
"Silahkan duduk, tuan Xin" Yun Cheng mempersilahkan Xin Huang dan Hua Mei duduk di salah satu Sofanya.
Setelah duduk, Xin Huang berbicara. "Tuan Kaisar, informasi yang kubicarakan kemarin adalah, letak pintu menuju alam atas"
"Pintu menuju alam atas?!" Yun Cheng dan Yun Yue terkejut saat mendengar perkataan itu.
"Betul, apa kalian tahu dimana letak pintu itu?"
"Baiklah, akan kuberi tahu apa yang ku tahu saja.... Pintu menuju alam atas sebelumnya ada dikekaisaran Qin"
"Sebelumnya?"
"Ya, sebelum Qian Zhu datang menghancurkan kekaisaran Qin, lalu mengambil pintu itu"
"Menghancurkan kekaisaran Qin?!"
"Betul, mulai dari satu tahun yang lalu, penguasa benua Utara hanya ada 7"
"Sekuat apa dia sehingga bisa menghancurkan satu kekaisaran....?" tanya Hua Mei.
"Sebelumnya, kami berpikir bahwa Qian Zhu dan penguasa yang lainnya setara. Tapi setelah kehancuran Kekaisaran Qin, kami beranggapan bahwa dia lebih kuat dari kami. Rumor pun berkata bahwa dia menghancurkan kekaisaran Qin hanya dengan satu jari"
"Satu jari.... Menarik juga si Qian Zhu ini. Lalu, apa tujuan dia mengambil pintu menuju alam atas?"
"Sepertinya dia sudah bosan dengan dunia bawah ini dan berniat pergi ke alam atas. Hanya saja dia tidak tahu bahwa dia memerlukan kunci untuk pergi ke alam atas"
"Sepertinya begitu.... Apa kau tahu dimana letak si Qian Zhu ini?"
"Aku tidak tahu dimana letak tepatnya, tapi dari cerita-cerita para penduduk, Qian Zhu ada di kota duri"
"Kota Duri.... Baiklah tuan kaisar, aku bersama istriku akan pergi kesana. Dan terima kasih atas informasinya" Xin Huang dan Hua Mei beranjak dari duduknya.
"Sama-Sama tuan Xin" Yun Cheng dan Yun Yue juga beranjak dari duduknya.
Setelah berterima kasih sekali lagi, Xin Huang dan Hua Mei pergi dari sana.
"Hahhh.... Sungguh pemuda yang hebat" Gumam Yun Cheng.
"Ayah, aku ingin menjadi kultivator" ucap Yun Yue.
"Tentu saja Yue'er, kau harus kuat untuk menduduki tahtaku"
"Ya!" Yun Yue mengangguk semangat.
***
"Xin, Kota duri itu ada dimana?"
"Kota Duri ada dibagian Utara benua Utara, Kota Duri terletak di wilayah milik sekte Pedang Ilahi"
"Apa informasi itu diberikan teman rahasiamu juga?"
"Ya"
"Apa dia cantik?"
"Sistem, kau cantik atau tidak?"
[Tentu saja system cantik]
"Benarkah? yang kulihat darimu hanya panel biru saja"
[Jadilah penguasa dunia, maka tuan bisa sekilas melihat wajah system]
"Hanya sekilas?"
[Betul]
"Memangnya ada apa? "
[Suatu saat nanti, tuan akan tahu]
__ADS_1
"Nanti ya...."
"Hey Xin! Cantik atau tidak?" Hua Mei menyadarkan Xin Huang yang sedang melamun.
"Katanya sih cantik"
"Katanya? Kau tidak pernah melihat wajahnya?"
"Ya, dia pemalu"
"Pemalu? katanya cantik, kok pemalu?"
"Entahlah, mungkin dia bohong"
[System tidak bohong]
"Ah, iya"
"Kau kenapa Xin?"
"Tidak apa-apa"
Karena akan memakan waktu yang lama, Xin Huang dan Hua Mei memilih untuk menaiki mobil terbang untuk pergi ke kota Duri.
***
(1 Hari Kemudian)
"Fyuhh..." Mobil terbang milik Xin Huang mendarat dihutan yang jauh dari kota Duri. "Hua'er, kenapa kita harus mendarat jauh dari kota Duri?"
"Agar tidak menarik perhatian!"
"Dengan wajahmu yang cantik, itu sudah pasti akan menarik perhatian"
"Hehe, setidaknya kita harus mencegah"
"Ya Ya"
Xin Huang dan Hua Mei berjalan bersama menuju kota Duri. Setelah berjalan selama 15 menit, akhirnya Xin Huang melihat sebuah tembok hitam yang lumayan besar. "Yah... Seperti biasanya, monoton" Xin Huang terlihat sudah bosan melihat tembok.
