Power System

Power System
Xin Huang vs Tian Bufen


__ADS_3

Entah kenapa Xin Huang malah menyerang balik Tian Bufen, jika Xin Huang hanya membunuh kedua jendral kekaisaran Zhou saja, pasti Tian Bufen tidak akan semarah ini, hal yang dilakukan Xin Huang saat itu membuat Tian Bufen mengingat kemarahannya disaat perang dulu.


"Matilah bocah." Tian Bufen mengangkat tangan kanannya yang super super super super super besar kearah Xin Huang.


Wushhhhhhhh


Duarrrrrrrrrrrrrrr


Xin Huang tertampar dan terlempar hingga ratusan ribu kilometer.


Wushhhhhhhhh


Namun jarak lemparan Xin Huang yang panjangnya ratusan kilometer, hanya seperti benang pendek bagi mode raksasanya Tian Bufen, sehingga Tian Bufen mengangkat kakinya yang super besar dan panjang, lalu menginjak tubuh Xin Huang hingga Xin Huang terpendam jauh dibawah tanah.


Wushhhhhhhhh


Dalam perjalanan ketidakberdayaannya, Xin Huang diam-diam menggumamkan sebuah jurus yang sangat mengerikan. "Elemen Kekosongan Tahap Kedua: Dunia Hampa....."


Wushhhhhhhh


Waktu disekitar Xin Huang perlahan-lahan terhenti, dari yang hanya seukuran bola basket, area waktu yang terhenti itu melebar hingga membuat seluruh tubuh Tian Bufen terhenti sepenuhnya, dan didalam kehampaan ketidakpastian itu, Xin Huang masih bisa bergerak dengan bebas disana.


"Elemen Kekosongan Tahap Pertama: Big Bang!"


Sringgggggggg


Duarrrrrrrrrrrrrrrr


Ledakan bola big bang milik Xin Huang mampu menghancurkan dunia kehampaan Xin Huang, namun bukan hanya menghancurkan itu saja, seluruh tubuh Tian Bufen perlahan-lahan mulai meluruh saat terkena serangan itu, sehingga membuat dirinya kehilangan 500 nyawa. "Bajingan!" Tian Bufen marah dan mengumpulkan Qi didalam mulutnya, setelah dirasa cukup, Tian Bufen memuntahkan energi Qi itu pada Xin Huang.


Wushhhhhhhhh


Duarrrrrrrrrrrrrrr


Ledakan super besar terjadi, namun itu semua tidak berdampak pada area sekitar, sebab area sekitar pun sudah hancur oleh dirinya.


Tian Bufen sangat senang saat tidak bisa merasakan hawa tubuh Xin Huang lagi, namun itu semua tidak berlangsung lama hingga saat sebuah pukulan melayang kearah wajahnya.

__ADS_1


Bummmmmmm


Kepalanya yang besar seukuran satu buah benua, hancur berkeping-keping menjadi serpihan air saat dipukul Xin Huang, dia hanya bisa pasrah melihat seluruh tubuhnya mulai hancur dan meluruh, "Erghhhhhhh." Tian Bufen mengepalkan tangannya, dan melayangkan tinjunya pada Xin Huang, namun serangan dirinya hanya menembus tubuh Xin Huang.


Wushhhhhhh


"Ap-" Perkataan Tian Bufen terhenti saat pukulan lagi-lagi menyerang wajahnya.


Bummmmmmm


Xin Huang tersenyum manis, lalu mengepalkan tangannya kembali, "Elemen Kekosongan Tahap Ketiga: Rentetan Kehancuran Dunia."


Bummmmmm


Bummmmmm


Bummmmmm


Bummmmmm


Bummmmmm


Bummmmmmm


Tian Bufen pun mati, dan seluruh tubuhnya yang terbuat dari air, turun kembali menjadi sebuah samudra lagi.


[Ding! Berhasil membunuh Tian Bufen. Mendapatkan 1 Kuintiliun Poin Pengalaman, Mendapatkan 1 Kuadriliun Poin Sistem]


Xin Huang mengelap lengannya yang berdarah, walaupun terlihat lembek dan mudah dikalahkan, kulit samudra milik Tian Bufen sangat tajam dan keras, sehingga kulit Xin Huang yang ternyata lebih lemah daripada kulit Tian Bufen, menjadi lecet dan berdarah-darah saat memukulnya, "Aku.... Kaya." Xin Huang benar-benar melupakan lukanya yang terlihat mengerikan, dan malah memikirkan jika dia bisa dengan bebas belanja didalam toko sistemnya.


