Power System

Power System
Raja Naga


__ADS_3

(300 Triliun tahun yang lalu)


"Hua'er!!! jangan gegabah!" ucap pria tampan berbaju emas.


"Lepaskan aku Wang! mereka sedang disiksa!" seorang wanita cantik berbaju putih berusaha untuk melepaskan genggamannya dari pria berbaju emas itu.


"Lihatlah itu!!! Seorang Dewa Kuno puncak! jangan gegabah!!!" pria berbaju emas itu menunjuk seorang pria berbaju hitam yang sedang menghancurkan puluhan kerajaan.


"Aku tidak peduli!!! aku akan menyelamatkan mereka" wanita berbaju putih itu berhasil lepas dari genggaman pria berbaju emas, lalu terbang ke arah pria berbaju hitam.


"Hua'er!!!" pria berbaju emas langsung terbang mengikuti istrinya.


(Kerajaan Anzhen, Kota ZhenXian)


"Dasar sekumpulan semut" ucap pria berbaju hitam sembari menatap kebawah. Dibawah, terlihat banyaknya orang-orang yang sedang berlari kesana-kemari untuk menghindari kematian.


Duarrrr


Duarrrrr


Duarrrrrr


Keadaan kota Zhenxian sangatlah kacau, bawahan dari pria berbaju hitam itu berusaha untuk membunuh semua orang yang ada dikota Zhenxian.


"Dasar kau penjarah!!!" Wanita berbaju putih itu datang, lalu menebas seluruh bawahan pria berbaju hitam.


Zrashhhh


Zrashhhhh


Zrashhhhhh


Disetiap tebasan yang dilepaskan wanita berbaju putih, akan terbunuh ribuan bawahan pria berbaju hitam.


"Xian Hua.... Kau sedang apa tolol" Pria berbaju hitam mengumpat, melihat bawahannya mati.


"Kau Hei Long! jangan membunuh manusia yang tidak bersalah!!!" teriak wanita berbaju putih yang bernama Xian Hua.


"Memangnya ada masalah apa? Mau bersalah, mau tidak bersalah. Aku tidak peduli, akan kubabat habis semuanya"


"Bajingan!!!" Pedang putih Xian Hua bersinar terang.


"Tunggu Hua'er!!!" Pria berbaju emas datang, lalu memadamkan pedang Xian Hua.


"Wang!!! Jangan menahanku!!!"


"Kita bekerja sama, kita bertarung dengan kepala dingin! dia lebih kuat dari kita!" ucap pria berbaju emas yang bernama Wang Long.


"Hooo... Dua semut berusaha membunuhku"


"Erghhhhh" Xian Hua sangat geram melihat Hei Long.


"Tenang Hua'er... Kita bekerja sama"


"Baik Wang"


"Majulah monyet-monyet"


Wushhhhhhhhh


Wang Long bertransformasi menjadi naga emas yang sangat besar. "Bersiaplah Hei Long"


"Jangan kira hanya kau saja yang bisa bertransformasi"


Wushhhhhhhh


Hei Long bertransformasi menjadi naga hitam yang sangat besar. "Majulah monyet!"


"Jangan lupakan aku!"


Duarrrrrrrrrrr


Ledakan besar terjadi, Xian Hua berubah menjadi raksasa bunga yang sangat besar.


Sringggggggg


Hei Long mengumpulkan Qi hitam dimulutnya. "Matilah....."


Duarrrrrrrrrrrrr


.


.


.

__ADS_1


.


"Xian Hua, sudah 300 triliun tahun kita tak bertemu" ucap mahluk emas super besar dihadapan Xin Huang dan Hua Mei.


"Si--Siapa kau?" Hua Mei sangat takut ditatap mahluk emas super besar itu.


"Wa--Wang Long... Dia bukan istrimu! dia adalah istriku!" Xin Huang berusaha untuk berbicara.


"Kau siapa manusia kerdil...." Wang Long mengangkat cakarnya yang super besar. "Ah, aku tidak peduli kau siapa, mati saja sana"


Wushhhhhhhhh


"Jangan!!!" Hua Mei melindungi tubuh Xin Huang yang ingin diinjak Wang Long.


"Kenapa Xian Hua?" Wang Long menghentikan cakarnya.


"A-Aku bukan Xian Hua! Aku Hua Mei! Istri dari pria bernama Xin Huang!"


"Kau istriku Xian Hua!!!" Wang Long berteriak dihadapan Hua Mei.


"Aku bukan istrimu! hanya kebetulan saja aku mempunyai tubuh yang sama seperti Nona Xian Hua!!!'


"Tubuh Dewi Kehidupan?"


"I-Iya"


"Hah...." Wang Long menghela nafasnya. "500 Tahun...." Wang Long berucap singkat.


"500 Tahun?"


"Akan kuberi waktu 500 tahun, kalian jadilah kuat, maka setelah 500 tahun, aku akan mendatangimu"


"A-Apa?! itu tidak mungkin! mengalahkan dewa agung dalam waktu 500 tahun itu tidak mungkin!!!"


"Aku tidak pe--" Belum Wang Long bicara, ada aura kuat yang mendatangi mereka.


