Power System

Power System
Realitas Virtual


__ADS_3

Melihat kedua anak itu sudah setuju, Xin Huang memutuskan untuk mendaftarkan keduanya. Namun dia tidak tahu harus mendaftar kemana, sebab kertas selebaran yang dia baca sudah sobek.


"Ayah, kertas ini sobek, apa kita tanya orang lain saja?" Lian Mei sedikit kesal saat melihat kertas itu, padahal itu adalah informasi yang sangat penting, kenapa malah disobek?


Xin Huang menggelengkan kepalanya, lalu menyentuh kertas sobek itu, "Tidak usah, ayahmu ini mahakuasa nak." Xin Huang mengeluarkan elemen waktu dari tangannya, dan hal itu membuat selebaran kertas yang sobek perlahan-lahan utuh kembali, hingga setelah beberapa saat kemudian, kertas itu kembali utuh seperti semula. "Disinilah tempatnya, kantor administrasi yang ada ditengah kota."


Lian Mei dan Bing Xiwang sangat terpana saat melihatnya, sebab mereka baru pertama kalinya melihat waktu yang diputar balik. "Ayah, apa aku bisa belajar hal itu?" Lian Mei ingin bisa menggunakan waktu, sebab jika dia gabungkan dengan teknik pedangnya, mungkin dia bisa jadi lebih kuat. Sementara itu Bing Xiwang juga tertarik, namun setelah dijelaskan Xin Huang, dia tidak jadi tertarik dengan itu.


"Untuk Lian'er aku bisa, namun untuk WangWang, aku tidak bisa melakukannya, sebab tubuhmu itu sangat spesial, tubuh yang tidak terikat dengan waktu, saat kau baru lahir pun, kau bisa saja langsung menjadi besar, namun kau masih tidak mampu melakukan itu karena tubuh spesialmu itu hanya setengah." Kata Xin Huang menjelaskan.


"Baiklah...." Bing Xiwang menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Yey! Nanti ajari aku yah!"


"Ya," Xin Huang tersenyum kecil sembari mengusap lembut kepala Lian Mei.


"Tapi sebelum itu, ayo kita makan." Yang dipikirkan Hua Mei daritadi hanya makanan dan makanan, karena dia sudah tiga Minggu lebih tidak makan akibat dilatih pedang oleh Xin Huang, sehingga dia tidak punya waktu untuk makan disaat itu.


"Iya, ayo." Setelah itu mereka melanjutkan perjalanannya untuk mencari restoran, karena mereka bertiga tidak mau membuat Hua Mei mati kelaparan.


***


Setelah berjalan hanya beberapa menit saja, Xin Huang dan lainnya sampai dihadapan restoran. Restoran itu cukup besar, ada 7 lantai yang terlihat dari luar bangunan. Karena Xin Huang adalah orang kaya, Xin Huang tentu saja memesan lantai yang paling atas, namun karena Xin Huang dan lainnya bukan bangsawan, mereka hanya diizinkan makan dilantai 6.

__ADS_1


Setelah Xin Huang memesan lantai, Xin Huang dan lainnya mencari tempat duduk disana, dan kebetulan saja ada empat tempat duduk yang kosong, dan dilantai enam juga sudah banyak diisi orang, setidaknya kursi yang kosong itu hanya tinggal 3 buah lagi.


Xin Huang dan lainnya segera duduk dikursi, setelah duduk, mereka memesan makanan. Xin Huang sangat tercengang saat mendengar makanan yang Hua Mei dan Lian Mei pesan, mereka benar-benar mirip satu sama lain.


Sementara itu Bing Xiwang tidak terlalu mau makan, sebab makanan tidak memengaruhi dirinya sama sekali. Karena tubuhnya yang sangat spesial itu, mengabaikan hukum sebab dan akibat.


Xin Huang juga sama, dia tidak memesan makanan terlalu banyak, dia hanya ingin mengenang pada saat-saat dia dan Hua Mei berkeliling bersama, dan makan direstoran bersama.


Makanan datang dalam waktu kurang dari 1 menit, koki-koki yang bertugas memasak itu, adalah kultivator tingkat tinggi yang mampu menaikkan suhu dan memasak dengan cepat, bahkan lebih cepat dari mata manusia biasa.


Hua Mei dan Lian Mei langsung makan dengan lahap begitu pesanan mereka datang, Xin Huang juga memakannya, namun tidak selahap istri dan anaknya.


