Power System

Power System
Penghancuran


__ADS_3

Melihat semua urusannya dialam atas telah selesai, Xin Huang memutuskan untuk pergi ke alam emas secepatnya, sebab entah kenapa dia selalu merasa tidak enak hati jika terus diam dialam atas, mungkin karena dia sudah bosan hidup dialam atas.


"Hua'er, apa kau sudah siap untuk pergi kealam emas?" Xin Huang sih sudah siap, namun dia tidak tahu istrinya sudah siap atau belum.


"Memangnya aku harus menyiapkan apa?" Sudah pasti Hua Mei akan diam didalam dunia pribadi Xin Huang saja, sehingga saat Xin Huang memanggilnya keluar, Hua Mei dalam sekejap sudah didalam alam emas.


"Ya jika kau sudah siap sih, oke-oke saja." Xin Huang memejamkan matanya, namun tiba-tiba lengan kirinya dipeluk erat oleh Hua Mei.


"Bareng."


"Ya," Xin Huang memejamkan matanya lagi, lalu tiba-tiba menghilang dari sana.


***


Xin Huang muncul diatas permukaan benua Xiongwei yang sudah mendapatkan pemimpin baru, pemimpin baru itu adalah seorang dewa natural yang dulu menjabat sebagai jendral pertahanan. Dia tidak ikut perang karena ditugaskan oleh Wei Chuan untuk menggantikannya jika Wei Chuan mati. Namun itu tidak penting lagi, sebab urusan Xin Huang dialam atas sudah beres lagi.


Wushhhhhhhh


Saat Xin Huang ingin berteleportasi lagi, tiba-tiba terlihat sebuah pancaran api yang menjulang tinggi keatas langit, pancaran api itu terlihat seperti pilar besar yang menopang dunia, dan saat Xin Huang melihat ujungnya, dia tidak melihat ujungnya....


"Xin, apa itu?" Hua Mei terlihat sedikit takut saat melihat pilar api itu.


"Jangan takut Hua'er, suamimu ini sangat kuat." Xin Huang mengelus kepala Hua Mei dengan lembut.


"Ya, aku tahu...." Perasaan Hua Mei kembali menjadi lebih tenang saat memeluk erat lengan Xin Huang, dan kepalanya diusap dengan lembut oleh Xin Huang.


Setelah melihat pilar itu beberapa saat, Xin Huang memutuskan untuk melihat hal itu lebih dekat, dia juga merasa sangat penasaran saat melihatnya. "Kita lihat yuk."


Hua Mei menggelengkan kepalanya, "Gak, aku gak mau." Walaupun hatinya tadi sudah tenang, entah kenapa Hua Mei kembali merasa takut dan seluruh tubuhnya menggigil hebat.

__ADS_1


Xin Huang menaikkan sebelah alisnya, dia baru pertama kali melihat Hua Mei yang setakut itu, "Kau sepertinya sangat ketakutan."


Hua Mei tambah memeluk erat lengan Xin Huang, "Kita pergi saja yuk."


Melihat bahwa Hua Mei ketakutan tanpa sebab karena pilar itu, Xin Huang dengan terpaksa membawa Hua Mei jauh-jauh darisana.


***


"Wah! Apa itu?!" Para warga yang tua, muda, maupun berbagai jenis kelamin berkumpul dihadapan pilar api raksasa itu, letak dari pilar api raksasa itu berada tepat ditempat Xin Huang dulu melihat burung api. Namun setelah pilar api itu membumbung tinggi keatas langit, para burung api itu segera pergi dari sana.


"Entah kenapa... Aku merasakan sebuah perasaan buruk." Seorang pria tua berambut hitam panjang muncul dengan para pasukan kuda dibelakangnya, para warga yang ada disana segera sujud hormat saat melihat sang pria tua itu.


"Bangunlah, tak usah terlalu formal denganku." Ternyata pria tua itu adalah Yang Wu, kaisar baru benua Xiongwei, dia juga menjadi penasaran dengan pilar api yang tiba-tiba muncul beberapa jam yang lalu (Ini beberapa jam setelah Xin Huang dan Hua Mei pergi)


Para warga bangun dari sujudnya, namun dengan tubuh yang masih sedikit membungkuk, karena mau bagaimanapun, pria tua didepannya adalah seorang kaisar dengan kekuatan yang tidak masuk diakal.


Para warga terus menunggu apa yang terjadi dengan pilar api itu selama berjam-jam, ada yang sudah pergi dari sana, ada juga yang membangun kemah disana, biasanya orang yang masih tetap disana adalah sebuah pelukis yang ingin memasukan peristiwa itu kedalam bukunya.


Wushhhhhhh


Pilar Api itu semakin lama semakin panas, hingga membuat para warga menjauh dari pilar itu, percikan-percikan api mulai bermunculan karena daun pohon-pohon sudah tidak kuat lagi menahan panasnya api pilar itu, hingga akhirnya para warga sudah tidak kuat lagi, dan 95% Orang yang disana pergi lalu melakukan aktivitasnya kembali. Kecuali sang kaisar, dengan level dewa naturalnya, dia tidak terkena efek apapun dari panas yang dikeluarkan pilar api itu.


