Power System

Power System
Harta Tak Terduga


__ADS_3

Tak peduli berapa kalipun Xin Huang mengucek matanya, dia masih tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya sekarang. Hati Sun Mofa diselimuti rasa kesal saat melihat apa dilihat Xin Huang. "Dasar tongkat sesat!"


"Hahahahaha.... Tak kusangka aku bisa menemukannya semudah ini, jika memang semudah ini sih....." Xin Huang melirik tajam Sun Mofa.


"Kau akan menepatkan janjimu kan? Kau mau tongkatku kan?"


Xin Huang tersenyum kecil, "Aku hanya ingin jaminan saja, karena saat ini, kau sudah mempunyai tubuh fisik baru, bisa-bisa kau berkhianat padaku disaat tugasmu sudah kuselesaikan, jadi Monyet, tolong buat aku percaya padamu, agar aku bisa dengan segera pergi kealam Emas." Ya, yang mereka temui saat ini adalah gerbang menuju alam emas, karena gerbang menuju alam emas terdiri dari Qi yang sangat banyak, tongkat Sun Mofa menangkap sinyalnya dan menuntun mereka berdua ketempat itu.


"Kau boleh memasang formasi budak padaku sampai aku memberimu tongkat ChuoChuoku, karena sekalinya tongkat ChuoChuoku berpindah pemilik, dia akan terus menuruti perintah tuan barunya, bukan tuan lamanya, kecuali kau memberikan hak miliknya lagi padaku." Menurut Sun Mofa, permata ungu pemberian istrinya lebih berharga daripada tongkat ChuoChuonya.


"Baiklah...." Xin Huang menyentuh dada Sun Mofa, namun dengan seketika dihentikan oleh genggaman tangan Sun Mofa.


"Bukan hanya kau yang butuh jaminan, aku juga butuh loh...." Sekalinya dia ditandai oleh formasi budak, dia tidak akan pernah bisa melawan perintah Xin Huang, jadi dia butuh sesuatu untuk memastikan bahwa Xin Huang tidak semena-mena dengannya, dan menepati janjinya.


"Baiklah monyet, kau itu hewan yang ribet ya....." Xin Huang membuat selembar kertas kosong menggunakan Qi nya, "Ini adalah surat kontrak, kau yang umurnya sangat tua pasti tahu kan?" Kertas kontrak adalah selembar kertas yang dibuat menggunakan Qi, namun kertas itu tidak akan berharga jika tidak ada yang meneteskan darah diatasnya, sebab jika dua orang membuat perjanjian dan menempelkan cap darah diatasnya, mereka akan terus terikat kedalam kontrak itu hingga apa yang telah ditulis dikertas itu sudah terjadi. Dan jika salah satu orang itu melanggar kontraknya, dia akan dihukum langsung oleh tuhan, dan seluruh keberadaannya akan hilang dan dilupakan, kecuali oleh pemegang kontrak yang tidak melanggar.


"Ya...." Sun Mofa sudah beberapa kali menggunakan kertas kontrak, jadi dia tahu betul kegunaannya kertas kontrak itu.


"Cih, jika tahu begini bukannya dari dulu saja."


"Heh! Dulu aku punya kekuatan yang cukup untuk menghukum kau bila melanggar janji yang kita buat, tapi sekarang kau lihat saja diriku, aku sudah berubah menjadi seorang bocah yang kekuatannya hanya ada dilevel setengah dewa!"


"Hanya matamu." Xin Huang menulis kata-kata diatas kertas itu (Kok bisa nulis didalem air? Ya karena Xin Huang bukan manusia biasa, dia bisa melakukan apapun yang mustahil) Setelah menulisnya, Xin Huang menunjukkan itu pada Sun Mofa.


Sun Mofa mengambilnya dan membaca kata-kata yang ditulis Xin Huang.

__ADS_1


(Kontrak antara Xin Huang dan Sun Mofa


Tenggat Waktu: Sampai Xin Huang memberikan permata ungu kepada Sun Mofa, dan Sun Mofa memberikan tongkat ChuoChuo kepada Xin Huang.


Hukuman: Sesuatu ketentuan Tuhan.


Isi: Xin Huang akan memberi formasi budak kepada Sun Mofa. Dan Sun Mofa akan memberikan tongkat ChuoChuo kepada Xin Huang.


