola hitam itu muncul, Xin Huang mengangkat bola hitam itu ke atas kepalanya. Perlahan-lahan, bola hitam itu mulai membesar, seiring bola hitam itu membesar, langit yang ada didunia pribadi Xin Huang mulai mengalami keruntuhan dan disedot oleh bola hitam itu. Setelah langit-langit di dunia Xin Huang sudah tersedot semuanya, terlihat sebuah lobang besar diatas langit, dari atas langit, terlihat sebuah cahaya emas yang menyilaukan mata ikut tersedot kedalam bola hitam itu.
Setelah puas menyedot semua yang ada diatasnya, bola itu mulai mengecil hingga sampai sukuran kelereng. Xin Huang menatap bola itu, lalu menjentikkan jarinya.
Ctakkk
Duarrrrrrrrrr
Bola hitam itu meledak, memuntahkan pepohonan, gunung-gunung, dan juga awan-awan hingga langit juga dimuntahkannya. Semua materi yang dimuntahkan bola hitam itu kembali ketempatnya semula, gunung-gunung kembali berjejer diatas tanah, lalu langit biru mulai menambal kembali langit yang sudah bolong. Xin Huang menghela nafasnya, lalu merasakan perasaan familiar kembali. Saat menyadari itu, Xin Huang tersenyum, lalu berkata "Qi Dewa" Selain memuntahkan gunung-gunung dan langit-langit, bola hitam itu juga memuntahkan Qi Dewa yang sangat melimpah kedalamnya.
"Bila tahu begini, aku tidak perlu repot-repot bermeditasi satu tahun penuh didalam jurang" Gumam Xin Huang, lalu Xin Huang mengalihkan pandangannya pada Hua Mei yang sedang dia gendong. "Ah... Aku lupa" Xin Huang mengeluarkan sebuah rumah besar dari cincin penyimpanannya, lalu memasukinya, dan merebahkan tubuh Hua Mei didalamnya.
"Beristirahatlah, Hua'er" Xin Huang mencium dahi Hua Mei, lalu keluar dari rumah.
Diluar rumah, terlihat Xin Huang sedang memikirkan sesuatu. Dia sedang memikirkan apa langkah yang harus diambilnya nanti, "Menghadiri pernikahan?" Xin Huang tiba-tiba teringat oleh perkataan Bai Jian saat pelelangan selesai, "itu diadakan nanti satu Minggu lagi" Xin Huang mengelus dagunya "Baiklah, sepertinya aku harus berburu dulu untuk menunggu satu Minggu lagi" Xin Huang merasa bahwa kekuatannya sangatlah kecil, bahkan Liang Guang bisa mengalahkan Xin Huang hanya dengan satu jari, jadi bagaimana dia akan membantu Bing Lian untuk mengalahkan Liang Guang? Itu bila mereka benar-benar berperang, tapi tetap saja penting bukan untuk menambah kekuatan?
.
.
.
__ADS_1
.