.....


Lima hari berlalu, sekarang yang ada disana hanyalah kaisar dan para prajuritnya, sang kaisar bahkan tidak bergerak dari tempatnya sama sekali, dia benar-benar merasakan perasaan aneh saat menatap dalam pilar api itu, "Kobaran api yang terlihat sangat indah dan megah, suhunya yang panas dan menyengat apapun, menjulang tinggi keatas langit dan menatap dunia seolah menatap semut, dengan perasaan negatif dan positif yang saling bersamaan, mungkinkah ini..... Seekor Phoenix?!" Hati Yang Wu penuh dengan perasaan takut saat menyadari hal itu, dia dengan segera menyuruh seluruh pasukannya untuk mundur dan pergi dari sana.


Wushhhhhhhh


Namun itu terlambat, seekor burung api dengan penampilan yang sangat agung keluar dari gunung itu dengan cepat, lalu burung itu menatap kesegala arah, dan mulai menyemburkan api-api panas kesegala arah yang membuat seluruh tempat itu diselimuti oleh api, Yang Wu bahkan tak bisa menggerakkan tubuhnya saat melihat burung api itu, "Gawat, sanvat gawat, habislah sudah....."

__ADS_1


"Kingggggggggggiiieeetttttttt." Sang burung api mengeluarkan suara melengking yang sangat keras, bahkan sangking kerasnya suara itu, seluruh penduduk yang ada dibenua Xiongwei bisa mendengarnya, para binatang-binatang buas berlari kesegala arah dengan rasa panik, para manusia yang tidak tahu apa-apa menjadi ketakutan saat melihat binatang buas tiba-tiba pergi kearah pemukiman mereka.


Wungggggggggg


Waktu tiba-tiba terasa berhenti, ruang dan waktu sedikit terdistorsi selama beberapa detik, hingga akhirnya semua kembali seperti normal, dengan pria tampan berbaju ungu yang tiba-tiba muncul diatas langit. Dia menatap apa yang ada dibawahnya seolah menatap debu-debu dilantai, dia benar-benar jijik berada dialam rendahan seperti alam atas.


"Kata raja, jika kau merasa jijik dengan apapun, maka kau hanya harus menghancurkannya saja." Kata orang berbaju ungu itu, namun perkataannya yang seolah sepele dan biasa-biasa saja, membawa dampak yang sangat besar bagi seluruh penduduk benua Xiongwei, sebab perkataannya yang biasa-biasa saja, membuat seluruh mahluk hidup lemah yang ada dibenua Xiongwei mati akibat kepalanya meledak, kecuali Yang Wu yang masih bisa bertahan karena dia adalah seorang Dewa Natural, namun dia juga tidak baik-baik saja, mungkin hanya butuh satu sentilan sedikit saja untuk membuat kepalanya meledak seperti balon.


"Khekk....." Phoenix api yang baru saja lahir, terhantam ditanah dan memuntahkan seteguk darah segar, api-api yang dibuatnya baru saja langsung menghilang seperti tidak pernah ada saat pria tampan berbaju ungu itu berbicara. Kondisinya saat ini benar-benar sangat parah, bahkan dia tidak bisa lagi menggerakkan tubuhnya.


Pria tampan berbaju ungu itu menatap rendah apapun yang ada dibawahnya, setelah itu dia memejamkan matanya, lalu meniup udara kecil setelahnya.


"Fiuh....."


Duarrrrrrrrrrrrrrr


Benua Xiongwei hancur begitu saja tanpa ada yang tersisa sedikitpun, ruang-ruang bergetar hebat bersamaan dengan hancurnya benua Xiongwei, tiupan kecil dari seorang dewa kuno, mampu menghancurkan benua Xiongwei dalam waktu kurang dari satu detik saja.


"Beres." Dia adalah Zi Long, salah satu dari tiga pilar penjaga para ras Naga. Dia datang kealam atas karena merasakan keberadaan Phoenix, dan membereskan semua itu dalam waktu sekejap saja.


Setelah itu Zi Long menghilang begitu saja seperti dia tidak pernah datang kealam atas.


***


Maaf, dulukan saya pernah bilang bahwa ada orang berharga Xin Huang yang akan mati kalo apa yang dilihat si burung api itu terjadi, namun setelah apa yang dilihat burung api itu sudah terjadi, Xin Huang sama sekali enggak kehilangan siapa-siapa yang berharga, saya melakukan itu karena tidak tega membunuh Hua Mei, tadinya saya mau membunuh Bing Lian ataupun teman-temannya, tapi setelah dipikir-pikir, mereka gak berharga sama sekali dimata Xin Huang, cuma Lian Mei sama Hua Mei aja yang berharga, jadi maaf kalo saya gak konsisten dalam membuat jalan cerita 🙏


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2