Power System

Power System
Turnamen Bergengsi Anak Muda (3)


__ADS_3

Lian Mei menggenggam pedangnya, sementara itu Bing Xiwang mengepalkan tangannya. "Kakak Lian Mei, percayalah padaku, kau tidak akan bisa mengalahkan diriku, jadi cepat menyerahlah dan biarkan aku menang."


Lian Mei mengerutkan dahinya, "WangWang, aku tidak pernah melihatmu sepercaya diri seperti ini, menjadi membuatku sedikit penasaran." Lian Mei membungkukkan tubuhnya, lalu menginjak tanah.


Wushhhhh


Zrashhhhhhh


Jejak serangan sepanjang 10 meter dan selebar 30 sentimeter tercipta, namun jejak serangan itu terlihat hanya tercetak disebelah kanan Bing Xiwang. Menandakan bahwa Bing Xiwang bisa menghindari serangan Lian Mei yang super cepat.


"WangWang, apa kau menyembunyikan kekuatanmu?" Lian Mei yakin bila serangannya kena, dia bisa melumpuhkan Bing Xiwang, namun dia menjadi sangat terkejut saat Bing Xiwang bisa menghindari serangannya tanpa kesusahan yang berarti.


"Dari lahir kekuatanku memang seperti ini, hanya saja aku tidak punya waktu untuk memperlihatkannya."


Lian Mei memejamkan matanya, sembari menghela nafas panjang. "Baiklah Bing Xiwang, aku akan meladenimu dengan serius." Lian Mei mengeluarkan pedangnya dari sarungnya.


Slash....


Pedang katana tipis yang panjangnya 2 meter lebih, terlihat didalam pandangan Bing Xiwang dan para penonton. Gagang pedangnya pun sangat indah, yaitu lapisan kain berwarna ungu, dengan permata putih yang terletak ditengah tengahnya.


Pedang itu bernama pedang Iblis Ungu, tingkatnya adalah tingkat mitos. Memiliki kemampuan spesial untuk menambah kecepatan penggunanya saat niat membunuh si pengguna semakin besar. Namun sayangnya Lian Mei tidak pernah memakai kemampuan spesial pedangnya, sebab dia tidak pernah mengeluarkan niat membunuh sekalipun.


"Pedang ini bernama pedang Iblis Ungu. Terbuat dari hati Iblis Ungu yang ditempa menggunakan palu meteorite sang penempa terkenal. Pedang ini sangat tidak cocok denganku, sebab aku tidak bisa menggunakan kemampuan spesialnya. Namun aku tetap memilih pedang ini, sebab aku sangat menyukai keindahannya." Kata Lian Mei sembari mengelus pedang Iblis Ungunya.


Para penonton merasa sangat terpana saat melihat pedang itu, mereka seolah-olah terhipnotis dengan keindahan pedang Iblis Ungu.


"Pedang itu sangat indah, aku sedikit menyukainya," Ucap Shen Jian dengan senyuman kecil dibibirnya.


"Kemampuan spesialnya sangat mengagumkan, jika kau yang pakai, kecepatanmu bahkan bisa melampaui ruang dan waktu," Kata Shen Bian yang terlihat sedang mengejek Shen Jian.


"Jangan meracau, aku itu orang suci."


***


Wushhhhhh


Duarrrrrrrrrr

__ADS_1


Gelombang kejut besar yang meluluh lantakkan pegunungan dan pepohonan tercipta saat pukulan Bing Xiwang ditangkis oleh pedang Lian Mei.


Lian Mei menangkis pukulan Bing Xiwang, lalu menebas pedangnya secara diagonal.


Sringgggg


Terlihat puluhan pohon terpotong rapih secara diagonal akibat serangan Lian Mei, namun Bing Xiwang tiba-tiba menghilang dari pandangan Lian Mei.


Wushhhhhh


Bing Xiwang tiba-tiba muncul disebelah kanan Lian Mei dengan tangan yang terkepal erat. Lian Mei menundukkan kepalanya, lalu menebas pedangnya lagi secara vertikal keatas.


Sringgggg!


Dampak serangan Lian Mei sama seperti sebelumnya, namun kali ini Bing Xiwang terkena serangan itu, membuat dadanya tergores dan mengeluarkan banyak darah.


Lian Mei melebarkan matanya saat melihat luka Bing Xiwang, "WangWang! Apa kau tidak ap-" Lian Mei segera menghentikan ucapannya saat melihat luka Bing Xiwang yang sudah tertutup rapat secara instan. "Apa-apaan itu?"