Pantangan:


-Xin Huang tidak boleh memerintah Sun Mofa seenaknya, sebab formasi budak yang dipasang Xin Huang bukan untuk dominasi, tapi untuk mengikat.


-Sun Mofa tidak boleh tidak menepati janjinya pada Xin Huang, dia harus memberikan apa yang telah dijanjikan jika tugas Xin Huang sudah selesai.


Sun Mofa merasa cukup puas dengan apa yang ditulis Xin Huang, "Baiklah, aku setuju." Setelah itu Sun Mofa memberikan cap jempol darah ketempat yang telah disediakan, dan Xin Huang juga melakukan hal yang sama.


Wushhhhhhh


Kontrak itu melayang, lalu tiba-tiba menghilang dari sana. Sebuah simbol berbentuk rantai muncul secara perlahan-lahan dikedua dahi mereka, simbol itu berwarna merah dengan setiap rantai yang saling melingkar.


"Hmmm.... Ini pengalaman pertamaku." Xin Huang mengelus-elus simbol rantai didahinya.


Sun Mofa menyunggingkan sudut bibirnya, "Heh! Hal ini bisa menunjukkan siapa yang sebenarnya sudah merasakan asam manisnya kehidupan."


Xin Huang mengabaikan kata-kata Sun Mofa, dia baru ingat bahwa dia saat ini sedang mengkhawatirkan istrinya. "Sudahlah, aku pergi dulu." Xin Huang menjambak rambut Sun Mofa, lalu memasukannya kedalam dunia pribadinya.

__ADS_1


***


"Tak mungkin! Siapa gadis itu?! Kenapa dia bisa kuat sekali!" Deng Ye tidak bisa memercayai apa yang sedang dia alami sekarang, dia sangat percaya diri dengan banyak pengalaman bertarung yang dia dapatkan, namun kekuatan gadis didepannya benar-benar mematahkan kepercayaan dirinya.


"Pergilah! Aku ampuni kalian untuk saat ini! Tapi jika kalian masih tetap menyerang desa ini, aku tidak akan segan-segan membunuh kalian!" Gadis itu adalah Hua Mei, dia sedang melindungi desa yang dia tempati dari serangan para bandit jahat.


"Cih! Anak-anak! Ayo kita kembali!" Deng Ye sang kepala bandit jahat itu memerintahkan seluruh anak buahnya untuk pergi, namun alangkah terkejutnya dia saat melihat seluruh anak buahnya mati dengan kepala yang sudah tak menyatu dengan lehernya lagi. "Ap-" Perkataannya terhenti saat dia melihat tubuhnya sedang berdiri tanpa kepala.


Hua Mei melebarkan matanya tak percaya saat melihat semua itu, sebab dia tak pernah merasa telah membunuh mereka semua, dan yang lebih mengejutkannya lagi, dia tidak bisa melihat siapa pelakunya.


"Seorang penjahat, tidak pantas untuk diampuni." Tiba-tiba Xin Huang muncul disebelah Hua Mei, tubuhnya juga basah kuyup dengan darah, karena didalam perjalannya menuju Hua Mei, dia sudah membantai jutaan bandit.


"Xin!? Apa kau baik-baik saja?" Rasa terkejut Hua Mei dengan seketika teralihkan menjadi rasa khawatir saat melihat kondisi Xin Huang yang penuh dengan darah.


"Tentu saja Hua'er, aku itu orang yang kuat, dan tidak akan mudah dibunuh oleh seorang keroco." Sembari berbicara, Xin Huang membersihkan seluruh darah dibajunya menggunakan elemen air, dan bajunya dengan sekejap langsung bersih seketika tanpa bisa dilihat oleh mata.


"Kau darimana saja Xin? Kau tidak tahu aku khawatir? Kenapa kau lama sekali menjemputku? Apa kau mempunyai suatu urusan yang sangat penting? Atau kau berada di situasi berbahaya hingga kau membutuhkan waktu yang lebih lama? Xin.... Kau benar-benar baik-baik saja kan? Jawab aku Xin! Jangan biarkan aku menjadi depresi karena kau diam saja! Jawab aku Xin!!!!" Pertanyaan demi pertanyaan terus dilontarkan oleh Hua Mei, itu membuat Xin Huang menjadi bingung harus menjawab yang mana dulu.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2