
"Disinilah ruang bawah tanah itu, saudara Xin" Terlihat sebuah bangunan batu bata kecil dihadapan ketiganya.
"Kau yakin ini adalah tempat peternakan manusia?" Xin Huang tidak yakin dengan bangunan kecil didepannya.
"Kan sudah kubilang, ini adalah ruang bawah tanah. Walaupun bangunan luarnya kecil, tapi bagian dalamnya bisa saja sebesar kota ini!"
"Hmmm... Okelah" Xin Huang dan yang lainnya memasuki bangunan itu. Didalam bangunan, terlihat banyak jaring laba-laba dan lumut yang menghiasi tembok bangunan. "Apa-Apaan!, kotor sekali!" Xin Huang sangat risih melihat bagian dalam bangunan itu.
"Ini hanya kamuflase saja, mereka sengaja membuat bangunan ini kotor untuk menghindari kecurigaan warga, walaupun itu tak terlalu berguna" penjelasan Zhang Zi Lian.
"Ya, aku tahu..." Xin Huang melihat kesekelilingnya, saat penglihatannya menuju ujung ruangan, dia melihat sebuah papan kayu yang menutupi tanah.
"Itu dia!" Xin Huang berjalan ke arah papan kayu. Setelah sampai, Xin Huang membuka papan kayu itu, "Sebuah tangga, ini sempit sekali, bagaimana mereka bisa membawa banyak orang kebawah tanah?" Xin Huang heran bagaimana bisa orang masuk kesini tanpa ketahuan warga.
"Ini hanya jalan yang ayahku buat, jalan aslinya ada di tengah kota"
"Ayahmu buat?"
"Betul, 5 tahun yang lalu ayah menggunakan atribut tanahnya untuk membuat jalan kebawah tanah, jalan ini berguna untuk tempat persembunyian para orang yang tak mempunyai kartu. Tapi ternyata ruangan bawah tanah yang dibuat walikota sangatlah luas, sehingga ayah dan orang-orang tak berkartu itu dibawa dan dihukum mati"
"Begitu... Baiklah, ayo jalan" Xin Huang menuruni tangga itu. Melihat Xin Huang menuruni tangga, Hua Mei dan Zhang Zi Lian mengikutinya.
***
"Wow, ini sangat mengerikan..." Sebuah pemandangan yang sangat mengerikan terlihat dihadapan Xin Huang.
"Itulah sebabnya aku tidak mau menuruni anak tangga ini" Zhang Zi Lian menutup kedua matanya menggunakan tangannya.
Zhang Zi Lian pernah diberi tahu oleh ayahnya, tentang tangga yang dibuatnya. Karena dilanda penasaran, Zhang Zi Lian pernah ingin menuruni tangga ini, tapi langkahnya terhenti saat mendengar teriakan-teriakan mengerikan yang ada dibawah tangga itu. Dia berusaha untuk menghindarinya, dan mencari bukti-bukti yang tidak berguna, hingga akhirnya dia datang kesini, lalu mendapatkan bukti valid didepan matanya.
Seorang ternak wanita yang sedang melakukan itu dengan ternak pria, lalu anak kecil yang sedang dikurung dikandang kecil, hingga banyak wanita dan pria yang sedang dikuliti dan dipotong-potong, setelah dipotong-potong, daging itu dibawa kesebuah gerobak dan dibawa kepermukaan.
"Hua'er, aku memang tidak boleh mengeluarkan aura membunuhku. Tapi kau, kau tidak perlu melakukan itu" Xin Huang melihat Hua Mei yang sedang berusaha menahan aura membunuhnya agar tak menyiksa orang-orang ternak itu.
"Xin... Xin... Xin...." Hua Mei tidak bisa lagi menahan aura membunuhnya, walaupun aura membunuhnya tak terasa; karena dia tidak pernah membunuh seseorang.
"Tenanglah Hua'er, biar kubantai semua orang yang ada disana"
"Jangan Xin!, Kasihan..." Air mata Hua Mei tidak bisa dibendung lagi.
"Lebih kasihan bila mereka hidup seperti ini untuk selamanya..."
"Hiks... Tapi...."
"Sudahlah Hua'er, tutup saja matamu"
__ADS_1
"Hiks..." Hua Mei menutup matanya.
Melihat Hua Mei yang memejamkan matanya, Xin Huang mengarahkan jari telunjuknya ke arah para ternak itu.
"Teknik Neraka Panas: Neraka Dunia" muncul setitik api merah diujung jari Xin Huang, api itu terasa sangat panas, tapi orang-orang tidak akan merasakannya, karena itu bisa membuat mereka tersiksa lagi. Hua Mei dan Zhang Zi Lian juga dilindungi aura biru agar tak terasa panas juga.
"Semoga kalian tenang di alam sana" gumam Xin Huang.
Wushhhhhhh
Setitik api itu melesat ketengah peternakan bawah tanah. Lalu api itu berhenti disana, setelah berhenti sejenak, api itu mengeluarkan sinar yang sangat terang, lalu meledak meluluhlantakkan seluruh peternakan manusia itu.