Bing Xiwang tersenyum sembari menatap Lian Mei. "Aku adalah seorang monster, aku bisa beregenerasi sebanyak apapun yang kuinginkan. Kau mau memenggal kepalaku? Silahkan, tapi tidak ada akibat apapun dari seranganmu. Kau mau membuatku menyerah dengan rasa sakit? Silahkan, tapi aku tidak punya saraf untuk merasakan rasa sakit. Leluhurku adalah cairan hitam yang melayang-layang diudara, dan diberi nyawa oleh tuhan setelah ribuan tahun lamanya terlewati."


Sebutir keringat seukuran biji jagung, terlihat muncul dipipi Lian Mei. "Jadi maksudmu aku tidak bisa mengalahkanmu sebanyak apapun aku menebasmu?"


Lian Mei menundukkan kepalanya, terlihat tangannya menggenggam erat gagang pedang Iblis Ungunya. "Teknik Pedang Dewa: Domain Pedang!" Lian Mei mengangkat pedangnya keatas.


Wushhhhhhhh


Cahaya putih bersinar terang menutupi pandangan para penonton. Cahaya itu perlahan-lahan meredup, lalu terlihat sebuah pelindung putih berbentuk mangkok terbalik. Pelindung itu terlihat menutupi seluruh pulau Yonheng.


"Ini adalah teknik pedangku yang dicampur dengan kemampuan spesial pedang Iblis Ungu. Jujur saja, niat membunuhku padamu benar-benar sangat besar, dan setelah menyadari bahwa kau tidak bisa mati, niat membunuhku menjadi tambah besar. Apa kau tahu seberapa besarnya keinginanku untuk menjadi murid sang dewa pedang? Sangat besar! Aku ingin menjadi orang yang sangat besar untuk bisa membanggakan ayahku! Jadi tolong WangWang, menyerahlah dan biarkan aku menang, sebab saat aku melanjutkan teknik ini, kau benar-benar tak akan selamat."


"Sebelum kita lanjutkan, aku ingin bertanya satu hal padamu kakak Lian Mei,"


"Apa itu?"


"Setelah pertarungan ini selesai, apa hubungan kita akan tetap sama seperti sebelumnya?"


Lian Mei melebarkan matanya, lalu tersenyum sembari menghela nafas. "Tentu saja, hubungan kita yang sangat erat, tak akan bisa diubah oleh dunia palsu ini."

__ADS_1


Bing Xiwang tersenyum senang saat mendengarnya. "Baiklah, ayo kita lanjutkan pertarungannya!"


Lian Mei mendesah kecil saat melihat Bing Xiwang yang malah semakin bersemangat. "Kau memang harus diberi pelajaran dulu untuk bisa menyerah." Lian Mei mengarahkan ujung pedangnya pada Bing Xiwang.


Wushhhh


Sringggggg


Tiba-tiba lengan kiri Bing Xiwang terpotong rapih tanpa bisa disadari oleh dirinya. "A-Apa?"


Lian Mei menyunggingkan sudut bibirnya, "Karena niat membunuhku yang sangat besar, kecepatanku bertambah ratusan kali lipat karena kemampuan spesial pedang Iblis Ungu, dan kecepatanku akan bertambah ribuan kali lipat lagi jika aku berada didalam pelindung ini. Kau memang tidak bisa mati, tetapi kau tidak bisa menyentuhku."


Bing Xiwang mengerutkan dahinya, dan terlihat tangan kirinya kembali utuh seperti semula. "Benarkah?" Bing Xiwang menggunakan kemampuan telekinesisnya untuk mengangkat puluhan gunung yang ada dibelakangnya, lalu mengarahkan puluhan gunung itu pada Lian Mei.


Wushhhhhhhh


Lian Mei memang sedikit terkejut saat melihat Bing Xiwang yang bisa memakai telekinesis, namun dia bisa mendapatkan ketenangannya kembali dengan mudah. "Ini hanya masalah sepele," Lian Mei mengayunkan pedangnya satu kali.


Sringgggggg.....


Wushhhhhhhh


Duarrrrrrrrrrrrrrr


Puluhan gunung itu tiba-tiba tertebas dengan miliaran tebasan tanpa bisa dilihat oleh siapapun. Membuat puluhan gunung itu hancur berkeping-keping menjadi sebuah butiran debu.


Bing Xiwang melebarkan matanya tak percaya, dia benar-benar tak percaya Lian Mei mempunyai kekuatan sebesar ini. "Kau!" Bing Xiwang mengepalkan kedua tangannya erat-erat, dan disaat dia ingin menyerang Lian Mei, tubuhnya tiba-tiba terbelah menjadi butiran dadu kecil.


Wushhhhh


Tubuh Bing Xiwang utuh kembali satu detik kemudian. Namun tubuhnya tiba-tiba terbelah seperti dadu kecil kembali setelah Bing Xiwang berhasil kembali utuh.


"Si-Sialan!


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2