
"Kenapa... Kenapa kau membantai rasku?!!!" terlihat seorang pria berambut hitam panjang dengan warna mata yang selaras, sedang melayang diatas langit dan marah-marah.
"Kenapa? aku juga tidak tahu alasannya" jawab Xin Huang.
"Tidak tahu?!! sudah lebih dari 9 milyar rasku mati ditanganmu! dan kau tidak tahu alasannya?!!" Ternyata pria berambut hitam panjang itu adalah Zhi Wang, sang raja iblis.
"Hehe, akupun tak tahu.... Sungguh, aku tak tahu" jawab Xin Huang dengan senyuman yang sulit diartikan, senyum depresi, atau senyum kesedihan.
"Baiklah. Memang benar manusia itu mahluk yang egois" Zhi Wang mengeluarkan pedang putih panjang dari cincin penyimpanannya.
"Betul.... Egois...." Xin Huang hanya berdiam diri disana.
Sudah lebih dari 3 bulan Xin Huang membantai seluruh iblis dibenua selatan. Mo Bai pun sudah dibunuhnya, jiwanya dimasukan ke ruang siksaan, dimana jiwanya akan disiksa untuk selama-lamanya, tanpa batasan waktu.
Saat ini, Xin Huang sedang berhadapan dengan penguasa para iblis, Raja Iblis Zhi Wang. dia terlihat sangat marah saat rasnya dibantai oleh Xin Huang. Dalam hati kecil Xin Huang pun, dia tidak tega untuk membantai para iblis ini, namun apa boleh buat, Xin Huang terpaksa melakukannya.
"Akan.... Kuselesaikan... dengan cepat" kali ini Xin Huang akan memakai pedang kekosongannya untuk melawan Zhi Wang.
Zhi Wang yang sangat marah menerjang langsung ke arah Xin Huang. "Teknik Pedang Neraka: Phoenix Neraka" dibilah pedang Zhi Wang, muncul seberkas api berwarna merah pekat. Api itu perlahan menjadi besar, sampai membesar membentuk siluet burung Phoenix.
"Teknik Ruang dan Waktu tingkat menengah: Bintang Kosmik" Xin Huang hanya mengarahkan pedangnya kedepan.
Srriinggggg
Muncul setitik cahaya biru diujung pedang kekosongan Xin Huang. "Selamat tinggal. Zhi Wang, sang raja iblis" cahaya biru itu membesar lalu...
Duarrrrrrrrrrrrrrrrr
Laser Projectile berwarna biru tua muncul dari ujung pedang Xin Huang. Laser itu menghancurkan apapun, bahkan tubuh Zhi Wang hancur menjadi debu.
Sshhhhhhhhh
[Ding! Berhasil membunuh Zhi Wang]
[Mendapatkan 800.000 PP]
[Mendapatkan 80.000 PS]
[Ding! Permata telah berhasil dibuka]
Sringgggggg......
Permata merah itu mengeluarkan sinar yang terang. "Erghhhh" Xin Huang menutup matanya.
Sring....
Saat cahaya sinar itu hilang, muncul sebuah kunci berwarna perak ditelapak tangan Xin Huang.
"Analisa"
[Nama: Kunci menuju alam atas]
[Rank: Surga]
__ADS_1
"Kunci menuju alam atas...." Xin Huang sangat terkejut saat melihat informasi yang ditampilkan sistemnya.
"Pantas saja selama ratusan miliyar tahun tidak ada orang yang pergi ke alam atas, syaratnya saja sangat besar"
"System, kenapa raja dewa memberi syarat seperti ini untuk pergi ke alam atas?" tanya Xin Huang.
[Karena raja dewa sangat benci pada iblis]
"Hahh... Dendam kusumat" Xin Huang menghela nafas.
"System, status"
[Nama:Xin Huang]
[Profesi:
-Alkemis Kelas 3
-Ahli Formasi Kelas 3
-Tukang Senjata Kelas 3
-Ahli Racun Kelas 6]
[Level:Penguasa (3)]
[Poin Pengalaman:800 Ribu/1 Milyar]
[Status:Sehat]
[Item:
-Darah Iblis Kuno (0,1%)]
[Teknik:
-Neraka
-Racun Neraka
-Ruang tingkat menengah
-Waktu tingkat menengah]
[Misi]
[Toko]
[Penukaran]
[Versi:1.0]
[Upgrade]
__ADS_1
Walaupun tertulis distatusnya level Penguasa, Xin Huang belum bisa disebut kultivator Penguasa asli, dia membutuhkan Qi dewa yang ada di alam atas untuk menjadi level penguasa sepenuhnya. Dia hanya bisa mengeluarkan 10% kekuatan aslinya, walaupun Xin Huang hanya bisa memakai kekuatan 10% saja, kekuatan Xin Huang bisa dibandingkan dengan inti suci puncak seratus ledakan.
"Aku hanya mendapatkan 8 milyar karena membeli teknik ruang dan waktu tingkat menengah, aku juga mengupgrade sistem ke versi 1.0" Gumam Xin Huang.
"Lalu...." Xin Huang melihat kunci Perak ditangannya. "Aku harus menggunakan ini dimana?" tanya Xin Huang.
[Bila ada kunci, pasti ada pintu. Pintu itu ada di benua Utara]
"Benua Utara.... Apakah aku akan pergi sendirian?" Sekarang Xin Huang merasa kesepian saat bepergian sendirian.
"Setidaknya satu orang.... Hua Mei!" Xin Huang teringat bahwa dia punya janji dengan nona muda dari keluarga Mei.
[Tuan menganggap sistem apa?]
"Hmmm... Kau hanya alat, bukan manusia" jawab Xin Huang polos.
[Begitu ya]
"Eh! maaf sistem, aku salah ngomong"
"Sistem?"
"Sistem?"
"Ah, dia marah...." Xin Huang merasa menyesal telah mengatakan sesuatu yang sangat menusuk hati sistem, walaupun Xin Huang tidak tahu sistem punya hati atau tidak.
...________________________________________...
To God (1-9):
-Mortal
-Raja
-Kaisar
-Penguasa
-Nirwana
-Half Saint
-Saint
-Immortal
.
.
.
.
__ADS_1