[Tuan, apakah tuan ingin menambah darah iblis kuno tuan?]


Pikiran Xin Huang langsung buyar saat mendengar itu, namun dia tiba-tiba teringat dengan seseorang yang pernah mengancamnya dulu, "Xiao Shun....."


***


"Nona Bing, anakmu tampan sekali." Wajah Bing Xiwang yang terlihat seperti pahatan profesional, membuat Hua Mei menjadi terpana dan tidak tahan untuk mencubit pipinya.

__ADS_1


"Terimakasih Nona Hua Mei, namun anak anda Lian Mei pun cantiknya luar biasa," Sebenarnya Bing Lian sangat senang saat anaknya dipuji, namun karena gengsi, dia menutupi itu.


"Wah... Aku tak menyangka Xin Huang akan membawamu kesini, padahal dahulu kau sangat dingin tahu," Hua Mei memang sangat marah saat melihat Bing Lian yang sedang menggendong bayi, apalagi Bing Lian bilang bahwa Xin Huang lah yang mengantarkannya kesini, namun kekesalannya menghilang saat Bing Lian menjelaskan semuanya, tapi tetap saja Hua Mei sedikit marah saat melihat kalung anjing yang dipakai Bing Lian.


"Karena tidak mempunyai anak, dulu aku menjadi sangat labil dan menatap rendah orang-orang, namun setelah dikurung selama satu tahun lebih didalam istana Zhou Lin, aku jadi tahu bahwa ada orang yang tidak bisa kutatap rendah, ditambah Wang'er yang baru saja lahir, makin membuatku sadar bahwa keberadaanku didunia ini, seperti sebutir pasir diatas gurun yang memenuhi seluruh planet, apalagi saat aku bertarung dengan suamimu, aku hanya bisa teriak-teriak dan tidak bisa melakukan apa-apa"


Hua Mei menganggukan kepalanya, "Tapi omong-omong.... Wajahmu cantik sekali nona Bing, bahkan aku pun kalah cantiknya denganmu"


Bing Lian tersipu malu saat mendengar itu, "Terimakasih nona Hua Mei, tapi jangan sampai kau merendahkan dirimu"


Hua Mei tersenyum manis sembari menganggukan kepalanya, "Hahh.... Kuharap wajah cantikmu itu tidak membuat Xin Huang selingkuh"


Bing Lian terkekeh kecil mendengar itu, "Kuharap seperti itu sih, melihat sifat Xin Huang yang benar-benar jahat, bisa-bisa aku dibunuh jika membuat Xin Huang merasa ingin selingkuh denganku."


"Jahat? Apa maksudmu?" Sepanjang Hua Mei berdua bersama Xin Huang, Xin Huang adalah pria lemah lembut yang sangat sayang padanya, jadi jika ada yang menyebut Xin Huang jahat, dia pasti akan tersinggung dengan itu.


"Kau tahu kan para kaisar-kaisar alam atas sedang berperang? Jadi bukan tidak mungkin kan jika Xin Huang sudah membunuh banyak orang yang tidak bersalah?"


Hua Mei mengerutkan dahinya, "Itu hanya teorimu saja bukan?"


"Yah, kita lihat saja nanti, kita akan melihat aura membunuhnya saat dia pulang nanti." Sebenarnya perkataan Bing Lian memang benar, menghancurkan 2/10 benua Dazhou saja sudah membunuh miliaran orang, jadi rasanya tidak adil jika Xin Huang tidak pantas disebut jahat.


Hua Mei menghela nafasnya, pasti ada kelakuan jahat yang ditunjukkan Xin Huang yang bisa membuat Bing Lian berpikir seperti itu, jadi itu bukanlah salah Bing Lian, namun salah Xin Huang, "Baiklah nona Bing, apa kau ingin istirahat?"


Bing Lian menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku mau memandikan Wang'er"


"Baiklah nona Bing, selamat tinggal, aku mau pergi dulu."


"Ya"


Setelah itu Hua Mei pergi terbang darisana, dia membutuhkan hati dan pikiran yang tenang untuk bisa menerima semuanya saat Xin Huang pulang, jadi dia memilih untuk merenungkan semua itu diatas puncak gunung yang sangat sejuk, dengan pemandangan yang sangat indah, dan untuk Lian Mei, dia sedang tertidur pulas diatas tempat tidurnya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2