Xin Huang tidak menjawab itu, dia hanya berjalan ke arah antrian yang paling belakang. Setelah mengantri selama satu jam, Xin Huang akhirnya bisa memasuki kota. Didalam Kota Duri sendiri, banyak bangunan-bangunan yang lumayan besar. Mau bagaimanapun, Kota Duri hanya kota kelas menengah.
"Hmmmm....." Xin Huang mengedarkan persepsinya. "Ketemu...." Xin Huang menemukan sebuah aura kuat didalam salah satu restoran. "Ayo Hua'er" Xin Huang menggenggam lengan Hua Mei, lalu pergi berjalan ke arah restoran itu.
....
"Tirai Merah" sebuah bangunan tiga tingkat dengan plank bertuliskan Tirai Merah terlihat dihadapan Xin Huang.
"Buat apa dia menetap disini?" Tanya Hua Mei.
"Entahlah" Xin Huang mengangkat bahunya. Setelahnya, Xin Huang memasuki restoran itu, lalu memesan lantai 3.
....
"Itu dia...." Xin Huang menatap seorang pria berambut perak panjang, dengan mata berwarna emas cerah. "Ayo Hua'er" Xin Huang dan Hua Mei berjalan mendekati pria itu.
Tuk...
Tuk...
Tuk...
Tuk...
Setelah sampai, Xin Huang berbicara. "Halo tuan, apakah kau mengizinkanku dan istriku duduk disini?"
"Banyak kursi yang kosong, kenapa malah duduk disini?" jawab Qian Zhu malas.
"Aku hanya ingin membicarakan sesuatu dengan tuan Qian Zhu" Xin Huang masih tetap tersenyum.
Mendengarnya, Qian Zhu menatap sinis Xin Huang. "Bagaimana kau tahu itu?"
__ADS_1
"Penampilanmu terlalu mencolok... Jadi bagaimana? apa kau mengizinkanku duduk disini?"
Qian Zhu menatap Xin Huang sekali lagi, lalu berbicara. "Terserah kau"
Setelah mendengar itu, Xin Huang dan Hua Mei duduk di kursi yang ada dihadapan Qian Zhu.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Qian Zhu.
"Aku ingin membicarakan, tentang pintu menuju alam atas...."
Qian Zhu sedikit tersentak saat mendengar itu. "Aku tidak tahu itu"
"Kisah tentang kehancuran Kekaisaran Qin sudah tersebar luas... Tuan Qian Zhu"
"Lalu?"
"Jadi kau sudah pasti tahu pintu menuju alam atas bukan?"
"Aku tidak tahu itu"
Grep
Xin Huang menarik kerah Qian Zhu. "Masuklah keduniaku"
Wushhhhh
Xin Huang dan Qian Zhu menghilang dari sana. "Aku di tinggal...." ucap Hua Mei lesu.
***
"Erghhhh.... Dimana ini?" Diseluruh pandangan Qian Zhu, banyak pepohonan, gunung-gunung yang saling menjejer hingga Padang rumput yang sangat luas.
"Indah bukan?" Xin Huang tiba-tiba muncul dihadapan Qian Zhu. "Tapi... Keindahan ini sepertinya tak akan bertahan lama" Bila Xin Huang dan Qian Zhu sampai bertarung, sudah pasti keindahan itu akan hancur.
"Kau!!! Kau!!! Kau siapa sebenarnya?!!"
"Aku? Namaku Xin Huang... Seorang manusia biasa"
"Manusia biasa tak akan mungkin punya dunia sendiri!!!"
"Bila aku bilang manusia biasa, percaya saja aku manusia biasa" Xin Huang berbicara sembari melotot.
"Ergh" Qian Zhu bangun dan berdiri.
"Jadi... Serahkan pintu menuju alam atas, atau aku akan membunuhmu"
"Hehehe... Aku ingin melepaskan penatku... Apa kau orang kuat?"
"Ya, cukup kuat untuk membunuh serangga seperti mu"
Qian Zhu menyeringai, Lalu berbicara. "Kita lihat, siapa serangga yang sebenarnya"
Xin Huang menanggapi itu dengan senyuman kecil. "Analisa"
[Nama: Qian Zhu]
[Level: Inti Suci Puncak 15 Ledakkan]
" 15 ledakkan? Hanya sekuat ini tapi bisa menghancurkan kekaisaran Qin?, Dia pasti punya rahasia" Batin Xin Huang.
"Matilah... Bocah" Qian Zhu Tiba-Tiba menghilang dari sana.
Wushhhhhhh
Xin Huang yang melihat itu, hanya memejamkan matanya. "Kau terlalu lambat" Tiba-Tiba sebuah tendangan muncul di sebelah kanan Xin Huang.
Bummmmmmmm
.
.
__ADS_1
.
.