"Hey, apa kau mendengar kabar yang datang baru-baru ini?" Kata seorang pria berbaju rapih kepada temannya.


"Sang Dewa Pedang yang tidak bisa kita lihat sama sekali, akan datang dengan wujud nyata pada turnamen bergengsi anak muda beberapa bulan lagi! Hebat sekali bukan!?" Kata pria berbaju rapih dengan semangat, kata itu juga membuat temannya dan Xin Huang melebarkan matanya karena terkejut.


"Beneran? Apa kau yakin?! Dewa pedang yang mampu melenyapkan alam emas ini dalam satu kata akan datang ke turnamen ini?! Kau tidak bohong kan?!" Dewa Pedang adalah sosok yang setara tuhan bagi para penduduk alan emas, sosok yang setara dengan Tuhan itu akan datang ke turnamen kecil yang digelar untuk anak-anak kecil, benar-benar membuat seorang sepuh pun tidak akan mempercayainya! Apalagi untuk manusia biasa seperti dirinya!


"Heh! Kau tahukan aku itu anak seorang mentri komunikasi dan informatika? Aku selalu mendapatkan bocoran dari berita yang akan datang beberapa bulan lagi, atau bahkan beberapa tahun lagi! Dan itu benar-benar nyata! Ayahku mendapatkan surat kehadiran dewa pedang dari yang aslinya langsung! Bahkan ayahku yang memiliki hati teguh saja sampai pingsan saat menyentuh surat itu!"


"Wah.... Hebat sekali, aku sangat tak sabar ingin melihat sosok sang Dewa Pedang itu...."


Xin Huang melebarkan matanya tak percaya, dia benar-benar bingung kenapa Shen Jian yang asli ingin datang keturnamen itu. Padahal jika Xin Huang perkirakan, turnamen itu tidak ada apa-apanya dialam emas yang luas ini.

__ADS_1


Bing Xiwang menyadari wajah Xin Huang yang berubah, jadi dia segera bertanya apa yang terjadi. "Apa yang terjadi paman? Apakah ada masalah?"


Xin Huang menggelengkan kepalanya, karena menurutnya, kehadiran raja dewa sama sekali bukan masalah. "Tidak ada apa-apa, makanannya hanya terlalu pedas."


Bing Xiwang mengangguk dan segera melanjutkan makannya.


***


Kota yang ditempati Xin Huang adalah kota Zhongdui, kota Zhongdui terletak disebelah barat provinsi Molai. Kota Zhongdui adalah kota yang lumayan besar, selain lumayan besar, kota Zhongdui juga terus menyalurkan teknologi-teknologi buatan mereka keseluruh provinsi Molai, sehingga mereka terkenal dengan kota teknologi. Teknologi buatan mereka yang sangat terkenal adalah realitas virtual, ini seperti vr dibumi, namun lebih nyata dan terlihat seperti asli, walaupun terlihat tidak istimewa dihadapan para kultivator, namun alat ini sangat spesial Dimata orang biasa, sebab mereka bisa melakukan apapun yang mereka mau, termasuk menjadi kultivator.


Turnamen kota Zhongdui juga menggunakan teknologi ini untuk mengadu ribuan anak muda, mereka memakai cara battle royal untuk mengadu anak-anak itu, jadi secara tidak langsung, sang penyelenggara turnamen ini mengarahkan anak-anak kecil itu untuk membunuh. Dan oleh karena itu, mereka memakai teknologi realitas virtual untuk menghindari adanya korban tewas.


....


Setelah puas makan, xin Huang dan lainnya menuju pusat kota untuk mendaftar, dan kebetulan saja tempat itu tidak terlalu jauh dari restoran yang baru saja mereka tinggali. Sehingga mereka tidak memerlukan tenaga banyak untuk mendaftar turnamen.


Setelah mendaftarkan kedua anak itu diturnamen anak muda, Xin Huang diberi arahan-arahan oleh sang wanita administrasi, Xin Huang diberi tahu bahwa mereka akan turnamen disebuah pulau besar menggunakan alat realitas virtual, dan setelah selesai memberi arahan-arahan, sang wanita administrasi memberi Lian Mei dan Bing Xiwang sebuah kartu kayu dengan nomor, dengan Lian Mei yang bernomor 3001, dan Bing Xiwang yang bernomor 3002.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2