"Tu--Tuan Raja?" Ucap seekor Ular naga emas besar yang datang dari udara.


"Shen Jin Long...." Wang Long menatap ular naga emas itu.


"A-Ada apa tuan raja datang ke dunia kecil ini?"


"Bukan urusanmu"


Krakkkk


Wushhhhh


Wushhhhhhhh


Sebuah aura kuat yang menekan seluruh dunia kecil hilang, bersamaan dengan perginya Wang Long.


Wushhhhhhh


Ular Naga emas itu berubah menjadi manusia, lalu berkata. "Apa yang kalian lakukan hingga tuan raja datang?" ucapnya.


"Kaisar Shen...." Xin Huang berusaha bangun.


"Xin!" Hua Mei membantu Xin Huang bangun.


"Apa yang kalian lakukan hingga tuan raja bangun?" tanya pria yang ternyata Shen Jin Long dengan mata melotot.


"Jadi begini...." Xin Huang menjelaskan semuanya pada Shen Jin Long.


"Dasar bodoh!!! Tuan Raja itu sangat cinta pada Nona Dewi Kehidupan!!!"


"Ha... Ha... Aku tidak tahu bila raja naga sendiri yang akan datang..." Hati Xin Huang masih Syok saat merasakan aura yang dimiliki Wang Long.


Shen Jin Long menepuk dahinya. "Ya sudah, aku pergi dulu..." Shen Jin Long membalikkan tubuhnya, lalu berkata. "Aku tidak bisa membantu kalian untuk urusan 500 tahun kedepan"


"Ya... Aku bisa mengurusnya sendiri"


Shen Jin Long tidak menjawab, dia hanya terbang untuk pergi dari sana.


"Fyuhh... Maafkan aku Hua'er..."


"Tidak! aku yang salah! seharusnya aku tidak memakan Dantian milik Dewi Kehidupan!"


"Aku yang salah Hua'er, bila aku tak mengajakmu kesini, kau tak akan terbawa-bawa"


"Tak apa, kita itu suami istri, masalahmu, masalahku juga"


"Aku memang beruntung menjadikanmu istri, Hua'er"


"Aku juga beruntung menikahimu, Xin"

__ADS_1


Xin Huang dan Hua Mei terus berpelukan untuk waktu yang sangat lama.


***


(Istana Raja Naga)


"Zi Long, apa kau sudah memberi tahu pada orang-orang?" tanya pria berbaju biru pada pria berbaju ungu.


"Belum, Cang Long" jawab pria berbaju ungu.


"Kenapa belum diberi tahu?" tanya Cang Long.


"Aku merasa bahwa... Aku akan mati bila memberi tahunya"


"Betul juga...."


"Hei! Cang Long! Zi Long!" panggil pria tampan berbaju merah sembari melambaikan tangannya.


"Qian Long...." Kedua orang itu melihat kebelakang.


"Kau sudah memberi tahu pada semuanya?" tanya Cang Long.


"Hehe, belum" Pria bernama Qian Long itu menggaruk-garukan kepalanya.


"Bagus! Tapi kenapa?" tanya Zi Long.


"Aku merasa merinding saat ingin memberi tahu pada semuanya"


"Hmmm...." Kedua orang itu mengangguk.


Krakkkk


Krakkkkk


Krakkkkkk


Muncul retakan ruang di atas ketiganya, didalam retakan ruang, terlihat seekor mahluk emas super besar yang keluar dari retakan ruang itu.


"Tu-Tuan raja!" ketiganya langsung menunduk saat melihat mahluk emas super besar itu.


Wushhhhh


Duarrrrrrrrr


Muncul kawah besar saat mahluk emas super besar itu mendarat. "Hei...." ucap singkat mahluk emas itu.


"A--Ada apa tuan raja?" Cang Long menanggapi ucapan itu.


"Apa kalian memberi tahu pada semuanya?"


"Ti-Tidak tuan!"


"Baguslah... Bila kalian memberi tahunya, aku sudah pasti akan membunuh kalian" mahluk emas super besar itu melirik tajam ketiga orang didepannya.


"Te-Tentu tidak tuan raja"


"Ya sudah, aku mau tidur lagi" Mahluk emas super besar itu mengambil posisi tidur.


"Ti-Tidur lagi?" tanya Qian Long gugup.


"Memangnya kenapa?" Sebuah aura membunuh, merembes keluar dari tubuh mahluk emas itu.


"Ti-Tidak apa-apa" Qian Long berucap dengan kepala tertunduk dan tubuh penuh keringat.


"Baiklah, sampai jumpa lagi...." mahluk emas itu memejamkan matanya.


"Fyuhh...." ketiga orang itu menghela nafas lega, saat melihat rajanya sudah tidur.


"Hampir saja" Qian Long mengusap dadanya.


"Dasar kau bodoh! kenapa kau menanyakan hal yang tidak perlu?! kita hampir saja mati bodoh!!!" Bentak Cang Long.


Duakkkkk


Zi Long menendang tubuh Qian Long. "Bila kita sampai mati, aku yang akan paling keras mengutukmu, dasar tolol" umpat Zi Long.


"Maaf Maaf" Qian Long mengelus perutnya yang habis ditendang Zi Long.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2