Duarrrrrrrrrrrrrr
Ledakan yang sangat besar terjadi dibawah tanah, permukaan tanah tak akan terkena dampaknya karena dilindungi aura Xin Huang, tapi suara keras itu masih tetap terdengar dipermukaan.
(Permukaan)
"A-Apa itu?!" salah seorang penduduk dipermukaan sangat terkejut mendengar suara yang sangat keras dari dalam tanah.
"Tidak!!! aku menjadi tuli!!!" teriak penduduk dipermukaan saat merasakan telinganya tidak berfungsi lagi.
"Sial! Pedang buatanku menjadi bengkok!" ucap seorang pandai besi saat pedang buatannya menjadi bengkok karena terkejut mendengar suara ledakan besar.
Srettt
"Sial! tercoret!" Gong Tianzong mencoret dokumennya gara-gara ledakan besar yang mengejutkannya.
"Bang**t! Padahal ini dokumen penting!" Dokumen yang dicoretnya adalah dokumen kerja samanya dengan kota Xuan. "Jika begini, Bai Xuantian akan marah padaku, lalu memutuskan kerja samanya denganku" Gong Tianzong menggigit jarinya. "Ah! Aku lupa! Bai Xuantian itu kucing bodoh! tinggal diberi uang saja dia akan memaafkanku! aku hanya tinggal memberinya alasan mudah, lalu dia akan memaafkanku!.... Lalu.... Suara apa itu tadi?" Gong Tianzong melihat keluar jendela.
(Dibawah tanah)
Peternakan bawah tanah Gong Tianzong sudah menjadi dataran tandus, ledakan itu membuat seluruh orang yang ada disana mati menjadi serpihan debu, bahkan orang kepercayaan Gong Tianzong juga mati, sehingga Gong Tianzong tidak mengetahui apapun yang terjadi.
"Ledakan keras apa itu tadi?!" Zhang Zi Lian membuka matanya, "Apa-apaan..." Zhang Zi Lian terkejut saat melihat dataran tandus didepannya.
"Xin..." Hua Mei membuka matanya. Sama seperti sebelumnya, Hua Mei juga terkejut melihat dataran tandus didepannya.
"Dihancurkan berapa kali pun, peternakan ini akan terus ada jika tunasnya masih ada" gumam Xin Huang.
"Tunas? Gong Tianzong?" Tanya Zhang Zi Lian.
"Betul..."
"Gila! kau akan melawan Gong Tianzong?!, walaupun dia tidak merasakan auraku, itu karena dia lengah! dia itu orang yang super kuat! jangan membahayakan nyawamu saudara Xin" Zhang Zi Lian memperingati Xin Huang.
__ADS_1
"Sudahlah saudara Zi, jangan menunggu dagingmu dimakan, kita harus bergerak sekarang"
"Tapi!...." Zhang Zi Lian berbicara gelagapan.
"Ayo Hua'er, kita pergi kekediaman Gong Tianzong" Xin Huang menggenggam lengan Hua Mei.
"Ya...." Sorot mata Hua Mei terlihat tajam saat mengingat pemandangan yang dilihatnya tadi.
Setelah menghancurkan bawah tanah, Xin Huang dan Lainnya pergi ke atas menaiki tangga.
"Oh iya saudara Zi, kenapa jalan ini tidak ditutup saat ayahmu ditangkap?"
"Itu karena, mereka ingin mengolok-olok orang-orang yang ingin menyelamatkan keluarganya"
"Benar-benar menjijikan orang-orang yang ada dibawah naungan Gong Tianzong" Xin Huang sangat marah dengan kelakuan bawahan Gong Tianzong.
"Benar, mereka bertindak sesuka hati karena dilindungi Gong Tianzong. Apalagi pemburu kota, mereka bersikap seolah mereka itu penguasa, mereka dengan semena-menanya menindas rakyat biasa, mereka juga sering mengambil kartu kasta, lalu menangkap orang itu dengan alasan tidak punya kartu. Pokoknya, mereka menjijikan" Wajah Zhang Zi Lian sangat marah melihat semua kelakuan orang yang sok menjadi penguasa kota.
"Apa sekalian ku hancurkan saja ya kota ini?" gumam Xin Huang.
"Jangan! ada orang baik juga di dalam kota ini! kita hanya harus mengubah tatanan kota ini agar menjadi lebih baik!"
"Wow, mungkin akan kuserahkan seluruh kendali kota ini padanya setelah membunuh Gong Tianzong" Xin Huang sedikit terpana melihat sikap kepemimpinan Zhang Zi Lian.
"Baiklah saudara Zi" Xin Huang merangkul pundak Zhang Zi Lian.
"Eh?!" Zhang Zi Lian terkejut melihat pundaknya dirangkul oleh Xin Huang.
"Sekarang, kita teman kan?" tanya Xin Huang.
"Teman? Benar, kita teman" Zhang Zi Lian menjawab dengan senyuman.
"Aku jadi nyamuk" Hua Mei cemberut melihat kedua pria didepannya menjadi akrab.
"Oh, Hua'er" Xin Huang juga merangkul Hua Mei.
"Kita bertiga, adalah teman"
.
.
.
.
__ADS_1